Cara Merawat Motor untuk Perjalanan Jauh agar Aman di Jalan
Niat mudik atau sekadar melintas antarprovinsi naik sepeda motor memang menyenangkan karena hemat biaya dan lebih bebas menentukan rute perjalanan. Namun, melibas rute sejauh ratusan kilometer tanpa pengecekan fisik kendaraan yang matang berisiko bikin kendaraan mogok di tengah rute sepi.
Kejadian rantai putus atau ban bocor di kawasan hutan malam hari jelas merusak seluruh rencana liburan. Memahami cara merawat motor untuk perjalanan jauh menjadi kunci penting agar berkendara tetap aman dan tenang dari titik keberangkatan sampai tujuan.
Daftar Isi
- Pengecekan Oli Mesin dan Liquid Coolant
- Performa Rem dan Ban Menentukan Keselamatan Jalan
- Periksa Sistem Penggerak dan Kelistrikan Kendaraan
- Setel Posisi Spion dan Kekerasan Suspensi Belakang
- Penataan Barang Bawaan Jaga Keseimbangan Stang
- Istirahatkan Mesin dan Pengendara Tiap Beberapa Jam
- Pertanyaan Seputar Cara Merawat Motor untuk Perjalanan Jauh
- Berapa kilometer sekali oli motor harus diganti sebelum touring?
- Apakah aman jalan jauh naik motor matik tanpa berhenti?
- Berapa tekanan angin ban motor matik yang pas untuk bawa barang banyak?
- Apa yang harus dilakukan jika timbul suara kasar di mesin saat di perjalanan?
Pengecekan Oli Mesin dan Liquid Coolant
Penggantian oli mesin perlu dilakukan jika jarak tempuh sudah mendekati 2.000 kilometer dari jadwal servis terakhir di bengkel. Oli bekas yang berwarna hitam pekat dan mulai encer membuat mesin cepat panas saat dipaksa berjalan nonstop selama 4 hingga 5 jam.
Cairan radiator di tabung cadangan wajib dipastikan berada di antara garis batas minimum dan maksimum.
Biaya penggantian oli mesin dan pelumas radiator umumnya berkisar dari Rp70.000 hingga Rp120.000 di bengkel umum. Menunda ganti oli sebelum jalan jauh berisiko membuat komponen piston aus dan mendadak mengunci di tengah rute lintasan antarprovinsi.
Performa Rem dan Ban Menentukan Keselamatan Jalan
Kampas rem yang mulai tipis memicu bahaya nyata saat melintasi turunan curam pegunungan atau saat pengereman mendadak di jalanan padat. Ganti kampas rem baru jika ketebalan kampas tinggal tersisa 2 milimeter dari piringan cakram.
Baca Juga: Tips Merawat Mobil di Garasi agar Mesin Awet dan Terawat
Cek alur ban pakai koin rupiah atau periksa garis indikator keausan di bagian dinding ban. Jika alur ban sudah halus sejajar dengan garis indikator, segera pasang ban tubeless baru agar tidak gampang selip saat hujan deras menyapu jalur pantura.
Isi angin ban sesuai standar pabrik, kira-kira 29 psi untuk ban depan dan 33 psi untuk bagian belakang. Ban kempis membuat tarikan mesin terasa berat dan bikin bensin boros, sedangkan angin berlebih bikin motor membal keras saat melibas jalan berlubang di sepanjang rute.
Periksa Sistem Penggerak dan Kelistrikan Kendaraan
Semprotkan cairan pelumas khusus rantai jika menggunakan motor bebek atau tipe sport manual. Rantai kering gampang berisik dan rentan putus saat menahan beban bagasi yang menumpuk di jok belakang.
Bagi pengguna motor matik, minta teknisi bengkel membongkar kover CVT untuk memeriksa kerapatan tali kipas dan kondisi roller. Tali kipas yang retak-retak di bagian dalam wajib diganti baru agar tidak mendadak putus di rute sepi yang jauh dari pemukiman.
Satu set tali kipas matik asli umumnya dijual mulai dari Rp130.000 sampai Rp250.000 tergantung tipe kendaraan.
Lampu utama, lampu rem, dan sein harus menyala terang pada malam hari. Cek daya aki memakai pengetes voltase di bengkel; jika angkanya di bawah 12 volt, isi ulang listrik aki atau segera ganti baru sebelum berangkat.
Baca Juga: Cara Merawat Aki Kendaraan Agar Awet dan Tidak Mudah Tekor
Setel Posisi Spion dan Kekerasan Suspensi Belakang
Atur posisi kaca spion kiri dan kanan agar sudut pandang kendaraan di belakang terlihat jelas tanpa terhalang bahu pengendara. Kaca spion yang longgar gampang bergeser sendiri akibat terpaan angin kencang saat dipacu di atas kecepatan 60 km/jam, jadi kencangkan baut penguncinya memakai kunci pas ukuran 12 atau 14.
Sesuaikan kekerasan ayunan suspensi belakang sesuai bobot pembonceng dan tumpukan tas bagasi. Suspensi yang terlalu amblas membuat bagian bawah mesin atau knalpot gampang terbentur polisi tidur dan permukaan aspal yang tidak rata.
Penataan Barang Bawaan Jaga Keseimbangan Stang
Muatan berlebih di bagian belakang sering membuat stang bergoyang keras saat motor melaju kencang di jalan lurus. Kondisi stang yang tidak stabil menyulitkan kendali saat menyalip kendaraan besar seperti truk trailer atau bus malam.
Ikat tas bawaan memakai jaring bagasi atau tali karet sintetis berdaya cengkeram kuat. Taruh barang paling berat di posisi paling bawah atau dalam bagasi bawah jok untuk menjaga titik berat kendaraan tetap rendah.
Istirahatkan Mesin dan Pengendara Tiap Beberapa Jam
Tepikan motor di area SPBU Pertamina, minimarket, atau kedai kopi setiap 2 sampai 3 jam perjalanan melintas kota. Jeda ini memberi kesempatan bagi mesin untuk menurunkan suhu kerja serta menjaga kondisi fisik pengendara dari rasa lelah berlebih.
Baca Juga: Cara Merawat Interior Kendaraan Lengkap Agar Kabin Bebas Bau
Mesin yang dinyalakan terus-menerus tanpa jeda bikin cairan oli mengencer lebih cepat dari biasanya.
Apabila muncul getaran tidak wajar atau suara mesin terdengar kasar saat perjalanan, segera datangi teknisi bengkel terdekat untuk penanganan profesional. Selalu siapkan jas hujan model baju dan celana di bagasi paling atas agar gampang diambil saat cuaca tiba-tiba berubah mendung.
Pertanyaan Seputar Cara Merawat Motor untuk Perjalanan Jauh
Berapa kilometer sekali oli motor harus diganti sebelum touring?
Oli mesin sebaiknya diganti baru jika pemakaian sudah mencapai 2.000 kilometer atau jika fisik oli sudah terasa encer dan berwarna hitam pekat. Mengganti oli tepat sebelum berangkat memastikan pelumasan mesin tetap maksimal selama menempuh rute luar kota.
Apakah aman jalan jauh naik motor matik tanpa berhenti?
Tidak aman, karena komponen CVT dan mesin matik membutuhkan jeda pendinginan setiap 2 hingga 3 jam sekali. Memaksa motor matik berjalan nonstop tanpa istirahat dapat memicu panas berlebih yang berisiko merusak tali kipas dan menurunkan performa pelumas.
Berapa tekanan angin ban motor matik yang pas untuk bawa barang banyak?
Tekanan angin ban depan umumnya diatur pada angka 29 psi, sedangkan ban belakang dinaikkan ke kisaran 33 hingga 35 psi untuk menopang beban tumpukan bagasi dan pembonceng. Tekanan pas ini mencegah velg penyok saat melibas jalan berlubang.
Apa yang harus dilakukan jika timbul suara kasar di mesin saat di perjalanan?
Segera kurangi kecepatan dan cari bengkel resmi atau bengkel umum terdekat untuk melakukan pemeriksaan teknis. Jangan memaksakan melaju karena suara kasar merupakan indikasi awal kurangnya pelumasan atau adanya komponen komponen mesin yang aus.
