Cara Menjaga Kesehatan Saat Liburan Agar Fisik Tetap Fit
Niat awal libur panjang biasanya untuk menyegarkan pikiran setelah berbulan-bulan bekerja. Namun, perjalanan jauh dan perubahan jadwal sering membuat fisik kaget, sehingga badan merasa lemas atau perut melilit tepat di pertengahan liburan.
Menerapkan cara menjaga kesehatan saat liburan dengan praktis sebenarnya tidak perlu sampai mengganggu rencana jalan-jalan. Beberapa penyesuaian sederhana pada pola makan, jam tidur, dan aktivitas fisik sudah bisa mengurangi risiko sakit selama di perjalanan.
Daftar Isi
- Pola Makan Seimbang Tanpa Merusak Liburan
- Waktu Istirahat Harus Tetap Dijaga
- Siapkan P3K Ringan dan Obat Pribadi
- Aktif Bergerak Lewat Aktivitas Seru
- Lindungi Kulit dan Kebersihan Tangan
- Pertanyaan Seputar Cara Menjaga Kesehatan saat Liburan
- Berapa liter air yang harus diminum saat jalan-jalan seharian?
- Bagaimana cara mengatasi mabuk perjalanan tanpa bikin ngantuk berat?
- Obat apa saja yang wajib dibawa saat liburan?
- Bagaimana menjaga pola makan kalau sering wisata kuliner?
Pola Makan Seimbang Tanpa Merusak Liburan
Kulineran memang menjadi agenda utama yang sulit dilewatkan saat mendatangi tempat baru. Santapan bersantan, gorengan renyah, dan es manis di pinggir jalan selalu menggoda untuk dicoba setiap jam makan tiba.
Menikmati hidangan khas daerah tetap bisa dilakukan asal porsinya dibatasi. Imbangi makanan berminyak dengan porsi sayur atau buah segar yang mudah dibeli di pasar lokal. Satu porsi buah potong seperti semangka atau pepaya harganya terjangkau, sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000 per bungkus.
Minum air putih minimal dua liter sehari membantu menjaga kelembapan tubuh dan mencegah sakit kepala akibat dehidrasi.
Bawa botol minum sendiri berkapasitas 750 ml agar mudah diisi ulang di penginapan sebelum berangkat menjelajah. Langkah sederhana ini bisa menghemat anggaran beli air kemasan sekaligus memastikan kecukupan cairan sepanjang hari.
Baca Juga: Cara Menjaga Tubuh Tetap Sehat Lewat Kebiasaan Harian
Waktu Istirahat Harus Tetap Dijaga
Jadwal wisata yang padat sering memotong jam tidur malam hingga tersisa 4 atau 5 jam saja. Memaksakan diri bangun subuh demi mengejar matahari terbit tanpa tidur cukup bikin daya tahan tubuh merosot cepat.
Usahakan tetap tidur malam sekitar 6 hingga 7 jam setiap hari. Jika terpaksa harus bangun lebih pagi, manfaatkan waktu 20 menit untuk tidur sejenak di dalam mobil atau kereta api. Tidur singkat saat perjalanan bisa membantu menyegarkan kembali fokus pikiran tanpa membuat badan terasa linglung.
Aplikasi pemantau tidur di ponsel membantu memberi tahu kapan tubuh sudah terlalu lelah dan butuh jeda.
Siapkan P3K Ringan dan Obat Pribadi
Bawa dompet P3K ukuran kecil yang berisi obat-obatan dasar sebelum berangkat. Kotak P3K mini berisi minyak kayu putih, plester luka, obat maag, parasetamol, dan antimo biasanya memakan biaya sekitar Rp35.000 hingga Rp60.000.
Simpan wadah obat ini di dalam tas jinjing yang mudah dijangkau, bukan di dalam koper yang masuk bagasi. Saat mual di perjalanan atau kepala mulai pening, obat bisa langsung diminum tanpa perlu membongkar tatanan baju.
Setiap orang memiliki reaksi tubuh yang berbeda terhadap perubahan cuaca maupun kelelahan. Jika timbul gejala demam tinggi atau nyeri perut menetap lebih dari dua hari, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan medis dari dokter.
Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan di Pagi Hari agar Badan Segar
Aktif Bergerak Lewat Aktivitas Seru
Liburan tidak berarti harus duduk seharian di dalam kendaraan atau tiduran di kamar hotel. Berjalan kaki menyusuri area wisata kuliner atau taman kota adalah cara menyenangkan untuk membakar kalori tanpa merasa sedang berolahraga keras.
Pasang target langkah harian sekitar 6.000 hingga 10.000 langkah di aplikasi kesehatan ponsel.
Jika menggunakan mobil pribadi, sempatkan keluar kendaraan setiap dua jam sekali saat berhenti di tempat istirahat. Lakukan peregangan ringan pada area leher, pundak, dan betis selama 3 sampai 5 menit. Otot mudah kaku jika terlalu lama duduk, sehingga bisa memicu pegal linu yang mengganggu kenyamanan perjalanan.
Lindungi Kulit dan Kebersihan Tangan
Oleskan pembersih tangan cair berbasis alkohol sebelum menyantap makanan di tempat umum. Fasilitas cuci tangan di tempat wisata tidak selalu menyediakan sabun yang memadai, sehingga membawa botol pembersih ukuran 50 ml sangat membantu.
Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 saat beraktivitas di luar ruangan dari pagi hingga sore hari. Panas terik yang membakar kulit tanpa perlindungan bisa memicu pusing dan kulit terkelupas. Tabir surya ukuran kecil berharga sekitar Rp25.000 sampai Rp45.000 dan cukup diputar atau dioleskan kembali tiap dua jam.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Tubuh di Rumah yang Praktis
Siapkan juga tisu basah non-alkohol di tas jalan-jalan untuk mengelap keringat berlebih di area wajah atau leher.
Selalu selipkan satu stel pakaian hangat atau jaket angin tipis di tas kecil untuk mengantisipasi perubahan suhu udara yang mendadak di perjalanan.
Pertanyaan Seputar Cara Menjaga Kesehatan saat Liburan
Berapa liter air yang harus diminum saat jalan-jalan seharian?
Jumlah konsumsi air putih ideal sekitar 2 liter per hari. Jika banyak beraktivitas di bawah terik matahari atau banyak berjalan kaki, tambahkan 500 ml agar tubuh tidak kekurangan cairan.
Bagaimana cara mengatasi mabuk perjalanan tanpa bikin ngantuk berat?
Pilih posisi duduk di bagian depan kendaraan atau dekat jendela yang tidak terlalu banyak berguncang. Hindari membaca layar ponsel saat kendaraan berjalan dan minum obat anti-mabuk herbal seperti jahe hangat.
Obat apa saja yang wajib dibawa saat liburan?
Bawa obat-obatan dasar seperti parasetamol untuk pereda nyeri dan demam, obat maag, obat anti-mabuk, minyak kayu putih, serta plester luka.
Bagaimana menjaga pola makan kalau sering wisata kuliner?
Terapkan aturan bagi porsi hidangan berat bersama teman atau keluarga. Batasi gorengan dan minuman manis dingin satu atau dua kali sehari saja, lalu imbangi dengan buah segar.
