Loading...

Kegiatan Ekonomi Perilaku Konsumen Produsen Konsumsi Peran Hukum Gossen 1 2 Sektor

eko10 gambar bab 3 gambar 3 10

Daftar Isi

Perilaku Konsumen

Konsumen adalah orang atau badan usaha yang melakukan kegiatan konsumsi. Konsumsi bukan hanya berarti makan dan minum, tetapi juga menyangkut berbagai kegiatan lain yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup.

Guna dan Nilai Barang

Konsumsi merupakan kegiatan mengunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan atau memuaskan keinginan. Dengan kata lain, suatu barang akan dikonsumsi oleh manusia jika barang tersebut berguna untuk memenuhi kebutuhan hidupnya atau memuaskan keinginan.

Guna Barang

Ada beberapa bentuk kegunaan dari suatu barang yang Anda gunakan saat ini, di antaranya:

Kegunaan Bentuk (Form Utility)

Kegunaan Bentuk (Form Utility) adalah Suatu barang akan lebih berguna jika diubah dari bentuk asalnya. Misalnya kayu menjadi perabotan rumah tangga atau benang menjadi kain.

Kegunaan Tempat (Place Utility)

Kegunaan Tempat (Place Utility) adalah Suatu barang akan lebih berguna jika berada pada tempat yang tepat. Misalnya pakaian tebal digunakan di tempat yang berhawa dingin.

Komputer di toko akan lebih berguna setelah dimiliki dan dimanfaatkan oleh konsumen.

Gambar 3.1 Komputer di toko akan lebih berguna setelah dimiliki dan dimanfaatkan oleh konsumen.

Kegunaan Kepemilikan (Ownership Utility)

Kegunaan Kepemilikan (Ownership Utility) adalah Suatu barang akan lebih berguna jika telah dimiliki atau disewa oleh orang yang membutuhkan. Misalnya, buku pelajaran di toko buku tidak mempunyai nilai guna, tetapi jika dimiliki oleh pelajar akan berguna untuk meningkatkan kepandaian dan pengetahuan. Komputer yang masih berada di toko elektronik tidak mempunyai nilai guna sebelum komputer tersebut dibeli dan dimanfaatkan untuk mempermudah pekerjaan manusia seperti mengetik naskah atau mendesain gambar.

Kegunaan Waktu (Time Utility)

Kegunaan Waktu (Time Utility) adalah Suatu barang akan bermanfaat jika digunakan pada waktu yang tepat. Misalnya, jas hujan digunakan pada saat hujan.

Kegunaan Pelayanan (Service Utility)

Kegunaan Pelayanan (Service Utility) adalah Suatu barang akan lebih berguna jika dapat memberikan jasa. Misalnya televisi atau radio akan berguna jika ada siarannya.

Kegunaan Dasar (Elementary Utility)

Kegunaan Dasar (Elementary Utility) adalah Suatu barang akan mengalami peningkatan setelah diolah dari bahan dasar atau bahan baku menjadi barang jadi. Misalnya, kapas sebagai bahan dasar pembuatan benang dan benang sebagai bahan dasar kain.

Nilai Barang

Suatu barang atau jasa dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan manusia jika mempunyai guna dan nilai. Berguna mempunyai arti bahwa barang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu, manusia selalu berusaha untuk meningkatkan kegunaan suatu barang. Semakin banyak guna barang maka semakin tinggi nilainya. Nilai suatu barang dan jasa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

Nilai Pakai
Nilai Pakai Objektif

Suatu barang dikatakan mempunyai nilai pakai objektif jika barang dan jasa tersebut dapat digunakan untuk memenuhi atau memuaskan kebutuhan manusia pada umumnya. Misalnya makanan dan minuman mempunyai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia. Buku pelajaran bermutu mempunyai kemampuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan.

Nilai Pakai Subjektif
Nilai pakai setiap benda berbeda-beda.

Gambar 3.2 Nilai pakai setiap benda berbeda-beda.

Suatu barang dikatakan mempunyai nilai pakai subjektif apabila seseorang memberikan penilaian terhadap barang yang digunakannya. Hal ini mengakibatkan nilai pakai subjektif setiap orang berbeda-beda, tergantung kemampuan barang tersebut memberikan kepuasan dalam memenuhi kebutuhan. Misalnya, bagi seorang petani, cangkul sangat dibutuhkan dalam kegiatan pertanian sehingga mempunyai nilai pakai yang tinggi. Bagaimana dengan seorang dokter? Apakah cangkul juga termasuk barang yang sangat dibutuhkannya? Bagi seorang dokter, cangkul tidak dibutuhkan, sehingga mempunyai nilai pakai yang rendah.

Nilai Tukar
Nilai Tukar Objektif

Nilai tukar objektif merupakan kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang jenis lain. Misalnya, jasa pemetikan kelapa ditukar dengan imbalan berupa sepertiga bagian kelapa hasil petikannya. Artinya, jasa pemetik kelapa mempunyai nilai tukar objektif.

Nilai Tukar Subjektif

Nilai tukar subjektif merupakan nilai yang diberikan seseorang terhadap suatu barang dan jasa, karena bisa ditukar dengan barang dan jasa lainnya untuk memenuhi kebutuhan. Misalnya menurut penarik becak, jasa mengantar penumpang dari stasiun menuju pasar Rp5.000,00, tetapi menurut calon penumpang hanya senilai Rp3.000,00. Dengan demikian, nilai tukar atas jasa mengayuh becak adalah nilai tukar subjektif, menurut penilaian masing-masing kebutuhan.

Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi

Besar kecilnya konsumsi seseorang atau suatu rumah tangga ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut.

Pendapatan

Untuk memperoleh barang-barang konsumsi diperlukan pengorbanan berupa uang yang berasal dari penghasilan atau pendapatan. Tingkat pendapatan berpengaruh terhadap besarnya konsumsi yang dilakukan. Pada umumnya, semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang, semakin banyak pula barang dan jasa yang dapat dikonsumsi. Sebaliknya, konsumen yang berpendapatan rendah biasanya tidak banyak melakukan kegiatan konsumsi karena daya belinya rendah.

Tingkat Harga

Apabila harga-harga kebutuhan hidup meningkat, konsumen harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk mendapatkannya. Atau, konsumen dapat mengantisipasinya dengan mengurangi jumlah pembelian. Hal ini perlu dilakukan apabila kenaikan harga tersebut tidak diikuti oleh naiknya pendapatan. Dengan kata lain, kenaikan harga barang akan menurunkan tingkat konsumsi. Dan apabila harga barang menurun, tingkat konsumsi konsumen akan naik. Hal ini juga berlaku untuk tingkat harga barang substitusi.

Ketersediaan Barang dan Jasa

Meskipun konsumen memiliki uang untuk membeli, ia tidak dapat mengonsumsi barang yang diinginkan jika barangnya tidak tersedia. Misalnya, ketika pasokan gas elpiji terhambat, jumlah gas elpiji yang tersedia di pasaran berkurang sehingga banyak konsumen yang tidak dapat mengonsumsinya.

Selera

Keputusan seorang konsumen untuk mengonsumsi suatu barang dan jasa sangat ditentukan oleh seleranya. Apabila ia sangat menyukai suatu barang, maka ia akan dengan senang hati membeli barang tersebut meskipun harganya relatif mahal. Sebaliknya, apabila ia tidak menyukai, mustahil ia bersedia mengeluarkan sejumlah uang untuk membelinya.

Lingkungan Sosial Budaya

anyaknya acara adat di masyarakat Jawa juga mempengaruhi tingkat konsumsi. Masyarakat di berbagai daerah memiliki lingkungan sosial budaya yang berbeda-beda. Hal ini meni

Gambar 3.3 Banyaknya acara adat di masyarakat Jawa juga mempengaruhi tingkat konsumsi.

Masyarakat di berbagai daerah memiliki lingkungan sosial budaya yang berbeda-beda. Hal ini menimbulkan adanya pola perilaku masyarakat yang berbeda pula, sehingga muncul berbagai macam kebutuhan, sesuai dengan kebiasaan masyarakat yang bersangkutan. Kondisi lingkungan sosial budaya dapat meliputi adat istiadat, kebiasaan, agama, keyakinan, atau aturan-aturan masyarakat. Misalnya dalam masyarakat Jawa, peristiwa hidup seperti kelahiran, perkawinan, dan kematian harus disertai rangkaian upacara selamatan. Ritualritual yang berkaitan dengan adat sangat bervariasi dalam masyarakat. Hal ini akan meningkatkan permintaan akan barang tertentu. Upacara adat ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membeli bahan pokok seperti beras, telur, gula pasir, sayur-mayur, dan sebagainya.

Prakiraan Harga di Masa Datang

Prakiraan harga di masa datang akan memengaruhi keputusan untuk pengeluaran konsumsi saat ini. Apabila seorang konsumen memprakirakan bahwa harga suatu barang akan naik di masa yang akan datang, maka ia akan cenderung membeli saat ini sebelum harganya benar-benar naik. Misalnya, ketika pemerintah mengumumkan rencana kenaikan harga BBM, maka masyarakat akan berbondong-bondong membeli bahkan menimbun BBM sebelum harganya benar-benar naik. Sebaliknya, apabila konsumen memprakirakan harga akan turun, ia akan menunda konsumsi sampai harga benar-benar turun. Faktor-faktor lain seperti pendidikan, tempat tinggal (di desa atau kota), jumlah anak dalam keluarga, usia keluarga, dan sebagainya juga memengaruhi tingkat konsumsi.

Bursa Info

Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Konsumen

Pilihan barang atau jasa yang dikonsumsi seseorang dipengaruhi oleh empat faktor psikologi, yaitu:

1. Motivasi

Motif atau dorongan adalah kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan seseorang mencari kepuasan. Perusahaan dapat melakukan pendekatan ini dengan memberikan pemahaman yang menarik mengenai hubungan antara konsumen dengan merek barang atau jasa yang mereka beli. Teknik riset motivasi ini menyediakan cara yang fleksibel dan bervariasi untuk memperoleh pemahaman akan motivasi di balik tingkah laku konsumsi konsumennya.

2. Persepsi

Persepsi adalah proses yang dilalui orang dalam memilih, mengorganisasikan, dan menginterpretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti mengenai sesuatu hal. Orang dapat membentuk persepsi berbeda dari rangsangan yang sama karena tiga macam proses penerima indra, yaitu perhatian yang selektif, distorsi selektif, dan ingatan selektif. Karena dari tiga hal tersebut, perusahaan harus bekerja keras untuk menyampaikan image akan produk atau jasa yang mereka tawarkan. Hal yang menarik adalah perusahaan kebanyakan khawatir mengenai apakah ada yang menerima penawaran produk mereka sedangkan konsumen khawatir bahwa mereka akan dipengaruhi oleh image perusahaan.

3. Pengetahuan

Kalau orang bertindak, mereka belajar. Pembelajaran menggambarkan perubahan dalam tingkah laku individual yang timbul dari pengalaman. Apabila pengalaman yang didapat menyenangkan maka akan diperoleh tindakan, konsumen akan membeli kembali produk tersebut.

4. Keyakinan akan Sikap

Melalui tindakan dan pembelajaran, orang akan mendapatkan keyakinan dan sikap. Hal ini yang akan memengaruhi tingkah laku konsumen. Keyakinan adalah pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang mengenai sesuatu. Sedangkan sikap menguraikan evaluasi, perasaan, dan kecenderungan dari seseorang terhadap suatu objek atau ide yang relatif konsisten.

Perusahaan cenderung berkeyakinan bahwa konsumen yang merumuskan mengenai spesifikasi produk dan jasa. Karena keyakinan ini menyusun citra produk dan merek yang memengaruhi tingkah laku konsumen dalam membeli barang dan jasa. Apabila ada sebagian keyakinan yang salah dan menghalangi pembelian, perusahaan harus berusaha untuk mengoreksinya.

Hukum Gossen

Herman Heinrich Gossen, seorang ekonom Jerman mencoba menyelidiki cara pemuasan kebutuhan manusia terhadap barang dan jasa. Hasil penyelidikan Gossen ini menghasilkan hukum Gossen I dan II.

Sebelum memahami hukum Gossen, Anda perlu mengenal konsep kegunaan total (total utility) dan kegunaan marginal (marginal utility) terlebih dahulu. Kegunaan total adalah total kepuasan seorang individu yang diperoleh dari konsumsi suatu barang atau jasa dalam suatu periode waktu tertentu. Kegunaan total individu akan meningkat apabila jumlah yang dikonsumsi bertambah, tetapi pertambahan manfaatnya berkurang. Artinya setiap unit tambahan yang dikonsumsi menambahkan nilai guna marginal yang lebih kecil dibandingkan dengan unit sebelumnya, seiring dengan kejenuhan individu terhadap produk tersebut. Setiap individu akan mendapatkan kepuasan yang berbeda dalam mengonsumsi sejumlah barang yang sama. Dasar penilaian tersebut relatif, yaitu setiap individu bebas untuk memberikan penilaian atas suatu barang (subjektif). Perbedaan di antara kepuasan yang diperoleh individu dalam mengonsumsi barang harus dibayar dengan suatu pembayaran untuk memperoleh barang tersebut.

Kegunaan marginal (marginal utility) merupakan peningkatan kepuasan seorang konsumen karena mengonsumsi satu unit tambahan barang atau jasa. Kebanyakan barang dan jasa memiliki kegunaan marginal yang terus menurun. Artinya, saat konsumsi suatu produk meningkat, nilai guna tambahan yang diperoleh dari tiap unit tambahan akan turun secara bertahap. Nah, dalam hal ini konsumen dikatakan mempunyai kepuasan marginal yang menurun ketika ia semakin merasa puas dengan mengonsumsi produk itu. Jadi, nilai guna marginallah yang menentukan apakah sesuatu barang itu mempunyai harga yang tinggi atau rendah. Hal ini akan diperjelas dalam hukum Gossen berikut.

Hukum Gossen 1

Untuk memahami hukum Gossen I, perhatikan contoh berikut. Setelah seharian bekerja Andi merasa sangat lapar. Satu porsi nasi beserta lauk-pauknya akan memberikan kepuasan total yang amat besar bagi Andi. Sehingga, bisa dinilai sebesar 10 util (util = satuan kepuasan). Karena masih merasa lapar, Andi menambah satu porsi lagi. Tetapi, karena perut Andi sudah terisi oleh porsi nasi pertama, kepuasan yang diperoleh karena memakan porsi nasi kedua tidak sebesar 10 util, melainkan hanya 6 util.

Dengan demikian, kepuasan total yang diperoleh setelah makan dua porsi nasi akan berjumlah 16 util. Jika Andi masih bernafsu untuk menambah dengan porsi ketiga, bukan tidak mungkin Andi akan menjadi sakit karenanya. Sehingga, bukan kepuasan yang Andi peroleh melainkan penderitaan.

Karena tidak memberikan kepuasan, manfaat porsi nasi ketiga menjadi negatif sebesar –5 util dan kepuasan total yang diperoleh dari tiga porsi nasi tersebut 11 (lihat tabel 3.1).

Tabel 3.1 Hubungan Jumlah Barang yang Dikonsumsi dengan Kepuasan Total dan Kepuasan Marginal yang Diperoleh

Jumlah Porsi Nasi yang DIkonsumsi Kepuasan Total (Total Utility) Kepuasan Marginal (Marginal Utility)
0 0 0
1 10 10 = (10-0)
2 16 6 = (16-10)
3 11 -5 = (11-16)

 

Pada tabel di atas, kolom marginal utility memperlihatkan adanya penurunan dari 10 sampai –5. Setelah makan pada porsi ke-1 kenikmatan dinilainya 10 util. Pada porsi ke-2, tambahan kenikmatan menurun sehingga dinilai 6 util dan kepuasan total bertambah menjadi 16 util. Pada porsi ke-3, kepuasan menjadi negatif (–5). Apabila kepuasan total dan kepuasan marginal ditampilkan dalam bentuk grafik maka kurvanya seperti berikut ini. Kurva ini menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang dikonsumsi dengan tingkat kepuasan yang diperoleh.

 

Kurva kepuasan total (TU).

Gambar 3.4 Kurva kepuasan total (TU).

 

Kurva kepuasan marginal (MU).

Gambar 3.5 Kurva kepuasan marginal (MU).

 

Gejala tambahan kepuasan yang tidak proporsional seperti dijelaskan di atas dikenal sebagai The Law of Diminishing Marginal Utility (Hukum Tambahan Kepuasan yang Terus Menurun). Hukum ini dikenal sebagai Hukum Gossen I. Selengkapnya Hukum Gossen I berbunyi: Jika jumlah suatu barang yang dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu terus ditambah, maka kepuasan total yang diperoleh juga bertambah. Akan tetapi, kepuasan marginal akan semakin berkurang. Bahkan bila konsumsi terus dilakukan, pada akhirnya tambahan kepuasan yang diperoleh akan menjadi negatif dan kepuasan total menjadi berkurang.

Hukum Gossen I tersebut menyatakan pemuasan kebutuhan secara vertikal yaitu pemuasan satu macam kebutuhan yang dilakukan secara terus-menerus, sehingga kenikmatannya semakin lama semakin berkurang dan akhirnya dicapai titik kepuasan. Namun, Hukum Gossen I mempunyai kelemahan. Dalam praktik, orang tidak akan memuaskan satu macam kebutuhan sampai sepuas-puasnya, tetapi setelah mencapai titik kepuasan tertentu akan menyusul kebutuhan yang lain, hal ini karena kebutuhan itu bermacam-macam. Maka Hukum Gossen I dilengkapi dengan Hukum Gossen II (simak pendalaman materi berikutnya).

Hukum Gossen 2

Hukum Gossen I membatasi jumlah objek konsumsi, yaitu satu jenis barang. Pada kenyataannya konsumen memerlukan bermacam-macam jenis barang (dan jasa). Dengan sumber dana terbatas konsumen harus mencari kombinasi unit dari berbagai jenis barang, agar semua kebutuhannya bisa terpenuhi dan kepuasan maksimal bisa tercapai.

Masalah tersebut dirumuskan dalam Hukum Gossen II yang berbunyi: Seorang konsumen akan membagi-bagi pengeluaran uangnya untuk membeli berbagai macam barang sedemikian rupa hingga kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi secara seimbang.

Pembelian berbagai barang ini sedemikian rupa hingga rupiah terakhir yang dibelanjakan untuk membeli sesuatu memberikan kepuasan marginal yang sama. Apakah itu pengeluaran untuk membeli barang yang satu atau untuk membeli barang yang lain.

Coba Anda ingat-ingat kembali materi tentang kelangkaan. Berdasarkan Hukum Gossen II ini, manusia berusaha memenuhi kebutuhannya yang bermacam-macam sampai pada tingkat intensitas yang sama. Ada kebutuhan akan makan, pakaian, perumahan, kesehatan, dan lain-lain. Nah, dari kebutuhan pada tingkat intensitas yang sama, seseorang tidak akan menghabiskan uangnya hanya untuk membeli pakaian saja. Akan tetapi, uang yang dimilikinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya sesuai dengan tingkat kebutuhannya.

Contoh:

Togar mempunyai penghasilan Rp600.000,00. Untuk memenuhi semua kebutuhannya selama satu bulan diperlukan Rp750.000,00. Bagaimana caranya agar Togar dapat menggunakan uangnya seekonomis mungkin dan kepuasan maksimum tercapai? Simak terus uraian berikut.

Togar perlu membuat tabel pemuasan kebutuhan secara vertikal dan horizontal. Secara horizontal dari data jenis kebutuhan yang harus dipenuhinya, misalnya makan, pakaian, perumahan, kesehatan, dan lain-lain. Sedangkan, secara vertikal diurutkan jumlah kebutuhan yang harus dipenuhi. Berdasarkan jenis dan jumlah kebutuhan, dibuatkan nilai kepuasan dari yang tertinggi sampai terendah. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut.

Tabel 3.2 Pemuasan Kebutuhan Secara Vertikal dan Horizontal

Jumlah Makan Pakaian Perumahan Kesehatan Kesenangan
1 10
2 9 9
3 8 8 8
4 7 7 7 7
5 6 6 6 6 6
6 5 5 5 5 5
7 4 4 4 4 4
8 3 3 3 3 3
9 2 2 2 2 2
10 1 1 1 1 1
11 0 0 0 0 0
Jumlah 55 45 36 28 21

 

 

 

Dari tabel di atas, terlihat bahwa makan mempunyai nilai tertinggi yaitu 10, pakaian 9, perumahan 8, kesehatan 7, dan kesenangan 6. Golongan kebutuhan marginal adalah kebutuhan ke-5, yaitu kebutuhan kesenangan. Jika seluruh penghasilan Togar digunakan untuk makan, nilai kepuasannya berjumlah 55. Hal ini tidak mungkin dilakukannya karena ia harus membagi uang sesuai intensitasnya (tingkatan) kebutuhan. Jika uang yang dimilikinya Rp600.000,00 dan setiap satuan jumlah kebutuhan, misalnya dibutuhkan Rp50.000,00, jumlah satuan kebutuhan yang terpenuhi, yaitu:

Jumlah uang : Kebutuhan per satuan = 600.000 : 50.000 = 30 unit

Hukum Gossen II tersebut merupakan pemuasan kebutuhan secara horizontal. Pemuasan kebutuhan secara horizontal, yaitu pemuasan kebutuhan tidak bertumpu pada satu jenis barang saja, melainkan berusaha pula untuk memenuhi kebutuhan akan barang lainnya.

Tugas Individu

a. Mengapa apabila manusia memuaskan kebutuhannya pada tingkat kepuasan yang tinggi akan mengalami kejenuhan?

b. Berilah contoh hukum Gossen I.

Tulislah jawaban Anda pada selembar kertas, kemudian kumpulkan kepada guru untuk dinilai.

Teori Perilaku Konsumen

Kegiatan suatu perekonomian merupakan gabungan kegiatan setiap orang. Pada materi ini akan membahas perilaku individu sebagai konsumen. Individu sebagai konsumen akan mengonsumsi berbagai macam barang dan jasa untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Individu konsumen yang rasional akan melakukan pilihan terhadap barang-barang dan jasa yang dikonsumsi yang dapat memberikan manfaat, kegunaan, dan kepuasan yang paling tinggi. Teori yang menganalisis perilaku individu konsumen ini dinamakan teori perilaku konsumen.

Ada dua pendekatan (teori) yang dapat menjelaskan perilaku konsumen, yaitu:

Teori Nilai Guna Kardinal (Cardinal Theory)

Menurut teori ini, kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif. Sedangkan, satuan kegunaan (utility) yaitu util. Keputusan untuk mengonsumsi suatu barang berdasarkan perbandingan antara manfaat yang diperoleh dengan biaya yang harus dikeluarkan.

Misalnya, Rudi ingin membeli baju. Harga baju per potong Rp25.000,00. Berapa buah baju yang akan dikonsumsinya? Nah, untuk menjawabnya, Anda harus mengetahui dahulu nilai baju itu bagi Rudi yang diasumsikan setara dengan rupiah. Berikut ini contoh pola konsumsi Rudi.

Tabel 3.3 Pola Konsumsi Rudi

Harga Baju per Potong (Rp) Jumlah Baju yang Dikonsumsi Uang yang Harus Dikeluarkan (Rp) Kepuasan Total/TU (Util) Tambahan Kepuasan/MU (Util)
25.000 1 25.000 50.000 50.000
25.000 2 50.000 125.000 75.000
25.000 3 75.000 185.000 60.000
25.000 4 00.000 225.000 40.000
25.000 5 125.000 250.0001 25.000
25.000 6 50.000 250.000 0
25.000 7 175.000 200.000 -50.000
25.000 8 200.000 100.000 -100.000

 

 

Bagi Rudi, baju pertama mempunyai nilai kegunaan jauh lebih besar dibanding biaya yang harus dikeluarkan. Hanya dengan Rp25.000,00 diperoleh kegunaan 50.000 util. Bila dia menambah konsumsi bajunya, maka baju yang kedua memberi tambahan kepuasan (MU) lebih besar dari yang pertama, yaitu 75.000 util, berarti kepuasan total (TU) menjadi 125.000 util. Pada saat ia menambah konsumsi baju menjadi tiga, maka TU menjadi 185.000 util dan MU 60.000 util. Meskipun telah terjadi penurunan MU (hukum pertambahan manfaat yang makin menurun telah terjadi), tetap lebih menguntungkan.

Grafik kepuasan total dan kepuasan marginal.

Gambar 3.6 Grafik kepuasan total dan kepuasan marginal.

Jika Rudi terus menambah konsumsi bajunya, maka setelah baju kelima penambahan konsumsi tidak menambah TU, bahkan dapat menurunkan TU karena MU sudah <0 (negatif). Untuk lebih jelasnya, pelajari grafik di samping. Dari grafik di samping terlihat kurva TU pada awalnya menaik tajam, seiring naiknya nilai MU. MU akan mencapai maksimum dan selanjutnya menurun, menyebabkan slope kurva TU makin mendatar. Nilai TU maksimum pada saat nilai MU = 0.

Dari grafik itu pula, Rudi akan berhenti mengonsumsi pada baju yang kelima. Apa akibatnya jika Rudi terus menambah membeli baju? Tindakan itu bukan saja tidak menambah TU, bahkan menguranginya. Rudi berhenti mengonsumsi pada saat harga baju (Rp25.000,00) sama dengan nilai utilitas marginal (Rp 25.000,00).

Teori Nilai Guna Ordinal (Ordinal Theory)

Menurut teori ordinal, kegunaan suatu barang dan jasa tidak dapat dihitung. Untuk lebih dapat memahami tentang teori ini, dapat dijelaskan dengan tabel berikut.

Tabel 3.4 Nilai Kepuasan dari Makan Bakso dan Makan Satai Ayam

Makan Bakso (Mangkuk per Bulan) Makan Satai Ayam (Porsi per Bulan) Nilai Kepuasan
10 3 100
8 4 100
6 6 100
4 7 100
3 10 100

 

Kurva indiferensi

Gambar 3.7 Kurva indiferensi

Gambar 3.7 menunjukkan kurva indiferensi dengan 5 titik, yaitu titik A, B, C, D, dan E yang menunjukkan kombinasi konsumsi barang X dan Y. Kombinasi konsumsi barang X dan Y pada garis U1 menunjukkan tingkat kepuasan yang sama. Sedangkan tingkat kepuasan konsumsi seseorang akan barang dapat bertambah. Hal ini ditunjukkan dari kumpulan kurva indiferensi (U1, U2, dan U3). Kurva indiferensi U2 menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan U1 dan kurva indiferensi U3 menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan U1 dan U2. Bagi konsumen kombinasi konsumsi barang X dan Y pada garis U3 lebih disukai konsumen daripada garis U1 dan U2.

Pola Hidup Hemat

Setiap saat Anda mengonsumsi barang dan jasa. Sadarkah Anda dengan hal itu? Alangkah baiknya, jika barang dan jasa itu selalu Anda catat. Mengapa demikian? Dengan catatan itu Anda akan mengetahui besarnya pengeluaran selama satu bulan. Kegiatan mencatat jenis atau jumlah barang dan jasa yang dikonsumsi selama satu bulan akan dapat mengendalikan tingkat konsumsi. Apabila hal itu sudah Anda lakukan, Anda dapat memilah-milah barang-barang yang sangat diperlukan dan barang yang kurang diperlukan pada masa mendatang.

Sekarang coba lakukan kegiatan berikut ini.

Tugas Kelompok

a. Langkah Kerja:

1) Buatlah daftar jenis/jumlah barang dan jasa yang Anda konsumsi selama satu bulan.

2) Tulislah jenis/jumlah barang dan jasa yang Anda konsumsi selama satu bulan dalam daftar seperti di bawah ini.

No Jenis Kebutuhan Jumlah
1 Potong Rambut Rp 5.000,00
2 Buku Tulis Rp 2.000,00
3
4

b. Analisis:

1) Mengapa kita perlu membuat daftar jenis/jumlah barang dan jasa yang dikonsumsi?

2) Apa yang harus Anda lakukan apabila barang dan jasa yang dikonsumsi terlalu banyak?

c. Kesimpulan:

Buatlah kesimpulan dari kegiatan tersebut. Kesimpulan itu ditulis pada selembar kertas, selanjutnya diserahkan kepada Bapak atau Ibu Guru untuk dinilai.

Setelah Anda melakukan kegiatan di atas, apakah Anda termasuk konsumtif atau hemat? Biasanya orang yang menerapkan pola hidup hemat selalu memenuhi kebutuhan sesuai kemampuan atau pendapatannya. Seseorang yang berpenghasilan banyak mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang berpenghasilan sedikit. Akan tetapi, jika pekerja berpenghasilan banyak hendaknya bersikap wajar, sederhana, tidak boros, dan tidak berlebih-lebihan.

Adapun ciri-ciri seseorang atau keluarga berpola hidup boros seperti di bawah ini.

a. Mempunyai sifat konsumtif, yaitu cenderung membeli barang konsumsi yang harganya mahal dan kurang bermanfaat atau kurang begitu penting.

b. Kurang atau tidak memikirkan kehidupan masa depan dan cenderung mencari kesenangan belaka.

c. Cenderung mementingkan penampilan lahiriah.

Bursa Info

Sebagai alternatif jangka pendek, Anda bisa mengatur pengeluaran keluarga Anda. Tidak ada salahnya mengatur pengeluaran menurut prioritasnya. Artinya, Anda bisa mengelompokkan pengeluaran menurut kebutuhannya. Kemudian belilah barang-barang yang memang dibutuhkan terlebih dahulu, dan sedapat mungkin menunda pembelian barang-barang yang tergolong mewah. Berikut langkah-langkah dalam mengatur pengeluaran menghadapi kenaikan harga barang.

1. Cobalah membeli barang secara grosir untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Salah satu tempat yang menjual barang secara grosir adalah di pusat perkulakan, selain itu tempat lain yang bisa didatangi adalah tokotoko yang harganya bisa ditawar. Hal ini dengan pertimbangan harga yang lebih murah dibanding bila membelinya di toko eceran.

2. Jadikan harga sebagai salah satu faktor utama dalam memilih tempat berbelanja, apalagi berbelanja barang kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Ini karena barang-barang kebutuhan sehari-hari adalah kebutuhan yang harus dibeli secara rutin dan berulang. Sehingga bila Anda membelinya di tempat yang mahal, maka selisih harganya akan sangat terasa dibanding Anda membelinya di tempat yang lebih murah.

3. Membeli barang yang memang dibutuhkan terlebih dahulu. Bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Cobalah membeli barang yang memang dibutuhkan lebih dahulu. Setelah itu kalau memang masih diperlukan, membeli barang yang memang diinginkan. Jadi, kenapa tidak memprioritaskan uang Anda ke barang-barang yang memang dibutuhkan?

4. Jangan membeli barang hanya karena iklan. Cobalah untuk tidak membeli barang hanya karena terbujuk iklan, tetapi karena Anda memang mencari barang tersebut dan memang membutuhkannya. Iklan dibuat agar Anda membeli, bukan sekadar memberi Anda informasi.

Jadi, dalam melakukan kegiatan konsumsi seorang konsumen harus bertindak secara rasional. Rasional atau tidaknya seorang konsumen dalam melakukan tindakan konsumsi sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, tingkat kedewasaan, dan kematangan emosional. Karena tiga hal tersebut akan sangat memengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan. Pengambilan keputusan yang tepat, bijaksana dan teliti dalam memilih akan membantu konsumen untuk menekan pengeluarannya sehingga konsumen tidak bersifat boros.

Perilaku Produsen

Kayu gelondong akan lebih berguna setelah melalui proses produksi.

Gambar 3.8 Kayu gelondong akan lebih berguna setelah melalui proses produksi.

Adanya barang-barang untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi manusia tidak dapat lepas dari proses produksi. Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang dan jasa. Produksi sangat berkaitan dengan nilai guna suatu barang. Orang hanya akan membuat barang-barang yang berguna. Maka, produksi dapat juga disebut kegiatan menambah nilai guna suatu barang. Tetapi tidaklah mudah mengubah bahan baku menjadi barang siap konsumsi. Karena untuk dapat melakukan kegiatan produksi, seorang produsen membutuhkan faktor produksi. Tanpa faktor-faktor produksi, pembuatan suatu barang dan jasa tidak bisa berjalan. Kelangsungan proses produksi sangat ditentukan oleh keahlian pengusaha.

Tujuan Produksi

Telah kita ketahui bersama bahwa orang hanya akan membuat barang-barang yang berguna. Misalnya seorang produsen membuat buku tulis untuk memenuhi kebutuhan siswa. Selain itu, masih ada beberapa tujuan dari kegiatan produksi, yaitu:

  1. Mengganti barang yang rusak (aus) atau barang yang habis.
  2. Memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi serta penduduk yang semakin meningkat.
  3. Memenuhi pasar dalam negeri dan luar negeri.
  4. Memperoleh keuntungan.
  5. Meningkatkan kemakmuran.
  6. Memperluas lapangan usaha.

Faktor Produksi

Faktor produksi adalah sesuatu (dapat berupa barang, alat-alat, atau manusia) yang digunakan untuk menghasilkan barang atau menambah kegunaan pada barang. Faktor-faktor produksi terdiri atas:

Sumber Daya Alam

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam usahanya mencapai kemakmuran. Sumber daya alam, antara lain:

1) Lahan (tanah) termasuk juga kesuburan tanah sebagai dasar untuk pertanian dan permukiman.

2) Kekayaan yang terkandung di dalam tanah seperti bahan-bahan tambang, mineral, minyak tanah, gas alam, dan lain-lain.

3) Lingkungan alam yang meliputi flora dan fauna, sumber daya air, dan udara, dengan segala macam tanaman dan pepohonan, sumber daya aquatis seperti ikan, rumput laut, garam, dan lainlain, hasil-hasil hutan seperti kayu, rotan, damar, dan lain-lain, dan sumber energi seperti matahari, angin, panas bumi yang terdapat dalam lingkungan hidup.

Sumber Daya Manusia/Tenaga Kerja

Sumber daya manusia adalah kemampuan (daya) atau usaha manusia berupa jasmani maupun rohani yang digunakan untuk meningkatkan guna suatu barang. Menurut kualitasnya, sumber daya manusia dapat dibedakan atas tiga hal sebagai berikut.

1) Tenaga kerja terdidik, yaitu tenaga kerja yang memerlukan pendidikan terlebih dahulu dalam waktu yang cukup lama (biasanya di perguruan tinggi). Contoh dokter, insinyur (ahli teknik), akuntan, dan ekonom (ahli ekonomi).

2) Tenaga kerja terlatih, yaitu tenaga kerja yang memerlukan latihan serta pengalaman praktik, misalnya sopir, masinis kereta api, montir, dan teknisi.

3) Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, yaitu tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan atau latihan serta pengalaman praktik sebelumnya, misalnya kuli, pesuruh, dan tukang sapu.

Sumber Daya Modal

Sumber daya modal adalah alat atau barang hasil produksi yang dipakai sebagai sarana atau alat untuk menghasilkan barang. Barang modal ini dibeli tidak oleh konsumen melainkan oleh produsen. Modal tidak harus berupa uang. Modal dapat berupa barang yang dihasilkan. Barang-barang modal disebut juga alat-alat produksi, misalnya gedung, mesin, dan bahan dasar yang digunakan dalam proses produksi. Fungsi modal dalam ekonomi untuk menghasilkan dan meningkatkan atau memperluas produksi. Semakin banyak modal yang digunakan dalam produksi, semakin banyak pula barang yang dapat dihasilkan.

Macam-macam Modal

Macam-macam modal sebagai berikut.

Modal Dilihat dari Fungsinya
Modal perseroan atau modal privat

Modal perseroan atau modal privat adalah barang modal yang difungsikan perseorangan sebagai sumber penghasilan, misalnya saham, persewaan rumah, dan deposito bank.

Modal masyarakat atau modal sosial

Modal masyarakat atau modal sosial adalah semua barang modal yang dapat difungsikan orang banyak atau masyarakat, misalnya jalan, jembatan, dan rel kereta api. Barang modal masyarakat disebut juga infrastruktur.

Modal Dilihat dari Sifatnya

Modal tetap

Modal tetap adalah barang modal yang dapat digunakan lebih dari satu kali dalam produksi, misalnya tanah, gedung, dan mesin. Barang modal ini biasanya merupakan alat-alat produksi tahan lama.

Modal lancar

Modal lancar adalah barang modal yang habis dipakai sekali saja dalam produksi, misalnya bahan-bahan bakar (bensin dan solar).

Modal variabel

Modal variabel adalah barang modal yang besarnya berubahubah, sesuai dengan jumlah barang yang diproduksi. Misalnya jumlah bahan baku yang digunakan untuk membuat produksi.

Modal Dilihat dari Risikonya
Modal sendiri

Modal sendiri adalah modal perusahaan ditanggung sendiri secara penuh oleh perusahaan itu jika mengalami kerugian atau jatuh pailit.

Modal pinjaman

Modal pinjaman adalah modal yang berasal dari pihak lain. Perusahaan akan memberi bunga modal kepada pihak pemberi pinjaman.

Modal Dilihat dari Bentuknya
Modal nyata

Modal nyata adalah barang yang dapat digunakan dalam proses produksi yang terdiri atas modal barang dan modal uang.

Modal abstrak

Modal abstrak adalah modal yang tidak terlihat, tetapi hasilnya dapat dilihat, seperti kepandaian, pengetahuan, keahlian, nama baik, dan keunggulan dibanding perusahaan lain.

Kewirausahaan

Orang yang bertanggung jawab terhadap suatu usaha, mengambil inisiatif dan mengambil keputusan, serta berani menanggung segala risiko disebut pengusaha (entrepreneur) atau wirausahawan. Tugas pengusaha antara lain mengatur dan menentukan serta mengombinasikan berbagai faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Oleh karena itu, pengusaha dapat pula diartikan sebagai orang yang mempunyai keterampilan atau keahlian mengombinasikan faktor produksi alam, tenaga kerja, serta modal untuk menghasilkan barang dan jasa.

Pengusaha bertanggung jawab dalam proses produksi. Tanpa ada pengusaha, maka sumber-sumber alam, tenaga kerja, serta modal akan tetap tinggal diam, sehingga tidak menghasilkan barang dan jasa. Keterampilan pengusaha (skill) untuk mengatur berbagai faktor produksi disebut kewirausahaan. Kewirausahaan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mendirikan, mengelola, mengembangkan, dan melembagakan perusahaan miliknya. Kewirausahaan merupakan tanggapan terhadap peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan yang membuahkan hasil berupa organisasi usaha yang melembaga, produktif dan inovatif. Kewirausahaan bersangkutan dengan kemampuan seseorang untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri dan orang lain.

Sebuah produksi akan berjalan dengan baik apabila dijalankan oleh pengusaha (entrepreneur). Agar berhasil, seorang pengusaha harus mampu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian usahanya. Semua tahapan tersebut harus dilakukan secara tepat dan cermat. Tentunya Anda sudah tahu bahwa pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil atau manajer. Hal ini dapat dilihat dari karakteristiknya.

Kewirausahaan tidak hanya menyangkut kegiatan yang bersifat komersial (mencari untung semata) tetapi juga kegiatan yang tidak komersial sejauh dilakukan dengan semangat, sikap, atau perilaku yang tepat dan unggul untuk meningkatkan efisiensi dalam arti seluas-luasnya dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik kepada semua pihak yang berkepentingan (langganan dalam arti luas, termasuk masyarakat, bangsa, dan negara).

Tugas Kelompok

a. Tujuan Penelitian: Mengetahui jenis-jenis usaha dalam mengelola faktor produksi (FP). b. Langkah Kerja:

1) Anda melakukan kunjungan ke tempat-tempat usaha produksi di sekitar rumahnya.

2) Selanjutnya, lakukan wawancara langsung dengan pengelola usaha untuk mengetahui bahan baku, tenaga kerja, dan faktor produksi lain yang digunakan dalam usaha produksi tersebut. Ingatlah bahwa usaha produksi tidak hanya memproduksi barang saja, tetapi juga bisa menghasilkan jasa.

3) Tuliskan hasil penelitian Anda ke dalam bentuk tabel seperti berikut.

Tabel Pengamatan

No Jenis Usaha Produksi FP Alam FP Tenaga Kerja FP Modal FP Kewirausahaan
1 Pabrik Kerupuk 1. tanah untuk lokasi

2. air untuk adonan kerupuk.

3. minyak untuk memasak.

1. tukang masak

2. pedagang/penyalur

1. alat-alat yang digunakan dalam pembuatan kerupuk.

2. kendaraan yang digunakan untuk menjual/menyalurkan hasil produksi

3. uang

1. pemilik/orang yang mendirikan pabrik.

2. orang yang mengatur pabrik

2
3

c. Analisis:

1) Usaha apa yang paling banyak menggunakan faktor produksi alam, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan?

2) Dari keempat faktor produksi tersebut, faktor produksi manakah yang paling menentukan dalam usaha produksi yang Anda teliti?

3) Bagaimana keterkaitan antara faktor-faktor produksi?

d. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis buatlah kesimpulan dari hasil penelitian Anda, kemudian serahkan kepada guru untuk dinilai.

Fungsi Produksi

Di dalam proses produksi, faktor produksi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan produk yang dihasilkan. Produk sebagai output dari proses produksi sangat tergantung dari faktor produksi sebagai input dalam proses produksi tersebut. Sedangkan proses produksi tergantung pula dari faktor produksi yang masuk ke dalamnya. Hal ini berarti nilai produk yang dihasilkan tersebut tergantung dari nilai faktor produksi yang digunakan dalam proses produksinya. Keterkaitan antara nilai produk (output) dalam proses produksi disebut fungsi produksi.

Jumlah barang yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang digunakan.

Gambar 3.9 Jumlah barang yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang digunakan.

Fungsi produksi dapat mencerminkan keadaan teknologi penggunanya, baik itu perusahaan, industri, maupun perekonomian secara umum. Perubahan penggunaan teknologi akan mengubah bentuk fungsi produksi. Misalnya, perusahaan memproduksi sepatu. Dalam fungsi produksi, sepatu itu bisa diproduksi dengan berbagai macam cara. Kalau salah satu komposisi faktor produksi diubah begitu saja, maka hasilnya akan berubah. Namun, output akan tetap sama apabila perubahan satu faktor produksi diganti dengan faktor produksi lainnya.

Fungsi produksi dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut

TP =f(L,R,T)

Keterangan

TP = Total Produksi

f = Fungsi (Persamaan funsional)

L = Tenaga Kerja

R = (Sumber daya alam)

T = Teknologi yang digunakan

Tabel 3.5 Hubungan Faktor Produksi Tetap, Faktor Produksi Variabel dengan Output yang Dihasilkan

Input Output Produksi Rata-Rata (AP) Tahap Produksi
Mesin dan Bangunan Tenaga Kerja Produksi Total (TP) Tambahan Produk (MP)
Tetap 0 0 0 0
Tetap 1 6 6 6 I
Tetap 2 14 8 7 I
Tetap 3 24 10 8 I
Tetap 4 32 8 8 II
Tetap 5 38 6 7.6 II
Tetap 6 42 4 7 II
Tetap 7 44 2 6.2 II
Tetap 8 44 0 5.5 II
Tetap 9 42 -2 4.6 III
Kurva TP, MP, dan AP.

Gambar 3.10 Kurva TP, MP, dan AP.

Produk total (TP = Total Product) adalah keseluruhan hasil yang diperoleh selama proses produksi. Tambahan produk (MP = Marginal Product) adalah tambahan total produksi yang bisa diperoleh sebagai akibat bertambahnya satu unit input (masukan) faktor produksi variabel (tenaga kerja). Produk rata-rata (AP = Average Product) adalah rata-rata produk yang dihasilkan selama proses produksi, yang diperoleh dari pembagian produksi total dengan tenaga kerja.

Dari tabel 3.5 dapat dibuat grafik seperti di samping. Gambar di samping menunjukkan gejala proses tambahan hasil yang semakin menurun. Pada saat jumlah tenaga kerja 1 orang, produk total (TP) yang diperoleh adalah 6. Jika tenaga kerja ditambah menjadi 2 orang, maka TP menjadi 14 yang berarti ada tambahan produk (MP) sebesar 8. Tambahan tenaga kerja menjadi 3 orang akan meningkatkan TP menjadi 24 dengan MP sebesar 10. Pada tahap ini (tahap I) terjadi kenaikan TP yang lebih dari sebanding (lebih proporsional) di mana terjadi peningkatan MP di setiap penambahan 1 unit input. Secara teknis, keadaan ini disebut increasing returns. Pada tahap ini lebih menguntungkan bagi produsen untuk terus menambah penggunaan input variabel karena output tambahan yang dihasilkan setiap tambahan input variabel semakin besar. Daerah ini disebut ”daerah tak rasional” karena produsen yang rasional tidak akan pernah memilih tingkat ini sebagai daerah operasi. Pada saat tenaga kerja ditambah menjadi 4 orang, TP yang diperoleh 32 dengan MP 8. Pada posisi ini walaupun TP masih meningkat, tetapi MP mulai menurun. Pada tahap ini (tahap II) kenaikan TP yang terjadi tidak proporsional (tidak sebanding dengan peningkatan MP karena adanya tambahan input). Namun karena penurunan MP belum diikuti oleh penurunan AP, maka masih memungkinkan bagi produsen untuk meningkatkan produksi total. Dengan demikian, daerah ini disebut juga sebagai ”daerah rasional”. Secara teknis, keadaan ini disebut diminishing returns.

Pada saat tenaga kerja ditambah menjadi 9 orang, TP yang diperoleh menjadi 42, dengan MP –2. Pada tahap ini (tahap III) penambahan input variabel hanya akan menurunkan produksi total. Dengan demikian, daerah ini disebut sebagai daerah ”tak rasional”. Produsen tidak akan pernah memilih tahap ini sebagai daerah operasi. Keadaan di mana penambahan input variabel menurunkan produksi total disebut sebagai negative returns.

Secara sederhana, hubungan antara kurva TP, MP, dan AP sebagai berikut.

  1. Penggunaan input tenaga kerja sampai pada tingkat di mana TP cekung ke atas (0 sampai A) maka MP menaik demikian pula AP.
  2. Pada tingkat penggunaan tenaga kerja yang menghasilkan TP yang menaik dan cembung ke atas (yaitu antara A dan C) MP menurun.
  3. Pada tingkat penggunaan tenaga kerja yang menghasilkan TP yang menurun maka MP negatif.
  4. Pada tingkat penggunaan tenaga kerja di mana garis singgung pada TP persis melalui titik origin B, maka MP = AP maksimum.

Penambahan tenaga kerja akan menimbulkan spesialisasi pekerjaan. Pada saat jumlah tenaga kerja hanya 1 orang, ia mengerjakan semua proses produksi. Jika tenaga kerja ditambah, maka proses produksi dibagi menjadi tahapan-tahapan produksi dan tiap tenaga kerja mengerjakan tahapan yang berbeda. Sampai dengan jumlah tenaga kerja tertentu, spesialisasi pekerjaan akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Di depan Anda telah memahami tentang pengertian input tetap dan variabel. Dalam analisis jangka pendek, belum semua input merupakan input variabel (masih ada input tetap). Dalam jangka panjang, semua input variabel adalah input variabel. Dengan kata lain, tidak dijumpai input tetap. Produksi jangka pendek dan panjang ini sangat bergantung pada kemampuan produsen dalam mengubah input tetap menjadi input variabel tidak selalu terkait dengan lamanya waktu. Untuk perusahaan besar, mengubah input tetap menjadi input variabel bisa dilakukan dalam waktu singkat sehingga analisisnya adalah analisis jangka panjang. Sebaliknya pengusaha kecil tidak mengubah input dalam waktu singkat sehingga analisisnya adalah analisis jangka pendek.

Dari gambar 3.10, proses penambahan hasil yang semakin menurun dapat dijelaskan dengan Hukum Tambahan Hasil yang Semakin Berkurang (The Law Of Diminishing Returns).

Kalau ada (paling sedikit) satu input yang tetap (misalnya tanah atau modal), dikombinasikan dengan satu input variabel (misalnya tenaga kerja) yang setiap kali ditambah dengan satu unit, maka output akan bertambah juga, mula-mula akan bertambah hingga pada tingkat tertentu (increasing returns), tetapi pada tingkat tertentu tambahan hasil akan semakin menurun (diminishing returns).

Dari hukum di atas, dapat dikatakan bahwa agar produsen dapat memproduksi secara efisien maka faktor produksi yang digunakan harus dikombinasikan secara tepat atau proporsional. Dalam  jangka panjang, faktor produksi tetap dapat ditambahkan untuk meningkatkan perluasan produksi.

Bursa Info

Produksi Massa dan Produksi Satuan

Produksi massa adalah produksi yang dibuat untuk kepentingan massa dan dibuat dalam jumlah banyak. Bentuk, ukuran, dan warna ditentukan sendiri oleh produsen. Produksi satuan adalah produksi yang dibuat berdasarkan pesanan. Produksi satuan dibuat untuk melayani kepentingan perorangan atau pemesan. Bentuk, ukuran, warna, dan lain-lainnya ditentukan oleh pemesanan.

Perluasan Produksi

Perluasan produksi barang dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif. Usaha-usaha ini dilakukan karena hal-hal sebagai berikut.

  1. Peradaban manusia semakin modern disesuaikan dengan perkembangan zaman. b. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.
  2. Jumlah penduduk yang semakin meningkat.
  3. Memenuhi kebutuhan konsumen baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
  4. Keinginan untuk meningkatkan kemakmuran.

Perluasan produksi dapat dilakukan dengan cara:

Intensifikasi

Intensifikasi adalah usaha untuk meningkatkan hasil produksi dengan cara memperbaiki atau mengganti alat produksi yang digunakan, baik faktor-faktor produksi maupun metode kerjanya. Menambah produksi dengan cara intensifikasi dapat dilakukan pada berbagai bidang, yaitu:

  • Bidang Pertanian Menambah hasil produksi dapat dilakukan dengan jalan pemilihan bibit tanaman yang unggul, penggunaan pupuk yang tepat, pemberantasan hama terpadu, pengairan yang baik, dan mengolah sawah dengan traktor.
  • Bidang Peternakan Menambah hasil produksi dilakukan dengan jalan pemilihan bibit ternak yang unggul, pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit, serta mengatur makanan yang cukup.
  • Bidang Jasa Memberikan pelayanan yang baik dapat dilakukan dengan mempertinggi produktivitas tenaga kerja, yaitu dengan jalan memperbaiki jaminan sosial dan penataan yang sesuai dengan tugas tenaga kerja yang bersangkutan.
  • Bidang Industri Meningkatkan hasil produksi dapat dilakukan dengan meningkatkan keterampilan tenaga kerja atau menambah jam operasi mesin yang digunakan oleh sebuah perusahaan.

Ekstensifikasi

Ekstensifikasi adalah usaha untuk meningkatkan hasil produksi dengan cara memperluas atau menambah faktor produksi. Menambah produksi dengan cara ekstensifikasi dapat dilakukan pada berbagai bidang, yaitu:

  • Bidang Pertanian Menambah produksi pada bidang ini dapat dilakukan dengan jalan memperluas tanah pertanian, misalnya transmigrasi.
  • Bidang Industri Meningkatkan produksi dengan jalan menambah pabrik-pabrik baru.
  • Bidang Jasa Meningkatkan produksi dapat dilakukan dengan jalan menambah alat angkutan, membuat jalan, mendirikan gedung sekolah, serta mendirikan rumah sakit.
  • Bidang Peternakan Menambah produksi pada bidang ini dapat dilakukan dengan jalan mendirikan peternakan-peternakan baru yang jauh dari lingkungan penduduk.

Diversifikasi

Diversifikasi adalah cara memperluas usaha dengan menambah jenis produksi. Misalnya, mula-mula sebuah perusahaan hanya memproduksi benang, kain, kemudian berkembang memproduksi pakaian jadi.

Spesialisasi

Spesialisasi atau mengadakan pembagian kerja secara khusus, yaitu masing-masing orang, golongan, atau daerah menghasilkan barang-barang yang sesuai dengan bakat dan keahlian, keadaan daerah, iklim, serta kesuburan tanah. Dengan adanya pembagian kerja, hasil kerja dapat diperluas sehingga barang-barang yang dihasilkan juga meningkat dan kualitas hasil kerja akan lebih baik.

Etika Produsen

Apa tujuan seorang produsen dalam berproduksi? Jawabannya keuntungan. Namun, tidak semua produsen menggunakan cara yang etis untuk mencapai tujuannya. Berbagai kasus yang terjadi membuat masyarakat mempertanyakan masalah etika. Etika dalam bisnis merupakan hal yang penting sehingga tidak ada pihak-pihak yang dirugikan. Bagi produsen, etika juga sangat penting. Karena bila ia tidak memegang etika dalam jangka panjang ada kemungkinan orang lain tidak mau bekerja sama dengannya. Dalam hal ini produsen dapat menempuh dengan cara seperti di bawah ini.

5.1 Memerhatikan Kelestarian Ekologi (Lingkungan Hidup)

Dalam kegiatan produksi, produsen harus menjaga kelestarian lingkungan, yang diperhatikan adalah ada tidaknya unsur pencemaran atau perusakan lingkungan mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, serta akibat dari penggunaan produk tersebut. Misalnya, produsen sabun menghasilkan produk yang dapat diurai secara alamiah. Sehingga apabila sabunnya digunakan, tidak menyebabkan pencemaran air.

5.2 Memerhatikan Perundang-undangan yang Berlaku

Produsen harus mematuhi perundang-undangan, baik yang menyangkut lingkungan hidup, perlindungan konsumen, maupun undang-undang persaingan usaha yang sehat. Sedapat mungkin produsen tidak memanfaatkan kelemahan peraturan yang ada demi kepentingan pribadinya.

5.3 Tidak Mengeksploitasi Sumber Daya Secara Berlebihan

Selain memanfaatkan sumber alam, pemanfaatan juga berlaku untuk sumber daya manusia. Perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan kemampuan tenaga kerjanya namun harus diingat bahwa kemampuan manusia ada batasnya. Ada baiknya jika tenaga kerja mendapatkan fasilitas dan balas jasa sesuai dengan haknya.

Arus Lingkaran Kegiatan Ekonomi

Untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang kegiatan pelaku ekonomi dalam perekonomian nasional dapat dipakai suatu model yang sederhana, yaitu lingkaran kegiatan ekonomi. Anda bisa mengamati kehidupan ekonomi masyarakat sekitar Anda, paling sedikit terdapat tiga kegiatan ekonomi yang utama, yaitu produksi (kegiatan menghasilkan), distribusi (menyalurkan), dan konsumsi (menggunakan atau memakai barang atau jasa). Kegiatan ekonomi tersebut dilakukan oleh pelaku ekonomi. Masing-masing pihak bertindak sebagai pembeli dan penjual bagi yang lainnya. Hubungan timbal balik mereka dapat digambarkan menggunakan diagram arus kegiatan ekonomi (circular flow diagram).

Circular Flow Diagram

Sebelum memahami tentang circular flow diagram Anda perlu mengelompokkan pasar menjadi dua kelompok, yaitu pasar barang dan jasa serta pasar faktor produksi yang terdiri atas pasar tenaga kerja dan pasar uang/modal.

Pasar barang dan jasa adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran akan barang dan jasa. Dalam perekonomian tertutup (tanpa masyarakat luar negeri), permintaan berasal dari sektor rumah tangga konsumsi dan pemerintah. Permintaan barang dan jasa tersebut umumnya merupakan permintaan akan barang dan jasa akhir. Penawaran barang dan jasa berasal dari sektor perusahaan. Namun dalam perekonomian yang modern, terutama dengan semakin tingginya spesialisasi, tidak semua perusahaan memproduksi sendiri bahan baku yang dipakai untuk memproduksi barang dan jasa. Misalnya, perusahaan mobil tidak menambang sendiri biji besi yang dibutuhkan. Demikian juga, mereka tidak memproduksi sendiri mesin-mesin yang digunakan untuk mencetak rangka mobil. Akan lebih efisien apabila perusahaan mobil membeli dari perusahaan permesinan.

Pabrik perakitan mobil tidak menghasilkan sendiri bahan bakunya.

Gambar 3.11 Pabrik perakitan mobil tidak menghasilkan sendiri bahan bakunya.

Pasar tenaga kerja merupakan interaksi antara permintaan dan penawaran tenaga kerja. Dalam perekonomian tertutup, penawaran tenaga kerja berasal dari rumah tangga konsumsi. Sedangkan permintaan tenaga berasal dari perusahaan dan pemerintah. Pada perekonomian terbuka, permintaan dan penawaran tenaga kerja juga berasal dari negara lain.

Pasar uang dan pasar modal adalah interaksi antara permintaan dan penawaran uang. Apa yang diperjualbelikan dalam pasar uang/ modal bukanlah fisik uang, melainkan hak dan penggunaan uang.

Bank sebagai perantara dalam pasar keuangan

Gambar 3.12 Bank sebagai perantara dalam pasar keuangan

Penawaran uang berasal dari pihak-pihak yang bersedia menunda penggunaan uangnya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang dan menyerahkan hak guna uang tersebut kepada pihak lain. Misalnya dengan cara ditabung atau didepositokan di bank selama tiga bulan. Sebagai balas jasa atas kesediaan menunda penggunaan uangnya, individu tersebut mendapat balas jasa berupa pendapatan bunga. Permintaan akan uang berasal dari pihak yang membutuhkan uang dengan berbagai alasan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dia harus bersedia membayar bunga.

Apabila hak penggunaan uang yang diperjualbelikan adalah setahun atau kurang, maka pasar tersebut masuk kategori pasar uang (money market). Jika hak penggunaan uang yang diperjualbelikan lebih dari setahun, pasarnya disebut pasar modal. Agar alokasi sumber daya keuangan semakin efisien, dibutuhkan lembaga perantara keuangan yang berupa perbankan maupun bukan perbankan.

Perekonomian Dua Sektor

Perekonomian dua sektor disebut juga perekonomian sederhana, karena hanya terdiri atas dua pelaku, yaitu rumah tangga konsumsi (masyarakat) dan rumah tangga produksi (perusahaan).

Model arus perputaran faktor produksi, barang dan jasa, serta uang antara rumah tangga dengan perusahaan dapat kalian lihat pada gambar berikut ini.

Arus perputaran faktor produksi, barang dan jasa, serta uang antara rumah tangga konsumsi dengan perusahaan.

Gambar 3.13 Arus perputaran faktor produksi, barang dan jasa, serta uang antara rumah tangga konsumsi dengan perusahaan.

Dari gambar 3.13, terlihat bahwa rumah tangga konsumen (RTK) adalah sebagai pemilik faktor-faktor produksi berupa tanah, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan. Penawaran faktor produksi oleh rumah tangga ini akan bertemu dengan permintaan faktor produksi oleh perusahaan. Interaksi ini terjadi di pasar faktor produksi. Sedangkan di pasar barang, terjadi interaksi antara perusahaan sebagai penghasil barang dan jasa dengan konsumen sebagai pengguna barang dan jasa. Sehingga terjadi hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain. Dalam diagram juga terlihat arus aliran uang dari dan ke masing-masing rumah tangga. RTK menerima upah, sewa, bunga, dan keuntungan dari perusahaan sebagai balas jasa atas penyerahan faktor produksi. Perusahaan menerima uang pembayaran atas barang dan jasa yang dibeli.

Interaksi ekonomi dalam perekonomian dua sektor juga dapat digambarkan seperti di samping.

Diagram aliran pendapatan dan pengeluaran dari RTK dan RTP.

Gambar 3.14 Diagram aliran pendapatan dan pengeluaran dari RTK dan RTP.

Gambar 3.14 menunjukkan keadaan apabila seluruh pendapatan yang diterima RTK digunakan seluruhnya untuk belanja barang dan jasa. Ini berarti bahwa pendapatan sama dengan pengeluaran. Tidak ada bagian pendapatan yang tidak dibelanjakan atau dapat dikatakan bahwa perekonomian mengalami keseimbangan.

Perekonomian Tiga Sektor

Perekonomian tiga sektor terdiri atas rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen, dan pemerintah. Peran pemerintah di sini adalah sebagai pengatur, sebagai produsen, sekaligus sebagai konsumen. Besar kecilnya peran pemerintah dalam perekonomian itu sendiri sangat tergantung pada sistem ekonomi yang dianut. Di sistem ekonomi liberal, peran pemerintah minimal, sedangkan pada sistem ekonomi sosialis peran pemerintah sangat dominan. Di negara yang menganut sistem campuran seperti Indonesia, pemerintah masih cukup berperan. Perekonomian tiga sektor dapat dijelaskan melalui gambar berikut.

Arus perputaran faktor produksi, barang dan jasa, serta uang antara rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah.

Gambar 3.15 Arus perputaran faktor produksi, barang dan jasa, serta uang antara rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah.

Anak panah yang menuju ke kotak pemerintah berarti penerimaan pemerintah. Penerimaan pemerintah tersebut berupa pajak, misalnya pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, serta pajak bumi dan bangunan. Selain itu, pemerintah juga menggunakan faktor produksi dan barang serta jasa yang dibutuhkan untuk kegiatan ekonomi pemerintahan.

Rumah tangga membayar pajak kepada pemerintah atas prasarana yang diperoleh dari pemerintah.

Gambar 3.16 Rumah tangga membayar pajak kepada pemerintah atas prasarana yang diperoleh dari pemerintah.

Anak panah yang menuju ke rumah tangga, pasar faktor produksi, perusahaan, serta pasar barang dan jasa berarti pengeluaran pemerintah. Pengeluaran pemerintah tersebut dapat berupa gaji, pembuatan prasarana, subsidi, serta pembelian barang dan jasa.

Peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi didasari oleh motif mencari keuntungan sekaligus memenuhi kepentingan umum. Dorongan mencari keuntungan ini tidak terlepas dari kebutuhan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara. Dengan kondisi penerimaan yang semakin baik, pemerintah akan memiliki sumber dana untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya.

Tugas Individu

Pada praktiknya, rumah tangga konsumen tidak membelanjakan seluruh pendapatan yang diperoleh dalam bentuk barang dan jasa. Ada bagian yang tidak dibelanjakan sehingga memungkinkan hasil produksi perusahaan tidak terjual seluruhnya. Bagian itu digunakan untuk investasi.

a. Bagaimana dampak keadaan tersebut terhadap keseimbangan perekonomian?

b. Bagaimana cara mengatasi keadaan tersebut?

c. Gambarkan dalam sebuah diagram, kondisi di mana tidak semua pendapatan konsumen dibelanjakan melainkan ada sebagian yang ditabung di lembaga keuangan!

Bursa Info

Paket Kebijakan Infrastruktur

Pemerintah mengeluarkan paket kebijakan infrastruktur untuk mendorong peningkatan investasi pada tahun 2006. Ini merupakan strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta menurunkan kemiskinan. Paket yang berjumlah 153 kebijakan infrastruktur itu dilaksanakan dengan tiga konsep, yaitu memperbaiki iklim investasi dengan membenahi peraturan, proses administrasi, dan perizinan. Ini merupakan aspek penting yang harus dilakukan karena banyak keluhan dari pelaku bisnis dalam dan luar negeri mengenai hal ini. Konsep kedua adalah dengan meningkatkan fasilitasfasilitas proyek yang strategis di berbagai bidang seperti infrastruktur dan migas. Pemerintah akan memperbaiki fasilitas proyek-proyek strategis yang sudah ada, dan jika ada hambatan pemerintah akan menanganinya. Konsep ketiga, pemerintah akan memperbaiki biaya dana bagi para investor infrastruktur, terutama bagi calon investor di dalam negeri yang selama ini mengalami kesulitan untuk mendapatkan dana untuk investasi di bidang infrastruktur.

Dengan keterbatasan dana pemerintah maka diharapkan partisipasi swasta akan banyak masuk setelah dikeluarkan paket kebijakan infrastruktur ini. Untuk menampung dana-dana tersebut pemerintah membentuk Lembaga Infrastructure Fund yang nantinya berada di lingkup Departemen Keuangan. Dana-dana yang ditampung dalam lembaga ini tidak hanya berasal dari pinjaman luar negeri. Paket kebijakan infrastruktur ini melingkupi

sepuluh sektor yaitu transportasi darat, perkeretaapian, transportasi laut, transportasi udara, jalan tol, ketenagalistrikan, infrastruktur minyak dan gas bumi, pos dan telekomunikasi, air minum, serta perumahan. Jalan tol dan air minum menjadi salah satu prioritas percepatan pembangunan infrastruktur yang akan dilaksanakan pemerintah dalam tahun anggaran 2006. Terkait hal itu akan segera dikeluarkan berbagai kebijakan untuk menarik investor di kedua sektor tersebut.

Sumber: www.pikiranrakyat.com

Perekonomian Empat Sektor (Perekonomian Terbuka)

Model perekonomian selanjutnya adalah yang paling sesuai dengan kenyataan, yaitu bentuk perekonomian terbuka. Ciri perekonomian terbuka adalah adanya kegiatan masyarakat luar negeri dalam bentuk ekspor impor dan pertukaran faktor produksi.

Kegiatan ekspor impor di pelabuhan.

Gambar 3.17 Kegiatan ekspor impor di pelabuhan.

Kegiatan ekspor dan impor itu kemudian memunculkan istilah perdagangan internasional. Untuk mengukur seberapa besar nilai ekspor atau impor dapat diketahui dengan melihat neraca perdagangannya. Hasil dari perdagangan internasional itu berupa devisa. Apabila neraca perdagangan suatu negara itu defisit, berarti impor negara tersebut lebih besar dibanding ekspornya. Sebaliknya, suatu negara disebut surplus pada neraca perdagangan bila ekspor lebih besar dari impornya.

Dalam perekonomian empat sektor kita akan melihat dua kelompok pelaku ekonomi, yaitu masyarakat luar negeri dan pelaku kegiatan ekonomi dalam negeri. Dalam masyarakat luar negeri terdapat rumah tangga konsumsi, perusahaan (rumah tangga produksi), dan pemerintah. Kegiatan kelompok pelaku ekonomi masyarakat luar negeri tersebut membentuk sistem arus perputaran kegiatan ekonomi. Kelompok pelaku ekonomi dalam negeri juga membentuk sistem perputaran kegiatan ekonomi. Jadi, masyarakat luar negeri maupun pelaku kegiatan ekonomi dalam negeri terdiri atas rumah tangga konsumsi, perusahaan (rumah tangga produksi), dan pemerintah. Mereka saling berinteraksi, sehingga membentuk sistem perputaran faktor produksi, barang dan jasa, serta uang antara masyarakat luar negeri dengan pelaku kegiatan ekonomi dalam negeri.

Arus perputaran faktor produksi, barang dan jasa, serta uang antara masyarakat luar negeri dengan pelaku kegiatan ekonomi dalam negeri.

Gambar 3.18 Arus perputaran faktor produksi, barang dan jasa, serta uang antara masyarakat luar negeri dengan pelaku kegiatan ekonomi dalam negeri.

Dari gambar 3.18 Anda dapat melihat bahwa sudah tidak ada lagi negara yang tertutup sama sekali untuk melakukan hubungan perdagangan dengan negara lain. Di dalam perdagangan internasional tersebut terdapat dua macam kegiatan, yaitu ekspor dan impor. Pembayaran dari kegiatan tersebut dilakukan menggunakan uang atau valuta asing (devisa).

Bursa Info

Alira Devisa

Devisa merupakan aset atau kewajiban finansial yang digunakan dalam transaksi internasional. Perpindahan aset dan kewajiban finansial antarpenduduk di satu negara lain akan menimbulkan aliran devisa. Devisa dapat berbentuk valuta asing, surat-surat berharga (saham, obligasi, dan lainnya) dan surat-surat wesel luar negeri. Pada dasarnya setiap penduduk atau perusahaan bebas memiliki atau menggunakan devisa. Namun, Bank Indonesia berhak mengadakan pengawasan terhadap aliran devisa.

Bagi suatu negara devisa mempunyai fungsi antara lain sebagai:

1. Perantara dalam transaksi internasional.

2. Cadangan kekayaan nasional.

3. Sumber dana pembangunan.

4. Sumber pendapatan pemerintah dalam bentuk pajak devisa.

Transaksi yang dilakukan oleh penduduk antarnegara biasanya menggunakan jasa perantara, yaitu bank devisa.

Peran pelaku ekonomi dalam kegiatan perekonomian nasional akan saling berkaitan dan saling memengaruhi sehingga akan membentuk satu kesatuan dan sistem. Kemacetan dalam salah satu sektor dapat segera menjalar ke arus uang dan barang. Tugas menjaga kestabilan arus uang dan barang memang tidak mudah. Dalam ilmu ekonomi, arus perputaran uang dan barang/jasa digambarkan dalam suatu lingkaran kegiatan ekonomi seperti yang telah diuraikan di atas. Nah, lingkaran arus kegiatan ekonomi akan memberikan manfaat bagi pelaku ekonomi dalam perekonomian nasional.

Tugas Individu

Anda telah memahami yang dimaksud dengan konsep kegiatan ekonomi, pelaku ekonomi, dan interaksi pelaku ekonomi dalam diagram arus lingkar kegiatan ekonomi. Coba rumuskan manfaat yang Anda peroleh dengan mempelajari diagram arus lingkar kegiatan ekonomi. Rumuskan pula manfaat diagram arus lingkar kegiatan ekonomi bagi pemerintah!

Peran Pelaku Ekonomi

Produk barang dan jasa yang dapat mencukupi kebutuhan manusia merupakan hasil interaksi antara pelaku-pelaku ekonomi. Siapa saja pelaku-pelaku ekonomi tersebut? Ada beberapa kelompok pelaku kegiatan ekonomi yang mendukung satu sama lain. Kelompok pelaku ekonomi tersebut adalah:

Peran Rumah Tangga Konsumen (RTK)

Tenaga terampil di atas disediakan oleh rumah tangga konsumen dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Gambar 3.19 Tenaga terampil di atas disediakan oleh rumah tangga konsumen dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Peranan dan kegiatan yang dilakukan oleh rumah tangga konsumen tidak terlepas dari sumber daya yang dimiliki dan sumbangannya dalam interaksi ekonomi. Peran rumah tangga konsumen antara lain:

  • Penyedia atau Pemilik Faktor Produksi Kelompok rumah tangga konsumen berperan sebagai penyedia dan pemilik faktor produksi yang dibutuhkan produsen untuk menghasilkan barang dan jasa. Faktor produksi yang disediakan oleh rumah tangga konsumen, yaitu:
    1. Sumber daya alam.
    2. Tenaga kerja.
    3. Modal usaha.
    4. Kewirausahaan
  • Mendapat Imbalan (Balas Jasa) Sebagai pemasok atau pemilik faktor produksi, rumah tangga konsumen berhak menerima balas jasa. Balas jasa yang diterima yaitu:
    1. Pemilik tanah mendapatkan uang sewa.
    2. Pemilik modal mendapatkan bunga modal.
    3. Tenaga kerja mendapatkan upah atau gaji.
    4. Kewirausahaan mendapatkan bagian keuntungan.
  • Bertindak sebagai Konsumen Kelompok rumah tangga konsumen merupakan kelompok masyarakat yang kegiatannya menghabiskan dan/atau mengurangi nilai guna barang serta jasa. Pendapatan yang diperoleh dari penyediaan faktor produksi di atas akan dibelanjakan dalam bentuk barang dan jasa. Selain itu, rumah tangga konsumsi mengeluarkan uang untuk menabung atau membayar pajak kepada pemerintah.

Bursa Info

Mengelola Ekonomi Rumah Tangga

Ada dua segi masalah ekonomi yang dihadapi rumah tangga keluarga, yaitu penghasilan dan pengeluaran. Penghasilan menjadi masalah karena selalu kurang. Dan pengeluaran menjadi masalah karena selalu berubah terus. Maka, tantangan yang dihadapi dalam mengelola ekonomi rumah tangga adalah pertama, bagaimana mendapatkan penghasilan yang cukup untuk hidup, atau bagaimana mencari uang. Dan kedua, bagaimana mendayagunakan semaksimal mungkin setiap rupiah yang dimiliki sehingga Anda tahu berapa uang Anda, dari mana didapat dan dipakai untuk apa saja, dan juga mampu menyisihkan untuk ditabung, tanpa terlibat dalam utang yang tidak produktif.

Pengelolaan ekonomi rumah tangga yang realitis pada dasarnya menyangkut sikap mental, yang terlihat dari cara bertindak ekonomis, hemat, tepat guna, dan berencana, rela bekerja, dan bersedia mengubah sikap boros. Mampu mengatur ekonomi rumah tangga keluarga berarti:

1. Mampu mengatur pengeluaran sesuai dengan keadaan keuangan yang ada dan rencana atau anggaran yang telah disusun.

2. Mampu menentukan pilihan atau seleksi atas kebutuhan-kebutuhannya, mana yang betul-betul dibutuhkan saat ini maupun saat mendatang, mana yang tidak atau kurang mendesak.

3. Mampu mengadakan tabungan untuk keinginan serta kebutuhan masa mendatang yang sudah direncanakan.

4. Mampu mengatur keuangan sehingga tidak terjebak utang atau membeli secara kredit.

5. Mampu menyusun target, menyusun program kerja dan anggaran.

Peran Rumah Tangga Produsen (RTP)

Produksi batik ini selain ditujukan untuk pasar dalam negeri juga luar negeri.

Gambar 3.20 Produksi batik ini selain ditujukan untuk pasar dalam negeri juga luar negeri.

Rumah tangga produsen merupakan kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan produksi. Rumah tangga produsen sering disebut perusahaan, yang terdiri atas perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Kegiatan rumah tangga produsen berkaitan erat dengan kelompok pelaku ekonomi lain terutama rumah tangga konsumen. Peran rumah tangga produsen antara lain:

  • Sebagai Penghasil Barang dan Jasa Barang dan jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga produsen kemudian disalurkan ke beberapa kelompok pelaku ekonomi lain, yaitu ke:
    1. Rumah tangga konsumen, baik secara langsung maupun melalui distributor dalam kegiatan jual beli.
    2. Pemerintah atau rumah tangga negara yang membutuhkan alat-alat atau barang untuk keperluan jalannya pemerintahan. Penyaluran ini dapat terjadi di pasar barang atau secara langsung.
    3. Masyarakat luar negeri, yaitu negara-negara asing yang membeli barang dan jasa negara kita.
    4. Perusahaan lain yang terkait dengan produksi, misalnya perusahaan pemintalan benang memasok bahan baku bagi perusahaan tekstil. Kegiatan ini terjadi di pasar barang atau melalui kerja sama langsung.
  • Sebagai Pengguna Faktor Produksi Agar mampu menciptakan atau menambah nilai guna barang dan jasa, produsen memerlukan berbagai faktor produksi seperti sumber daya alam atau bahan baku, modal, tenaga kerja, dan keahlian. Faktor-faktor tersebut disediakan oleh rumah tangga konsumen. Untuk itu, produsen harus memberikan balas jasa atau imbalan kepada rumah tangga konsumen dalam bentuk sewa, upah, bunga modal, dan pembagian laba. Misalnya, produsen kain batik membutuhkan kain, pewarna, canting, tenaga kerja, dan tempat usaha. Maka ia juga bersedia mengeluarkan biaya. Biaya yang dikeluarkan produsen untuk mendapatkan faktor produksi disebut biaya produksi. Sebagai Penggerak Kegiatan Ekonomi Selain berperan dalam menghasilkan barang dan jasa, kegiatan rumah tangga produsen merupakan penggerak kegiatan ekonomi. Adanya kegiatan produksi akan menciptakan permintaan terhadap bahan baku, tenaga kerja, modal dan kewirausahaan sehingga pada akhirnya meningkatkan balas jasa yang diterima masyarakat dan kesejahteraan masyarakat pun meningkat.

Peran Rumah Tangga Negara (RTN)

Pemerintah melakukan perencanaan.

Gambar 3.21 Pemerintah melakukan perencanaan.

Pemerintah berkewajiban untuk mengatur perekonomian dalam negeri untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah terjadinya kekacauan dan hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian bagi rakyat banyak. Jadi, secara langsung atau tidak langsung pemerintah berperan dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Bentuk peran pemerintah tersebut antara lain:

  • Mengatur Kegiatan Ekonomi Pemerintah dapat mengatur, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan ekonomi melalui berbagai kebijakan, peraturan, undang-undang, dan pengawasan secara langsung di lapangan.
Pemerintah harus menjamin tersedianya kebutuhan pokok masyarakat seperti beras.

Gambar 3.22 Pemerintah harus menjamin tersedianya kebutuhan pokok masyarakat seperti beras.

Beberapa tindakan dan peran rumah tangga pemerintah dalam kegiatan ekonomi antara lain:

  1. Membuat perencanaan ekonomi jangka pendek, menengah, dan jangka panjang untuk mengarahkan kehidupan ekonomi ke kondisi yang diinginkan.
  2. Menyediakan sarana dan prasarana publik untuk mendukung kebutuhan fisik dan nonfisik masyarakat. Sarana pemenuhan kebutuhan fisik, contohnya jalan raya, bandar udara, jembatan, terminal, dan jaringan listrik. Sedangkan sarana pemenuhan kebutuhan nonfisik contohnya sekolah, rumah sakit, dan pertahanan keamanan.
  3. Menetapkan peraturan untuk mengatur, melindungi, atau mengarahkan kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi agar sesuai dengan program pembangunan. Misalnya untuk melindungi kepentingan buruh dan pengusaha, pemerintah harus merancang undang-undang ketenagakerjaan yang berpihak pada keduanya.
  4. Pengawasan jalannya perekonomian, misalnya pada saat terjadi kelangkaan minyak tanah pemerintah perlu mengawasi distribusi di lapangan agar pasokan minyak tanah tidak terhambat.
  5. Menjaga stabilitas harga (mengendalikan inflasi).
  6. Mengadakan bimbingan dan penyuluhan kepada pelaku ekonomi yang masih lemah usahanya atau bagi pengusaha pemula.
  7. Menyediakan kebutuhan pokok seperti bahan makanan dan bahan bakar.
  8. Menentukan kebijaksanaan yang terkait dengan sektor luar negeri.

Bursa Info

Paket Kebijakan Investasi Dalam bulan Februari dan Maret 2006, pemerintah sebagai pengatur kegiatan ekonomi telah mengeluarkan dua paket kebijakan, yaitu paket kebijakan pembangunan infrastruktur dan paket kebijakan perbaikan iklim investasi. Sambutan dari dunia usaha pun cukup baik.

Paket kebijakan ini terdiri atas 85 tindak kebijakan dalam lima bidang, yaitu:

a. Bidang investasi umum, yaitu mempermudah upaya investasi di Indonesia.

b. Bidang perpajakan, yaitu pengurangan pajak, pemberian fasilitas pajak, dan harmonisasi antara pajak pusat dan pajak daerah.

c. Bidang perbaikan dalam kepabeanan, yaitu pengurangan biaya logistik yang selama ini cukup membebani dunia usaha.

d. Bidang ketenagakerjaan, yaitu dengan melakukan perubahan UndangUndang Nomor 13 Tahun 2003. Perbaikan ini menyangkut pendefinisian kembali besaran uang pesangon, kontrak kerja, dan mekanisme penentuan upah minimum regional.

e. Bidang pengembangan usaha kecil dan menengah, termasuk perluasan akses terhadap pembiayaan. Kebijakan-kebijakan di atas ditujukan agar Indonesia kembali menjadi negara tujuan investasi dunia seperti Cina dan India.

Diolah dari: www.kompas.com

Peran Pemerintah sebagai Konsumen

Untuk menjalankan rumah tangga negara, pemerintah memerlukan barang dan jasa dari rumah tangga perusahaan. Misalnya, untuk keperluan dinas, pemerintah memerlukan berbagai peralatan dan perlengkapan kantor. Selain itu, untuk kesejahteraan masyarakat, pemerintah melalui anggaran belanja negara akan membiayai penyediaan sarana publik seperti sekolah, rumah sakit, jalan, jembatan, transportasi umum, telekomunikasi, dan lain-lain. Dari gambaran tersebut, pemerintah berperan sebagai konsumen karena sifatnya menghabiskan atau mengurangi nilai guna barang dan jasa.

Eko.net

Fungsi ekonomi pemerintah terdiri atas tiga fungsi pokok, yaitu fungsi alokasi, distribusi, dan stabilitasi. Masing-masing fungsi memiliki keterkaitan yang berbeda dalam perlakuannya. Ketiga fungsi tersebut menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat, namun untuk menuju pada sistem pemerintahan yang efektif dan efisien sebagian besar wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat didesentralisasikan kepada pemerintah daerah dan tetap menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah pusat, contohnya seperti kebijakan yang mengatur variabel ekonomi makro yang menggunakan instrumen kebijakan moneter, dan kebijakan fiskal. Fungsi-fungsi ekonomi tersebut ditujukan untuk mengatur dan mengurus perekonomian, dalam rangka menciptakan stabilitas perekonomian secara nasional.

Dari uraian tersebut analisislah peran dari masing-masing fungsi ekonomi pemerintah. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda harus mencari artikel dari internet. Situs yang dapat Anda kunjungi adalah www.pu.go.id. Dari artikel yang Anda temukan buatlah ringkasan atas jawaban dari analisis di atas.

Peran Pemerintah sebagai Produsen

Produksi listrik untuk penerangan jalan dilakukan oleh pemerintah.

Gambar 3.23 Produksi listrik untuk penerangan jalan dilakukan oleh pemerintah.

Selain sebagai konsumen dan pengatur kegiatan ekonomi, pemerintah juga berperan sebagai produsen. Kegiatan produksi pemerintah dikhususkan pada barangbarang yang menguasai hajat hidup orang banyak, seperti produksi listrik, air, dan sumber energi. Meskipun demikian, kegiatan produksi pemerintah tidak harus dilakukan sendiri oleh pemerintah. Pemerintah dapat menunjuk perusahaan-perusahaan negara misalnya PT Telkom, PT PLN dan juga menunjuk investor asing untuk menjalankan kegiatan produksi. Selain berperan sebagai produsen untuk barang-barang vital, pemerintah berperan dalam mendistribusikan barang dan jasa ke konsumen melalui badan urusan logistik/Bulog.

 

Tugas Individu

Anda telah mempelajari peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi, yaitu sebagai pengatur, konsumen, dan produsen. Agar Anda lebih memahami tindakan nyata dari peran pemerintah tersebut, bentuklah kelompok untuk mencari artikel dan liputan di surat kabar yang membahas tentang:

a. Peran pemerintah sebagai pengatur kegiatan ekonomi.

b. Peran pemerintah sebagai konsumen.

c. Peran pemerintah sebagai produsen.

Lengkapilah artikel Anda dengan pembahasan atau pendapat tentang kegiatan pemerintah yang diliput dalam berita tersebut. Presentasikanlah hasilnya di depan kelas!

Peran Masyarakat Luar Negeri

Masyarakat luar negeri merupakan pelaku ekonomi yang penting. Berbagai bentuk kerja sama dalam bidang ekonomi dapat dilakukan dengan masyarakat luar negeri. Selain itu, masyarakat luar negeri berperan dalam menyediakan sumber daya produksi maupun barang dan jasa yang tidak dapat disediakan sendiri oleh suatu negara. Misalnya suatu negara yang mengalami kekurangan modal untuk kegiatan investasi, dapat meminjam dari negara lain. Atau ketika produksi minyak tidak dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri, maka negara tersebut mengimpor dari negara mitra dagangnya. Di sisi lain, masyarakat luar negeri juga berperan menjadi pasar bagi produk-produk ekspor dalam negeri. Perluasan pasar ke luar negeri ini akan meningkatkan efisiensi usaha karena terpenuhinya skala produksi yang ekonomis. Pada akhirnya, keuntungan perusahaan di dalam negeri meningkat. Hubungan dengan masyarakat luar negeri tersebut berkaitan dengan perdagangan internasional (ekspor impor), yaitu adanya kelompok pelaku ekonomi yang bertindak sebagai pembeli dan adanya kelompok pelaku yang bertindak sebagai penjual. Contoh kegiatan yang dilakukan oleh pelaku ekonomi di sektor luar negeri antara lain:

  • Ekspor Impor Barang Kegiatan ekspor dan impor barang berlangsung karena sumber daya produksi yang dimiliki antarnegara tidak merata dan terbatas jumlahnya. Selain itu, setiap negara mempunyai perbedaan tingkat kapasitas produksi baik secara kuantitas, kualitas, maupun jenis produksinya. Misalnya negara Indonesia membutuhkan gandum, tetapi tanaman gandum tidak bisa dibudidayakan di tanah air sehingga harus mengimpor gandum dari negara penghasil gandum. Atau mungkin negara Indonesia bisa melakukan ekspor rempah-rempah ke negara-negara Eropa karena rempah-rempah tidak bisa dibudidayakan di Eropa.
Tanaman gandum ini tidak bisa dibudidayakan di Indonesia.

Gambar 3.24 Tanaman gandum ini tidak bisa dibudidayakan di Indonesia.

  • Ekspor Impor Jasa Untuk mengekspor atau mengimpor barang diperlukan jasajasa. Contoh jasa dalam perdagangan internasional di antaranya jasa keuangan untuk pembayaran internasional, jasa pengangkutan dan penggudangan, serta jasa asuransi untuk mengurangi risiko dalam pengiriman barang ke luar negeri. Kegiatan lain yang termasuk dalam ekspor dan impor jasa adalah kegiatan pariwisata. Wisatawan asing yang berkunjung di Indonesia akan menggunakan jasa akomodasi (penginapan), jasa biro wisata, dan jasa transportasi. Sedangkan apabila penduduk Indonesia berkunjung ke luar negeri dan menggunakan jasa perjalanan asing maka dikatakan kita mengimpor jasa dari luar negeri.
TKW yang mencoba mencari lapangan kerja di negara lain.

Gambar 3.25 TKW yang mencoba mencari lapangan kerja di negara lain.

  • Aliran Modal Negara-negara berkembang seperti Indonesia pada umumnya mengalami masalah kekurangan modal. Hal ini dapat diatasi apabila masyarakat dari suatu negara menanamkan modalnya di suatu negara untuk mengelola usaha. Anda bisa melihat perkembangan perusahaan-perusahaan asing di Indonesia yang telah berkembang dengan pesat. Kondisi ini membawa banyak manfaat di antaranya dapat membuka lapangan kerja baru dan menambah kegiatan ekonomi.
  • Pertukaran Tenaga Kerja Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di dunia memiliki tenaga kerja yang berlimpah. Keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri mengharuskan sebagian tenaga kerja tersebut disalurkan ke luar negeri. Namun karena rendahnya kualitas sumber daya manusia, kita hanya mampu mengirimkan tenaga kerja kasar seperti buruh industri, buruh perkebunan, dan pembantu rumah tangga. Sementara itu, negara kita masih kekurangan tenaga kerja ahli dalam mengelola sumber daya, misalnya untuk bidang pengeboran minyak, teknologi komunikasi, dan di bidang keuangan. Dari uraian tersebut Anda dapat menyimpulkan bahwa telah terjadi pertukaran tenaga kerja antara negara kita dengan negara lain.

Masyarakat ekonomi luar negeri pada dasarnya merupakan pelaku ekonomi yang berhubungan dengan transaksi luar negeri. Transaksi luar negeri bersih (neto) akan memengaruhi tingkat dan komposisi kegiatan ekonomi domestik dan keadaan pembayaran negara. Selain itu, kegiatan ekspor dan impor serta tinggi rendahnya kurva valuta asing (dolar) berpengaruh besar terhadap kegiatan ekonomi nasional, produksi, tingkat harga, peredaran uang, dan kesempatan kerja. Namun, apabila masyarakat ekonomi dalam negeri akan melakukan kerja sama dengan masyarakat luar negeri dalam bentuk ekspor impor harus mendapat izin dari rumah tangga negara (pemerintah). Karena hubungan ekonomi dengan masyarakat luar negeri menyangkut bidang yang sangat luas, yang jelas memengaruhi kepentingan nasional sehingga pemerintah tidak dapat tinggal diam saja. Campur tangan pemerintah berkaitan dengan transaksi luar negeri adalah dengan cara aktif mengatur dan mengawasinya.

Uji Kompetensi

A. Pilihan Ganda

1.Seseorang melakukan konsumsi bertujuan untuk

a. mengganti barang yang rusak
b. memenuhi kebutuhan hidup
c. menghasilkan barang dan jasa
d. menambah nilai guna suatu barang
e. memperoleh keuntungan

2. Andi membeli buku di toko buku. Dalam hal ini, buku memiliki kegunaan

a. bentuk d. dasar
b. tempat e. kepemilikan
c. waktu

3. Suatu barang dipakai untuk memuaskan kebutuhan manusia. Ini menunjukkan barang mempunyai nilai

a. pakai objektif d. tukar subjektif
b. pakai subjektif e. guna yang tinggi
c. tukar objektif

4. Jika penghasilan seseorang meningkat, maka tingkat konsumsinya

a. bertambah d. tidak berubah
b. berubah e. stabil
c. berkurang

5. Kegiatan produksi dilakukan untuk

a. menambah kesempatan kerja
b. menambah tingkat konsumsi
c. memenuhi kebutuhan manusia
d. memuaskan keinginan manusia
e. mengurangi nilai guna suatu barang

6. Produsen menggunakan barang yang habis dipakai sekali. Barang tersebut disebut modal

a. sendiri d. tetap
b. variabel e. lancar
c. nyata

7. Kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengembangkan usahanya disebut

a. pengusaha d. kewirausahaan
b. investor e. kepala bagian
c. manajer

8. Interaksi antara permintaan dan penawaran dapat ditemui di pasar

a. uang d. abstrak
b. modal e. tenaga kerja
c. barang

9. Salah satu peran dari rumah tangga konsumen adalah

a. memperoleh balas jasa
b. pengatur kegiatan ekonomi
c. penghasil barang dan jasa
d. pengguna faktor produksi
e. penggerak kegiatan ekonom

10. Rumah tangga negara menjaga kestabilan harga. Dalam kegiatan ekonomi negara bertindak sebagai

a. pengatur d. konsumen
b. penggerak e. pengawas
c. produsen

B. Soal Uraian

  1. Sebutkan manfaat dari kegunaan suatu barang yang dibutuhkan oleh konsumen!

2. Peningkatan produksi dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif.

Jelaskan alasan dilakukannya peningkatan hasil produksi!

  1. Besar kecilnya konsumsi masyarakat ditentukan oleh beberapa faktor. Sebutkan faktor-faktor yang memengaruhi konsumsi!
  2. Dalam melakukan tindakan ekonomi konsumen harus bertindak secara rasional sehingga akan terhindar dari sifat boros. Sebutkan ciri-ciri seseorang yang mempunyai pola hidup boros!
  3. Mengapa faktor produksi kewirausahaan memegang peranan yang penting dalam proses produksi!
  4. Jelaskan dengan menggunakan diagram aliran melingkar (circular flow diagram) interaksi pelaku ekonomi dalam perekonomian tertutup!
  5. Peristiwa ”depresi besar” yang melanda Amerika Serikat pada tahun 1929, membuktikan bahwa teori Adam Smith yang menyatakan bahwa pemerintah tidak perlu campur tangan dalam perekonomian, perlu dikoreksi. Apa peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi?
  6. Mengapa individu yang menyediakan faktor produksi dan melakukan konsumsi disebut sebagai pelaku ekonomi?
  7. Sebagai pemasok faktor produksi, rumah tangga konsumen berhak menerima balas jasa. Apa saja balas jasa yang diterima oleh rumah tangga konsumen?
  8. Rumah tangga produsen bertindak sebagai penghasil barang dan jasa. Barang dan jasa tersebut akan disalurkan kepada pelaku ekonomi lain! Sebutkan kelompok pelaku ekonomi tersebut!

C. Soal Tantangan (Mari Belajar dari Masalah)

Dalam perekonomian terbuka, Anda dapat melihat bahwa tidak ada batas antara negara satu dengan negara lain. Hal ini diwujudkan dengan perdagangan internasional, di mana kelompok pelaku ekonomi dalam negeri dan masyarakat luar negeri terjadi saling ketergantungan. Antara kelompok pelaku ekonomi dalam negeri dan masyarakat luar negeri saling membeli dan menjual. Dari interaksi tersebut, maka banyak produk luar negeri yang masuk di Indonesia sehingga ikut menyemarakkan pasar dalam negeri. Kondisi ini menimbulkan persaingan dalam dunia usaha.

Dari uraian di atas analisislah:

  1. Bagi pelaku ekonomi dalam negeri, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam menghadapi kenyataan tersebut?
  2. Bagi konsumen kondisi ini akan lebih menguntungkan atau tidak? Jelaskan!
  3. Bagi rumah tangga negara hubungan ini akan memberikan keuntungan apa?

D. Meraih Kompetensi Dasar

Buatlah diagram arus lingkaran ekonomi (circular flow diagram) yang terdiri atas empat pelaku ekonomi. Selanjutnya analisislah: 1. Manfaat arus lingkungan ekonomi bagi pelaku ekonomi. 2. Peran masing-masing pelaku ekonomi dalam arus lingkaran ekonomi tersebut.