Cara Merawat Motor Saat Musim Hujan agar Awet dan Aman

Azka · 5 Okt 2026 · 4 mnt

Genangan air kotor dan sisa lumpur jalanan sehabis hujan sering meninggalkan kerak di sela-sela mesin. Air hujan yang punya tingkat keasaman tertentu juga bisa mempercepat karat pada baut, rantai, dan knalpot.

Mempraktikkan cara merawat motor saat musim hujan dengan tepat menjaga performa mesin tetap stabil dan memperpanjang usia pakai suku cadang. Langkahnya tidak rumit dan bisa dikerjakan sendiri di teras rumah.

Daftar Isi

Bilas Air Bersih Begitu Sampai di Rumah

Siram seluruh bodi bawah, velg, dan swing arm dengan air keran mengalir tanpa tekanan tinggi. Air keran membantu melarutkan sisa air hujan asam dan pasir halus yang menempel di sela tromol atau kaliper rem.

Hindari langsung menyemprot area mesin yang masih panas membara sehabis dipakai menembus genangan. Perubahan suhu drastis bisa membuat blok mesin memuai tidak wajar atau baut knalpot mudah slek.

Tunggu sekitar 10 sampai 15 menit sampai suhu mesin turun sebelum mencuci bodi dengan sabun khusus motor seharga sekitar Rp15.000 per botol.

Baca Juga: Cara Merawat Mobil Setelah Perjalanan Jauh Agar Tetap Prima

Perhatian Ekstra untuk Rantai dan Rem

Rantai motor konvensional cepat kering, karena pelumasnya hanyut terbawa cipratan air genangan. Rantai yang kering menimbulkan suara berisik, serta rentan kendur atau putus saat berakselerasi.

Semprotkan pelumas rantai tipis-tipis setelah rantai dibersihkan dan dikeringkan dengan lap kain. Hindari memakai oli bekas, karena kotoran di dalamnya justru mengundang pasir menempel pada mata rantai.

Piringan cakram dan kampas rem juga butuh perhatian karena endapan lumpur halus bisa mengikis kampas lebih cepat. Bersihkan sela kaliper dengan semprotan air bersih agar pengereman tetap pakem saat melintasi jalan basah.

Kondisi Busi dan Komponen Kelistrikan

Karet penutup busi yang getas membuka celah air masuk ke ruang pembakaran luar. Masalah ini kerap bikin mesin mendadak tersendat atau mati total waktu menerobos kubangan air setinggi mata kaki.

Cek kelenturan penutup busi dengan memencet karet pelindungnya. Kalau karet terasa kaku atau ada retakan halus, ganti dengan suku cadang baru seharga kira-kira Rp25.000 sampai Rp45.000 di bengkel terdekat.

Baca Juga: 7 Cara Merawat Motor Agar Awet dan Performa Tetap Joss Banget

Kabel bodi dan soket aki sebaiknya diperiksa agar tetap tertutup rapat. Semprotkan cairan penetran pada sakelar lampu dan tombol starter untuk mengusir kelembapan.

Tekanan Angin Ban Menentukan Cengkeraman Aspal

Ban yang kekurangan angin membuat permukaan karet menapak terlalu lebar dan memperlambat pembuangan air lewat alur kembangan. Akibatnya, risiko selip saat melaju dengan kecepatan 40 km/jam di aspal basah makin besar.

Periksa tekanan angin ban seminggu sekali dengan alat ukur portabel atau di pengisian angin nitrogen.

Untuk motor matik harian, tekanan ban depan umumnya berada di kisaran 28 sampai 30 psi, sedangkan ban belakang sekitar 32 sampai 34 psi. Jangan membiarkan alur ban gundul melewati tanda batas aus karena daya cengkeramnya turun drastis di jalan licin.

Filter Udara dan Oli Perlu Pengecekan Rutin

Boks filter udara pada motor matik posisinya relatif rendah di dekat roda belakang. Posisi ini rentan kemasukan air saat melewati genangan yang melebihi setengah diameter roda.

Baca Juga: Tips Merawat Kendaraan Sebelum Perjalanan Jauh Biar Aman di Jalan

Buka penutup boks filter udara untuk memeriksa apakah elemen busa atau kertas basah. Filter kertas yang sudah terlanjur basah kuyup harus diganti baru karena pori-porinya tersumbat dan tidak bisa kering sempurna.

Cek juga warna oli mesin melalui stik pengukur. Oli yang tercampur air akan berubah warna menjadi cokelat keruh seperti susu cokelat. Jika warna oli berubah keruh atau mesin mengeluarkan suara kasar, bawa motor ke teknisi bengkel resmi untuk kuras oli dan pemeriksaan mesin menyeluruh.

Pertanyaan Seputar Cara Merawat Motor saat Musim Hujan

Bolehkah langsung menyemprot motor dengan air bertekanan tinggi?

Penyemprotan bertekanan tinggi sebaiknya dihindari di area radiator, seal roda, dan soket kelistrikan. Tekanan air yang terlalu kuat bisa merusak sirip radiator atau memaksa air masuk ke sela kabel yang tertutup rapat.

Berapa lama rantai motor harus diberi pelumas ulang saat sering hujan?

Pelumasan ulang idealnya dilakukan setiap 1 atau 2 minggu sekali, atau segera setelah motor dicuci sehabis menerobos hujan lebat. Pelumas rantai biasanya dibanderol mulai dari Rp25.000 sampai Rp60.000 per kaleng.

Apa tanda oli mesin sudah kemasukan air banjir?

Tanda utama terlihat dari warna oli yang berubah menjadi cokelat susu atau abu-abu keruh saat dipantau lewat stik pengukur oli. Tarikan mesin juga terasa lebih berat dan temperatur mesin naik lebih cepat dari biasanya.