Pengertian Pasar Barang Input Ciri-ciri Persaingan Sempurna Monopoli Teori

eko10 gambar bab 5 gambar 5 6

Daftar Isi

Pasar Barang

Kamu telah mengetahui tentang masalah-masalah yang harus dijawab oleh suatu rumah tangga produksi (perusahaan) dalam melakukan kegiatan ekonominya, yaitu masalah barang apa yang harus diproduksi ( what ) dan bagaimana cara memproduksinya ( how). Sedangkan masalah bagaimana mendistribusikan barang tersebut ke rumah tangga konsumsi ( for whom ) akan dibahas dalam interaksi di pasar barang.

Pengertian Pasar Barang

Pada pasar barang atau pasar output (produk barang dan jasa), bertindak sebagai penjual adalah perusahaan dan sebagai pembeli adalah rumah tangga. Dalam pasar barang, perusahaan harus mampu mengidentifikasikan posisi produk yang ditawarkan di pasar. Dengan mengetahui struktur pasar yang dihadapi, perusahaan dapat menentukan kebijakan harga dan jumlah produksi yang harus ditawarkan.

Pada setiap pasar barang terdapat berbagai bentuk persaingan, baik persaingan yang sangat ketat, persaingan longgar, persaingan yang sangat lemah maupun pasar tanpa persaingan.

Persaingan ini dapat berupa persaingan antarpembeli maupun persaingan antarpenjual. Persaingan antarpembeli dapat berupa kesediaan membeli dengan harga murah dan jumlah barang yang banyak. Sedangkan persaingan antarpenjual bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti promosi penjualan, perbaikan mutu, produk, pengembangan produk baru, atau pemasangan iklan. Persaingan antarpenjual ada beberapa bentuk dan menghasilkan berbagai jenis pasar. Jenis-jenis pasar dalam pasar barang meliputi pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna. Dalam persaingan tidak sempurna ada tiga bentuk pasar yaitu pasar monopoli, pasar persaingan monopolistik, dan pasar oligopoli.

Pasar Persaingan Sempurna

Dalam pasar persaingan sempurna, Anda akan mendapati begitu banyak penjual dan pembeli. Jumlah penjualan seorang produsen sangat kecil apabila dibandingkan dengan jumlah penjualan pasar yang seluruhnya. Karena masing-masing penjual hanya menawarkan sebagian kecil dari suplai total, mereka tidak dapat menguasai pasar atau menentukan harga pasar. Mereka hanya dapat menyesuaikan harga produksinya dengan harga pasar yang berlaku. Sebaliknya, jumlah pembelian seorang konsumen sangat kecil apabila dibandingkan dengan jumlah pembelian pasar seluruhnya. Sebagai konsekuensinya, harga ditentukan oleh keseluruhan permintaan dan penawaran dalam pasar, bukan oleh satu atau beberapa penjual dan pembeli. Persaingan sempurna merupakan struktur pasar paling ideal karena dianggap mampu menjamin terwujudnya efisiensi pasar.

Karakteristik / Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna

Suatu pasar dikatakan memiliki struktur pasar persaingan sempurna jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Jumlah Pembeli dan Penjual Banyak

Di pasar persaingan sempurna terdapat banyak pembeli dan penjual. Banyaknya penjual yang ada di pasar mencerminkan kecilnya bagian setiap penjual dalam menghasilkan barang dibandingkan keseluruhan yang dihasilkan di pasar. Oleh karena itu, seorang penjual hanya merupakan bagian kecil dari seluruh penjual yang ada di pasar. Kondisi ini menyebabkan apa pun yang dilakukan produsen untuk menaikkan atau menurunkan harga di pasar dan menaikkan atau menurunkan jumlah produksi tidak akan mampu memengaruhi harga di pasar. Di sinilah disebut bahwa penjual ataupun pembeli di pasar persaingan sempurna adalah price taker , artinya apa pun tindakan penjual yang ada di pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga di pasar. Harga di pasar ditentukan oleh interaksi antara seluruh penjual dan seluruh pembeli di pasar.

  • Barang yang Diperjualbelikan Bersifat Homogen (Identik)

Semua penjual dalam pasar persaingan sempurna menghasilkan barang yang hampir sama (homogen). Barang yang diperjualbelikan di pasar persaingan sempurna harus sama dalam semua segi sehingga harus dapat menggantikan satu sama lain (substitusi sempurna). Konsumen dapat membeli dari penjual mana saja tanpa khawatir produk antarpenjual ada perbedaan.

  • Produsen Bebas Membuka atau Menutup Usaha

Jika seorang penjual mampu memperoleh keuntungan lebih, maka akan banyak penjual baru yang masuk ke pasar, dan membuka usaha untuk menghasilkan barang yang sama dengan penjual sebelumnya yang meraih keuntungan. Hal ini berakibat pada jumlah barang yang ditawarkan di pasar meningkat. Kondisi ini sedikit demi sedikit akan menurunkan tingkat keuntungan penjual. Saat penjual tidak mampu lagi memproduksi barang secara efisien dan menjual produknya pada harga yang terjadi di pasar, penjual akan mengalami kerugian. Saat itu, penjual dapat segera menutup usahanya dan keluar dari pasar.

  • Pelaku Pasar Mempunyai Informasi Sempurna Mengenai Pasar

Informasi pasar yang diketahui pelaku pasar mencakup harga pasar, kuantitas, maupun kualitas barang. Pembeli dianggap mengetahui tingkat harga yang berlaku beserta perubahanperubahannya. Kondisi ini menyebabkan penjual tidak dapat menjual barangnya dengan harga lebih tinggi daripada harga yang berlaku. Informasi bagi penjual bisa berupa informasi mengenai perubahan harga bahan baku, perubahan upah minimum yang memengaruhi biaya produksi dan harga jual produknya.

Coba Anda renungkan, apakah dalam kenyataan bentuk pasar yang benar-benar bersifat persaingan sempurna ini ada? Rasanya cukup sulit untuk ditemui bukan? Yang ada hanyalah kecenderungan ke bentuk pasar persaingan sempurna. Misalnya saja pasar barangbarang kebutuhan pokok seperti pasar beras, sayur-mayur, dan buah-buahan. Dalam pasar beras atau sayuran yang mendekati persaingan sempurna, jumlah produsen (petani) dan pedagang sangat banyak.

Tugas Individu

Pada saat musim mangga tiba, hampir sebagian besar kios di pasar buah menyediakan mangga. Bahkan, di pinggir-pinggir jalan banyak pedagang mangga musiman menjajakan buahnya dengan kios seadanya. Pada umumnya harga buah mangga ini hampir sama, misalnya Rp4.000,00 per kg.

a. Jika seorang pedagang menjual dengan harga Rp3.750,00 per kg, bagaimana dengan mangga yang terjual?

b. Apakah penurunan tersebut akan memengaruhi pedagang lain?

c. Misalkan keuntungan yang diperoleh setiap pedagang adalah Rp10.000,00 per hari masih mungkinkah ada yang tertarik untuk berdagang mangga?

d. Jika seorang pembeli akan membeli dalam jumlah lebih banyak dibandingkan pembeli lain, apakah ia dapat memengaruhi seluruh penjual mangga untuk menjual mangga dengan harga lebih murah?

Kelebihan dan Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna

Efisien produksi dengan otomatisasi dilakukan untuk mencapai ongkos produksi minimum.

Gambar 5.1 Efisien produksi dengan otomatisasi dilakukan untuk mencapai ongkos produksi minimum.

Keadaan di pasar yang bersifat persaingan sempurna banyak digunakan sebagai pemisalan dalam analisis ekonomi. Hal ini karena beberapa kelebihan dari pasar persaingan sempurna. Namun demikian, pasar persaingan sempurna juga mempunyai beberapa kelemahan.

Kelebihan Pasar Persaingan Sempurna

a ) Pasar Persaingan Sempurna Memaksimalkan Efisiensi

 Dalam pasar persaingan sempurna, masuknya pengusaha baru menyebabkan jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah pada harga yang sama. Perusahaan-perusahaan yang ingin bertahan harus mencapai ongkos produksi minimum. Dalam jangka panjang, perusahaan akan mendapatkan laba normal. Laba normal ini terjadi jika harga sama dengan biaya produksi yang terendah. Dengan demikian, efisiensi produksi selalu dicapai oleh perusahaan dalam persaingan sempurna.

b ) Pasar Persaingan Sempurna Memberi Kebebasan dalam Bertindak

Persaingan sempurna menghindari terbentuknya konsentrasi perusahaan di segolongan kecil masyarakat. Tidak satu pihak pun yang mempunyai kekuasaan dalam menentukan harga dan jumlah produksi. Pilihan masyarakat tidak dibatasi oleh pemerintah atau asosiasi produsen. Begitu pula dalam menentukan bagaimana faktor-faktor produksi digunakan. Dengan adanya kebebasan dalam berproduksi, maka masyarakat memiliki pilihan membeli lebih banyak.

Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna

a ) Pasar Persaingan Sempurna Tidak Mendorong Inovasi

Dalam pasar persaingan sempurna teknologi dapat dicontoh dengan mudah oleh perusahaan lain. Akibatnya, perusahaan tidak memiliki keuntungan jangka panjang dari pengembangan teknologi. Jika satu perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dengan menurunkan ongkos, perusahaan lain dalam waktu singkat juga dapat berbuat demikian. Selain itu, keuntungan perusahaan sangat kecil maka perusahaan tidak bisa mengembangkan teknologinya. Enggannya produsen berinovasi menyebabkan konsumen tidak dapat memenuhi sebagian kebutuhannya yang semakin berkembang.

b) Membatasi Pilihan Konsumen dalam Satu Jenis Produk Tertentu

Karena barang yang dihasilkan oleh produsen dalam pasar persaingan sempurna identik satu sama lain, maka konsumen mempunyai pilihan produk yang terbatas. Pilihan yang terbatas mengakibatkan banyak kebutuhan konsumen yang terbatas dan kepuasan konsumen berkurang.

c ) Persaingan Sempurna Dapat Menimbulkan Ongkos Sosial

Pencemaran lingkungan.

Gambar 5.2 Pencemaran lingkungan.

Perusahaan dalam pasar persaingan sempurna selalu berusaha mencapai ongkos produksi yang minimal. Kadang kala, cara-cara yang digunakan merugikan kepentingan masyarakat. Misalnya, produksi yang efisien tersebut menimbulkan pencemaran lingkungan. Sehingga mau tidak mau harus dikeluarkan ongkos sosial dalam upaya menanggulangi pencemaran lingkungan. Coba Anda sebutkan contoh-contoh pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh suatu usaha produksi di sekitar Anda!

Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Dalam pasar persaingan tidak sempurna ada satu bentuk pasar yang ekstrem, yaitu pasar monopoli. Bentuk yang lain adalah pasar oligopoli dan pasar persaingan monopolistik.

Pasar Monopoli

Dari banyak karakteristik pasar persaingan tidak sempurna yang ada, salah satunya adalah pasar dengan satu penjual dari suatu produk (barang dan jasa) yang tidak mempunyai produk pengganti.

Pengertian Pasar Monopoli
PLN merupakan contoh pasar monopoli.

Gambar 5.3 PLN merupakan contoh pasar monopoli.

Struktur pasar monopoli memiliki kondisi yang bertentangan dengan persaingan sempurna. Dalam pasar monopoli hanya terdapat satu perusahaan atau satu penjual. Misalnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah satu-satunya perusahaan pengelola listrik di Indonesia. Listrik adalah barang yang sangat vital dan tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat. Monopoli terjadi karena di pasar terdapat faktor-faktor yang menghambat ( barrier to entry ) yang mencegah penjualpenjual lain untuk memasuki pasar tersebut. Ada dua jenis faktor penghambat, yaitu penghambat teknis dan penghambat legal. Faktor penghambat teknis dapat terjadi pada penjual yang mampu menghasilkan produk dengan cara-cara yang inovatif, misalnya menemukan cara berproduksi yang baru, menemukan teknologi atau menemukan faktor produksi yang baru. Sedangkan faktor penghambat legal muncul bila penjual tunggal menghasilkan dan menjual produk dengan pemberian hak monopoli oleh pemerintah untuk menghasilkan dan menjual produk tersebut. Pemberian hak monopoli oleh pemerintah kepada penjual akan menutup kemungkinan penjual lain untuk menghasilkan dan menjual produk tersebut.

Contohnya adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang diberi kekuasaan tunggal oleh pemerintah untuk mendistribusikan listrik di seluruh tanah air. Faktor penghambat legal yang lain adalah apabila penjual tunggal menghasilkan produk dengan pemberian hak paten oleh pemerintah untuk menjual produk tersebut. Hak paten adalah hak yang diberikan oleh pemerintah kepada seseorang atau produsen yang berhasil menemukan sesuatu yang sangat bermanfaat, seperti cara berproduksi baru, teknologi baru, atau faktor produksi baru. Pemberian hak paten akan menutup kemungkinan penjual lain untuk menghasilkan produk tersebut.

Karakteristik / Ciri-ciri Pasar Monopoli

Karakteristik pasar monopoli sangat berbeda dengan pasar persaingan sempurna.

a ) Hanya Terdapat Satu Perusahaan

Dalam pasar monopoli hanya ada satu perusahaan, dengan demikian barang dan jasa yang dihasilkan tidak dapat dibeli di tempat lain. Pembeli tidak mempunyai pilihan kecuali membeli dari perusahaan monopoli. Syarat-syarat penjualan sepenuhnya ditentukan oleh perusahaan. Selain itu, jika hanya ada satu perusahaan atau penjual maka kualitas barang kurang bagus karena tidak ada barang lain sebagai saingannya.

b ) Tidak Adanya Barang Pengganti yang Mirip

Barang yang dihasilkan perusahaan monopoli tidak dapat digantikan oleh barang lain dalam pasar. Aliran listrik adalah contoh barang yang tidak mempunyai barang substitusi yang mirip. Mungkin Anda berpikir bahwa lampu minyak dapat menggantikan fungsi penerangan listrik. Lampu minyak tidak dapat menggantikan listrik karena tidak dapat menghidupkan alat-alat listrik lain.

c ) Adanya Hambatan untuk Memasuki Industri (Barriersto Entry)

Adanya hambatan untuk memasuki industri merupakan ciri sekaligus penyebab terbentuknya pasar monopoli. Tanpa sifat ini, pasar monopoli tidak akan terbentuk. Jika tidak ada hambatan memasuki industri, keuntungan perusahaan monopoli akan menarik perusahaan lain untuk memasuki industri tersebut.

d ) Perusahaan Merupakan Penentu Harga (Price Maker)

Sebagai satu-satunya perusahaan dalam pasar, perusahaan monopoli dapat menentukan harga pasar. Permintaan yang dihadapi perusahaan sama dengan permintaan pasar secara utuh, sehingga hukum permintaan juga berlaku baginya. Perusahaan hanya bisa memperbanyak kuantitas barang yang dijual jika dia bisa menurunkan harga.

e ) Promosi dan Iklan Kurang Diperlukan

Karena tidak ada saingan lain di pasar, perusahaan tidak perlu menarik pembeli dengan cara beriklan. Namun, iklan dapat dibuat untuk menjaga hubungan baik dengan pembeli. Bisakah Anda menyebutkan contoh iklan jenis ini dari televisi, radio atau surat kabar yang pernah Anda lihat?

Tugas Individu

Tulislah ciri pasar monopoli dan dampak (konsekuensinya). Kumpulkan hasilnya kepada guru Anda!

No Ciri Pasar Monopoli Dampak
1 .. ..
2 .. ..
Kelebihan dan Kelemahan Pasar Monopoli
Kelebihan Pasar Monopoli
  • Pasar monopoli memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan penelitian

    Gambar 5.4 Pasar monopoli memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan penelitian.

    Perusahaan monopoli memperoleh keuntungan lebih sehingga memiliki dana untuk melakukan penelitian dan pengembangan. Hasilnya dapat berupa peningkatan kualitas produk, teknik produksi, atau penciptaan produk baru.

  • Adanya efisiensi usaha karena skala produksi yang besar. Efisiensi ini dapat dilakukan melalui spesialisasi pekerjaan, pembelian bahan mentah dalam jumlah besar, penggunaan teknologi massal, dan sebagainya.
Kelemahan Pasar Monopoli
  • Monopoli menyebabkan distribusi pendapatan menjadi lebih tidak merata. Monopoli mendapatkan keuntungan di atas normal dan ini hanya dinikmati oleh pengusaha monopoli atau pemegang sahamnya.
  • Hak eksklusif yang diberikan pada perusahaan tunggal belum tentu menjamin bahwa harga ditetapkan pada tingkat rendah. Walaupun perusahaan dapat mencapai skala ekonomis, bisa jadi perusahaan menetapkan harga tinggi karena sadar bahwa ia menguasai pasar.
  • Masyarakat tidak memiliki banyak pilihan dalam mengonsumsi barang dan jasa, hanya terbatas pada hasil produksi perusahaan monopoli.

Bursa Info

Komisi Pengawas Persaingan Usaha

Produsen monopolistik kecuali untuk kasus-kasus tertentu, sering mendapat anggapan buruk dari masyarakat karena bisa merugikan masyarakat. Untuk mencegah kerugian yang mungkin dialami masyarakat, pemerintah melarang pendirian usaha monopoli atau usaha yang menjurus monopoli, yaitu dengan membuat perangkat hukum undang-undang. Bahkan, di Indonesia pelaksanaan undang-undang ini diawasi oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) adalah lembaga independen yang dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan undang-undang tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Terlepas dari pengaruh dan kekuasaan pemerintah serta pihak lain, KPPU berfungsi menyusun peraturan pelaksanaan dan memeriksa berbagai pihak yang diduga melanggar UU No. 5/1999 tersebut serta memberi putusan mengikat dan menjatuhkan sanksi terhadap para pelanggarnya.

KPPU bertanggung jawab kepada presiden dan melaporkan hasil kerjanya kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Komisi yang diresmikan pada 7 Juni 2000 ini terdiri atas sebelas anggota termasuk seorang ketua dan wakil ketua yang pengangkatannya atas persetujuan DPR, dengan masa jabatan selama lima tahun.

Pengawasan pelaksanaan undang-undang tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan KPPU dimaksudkan untuk mewujudkan perekonomian Indonesia yang efisien melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, yang menjamin adanya kepastian kesempatan berusaha yang sama bagi semua pelaku usaha. Dengan tujuan yang sama, KPPU juga berupaya mencegah praktik monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat.

Upaya KPPU menjamin agar setiap orang yang berusaha di Indonesia berada dalam situasi persaingan yang sehat dan wajar adalah untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan posisi dominan oleh pelaku ekonomi tertentu. Kesempatan berusaha yang terjaga akan membuka lebar kesempatan konsumen untuk mendapatkan pilihan produk yang tidak terbatas, yang memang menjadi hak mereka. Berjalannya kehidupan yang menjamin keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan kepentingan umum ini pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sumber: www.kppu.or.id

Pasar Oligopoli

Di beberapa sektor bidang usaha industri manufaktur, perkebunan, pertambangan, serta perdagangan besar Anda akan menjumpai beberapa perusahaan besar yang dominan. Perusahaan-perusahaan ini disebut perusahaan oligopoli.

Pengertian Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli merupakan pasar yang terdiri atas beberapa atau sejumlah kecil penjual saja, sementara itu banyak sekali konsumen atau pembeli. Karena jumlah produsen sedikit, maka kegiatan usaha suatu perusahaan akan berpengaruh pada kegiatan perusahaan yang lain. Pada pasar oligopoli perusahaan dapat bersaing secara langsung namun dapat pula melakukan penggabungan atau merger . Apabila dalam pasar tersebut terdiri atas dua orang produsen disebut pasar duopoli. Contoh pasar duopoli adalah pasar sistem komputer ( software ) yang sampai sekarang hanya dikuasai oleh dua sistem yaitu Linux dan Windows saja. Skala ekonomi serta adanya kegiatan merger atau penggabungan perusahaan merupakan dua penyebab utama terbentuknya pasar oligopoli. Kegiatan penggabungan usaha ( merger ) bertujuan menggabungkan perusahaan yang semula bersaing agar dapat menguasai pasar. Skala ekonomi membuat perusahaan mampu memproduksi output secara efisien. Skala ekonomi dapat tercapai jika ada kemajuan teknologi. Perusahaan biasanya memulai dengan teknologi sederhana, kemudian terjadi kemajuan teknologi berupa pembelian mesinmesin berkapasitas besar. Perusahaan bisa memproduksi lebih banyak dengan biaya rendah.

Karakteristik / Ciri-ciri Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli banyak dijumpai di negara yang maju karena teknologi sudah sangat modern. Teknologi modern mencapai efisiensi jika jumlah produksi besar sekali. Keadaan ini menimbulkan kecenderungan berkurangnya jumlah perusahaan. Karakteristik pasar oligopoli antara lain:

  1. Hanya terdapat beberapa perusahaan. Jumlah perusahaan sedikit, antara 2 sampai 20 perusahaan dalam suatu negara. Masing-masing perusahaan mempunyai pengaruh atas harga dengan cara mengubah jumlah yang ditawarkan. Karena jumlah perusahaan sedikit, maka terdapat saling ketergantungan antarperusahaan yang ada di pasar. Misalnya jika ada satu perusahaan menurunkan harga, maka perusahaan lain akan bereaksi dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang ikut menurunkan harga, ada pula yang mengeluarkan produk tandingan.
  2. Menghasilkan barang homogen dan berbeda corak. Barang-barang yang diperjualbelikan ada yang bersifat homogen (sama) dan ada yang berbeda corak (terdiferensiasi). Jika barang bersifat homogen, persaingan lebih banyak bersifat harga sedangkan jika barang berbeda corak, persaingan lebih banyak bersifat persaingan bukan harga.
  3. Terdapat hambatan masuk ke dalam pasar hingga hanya ada sejumlah kecil perusahaan dalam pasar tersebut.
  4. Perusahaan oligopoli perlu melakukan iklan. Iklan secara terus-menerus sangat diperlukan oleh perusahaan yang menghasilkan barang berbeda corak. Kegiatan promosi secara aktif ini bertujuan menarik pembeli baru dan mempertahankan pembeli lama. Sarana beriklan dapat dengan media elektronik seperti radio, televisi, internet, media massa, dan ruang publik.
Kelebihan dan Kelemahan Pasar Oligopoli
Kelebihan Pasar Oligopoli

Karena perusahaan-perusahaan oligopoli mencoba menghindari persaingan harga, maka mereka lebih memusatkan diri pada persaingan bukan harga. Hal ini mendorong mereka mengadakan pengembangan teknik produksi serta perbaikan kualitas produk. Penemuan baru tidak bisa cepat ditiru atau diimbangi perusahaan pesaing, sehingga ada dorongan kuat untuk memacu kemajuan teknologi.

Kelemahan Pasar Oligopoli

Dalam pasar oligopoli, harga barang cenderung lebih tinggi daripada persaingan sempurna. Hal ini terjadi apabila ada kesepakatan beberapa perusahaan oligopoli untuk mengendalikan harga dan produksi. Kebutuhan akan iklan juga menaikkan biaya produksi hingga lebih tinggi di atas biaya rata-rata minimum.

Pasar Persaingan Monopolistik

Pasar persaingan monopolistik pada dasarnya merupakan pertengahan di antara dua jenis pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dan monopoli.

Pengertian Pasar Persaingan Monopolistik

Dapatkah Anda membayangkan konsep pasar persaingan monopolistik? Coba perhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya untuk kendaraan bermotor, beberapa perusahaan mengeluarkan jenis sepeda motor sama yang dibedakan oleh ciri-ciri tertentu seperti warna dan model. Persaingan monopolistik menunjuk pada bentuk pasar di mana terdapat banyak penjual atau produsen. Barang yang diperjualbelikan tidak homogen tetapi sengaja ”diperbedakan” (diferensiasi) melalui berbagai macam promosi penjualan. Sebenarnya barang-barang tersebut dapat saling menggantikan, tetapi konsumen mempunyai preferensi produk dari suatu perusahaan.

Karakteristik / Ciri-ciri Pasar Persaingan Monopolistik

Ciri-ciri pasar persaingan monopolistik, yaitu:

a) Terdapat banyak penjual

Terdapat banyak penjual dalam pasar, namun tidak sebanyak seperti pasar persaingan sempurna (jumlahnya dapat puluhan). Produksi perusahaan relatif sedikit diban dingkan dengan keseluruhan produksi dalam pasar. Tidak ada satu pun dari penjual tersebut yang dominan dibanding yang lain.

b) Barangnya bersifat banyak corak

Ciri ini merupakan sifat yang penting di dalam pasar persaingan monopolistik. Perbedaan corak ini menyebabkan barang dalam persaingan monopolistik bukan pengganti sempurna tetapi sebagai pengganti dekat. Perbedaan corak (diferensiasi) produk ini meliputi ciri-ciri fisik, pembungkusan (kemasan), jasa pascapenjualan, dan cara pembayaran.

c) Perusahaan mempunyai sedikit kekuasaan memengaruhi harga

Berbeda dengan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna, perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik masih bisa memengaruhi harga. Kekuasaan ini bersumber dari sifat barang yang berbeda corak. Perbedaan corak ini membuat konsumen bersifat memilih. Misalnya, konsumen lebih menyukai sabun merek X daripada merek Y. Apabila perusahaan menaikkan harga, ia masih bisa menarik pembeli walaupun jumlahnya tidak sebanyak semula.

d) Tidak ada hambatan untuk memasuki industri

Untuk memasuki pasar, perusahaan pendatang harus memproduksi barang yang lebih menarik daripada yang sudah ada. Penggunaan iklan akan efektif untuk meyakinkan konsumen. Hambatan yang dihadapi tidaklah seberat dalam pasar oligopoli atau monopoli, tetapi juga tidak semudah seperti pasar persaingan sempurna.

e) Penggunaan promosi penjualan sangat efektif

Untuk memengaruhi cita rasa pembeli, para pengusaha melakukan persaingan bukan harga. Caranya antara lain dengan memperbaiki mutu dan desain barang, melakukan kegiatan iklan yang terus-menerus, memberi bonus penjualan, dan sebagainya.

Kelebihan dan Kelemahan Pasar Persaingan Monopolistik
Kelebihan Pasar Persaingan Monopolistik

Setiap perusahaan persaingan monopolistik akan berusaha memproduksi barang yang mempunyai sifat khusus. Sehingga konsumen menerima imbalan berupa tersedianya bermacam-macam mutu, model, dan warna dari barang-barang yang dihasilkan persaingan monopolistik. Konsumen bisa memilih barang-barang yang dikehendaki sesuai dengan selera dan uang yang dimiliki, sehingga memberikan kepuasan yang tinggi. Apabila barang-barang tadi dihasilkan oleh pasar persaingan sempurna, maka tidak ada pilihan lagi bagi konsumen, karena jenis barang-barang sama persis atau homogen. Dari segi distribusi pendapatan, pasar persaingan monopolistik lebih merata karena tidak ada perusahaan yang dominan dan tidak terdapat keuntungan lebih dalam jangka panjang. Bagaimana dengan distribusi pendapatan pada pasar persaingan monopolistik? Coba Anda bandingkan dengan distribusi pendapatan pada pasar monopoli.

Kelemahan Pasar Persaingan Monopolistik

(1) Perusahaan dalam persaingan monopolistik umumnya berukuran kecil sehingga masih bekerja kurang efisien dalam memanfaatkan sumber daya ekonomi dibanding dengan pasar monopoli. (2) Konsumen masih harus membayar harga barang yang lebih tinggi dari biaya marginal (MC) untuk menghasilkan barang tersebut. Sebaliknya, tenaga kerja dibayar hanya setinggi MC,  yang lebih rendah dari nilai barang yang diproduksi (harga). Hal ini karena P > MC. Jadi, ini mirip pasar monopoli tetapi dalam derajat atau tingkat yang kecil.

Pasar Input

Pasar input sering juga disebut dengan pasar faktor produksi.

Seluk-Beluk Pasar Input

Buka dan bacalah buku Anda kembali pada pembahasan tentang circular flow diagram . Dalam kegiatan ekonomi terdapat dua rumah tangga, yaitu rumah tangga konsumsi dan rumah tangga produksi (dunia usaha). Keduanya menjalankan tugasnya masing-masing dan saling memengaruhi. Keduanya juga membutuhkan barang dan jasa, baik yang tersedia oleh alam maupun hasil dari proses produksi. Rumah tangga konsumsi membutuhkan barang atau jasa yang dihasilkan oleh dunia usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup. Di sisi lain, dunia usaha membutuhkan barang atau jasa yang tersedia dari rumah tangga konsumsi untuk proses produksi lebih lanjut.

Bagi rumah tangga produksi, barang dan jasa dari rumah tangga konsumsi merupakan input untuk proses produksi lebih lanjut. Barang dan jasa inilah yang lazim disebut faktor produksi. Tanpa faktor produksi atau input, kegiatan produksi tidak dapat berjalan dan tidak menghasilkan barang dan jasa bagi rumah tangga konsumsi. Misalnya saja tanah sebagai tempat berlangsungnya kegiatan produksi, bahan baku atau bahan mentah, sumber daya manusia untuk operasional perusahaan, sumber daya manusia yang berupa kewirausahaan untuk mengelola perusahaan, dan input modal yang berupa mesin atau uang untuk kelancaran usaha.

Jenis input yang dibutuhkan oleh perusahaan tergantung jenis output yang akan dihasilkan. Atau dengan kata lain, jenis input yang akan ditawarkan oleh rumah tangga tergantung jenis barang dan jasa yang akan diproduksi oleh perusahaan. Jadi, permintaan input timbul karena ada permintaan barang dan jasa. Menurut Alfred Marshall, hal ini dinyatakan bahwa permintaan input merupakan devided demand atau permintaan turunan dari permintaan barang dan jasa.

Permintaan input berasal dari dunia usaha sedangkan penawaran berasal dari rumah tangga. Pertemuan antara penawaran dan permintaan pasar faktor produksi (input) disebut pasar faktor produksi atau pasar input.

Jenis-Jenis Pasar Input

Pasar input meliputi pasar input tanah, pasar input tenaga kerja, pasar input modal, dan pasar input kewirausahaan.

Pasar Input Tanah

Lahan digunakan dalam pengelolaan pertanian padi.

Gambar 5.5 Lahan digunakan dalam pengelolaan pertanian padi.

Tanah merupakan input produksi termasuk segala sesuatu yang terkandung di dalamnya, kesuburan, iklim, dan lokasi geografisnya. Pasar faktor input tanah juga sering disebut sebagai pasar input sumber daya alam.

Tanah merupakan sumber daya alam yang peranannya sangat penting dalam proses produksi. Pertama kali yang diperlukan untuk mengelola pertanian, pabrik, kantor, warung, kios, bengkel, toko atau rumah sakit adalah lahan pada sebidang tanah. Maka dari itu, penggunaan tanah baik secara langsung maupun tidak langsung dalam setiap proses produksi mutlak diperlukan.

Dunia usaha, dalam hal ini adalah produsen dapat memperoleh tanah dari perseorangan, badan usaha atau dari negara. Jika tanah dimiliki oleh perseorangan maka produsen akan membayar sejumlah uang sebagai imbalan kepemilikan tanah tersebut. Imbalan atau balas jasa yang diterima oleh pemilik faktor produksi tanah disebut sewa tanah.

Anda pasti setuju bahwa jumlah tanah yang tersedia tidak dapat ditambah. Padahal dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk dan kegiatan produksi, kebutuhan akan tanah semakin meningkat. Hal ini menyebabkan penawaran tanah sifatnya inelastis sempurna. Artinya, apabila harga tanah terus naik, tetap saja penawarannya tidak akan berubah karena jumlah tanah relatif tetap.

Perhatikan gambar di samping! Kurva penawaran tanah ditunjukkan dengan kurva SS yang bentuknya tegak lurus dengan sumbu Q ( Quantity ). Kurva penawaran ini menunjukkan bahwa penawaran tanah bersifat inelastis sempurna. Penawaran tanah tidak dapat ditambah meskipun harganya naik dan tidak dapat dikurangi meskipun harganya turun. Sifat penawaran seperti ini menyebabkan harga tanah sepenuhnya tergantung pada permintaan, semakin tinggi permintaan semakin naik harga sewa tanah tersebut.

Kurva penawaran tanah, bersifat inelastis sempurna.

Gambar 5.6 Kurva penawaran tanah, bersifat inelastis sempurna.

Perlu Anda ketahui bahwa permintaan tanah tergantung pula pada besarnya permintaan barang-barang yang dihasilkan di atas tanah tersebut. Misalnya permintaan petani padi menggunakan tanah adalah D0D0, sehingga sewa tanahnya adalah P0. Saat harga beras naik sangat tinggi maka permintaan petani terhadap tanah untuk menanam padi menjadi bertambah. Karena permintaan bertambah maka kurva D0D0 bergeser ke D1D1. Harga sewa tanah pun naik dari P0 ke P1. Demikian juga jika permintaan tanah berkurang, harga sewa tanah turun menjadi P2.

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa pemakaian faktor produksi tanah menimbulkan harga sewa? Untuk menjelaskan hal tersebut simaklah beberapa teori yang berkenaan dengan sewa tanah

Teori Kesuburan Asli Tanah
Hasil tanaman jagung akan melimpah jika ditanam di tanah yang subur.

Gambar 5.7 Hasil tanaman jagung akan melimpah jika ditanam di tanah yang subur.

Menurut kaum physiokrat, perubahan harga sewa tanah ditentukan oleh kesuburan asli tanah tersebut. Dengan kesuburan tanah yang asli tersebut tanah akan menghasilkan product net (hasil bersih) yang lebih banyak. Misalnya tanaman jagung yang ditanam di tanah yang subur, hasilnya pasti lebih melimpah daripada tanaman jagung yang ditanam di tanah yang gersang. Untuk itulah sebagian dari product net diberikan kepada pemilik tanah sebagai sewa tanah.

Teori Perbedaan Kesuburan Tanah

Teori perbedaan kesuburan dikembangkan oleh David Ricardo sekitar abad XIX. Lebih lanjut David Ricardo menyatakan bahwa terbatasnya tanah yang subur menimbulkan adanya perbedaan kesuburan tanah, sehingga muncul harga sewa.

Pertama kali pasti orang akan menggunakan tanah yang paling subur. Karena pertambahan penduduk dan perluasan produksi maka lahan-lahan tanah yang kurang subur pun akan digunakan juga. Pada kenyataannya, hasil produksi tanah yang subur dan kurang subur jelas berbeda. Bidang tanah yang subur akan menghasilkan lebih banyak dari tanah yang kurang subur. Karena perbedaan kesuburan tanah itulah, maka sewa tanah tersebut juga berbeda, tanah yang subur akan mendapat harga sewa lebih tinggi. Perbedaan sewa ini sering disebut differential rent sehingga teori ini lebih dikenal dengan teori differential rent .

Teori Letak Tanah
Jarak yang jauh menyebabkan ongkos angkut mahal sehingga harga sewa tanah rendah.

Gambar 5.8 Jarak yang jauh menyebabkan ongkos angkut mahal sehingga harga sewa tanah rendah.

Seorang sarjana ekonomi Austria, von Thunen, menambahkan teori yang dikemukakan David Ricardo. Ia menambahkan bahwa perbedaan letak tanah ternyata juga berpengaruh pada perbedaan harga sewa tanah. Walaupun kesuburan sama, tetapi jika letak tanah lebih dekat dengan pasar atau jalan raya ternyata harga sewanya lebih besar. Hal ini, karena jarak yang jauh menyebabkan ongkos angkut hasil produksi lebih mahal. Selain itu, letak tanah yang strategis memungkinkan lebih banyak peluang untuk mengembangkan usaha. Hal tersebut menyebabkan letak tanah yang strategis lebih banyak dibutuhkan sehingga harga sewanya lebih tinggi.

Teori Harga Derivasi

Tanah Teori derivasi tanah mengemukakan bahwa perubahan harga sewa tanah lebih banyak ditentukan oleh perubahan permintaan barang yang dihasilkan tanah tersebut sebagai input produksi. Misalnya saja saat harga kedelai naik, maka petani akan terdorong untuk meningkatkan produksi kedelainya dengan menambah lahan kedelai. Penambahan permintaan terhadap hasil produksi tanah tersebut menyebabkan harga sewa tanah akan naik.

Tugas Kelompok

Apakah Anda telah memahami tentang permasalahan sewa tanah berdasarkan teori-teori tersebut? Praktikkan teori-teori tersebut dalam pengalaman Anda sehari-hari. Carilah faktor-faktor yang paling memengaruhi harga sewa tanah di daerah sekitar Anda. Bertanyalah kepada orang tua Anda atau pengusaha di daerah sekitar! Kerjakan bersama teman kelompok Anda!

Pasar Input Tenaga Kerja

Pengertian pasar input sumber daya manusia (tenaga kerja) adalah jumlah permintaan dan penawaran terhadap tenaga kerja yang diperlukan untuk kegiatan produksi. Dengan demikian, pasar tenaga kerja tergantung dari luas dan sempitnya kegiatan produksi. Atau dengan kata lain, pemakaian input tenaga kerja akan ditentukan oleh tuntutan dunia usaha atau lapangan produksi.

Faktor sumber daya manusia memiliki karakteristik yang berbeda dengan faktor produksi lainnya. Hal ini karena sifat khusus dari faktor produksi terikat pada sifat manusia. Sumber daya manusia berupa tenaga fisik, keterampilan, dan daya pikir. Seiring dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, diperlukan pula tenaga kerja yang berkualitas, yang mempunyai keahlian dan keterampilan yang tinggi. Dalam rangka meningkatkan mutu tenaga kerja dilakukan banyak usaha antara lain peningkatan prestasi kerja, keselamatan kerja, kursus tambahan, pelatihan karyawan, dan studi banding.

Upah Tenaga Kerja

Upah merupakan balas jasa yang diterima tenaga kerja karena jasanya dalam proses produksi barang dan jasa. Tinggi atau rendahnya upah tergantung pada hukum permintaan dan penawaran pada pasar tenaga kerja. Secara teori, upah diberikan kepada tenaga kerja supaya mereka dan keluarganya dapat hidup secara layak. Pada sisi perusahaan, upah diberikan sebagai ongkos atau biaya produksi. Karena itu, bagi perusahaan upah yang diberikan tergantung dari kapasitas produksinya.

Teori Upah Tenaga Kerja

Agar Anda mendapatkan gambaran yang jelas mengenai upah dan pembentukan harga upah. Berikut ini akan disajikan beberapa teori yang menerangkan latar belakang terbentuknya harga upah tenaga kerja.

Teori Upah Normal
David Ricardo

Gambar 5.9 David Ricardo

Teori upah normal atau disebut juga teori upah alami ( natural wage ) dikemukakan oleh David Ricardo. Menurutnya, upah yang wajar adalah pemberian upah yang didasarkan pada biayabiaya hidup dari keluarga pekerja, serta disesuaikan oleh kemampuan perusahaan. Biaya hidup keluarga pekerja meliputi kebutuhan minimal untuk hidup. Kesehatan, perumahan, dan fasilitas lain. Sedangkan kemampuan perusahaan tergantung pada kapasitas produksi dan hasil penjualan. Jika ada persaingan tenaga kerja yang ketat maka upah tenaga kerja akan menurun. Perubahan upah ini terjadi di sekitar batas minimum upah kerja.

Teori Upah Besi

Teori upah besi dikemukakan oleh Ferdinand Lasalle dari mazhab sosialis. Lasalle mengemukakan bahwa pengusaha akan menekan upah serendah-rendahnya untuk memperoleh keuntungan semaksimal mungkin. Tentu saja sistem upah menempatkan posisi pekerja pada posisi yang lemah. Pekerja hanya akan menerima upah yang rendah untuk memenuhi kebutuhan hidup minimalnya. Dengan kondisi tersebut teori upah ini dikenal dengan teori upah besi. Untuk mengatasi hal tersebut, Lasalle menganjurkan kaum pekerja membentuk serikat pekerja.

Teori Dana Upah

Teori ini dikemukakan oleh John Stuart Mill. Menurut teori ini tingginya upah tergantung dari jumlah dana, yaitu modal yang disediakan perusahaan untuk pembayaran upah. Peningkatan jumlah tenaga kerja akan mendorong tingkat upah cenderung turun. Demikian juga, saat laba perusahaan menurun, dana yang tersedia untuk upah juga akan menurun.

Teori Upah Etika

Menurut kaum Utopis yaitu kaum yang mendambakan masyarakat yang ideal, upah diberikan secara ”etis”. Artinya, upah diberikan bukan hanya berdasarkan berapa besarnya upah, tetapi upah seharusnya bisa menjamin kehidupan yang layak bagi pekerja dan keluarganya. Karena itu, sebaiknya pengusaha memberikan tunjangan bagi keluarga pekerja.

Bursa Info

Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP)

Penetapan upah masing-masing provinsi bisa berbeda tergantung dasar yang digunakan. Upah minimum provinsi tidak lagi menggunakan dasar kebutuhan hidup minimum seperti yang selama ini dilakukan.

Besarannya akan beralih menggunakan kebutuhan hidup yang layak. Upah minimum provinsi akan dihitung dari kehidupan layak seorang pekerja yang terdiri atas upah dan jaminan sosialnya.

Komponen dan pelaksanaan tahapan pencapaian kebutuhan hidup layak yang akan menjadi pegangan pemberlakuan upah minimum provinsi. Dengan upah minimum yang berdasarkan kebutuhan hidup yang layak itu diharapkan kehidupan pekerja tidak akan merosot lebih buruk, yaitu kebutuhan gizi yang tidak memadai. Upah minimum itu sebagai jaring pengaman yang memang dititikberatkan pada masalah pangan dan kecukupan gizinya.

Ketentuan terbaru yang mencakup komponen kebutuhan hidup layak berupa transportasi, rekreasi, dan tabungan itu sudah diterima oleh serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Pada awalnya serikat pekerja bahkan meminta tiga komponen tambahan lainnya, di antaranya, ketersediaan rumah tipe 21 dan jaminan hari tua. Tapi Apindo keberatan. Penentuan upah minimum provinsi berdasarkan kebutuhan hidup layak itu dilakukan bertahap, bergantung pada kemampuan tiap provinsi.

Upah minimum adalah standar upah yang biasa diberikan kepada buruh yang bekerja kurang dari setahun. Penetapannya ditentukan oleh gubernur setelah mendengarkan saran dari dewan pengupahan provinsi atau kabupaten kota yang bersifat tripartit, terdiri atas serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

Sumber: www.korantempo.com

Pasar Input Modal

Pengertian Modal

Saat Anda mendengar istilah modal, apa yang terlintas dalam benak Anda? Modal sendiri sebenarnya ada dua pengertian. Modal dalam pengertian sehari-hari adalah setiap barang yang memberikan suatu pendapatan bagi pemiliknya. Dalam ilmu ekonomi, modal adalah tiap-tiap hasil (produk) yang digunakan untuk menghasilkan produk selanjutnya. Dari pengertian tersebut, sudah seharusnya Anda tidak lagi berpikir bahwa modal selalu identik dengan uang, tetapi segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang.

Bunga Modal

Modal memang tidak selalu identik dengan uang, tetapi untuk memperoleh barang-barang modal, pengusaha memerlukan dana. Pengalokasian dana untuk investasi harus dilakukan secara cermat dan tepat. Misalnya saja, seorang pengusaha harus bisa memilih menginvestasikan dananya pada usaha sepatu atau usaha garmen. Apakah industri pengolahan makanan harus menambah produk baru atau menambah kapasitas produknya yang sudah ada? Apakah perusahaan percetakan perlu menambah mesin cetak baru atau memperbaiki mesin cetak lamanya? Semua masalah ini menyangkut pengalokasian dana investasi untuk memperoleh hasil maksimal di masa yang akan datang.

Hasil dari investasi modal tersebut dapat diukur. Hasil yang diperoleh dari modal disebut tingkat pengembalian modal ( rate of return of capital ). Tingkat pengembalian modal atau bunga modal menunjukkan pengembalian rupiah bersih tiap tahun untuk setiap rupiah modal yang diinvestasikan. Dalam kegiatan ekonomi besarnya bunga modal dinyatakan dalam persentase per tahun atau tingkat suku bunga. Jadi, bunga modal adalah penggantian kerugian (balas jasa) yang diterima pemilik modal karena telah menginvestasikan uangnya dalam produksi.

Setiap jenis investasi mempunyai pengembalian modal yang berbeda. Oleh karena itu, pengusaha harus memahami kapan dan bagaimana melakukan investasi yang tepat. Pengusaha harus mendahulukan investasi yang pengembalian modalnya tinggi.

Teori Bunga Modal

Mungkin Anda masih bertanya-tanya, mengapa penggunaan sumber daya modal menimbulkan bunga modal. Ada beberapa teori yang membahasnya.

Teori Produktivitas

Teori ini dikemukakan oleh Jean Baptiste Say, yang menyatakan bahwa modal yang dipinjamkan dapat dipergunakan secara produktif misalnya untuk membuat toko, mendirikan pabrik, dan barang modal lainnya. Dengan modal yang dimiliki, produksi akan bertambah banyak sehingga memberikan kelebihan hasil yang istimewa. Sebagian dari kelebihan itu dikembalikan kepada pemilik modal sebagai bunga modal.

Teori Abstinence/Teori Pengorbanan

Teori ini dikemukakan oleh Nassau Willien Senior dan Marshall. Menurut teori ini bunga modal diberikan sebagai balas jasa dari pengorbanan (tidak mewujudkan keinginan akan kebutuhan) dari pemilik modal, untuk tidak memakai modalnya selama dipinjam oleh pengusaha atau orang lain. Maka wajar bagi pemilik modal mendapatkan bunga sebagai balasan atas pengorbanan untuk menunggu modalnya kembali.

Teori Agio

Teori ini dikemukakan oleh von Bohm Bawerk. Agio memiliki arti perbedaan nilai. Perbedaan nilai ini disebabkan adanya perbedaan waktu sekarang dengan waktu yang akan datang. Menurut von Bohm Bawerk, pemilik modal harus diberi bunga sebagai ganti rugi karena perbedaan nilai itu. Alasan kerugian disebabkan:

  1. Alasan ekonomi, misalnya uang Rp200,00 sekarang, setara dengan Rp400,00 satu tahun yang akan datang. Berarti nilai uang sekarang lebih tinggi daripada satu tahun yang akan datang.
  2. Alasan psikologi, yaitu bahwa manusia menghargai kebutuhan dan alat pemuas yang akan datang itu lebih rendah.
  3. Alasan teknik, modal sekarang dapat dipakai untuk membuat alat-alat produksi dan digunakan untuk menghasilkan produksi selanjutnya.
Teori Liquidity Preference
John Maynard Keynes

Gambar 5.10 John Maynard Keynes

Teori ini dikemukakan oleh John Maynard Keynes. Menurut teori ini bunga modal diberikan sebagai ganti rugi karena pengorbanan untuk tidak memakai uang yang liquid karena dipinjam orang lain. Pada dasarnya orang lebih menyukai uang tunai. Menurut Keynes ada tiga alasan mengapa orang menyukai uang tunai yaitu:

  1. Alasan untuk belanja konsumsi sehari-hari dalam istilah lain disebut transaction motive .
  2. Alasan untuk berjaga-jaga mengantisipasi sesuatu yang tidak terduga dalam istilah lain disebut precautionary motive.
  3. Alasan untuk berspekulasi, dalam istilah lain disebut speculative motive.
Teori Bunga Dinamis

Teori ini dikemukakan oleh Schumpeter. Menurut teori ini modal yang dipakai dalam produksi akan menghasilkan laba. Maka sebagian dari laba tersebut diberikan kepada pemilik modal sebagai bunga modal.

Bursa Info

Di Manakah Modal Diperjualbelikan?

Bursa Efek Jakarta merupakan salah satu pasar modal di Indonesia.

Bursa Efek Jakarta merupakan salah satu pasar modal di Indonesia.

Tempat untuk memperjualbelikan modal terutama sebagai bentuk instrumen keuangan disebut pasar modal. Pasar modal memperjualbelikan modal dalam jangka panjang. Pasar modal merupakan bagian dari pasar keuangan. Sebagai bagian dari pasar keuangan, pasar modal menghubungkan investor yang memiliki kelebihan dana jangka panjang dengan pihak-pihak yang membutuhkan dana jangka panjang.

Investasi dalam pasar modal bisa macam-macam bentuknya. Bentuk-bentuk tersebut antara lain saham, warrant , rights, obligasi, dan reksadana. Masing-masing bentuk mempunyai keuntungan berupa dividen, pergerakan harga ( capital gain ), dan atau bunga modal.

Pasar Input Kewirausahaan

Setelah lahan, tenaga kerja, dan modal tersedia, masih diperlukan jiwa wirausaha untuk mengelola perusahaan. Mencari orang yang memiliki jiwa wirausaha tidaklah mudah. Selain harus mampu mengelola lahan, tenaga kerja, dan modal secara efisien, ia juga harus bisa memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi.

Tugas Individu

Jiwa kewirausahaan sangat diperlukan untuk memajukan perekonomian saat ini. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diperlukan golongan wirausaha yang tangguh dan andal. Menurut Anda, sifat-sifat apa yang perlu dikembangkan agar Anda bisa masuk dalam golongan wirausaha yang tangguh dan andal?

Laba Wirausaha

Di dalam pengelolaan perusahaan, kemampuan wirausaha sangat menentukan, sehingga keberhasilan atau maju mundurnya kegiatan usaha sangat bergantung pada kecakapan wirausaha. Wirausaha yang berhasil meningkatkan kemajuan usaha tercermin dengan semakin meningkatnya keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, laba perusahaan merupakan bentuk imbalan yang harus diterima oleh seorang wirausaha.

Dalam kegiatan usaha, laba atau keuntungan ditentukan dengan cara mengurangi hasil penjualan yang diperoleh dengan berbagai biaya yang dikeluarkan. Dalam selisih antara penjualan dengan biaya, tentu akan terdapat tiga kemungkinan. Kemungkinan pertama, adalah penjualan lebih besar dari biaya, yang disebut untung. Kedua, penjualan lebih kecil dari biaya disebut rugi dan ketiga, penjualan sama dengan biaya disebut pulang pokok (impas).

Teori Laba Wirausaha

Berikut ini akan dibahas beberapa teori mengapa wirausaha berhak mendapat laba.

Teori Inovasi Menurut J.B Schumpeter

Teori ini menjelaskan bahwa laba wirausaha timbul karena seorang wirausahawan harus lebih dinamis mengembangkan kegiatan usahanya. Wirausahawan harus mampu menghasilkan temuan-temuan baru sehingga dapat menghasilkan barang dan jasa yang baru. Dengan kemampuan tersebut jumlah penjualan semakin meningkat sehingga laba atau keuntungan bisa diraih.

Teori Nilai Menurut Karl Marx
Karl Marx

Gambar 5.12 Karl Marx

Terciptanya laba pengusaha menurut Karl Marx disebabkan adanya pembayaran upah oleh wirausaha kepada pekerja yang lebih rendah dibandingkan dengan prestasi yang diberikan oleh pekerja tersebut kepada perusahaan. Artinya, laba wirausaha itu berasal dari nilai lebih hasil kerja buruh yang tidak dibayarkan oleh wirausaha. Pekerja hanya menerima ganti rugi atas kegiatan yang dilakukannya dalam proses produksi. Selisih antara tingkat upah dengan tingkat prestasi inilah yang lambat laun secara kumulatif membentuk laba pengusaha. Misalnya tenaga kerja dengan nilai Rp5.000,00, hanya dibayar Rp4.000,00. Dan selisih sebesar Rp1.000,00 merupakan laba pengusaha.

Teori Keuntungan oleh Jean Baptise Say
Karl Marx

Gambar 5.13 Karl Marx

Menurut Say, tugas utama wirausaha adalah memimpin, mengelola, dan mengamati perusahaan. Untuk tugas tersebut diterimanya upah pengusaha. Jika pengusaha tadi masih menyertakan modalnya dalam perusahaan maka ia juga mendapat bunga modal.

Teori Risiko Usaha oleh Hawley

Teori ini mengemukakan bahwa wirausaha dalam mengelola perusahaan juga menanggung risiko. Untuk itu, dia juga berhak untuk memperoleh laba karena saat perusahaan gagal ia juga harus menanggung risiko rugi.

Teori Residu oleh David Ricardo

Teori ini menjelaskan bahwa wirausaha akan menerima laba jika ada kelebihan pendapatan. Kelebihan pendapatan dihasilkan dari pendapatan total dikurangi biaya total. Kelebihan pendapatan ini disebut sebagai laba atau keuntungan yang diterima wirausaha.

Unsur-Unsur Laba Wirausaha

Ada beberapa unsur dalam laba wirausaha, antara lain:

Upah Wirausaha

Upah diterima wirausaha karena kemampuannya dalam mengatur, memimpin, mengawasi, dan menjalankan perusahaan.

Bunga Modal
Sewa tanah diperoleh pengusaha yang memiliki tanah tempat usaha.

Gambar 5.14 Sewa tanah diperoleh pengusaha yang memiliki tanah tempat usaha.

Bunga modal diterima wirausaha jika ia menanamkan modalnya dalam perusahaan.

Sewa Tanah

Jika seorang wirausaha juga merupakan pemilik tanah tempat usahanya, maka ia akan menerima sewa tanah.

Premi Risiko

Premi risiko diterima wirausaha karena kemungkinan risiko usaha yang akan dihadapi saat perusahaan rugi.

Bursa Info

Pasar Monopsoni

Dalam pasar input, di mana penjualnya berasal dari rumah tangga konsumsi dikenal ada sebuah struktur pasar monopsoni.

Pasar monopsoni merupakan pasar input dengan karakteristik hanya ada satu pembeli input (perusahaan). Hal ini menunjukkan bahwa permintaan input oleh perusahaan juga merupakan permintaan terhadap pasar input tersebut karena hanya ada satu pembeli di pasar tersebut.

Kondisi geografis bisa menjadi penyebab timbulnya pasar monopsoni. Misalnya daerah yang kaya dengan bahan baku seperti daun teh sering kali bekerja sama dengan sebuah perusahaan minuman. Perusahaan tersebut menjadi satu-satunya pembeli input di daerah tersebut untuk sumber bahan baku. Perusahaan tidak mau membeli daun teh di daerah lain karena kondisi geografis yang berbeda bisa menyebabkan daun teh berbeda kualitasnya.

Uji Kompetensi

A. Pilihan Ganda

1.Ditemukannya barang-barang yang homogen atau heterogen merupakan ciri-ciri dari pasar

a. persaingan sempurna d. oligopoli
b. monopoli e. duopoli
c. persaingan monopolistik

 

2. Perhatikan ciri-ciri pasar berikut ini!

1) Informasi pasar tidak lengkap.

2) Penjual mampu memengaruhi harga.

3) Barang yang diperjualbelikan homogen.

4) Tidak ada pihak yang memengaruhi harga.

5) Penggunaan iklan tidak efektif.

Yang merupakan ciri-ciri pasar persaingan sempurna adalah butir

a. 1), 2), dan 3) d. 1), 2), dan 5)
b. 2), 3), dan 4) e. 1), 3), dan 5)
c. 3), 4), dan 5)

 

3. Manakah pernyataan berikut yang benar tentang pasar monopoli?

a. Tidak ada hambatan untuk memasuki pasar.
b. Pembeli menentukan harga
c. Hanya ada satu penjual di pasar.
d. Penjual tidak bisa menentukan harga
e. Terdapat kebebasan bertindak dan memilih.

4. Perhatikan bentuk pasar berikut!

1) Pasar oligopoli.

2) Pasar monopoli.

3) Pasar persaingan monopolistik.

4) Pasar persaingan sempurna.

5) Pasar monopsoni.

Penggunaan iklan akan efektif dalam bentuk pasar

a. 1) dan 2) d. 4) dan 5)
b. 3) dan 4) e. 1) dan 5)
c. 1) dan 3)

 

5. Perusahaan Listrik Negara (PLN) merupakan bentuk monopoli karena

a. menguasai sumber bahan mentah
b. hak paten
c. undang-undang
d. tidak ada barang pengganti yang mirip
e. skala produksi efisiensi

 

6. Kurva penawaran tanah bersifat

a. elastis d. inelastis sempurna
b. inelastis e. elastisitas sempurna
c. elastisitas tunggal

7. Harga modal di dalam pasar input disebut

a. upah d. profit
b. laba e. sewa
c. bunga

8. Berikut ini merupakan teori pengembalian modal, yaitu teori

a. skala indeks d. nilai lebih
b. produktivitas e. residu
c. risiko

Wirausaha telah mengambil risiko usaha sehingga ia berhak menerima laba.

Teori ini dikemukakan oleh

a. J.B. Say d. David Ricardo
b. Hawley e. Schumpeter
c. Karl Marx

Laba merupakan hasil kecakapan pengusaha menemukan barang atau jasa baru.

Teori ini dikenal dengan teori

a. inovasi d. produktivitas
b. nilai lebih e. agio
c. risiko

 

B. Soal Uraian

  1. Jelaskan tentang interaksi di pasar barang!
  2. Jelaskan kelebihan pasar oligopoli!
  3. Bagaimana suatu pasar bisa disebut pasar persaingan monopolistik?
  4. Jelaskan sifat penawaran tanah!
  5. Apa yang dimaksud teori nilai lebih?

C. Soal Tantangan (Mari Belajar dari Masalah!)

Masuknya pemain baru dalam komunikasi berbasis CDMA, sebagaimana dilakukan oleh Mobile-8, Bakrie Telecom, termasuk Telkom dan Indosat, tentu membawa nuansa baru persaingan layanan komunikasi di tanah air. Persaingan di lahan CDMA ini, kini praktis diisi oleh empat operator, yaitu Telkom dengan Flexi, Indosat dengan StarOne, Mobile-8 dengan Fren dan Bakri Telecom dengan Esia. Kehadiran empat operator CDMA ini semakin mendinamiskan bisnis telekomunikasi di tanah air. Apalagi, keempatnya merupakan pemain yang benar-benar serius dalam pengembangan produk maupun upaya promosinya.

Sumber: www.ebizzasia.com

  1. Jelaskan bentuk pasar apa yang terjadi pada layanan komunikasi berbasis CDMA tersebut!
  2. Apa manfaat persaingan tersebut bagi konsumen?

D. Meraih kompetensi dasar.

Bersama kelompok Anda, diskusikan mengenai contoh-contoh bentuk pasar input yang ada di sekitarmu. Jenis input apakah yang diperjualbelikan dalam transaksi di pasar input tersebut? Bagaimana dengan harga yang tercapai dalam transaksi tersebut?