Pengertian Sistem Ekonomi Masalah Macam-macam Tradisonal Pasar Bebas Komando Campuran

eko10 gambar bab 2 gambar 2 1

Masalah Pokok yang Dihadapi Masyarakat

Dalam menghadapi kelangkaan sumber daya, orang harus menetapkan pilihan terbaik dari berbagai kemungkinan pilihan yang bisa dilakukan. Nah, untuk menganalisis penentuan pilihan dan permasalahan ekonomi dapat digunakan beberapa pedoman pertanyaan sebagai berikut.

Apa yang akan Diproduksi (What)

Tanah digunakan sebagai lahan pertanian untuk menjawab pertanyaan ”what”.

Gambar 2.1 Tanah digunakan sebagai lahan pertanian untuk menjawab pertanyaan ”what”.

Pernahkah terpikir oleh Anda bagaimana asal usul barang dan jasa hingga bisa memenuhi kebutuhanmu? Tentu saja barang-barang tersebut tidak asal dibuat saja, melainkan seorang produsen harus mampu menguraikan pertanyaan ”what”. Pertanyaan ini menyangkut tentang barang apa yang akan dihasilkan dan berapa banyak jumlah yang akan diproduksi. Jadi, pertanyaan ”what” untuk menentukan penggunaan satu sumber daya tertentu dan apa yang akan dihasilkan.

Sebagai contoh adalah penggunaan sebidang tanah. Apakah tanah tersebut akan digunakan sebagai lokasi pabrik, perumahan, atau lahan pertanian? Manakah yang lebih penting dan lebih dibutuhkan? Seandainya kebutuhan utama adalah pengadaan bahan makanan, maka tanah tersebut akan digunakan sebagai lahan pertanian. Selanjutnya muncul pertanyaan, tanaman apa yang akan ditanam, padi, jagung, atau singkong? Berapa banyak hasil yang diperlukan?

Tugas Individu

Simaklah cerita Pak Heru berikut!

Pak Heru memiliki sebuah kios dengan lokasi sebagai berikut.

eko10 gambar bab 2 tugas individu 1

Kios Pak Heru berukuran cukup besar dan letaknya sangat strategis, ia juga memiliki sejumlah uang untuk memulai usaha di kiosnya. Akan tetapi, Pak Heru masih bingung dengan jenis usaha yang akan digeluti. Ia belum memutuskan jawaban pertanyaan ”what” atas sumber daya yang dimilikinya. Ada beberapa alternatif yang ingin diusahakan Pak Heru, yaitu:

a. Toko pakaian.  d. Toko alat tulis dan fotocopy.

b. Studio musik.   e. Percetakan undangan.

c. Penyewaan play station.

Dengan memerhatikan lokasi di lingkungan sekitarnya, bantulah Pak Heru untuk menjawab pertanyaan ”what” di atas. Jelaskan pula alasannya.

Bagaimana (How)

Penggunaan teknik yang tepat dalam mengombinasikan penggunaan faktor produksi yang ada.

Gambar 2.2 Penggunaan teknik yang tepat dalam mengombinasikan penggunaan faktor produksi yang ada.

Setelah Anda menjawab pertanyaan pertama, pertanyaan selanjutnya yaitu bagaimana cara memperoleh atau memproduksi barang yang diinginkan tersebut. Ya, pertanyaan ”how” untuk menentukan bagaimana sumber daya disediakan, dialokasikan, dan dikombinasikan agar mendapat hasil yang maksimal. Artinya, hasil yang diinginkan lebih banyak daripada biaya yang dikeluarkan. Mengapa pertanyaan ”how” juga harus dijawab untuk memecahkan masalah ekonomi? Jawaban pertanyaan ini sangat berkaitan dengan penggunaan teknik yang tepat dalam memproduksi suatu barang, sehingga mampu menghasilkan produk yang paling efisien. Berbagai faktor yang terlibat dalam pengambilan keputusan mengenai hal ini antara lain:

  1. Pilihan kombinasi sumber daya yang digunakan, yaitu sumber daya alam, manusia, dan modal.
  2. Perencanaan proses produksi untuk mendapatkan keuntungan maksimum dengan biaya tertentu.
  3. Penentuan teknologi yang digunakan. Kemungkinan pilihannya adalah dengan intensifikasi tenaga kerja (padat karya) atau intensifikasi modal (padat modal). Pada proses produksi padat karya, jumlah tenaga kerja yang digunakan sangat banyak sehingga ada perluasan kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran. Proses produksi padat modal menggunakan peralatan, mesin, dan teknologi canggih. Manfaatnya, produksi menjadi cepat, murah, dan efisien. Dampak negatifnya adalah tenaga kerja menjadi tergantikan sehingga menyebabkan pengangguran.
  4. Pertimbangan faktor-faktor eksternal seperti harga, perekonomian nasional dan internasional, tingkat suku bunga, biaya produksi, inflasi, kurs valuta asing, dan sebagainya.

 

Untuk Siapa (For Whom)

Siapa yang akan menggunakan hasil produksi di atas? Jawabannya untuk menjawab pertanyaan ”for whom”.

Gambar 2.3 Siapa yang akan menggunakan hasil produksi di atas? Jawabannya untuk menjawab pertanyaan ”for whom”.

Di sekitar tempat tinggal Anda mungkin terdapat industri rumah tangga. Dari kegiatannya, sebenarnya industri tersebut memproduksi barang untuk siapa? Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam negeri ataukah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luar negeri? Jika untuk konsumsi di dalam negeri, masyarakat manakah yang menjadi target penjualan? Kemudian, bagaimana pendistribusiannya, apakah melalui koperasi, pasar, toko, atau membeli langsung dari produsen? Inilah contoh penggunaan pertanyaan for whom dan manfaatnya

Biaya Peluang

Biaya peluang muncul karena ada alternatif penggunaan sumber daya yang lain.

Pengertian Biaya Peluang

Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa sumber-sumber produktif terdiri atas sumber daya alam, tenaga kerja, dan modal. Sumber daya tersebut selain bersifat langka atau terbatas juga mempunyai kegunaan alternatif. Apabila suatu sumber daya digunakan untuk tujuan yang satu, tidak dapat sekaligus digunakan untuk keperluan yang lain. Tanah yang sudah digunakan untuk membangun rumah tidak dapat digunakan untuk menanam padi atau palawija pada saat yang sama, di tempat yang sama. Demikian pula dengan tenaga kerja. Apabila seorang tenaga kerja pada saat tertentu dikerahkan di bidang pertanian, maka tidak bisa sekaligus dikerahkan di bidang industri.

Tenaga kerja memiliki alternatif penggunaan.

Gambar 2.4 Tenaga kerja memiliki alternatif penggunaan.

Apakah konsekuensi dari kenyataan tersebut? Konsekuensinya adalah apabila orang telah menjatuhkan pilihan pada salah satu kemungkinan (alternatif) yang tersedia, maka otomatis ia harus melepaskan kemungkinan yang lain. Hal ini dalam ilmu ekonomi disebut dengan istilah alternative cost atau opportunity cost. Sering juga dikatakan ada trade-off antara dua kemungkinan. Masingmasing kemungkinan ada untung dan ruginya atau ada cost dan benefit-nya. Orang dikatakan bertindak ekonomis apabila ia berhasil mencapai perbandingan yang sebaik mungkin (optimal) antara hasil dan pengorbanannya.

Contoh Biaya Peluang pada Tenaga Kerja

Kali ini, Anda akan mempelajari bagaimana penerapan opportunity cost atau biaya peluang untuk sumber daya tenaga kerja. Tenaga kerja yang telah terserap dalam proses produksi memiliki keterbatasan yang berupa waktu, kesempatan, dan keahlian. Biaya peluang tenaga kerja merupakan nilai dari kesempatan tenaga kerja untuk memproduksi suatu barang yang harus dikorbankan sebagai akibat memilih kesempatan untuk memproduksi barang alternatif lain.

Sebagai ilustrasi, di suatu daerah hanya terdapat empat orang tenaga kerja. Ada dua alternatif jenis barang yang mampu diproduksi, yaitu barang X danY. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut.

Tabel Kesempatan Tenaga Kerja dalam Memproduksi Barang X dan Y

Titik Jumlah Tenaga Kerja Barang X (unit) Jumlah Tenaga Kerja  Barang Y (unit)
A 0 0 4 40
B 1 10 3 38
C 2 25 2 30
D 3 40 1 15
E 4 47 0 0

 

 

Kurva kesempatan tenaga kerja memproduksi barang X dan Y.

Gambar 2.5 Kurva kesempatan tenaga kerja memproduksi barang X dan Y.

Tabel tersebut menunjukkan jumlah tenaga kerja dalam memproduksi barang X dan barang Y. Titik A menunjukkan semua tenaga kerja digunakan untuk memproduksi barang Y. Sebaliknya pada titik E semua tenaga kerja digunakan untuk memproduksi barang X, sedangkan titik B, C, D, merupakan titik antara barang X dan barang Y, misalnya titik B terdiri atas 10 unit barang X dan menggunakan tenaga kerja 1 orang, dan 38 unit barang Y dengan jumlah tenaga kerja 3 orang.

Untuk lebih memahami tabel, Anda dapat melihatnya dalam kurva 2.5 di samping.

Kurva produksi di dalam dan di luar batas kemampuan tenaga kerja.

Gambar 2.6 Kurva produksi di dalam dan di luar batas kemampuan tenaga kerja.

Kurva menunjukkan titik-titik kemungkinan tenaga kerja dalam memproduksi barang X dan barang Y. Titik A menggambarkan semua tenaga kerja yang memproduksi barang Y, titik B menggambarkan jumlah tenaga kerja yang memproduksi barang Y sebanyak 38 unit, dan barang X sebanyak 10 unit, titik C menggambarkan tenaga kerja memproduksi 30 unit barang Y dan 25 unit barang X, titik D menggambarkan tenaga kerja yang memproduksi barang Y sebanyak 15 unit dan 40 unit barang X, titik E menggambarkan jika semua tenaga kerja memproduksi barang X sebanyak 47 unit sehingga kesempatan untuk memproduksi barang X tidak ada.

Oleh karena kuantitas tenaga kerja terbatas empat orang, maka apabila kita ingin menambah produksi barang X, kita harus mengurangi jumlah tenaga kerja yang semula memproduksi barang Y. Misalnya, mulamula kita berada di titik B dengan alokasi tenaga kerja 1 orang untuk produksi barang X dan 3 orang untuk produksi barang Y. Jika kita ingin menambah lebih banyak barang X maka kita dapat bergeser ke titik C, yaitu mengalihkan satu orang tenaga kerja (3 – 1 = 2) dari produksi barang Y ke produksi barang X. Seperti Anda lihat pada tabel dan grafik, perpindahan ini akan mengurangi produksi barang Y dari 40 unit menjadi 38 dan menambah produksi barang X dari 10 unit menjadi 25 unit.

Sekarang perhatikan kurva 2.6. Titik-titik A, B, C, D, E merupakan garis batas kemungkinan produksi, yaitu produksi maksimum yang bisa dihasilkan oleh tenaga kerja yang ada. Jika keseimbangan titik di luar batas produksi, misalnya 30 unit barang Y dan 50 unit barang X, maka titik tersebut berada di luar batas kemungkinan produksi atau di luar batas kemampuan tenaga kerja yang bersangkutan untuk memproduksi. Sedangkan apabila titik terletak pada 20 unit barang X dan 20 unit barang Y, masih berada di bawah batas kemungkinan produksi, akan tetapi tidak semua tenaga kerja dipakai. Hal ini berarti terjadi pengangguran atau pemanfaatan tenaga kerja tidak efisien.

Titik F pada 20 unit barang Y dan 20 unit barang X, menunjukkan produksi berada di bawah garis batas kemampuan tenaga kerja dan produksi tidak efisien karena tidak menggunakan tenaga kerja dengan penuh. Sedangkan titik G dengan 50 unit barang X dan 30 unit barang Y, menunjukkan produksi berada di luar batas kemampuan tenaga kerja. Jika keseimbangan titik di luar batas produksi, misalnya 30 unit barang Y dan 50 unit barang X, maka titik tersebut berada di luar batas kemungkinan produksi atau di luar batas kemampuan tenaga kerja yang bersangkutan untuk memproduksi. Sedangkan apabila titik terletak pada 20 unit barang X dan 20 unit barang Y masih berada di bawah batas kemungkinan produksi, akan tetapi tidak semua tenaga kerja dipakai. Hal ini berarti terjadi pengangguran atau pemanfaatan tenaga kerja tidak efisien.

Titik F pada 20 unit barang Y dan 20 unit barang X, menunjukkan produksi berada di bawah garis batas kemampuan tenaga kerja dan produksi tidak efisien karena tidak menggunakan tenaga kerja dengan penuh. Sedangkan titik G dengan 50 unit barang X dan 30 unit barang Y, menunjukkan produksi berada di luar batas kemampuan tenaga kerja.

Tugas Kelompok

Seorang produsen akan memproduksi dua buah produk, yaitu produk A dan B.

Kriteria produk A sebagai berikut.

1. Produk mudah diproduksi.

2. Tenaga kerja yang digunakan banyak.

3. Merupakan barang yang biasa diproduksi umum.

Kriteria produk B sebagai berikut.

1. Merupakan produk baru.

2. Tenaga kerja yang digunakan sedikit.

3. Prospek produk ke depan bagus dan tidak banyak orang yang memproduksi.

Berdasarkan kriteria di atas, produsen akan memproduksi salah satu produk. Dengan mengefisiensikan tenaga kerja yang dimiliki, maka produk manakah yang harus dihasilkan oleh produsen? Diskusikan dengan kelompok Anda dan presentasikan hasilnya di depan kelas!

Sistem Ekonomi

Pengertian Sistem Ekonomi

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta mencapai tingkat kesejahteraan ekonomi yang lebih baik, sumber daya yang bersifat langka haruslah dialokasikan secara efisien. Hal tersebut membutuhkan pengambilan keputusan yang merupakan elemen penting dalam ekonomi atau sistem perekonomian suatu negara. Pengambilan keputusan tersebut berkaitan dengan:

  1. Siapa yang menentukan apa dan berapa yang harus dihasilkan, bagaimana menghasilkannya, dan untuk siapa dihasilkan? Ini artinya menentukan pilihan atau urutan prioritas komposisi barang dan jasa yang dihasilkan dengan sumber-sumber daya yang tersedia serta alokasi sumber-sumber daya yang langka secara efisien.
  2. Siapa yang memiliki atau menguasai sumber-sumber daya dan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat untuk menghasilkan apa yang dibutuhkan apakah oleh negara, swasta, partai, atau perorangan? Hal ini menyangkut pembagian produk nasional yang adil dan merata.
  3. Siapa yang mengorganisasi atau mengoordinasi kegiatan untuk menghasilkan kebutuhan masyarakat. Apakah berdasarkan tradisi, mekanisme pasar, atau berdasarkan komando pemerintah?
  4. Siapa yang menyalurkan, mendistribusikan atau menjual apa yang dihasilkan dan kepada siapa? Ini menyangkut alokasi sumber daya.
  5. Siapa yang membeli, menyimpan, dan memakai apa dan berapa banyak dari yang dihasilkan itu? Ini menyangkut hak-hak warga masyarakat sebagai konsumen.

Pengambilan keputusan tersebut digunakan dalam kaitannya dengan semua masalah ekonomi yang terjadi dalam sebuah negara. Masalah ekonomi di suatu negara tentunya berbeda dengan negara lain. Masalah tersebut meliputi banyak hal antara lain produksi, distribusi, konsumsi, serta pengalokasian faktor-faktor produksi.

Di dalam mengatasi masalah tersebut diperlukan cara tertentu untuk menjalankan perekonomian negara. Cara tersebut dinamakan sistem ekonomi. Ya, sistem ekonomi ada untuk menjawab pertanyaanpertanyaan permasalahan ekonomi. Pelaksanaan sistem ekonomi setiap negara tidak akan sama, tergantung paham dan ideologi serta pandangan hidup masing-masing negara.

Yang dimaksud sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi segala aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran atau kesejahteraan. Bagaimana sistem ekonomi yang berlaku dalam masyarakat pada umumnya? Simak baik-baik materi subbab berikut!

Macam-Macam Sistem Ekonomi

Perekonomian Tradisional

Perekonomian tradisional masih berlaku dalam masyarakat terpencil.

Gambar 2.7 Perekonomian tradisional masih berlaku dalam masyarakat terpencil.

Perekonomian tradisional terdapat pada kehidupan masyarakat yang masih sederhana. Hasil alam merupakan sumber utama perekonomian. Dalam perekonomian ini keluarga bertindak sebagai produsen sekaligus konsumen, sehingga setiap keluarga berusaha mencapai kebutuhannya sendiri. Walaupun dilaksanakan secara sederhana, perekonomian tradisional mempunyai ciri-ciri yang khas. Adapun ciriciri perekonomian tradisional sebagai berikut.

1) Belum ada pembagian kerja yang jelas dalam masyarakat.

2) Pemenuhan kebutuhan dilaksanakan dengan sistem barter.

3) Hasil produksi dan sistem distribusinya terbentuk karena kebiasaan (tradisi) yang berlaku.

4) Jenis produksi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah tangga.

5) Kehidupan masyarakat bersifat kekeluargaan.

6) Tanah (alam) adalah sumber kehidupan dan sumber kemakmuran.

Perekonomian tradisional diatur dan dijalankan secara bersama dan untuk kepentingan bersama dalam suatu masyarakat. Perekonomian ini mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihan perekonomian tradisional antara lain:

1) Tidak terjadi persaingan karena semuanya dilakukan berdasarkan kebiasaan. 2) Kegiatan yang dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sedangkan kelemahan dari perekonomian tradisional antara lain:

1) Keterbatasan hasil produksi, sehingga masyarakat tidak berusaha mencari keuntungan.

2) Karena pengaruh tradisi, pola pikir masyarakat tidak berkembang.

3) Tidak memperhitungkan efisiensi dan penggunaan sumber daya.

4) Kegiatan perekonomian yang dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak untuk meningkatkan kesejahteraan.

Seiring datangnya proses kemajuan dan perubahan peradaban manusia yang terus berkembang, perekonomian secara bertahap sudah mulai ditinggalkan. Namun, di beberapa daerah terpencil perekonomian ini masih berlaku. Walaupun terus tergeser dengan masuknya sistem ekonomi modern dan perubahan peradaban manusia.

Sistem Ekonomi Pasar Bebas

Pelaku ekonomi pasar bebas mempunyai kebebasan gerak termasuk distribusi bahan makanan.

Gambar 2.8 Pelaku ekonomi pasar bebas mempunyai kebebasan gerak termasuk distribusi bahan makanan.

Sistem ekonomi pasar bebas mula-mula berkembang di Inggris pada pertengahan abad XIX. Dengan semboyan ”Laissez-Faire” yang berarti ”biarlah”, sistem ekonomi ini memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menentukan dan mengatur sendiri kegiatan ekonomi yang ingin mereka lakukan sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Kebebasan tersebut meliputi semua kegiatan pokok perekonomian seperti produksi, konsumsi, dan distribusi.

Dalam sistem ekonomi ini, harga ditentukan oleh kekuatan persaingan di pasar atau dengan kata lain masalah pokok ekonomi dipecahkan di pasar oleh kekuatan permintaan dan penawaran yang disebut juga mekanisme pasar. Pelaku ekonomi pasar bebas mempunyai kebebasan gerak dalam perekonomian tanpa adanya campur tangan dan hambatan dari pemerintah. Sehingga sistem ekonomi pasar bebas disebut juga sistem ekonomi liberal. Negara yang menganut sistem ini, yaitu Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat.

Adapun ciri-ciri sistem ekonomi pasar bebas sebagai berikut.

1) Semua alat dan sumber produksi berada di tangan perseorangan, masyarakat, atau perusahaan. Dengan demikian, masing-masing orang bebas mengalokasikan sumber daya yang dimiliki sesuai bakat, keahlian, dan keinginannya (free property).

2) Adanya pembagian kelas dalam masyarakat, yaitu kelas pekerja (buruh) dan pemilik modal. Kaum pekerja pada umumnya tergantung pada keberadaan pemilik modal. Para pemilik modal inilah yang mendirikan usaha dan menggerakkan perekonomian dalam sistem pasar bebas.

3) Adanya persaingan antarpengusaha untuk memperoleh laba sebesar-besarnya (profit motive). Bagi para pengusaha, laba merupakan sumber pengumpulan (akumulasi) modal. Laba yang tinggi berarti membuka kesempatan untuk memperluas usaha.

4) Pemerintah tidak melakukan campur tangan dalam pasar, sehingga penentuan harga terjadi karena mekanisme pasar, yaitu hubungan antara permintaan (demand) dan penawaran (supply). Campur tangan negara dibatasi pada hal-hal yang tidak dapat diusahakan swasta namun menjadi syarat terselenggaranya pasar bebas, misalnya keamanan negara.

Sistem ekonomi pasar bebas memberikan keleluasaan terhadap masyarakat untuk menentukan dan mengatur sendiri kegiatan ekonomi yang akan mereka lakukan. Sebagai suatu sistem, ekonomi pasar bebas memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan sistem ekonomi pasar bebas sebagai berikut.

1) Setiap individu bebas memiliki kekayaan dan sumber daya produksi.

2) Inisiatif dan kreativitas masyarakat dalam kegiatan ekonomi dapat dikembangkan.

3) Adanya persaingan produsen untuk menghasilkan barang yang bermutu.

4) Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena tindakannya selalu didasarkan pada prinsip ekonomi.

Kelemahan sistem ekonomi pasar sebagai berikut.

1) Kebebasan mudah disalahgunakan oleh pihak yang kuat dari segi ekonomi untuk memeras pihak yang lemah.

2) Persaingan untuk merebut pasaran dapat mendorong terbentuknya monopoli, kolusi usaha dan konglomerasi yang mengancam pengusaha lemah.

3) Munculnya kesenjangan yang semakin besar antara golongan ekonomi kuat dengan yang lemah.

4) Perekonomian mudah terguncang ketidakstabilan.

Di negara kapital yang menganut pasar bebas, buruh bergabung dalam satu serikat.

Gambar 2.9 Di negara kapital yang menganut pasar bebas, buruh bergabung dalam satu serikat.

Sistem pasar bebas memang terkesan kejam untuk pihak yang lemah atau kalah dalam persaingan. Akan tetapi, sistem pasar bebas yang modern sudah mengurangi sebanyak mungkin kelemahannya. Adanya asas-asas demokrasi telah memperlunak pelaksanaan sistem pasar bebas. Pemerintah berperan melindungi masyarakat terhadap penyalahgunaan kekuasaan monopoli melalui undangundang antimonopoli. Selain itu, pemerintah memberi hak dan kebebasan kepada kaum buruh untuk mengorganisasi diri dan membela hak-haknya terhadap majikan. Untuk mengurangi ketimpangan pendapatan, pemerintah menerapkan sistem jaminan sosial bagi penduduk miskin.

 

Bursa Info

Jaminan Sosial di Beberapa Negara yang Menganut Pasar Bebas

Setiap negara memiliki sistem jaminan sosial sendiri yang khas yang dibentuk berdasarkan ideologi, kondisi ekonomi, dan sistem politik negara yang bersangkutan. Karenanya, terdapat banyak perbedaan dalam mekanisme pelaksanaannya. Sebagai contoh, sistem pensiun berbeda di setiap negara dalam hal sistem pendanaannya, tingkat premi, ketentuan usia, jumlah uang, serta persyaratan dalam menerima jaminan.

Setiap negara juga memiliki pengertian dan cakupan yang berbeda mengenai jaminan sosial. Sebagai contoh, di Inggris jaminan sosial berarti jaminan pendapatan (income security) setiap pensiun dan tunjangan anak. Di Jepang definisi jaminan sosial meliputi apa yang disebut ”kebijakan sosial” atau ”pelayanan sosial” sebagaimana diartikan di Inggris, yang mencakup berbagai bentuk: jaminan pendapatan, perawatan medis, pelayanan sosial perorangan, kebijakan-kebijakan perumahan, pendidikan dan pekerjaan.

Di Amerika Serikat (AS), jaminan sosial juga diartikan sebagai jaminan pendapatan seperti pensiun, yaitu pelayanan kesejahteraan sosial yang di Jepang disebut ”pelayanan kemanusiaan” (human service). Di Amerika Serikat, makna ”kesejahteraan” menunjuk pada pelayanan-pelayanan yang didanai melalui pajak dan diberikan kepada individu atau keluarga setelah melalui penyelidikan status sosial ekonominya. Namun demikian, undangundang sosial Amerika Serikat merupakan dasar hukum yang komprehensif yang memberikan jaminan bagi pengangguran, pelayanan kesehatan bagi keluarga tanpa ayah, pelayanan kemanusiaan bagi para penyandang cacat, pelayanan medis bagi orang lanjut usia serta tunjangan medis yang disatukan dengan asuransi pensiun.

Di Prancis, jaminan sosial menunjuk pada asuransi sosial, seperti asuransi kesehatan dan hari tua. Selain itu, negara ini juga memiliki apa yang disebut perlindungan sosial yang meliputi bantuan sosial (tunjangan pendapatan dan pelayanan bagi orang sakit, penyandang cacat, orang lanjut usia berdasarkan kriteria pendapatan rendah), pelayanan sosial (pelayanan kesejahteraan sosial yang diberikan tanpa melihat kriteria pendapatan), serta sistem ”jaminan tingkat pendapatan minimum” guna menunjang kemandirian.

Di Jerman, jaminan sosial mencakup asuransi sosial, kompensasi sosial (bagi korban perang, dan lain-lain) dan tunjangan sosial (bantuan sosial atau tunjangan bagi pelajar). Sistem jaminan sosial di Jerman telah memiliki sejarah yang panjang yang dikembangkan oleh Kanselir Bismarck sejak tahun 1880-an. Sistem asuransi sosial yang kemudian dikenal dengan nama ”Bismarckian Model” ini memiliki karakteristik sebagai berikut.

1. Memberikan program yang terpisah untuk risiko yang berbeda (pekerjaan, pensiun, perawatan kesehatan).

2. Mencakup tenaga kerja yang memiliki pendapatan tetap (khususnya pekerja di perkotaan).

3. Melibatkan kontribusi-kontribusi dari yang diasuransikan (pekerja), majikan dan negara.

4. Memberikan tunjangan-tunjangan.

Sumber: www.policy.hu

Sistem Ekonomi Komando

Kelemahan-kelemahan sistem ekonomi pasar bebas mendapat kritik keras dan menimbulkan reaksi ekstrem ke arah lain, yaitu sistem ekonomi komando.

Sistem ekonomi komando disebut juga sistem ekonomi sentral atau terpusat. Hal ini disebabkan semua kegiatan ekonomi (produksi, konsumsi, dan distribusi) direncanakan serta dikomando oleh pemerintah, sehingga corak dan jenis kegiatan yang ada di negara tersebut ditentukan oleh pemerintah juga. Semua sumber daya yang ada, termasuk sumber daya manusia, merupakan milik pemerintah yang akan digunakan sesuai dengan rencana yang telah dibuat sebelumnya. Dalam sistem komando, peran swasta tidak menonjol, karena produsen baik rumah tangga, perusahaan, maupun industri hanya sebagai pelaksana rencana pemerintah. Sistem ekonomi ini dianut di negara-negara yang mempunyai paham komunis, seperti Kuba. Adapun ciri-ciri sistem ekonomi komando sebagai berikut.

1) Semua alat dan sumber produksi milik negara. Dengan demikian, hak milik perseorangan tidak ada. Setiap orang yang di dalam perekonomian tidak mempunyai hak milik pribadi, mereka hanya berfungsi sebagai pelaksana (objek) saja.

2) Kebijakan perekonomian diatur oleh pemerintah (central planning). Pemerintah sebagai penguasa akan menjalankan proses pembangunan nasional, baik dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, maupun pengawasan.

3) Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah. Rakyat tidak bisa memilih dan menentukan jenis pekerjaan yang dikehendaki, karena telah ditentukan oleh pemerintah.

4) Tidak ada pihak swasta yang dapat melakukan kegiatan ekonomi secara bebas. Hal ini karena pemerintah menganggap semua warga negara sebagai pekerja.

Kelebihan sistem ekonomi komando sebagai berikut.

1) Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap perekonomian.

2) Pemerintah dapat menentukan jenis-jenis industri atau produksi.

3) Pemerintah mudah melaksanakan pengendalian dan pengawasan harga.

4) Pemerintah dapat mengatur distribusi barang-barang produksi.

5) Perekonomian relatif stabil dan jarang terjadi krisis.

6) Adanya pemerataan penerimaan pendapatan.

Kelemahan sistem ekonomi komando sebagai berikut.

1) Inisiatif dan daya kreasi individu tidak berkembang.

2) Masyarakat tidak memiliki kebebasan untuk memiliki alat dan sumber daya ekonomi.

3) Bersifat paternalistis. Apa yang dikatakan pemerintah selalu benar, sehingga rakyat wajib patuh.

4) Pemerintah sulit menghitung kebutuhan masyarakatnya dan besarnya biaya dari kegiatan-kegiatan produksi secara sentral. Hal ini karena masalah-masalah ekonomi sangat kompleks.

Tugas Kelompok

Nah, Anda telah mengetahui ciri-ciri sistem ekonomi komando. Dari penjelasan di depan, Anda tentu bisa mengidentifikasi dasar pemikiran timbulnya sistem ekonomi komando. Anda dapat mendiskusikannya bersama teman sebangku Anda kemudian konsultasikanlah kepada guru.

Sistem Ekonomi Campuran

Salah satu bentuk campur tangan pemerintah dengan mendirikan perusahaan telekomunikasi.

Gambar 2.10 Salah satu bentuk campur tangan pemerintah dengan mendirikan perusahaan telekomunikasi.

Sistem ekonomi ini merupakan pertengahan dari sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar bebas, di mana sumber daya dialokasikan oleh pasar dan pemerintah. Adapun tujuannya untuk menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat terhadap sumber daya ekonomi. Jadi, sistem ekonomi campuran adalah suatu sistem organisasi ekonomi yang ditandai dengan keikutsertaan pemerintah dalam menentukan caracara mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat. Sistem ekonomi campuran juga disebut dengan istilah demokrasi ekonomi, welfare state atau keynesianisme. Ciri-ciri sistem ekonomi campuran sebagai berikut.

  • Ada kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh pribadi-pribadi (swasta), dan sebagian lagi (biasanya pada sektor-sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti listrik, air minum, telekomunikasi, jalan, jembatan, serta taman-taman kota) dipegang oleh pemerintah.
  • Sebagian interaksi ekonomi terjadi di pasar. Akan tetapi, masih ada campur tangan pemerintah dengan berbagai kebijakannya. Misalnya untuk melindungi konsumen, pemerintah menggunakan kebijakan harga atas (ceiling price). Sedangkan untuk melindungi golongan produsen, pemerintah sering menggunakan kebijakan harga dasar (floor price).
  • Persaingan diperbolehkan tetapi gerak-geriknya diawasi agar tidak sampai mengarah ke bentuk persaingan yang saling merugikan. Intinya, campur tangan pemerintah dimaksudkan untuk menyehatkan kehidupan ekonomi, mencegah terjadinya penumpukan atau konsentrasi ekonomi ke satu tangan (monopoli), serta mencegah dan mengatasi kalau terjadi krisis ekonomi.

Dari uraian tersebut, jelas bahwa ciri yang paling menonjol dari sistem ekonomi campuran adalah adanya intervensi (campur tangan) pemerintah dalam perekonomian yang terintegrasi di pasar. Dalam sebuah perekonomian campuran, intervensi pemerintah tampil dalam kadar atau derajat yang berbeda-beda. Sistem ekonomi yang campur tangannya lemah berarti mendekati sistem ekonomi pasar, sedangkan yang kuat mendekati sistem ekonomi perencanaan (terpusat).

Sistem Ekonomi Indonesia

Ekonomi Pancasila mengutamakan kehidupan rakyat.

Gambar 2.11 Ekonomi Pancasila mengutamakan kehidupan rakyat.

Anda telah mempelajari berbagai macam sistem ekonomi yang ada. Lalu, sistem ekonomi manakah yang dianut oleh Indonesia? Apakah kita menganut sistem pasar bebas, sistem komando, atau campuran dari keduanya? Pernahkah Anda mendengar sistem ekonomi Pancasila? Sebagai ideologi negara, Pancasila mengandung asas-asas bersama bagi kebinekaragaman Indonesia.

Landasan idiil sistem ekonomi Indonesia adalah Pancasila dan UUD 1945, dengan demikian sistem yang berlaku berorientasi pada Ketuhanan yang Maha Esa (berlakunya etika dan nilai agama); Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (tidak membiarkan pemerasan atau eksploitasi); Persatuan Indonesia (berlakunya kebersamaan dan asas kekeluargaan); kerakyatan (mengutamakan kehidupan rakyat dan hajat hidup orang banyak); serta keadilan sosial (persamaan/emansipasi, serta kemakmuran masyarakat secara bersama). Dari butir-butir tersebut, keadilan menjadi sangat penting dalam sistem ekonomi Indonesia.

UUD 1945, pasal 33 adalah landasan konstitusional sistem ekonomi Indonesia. Isi pasal tersebut adalah pasal 33 setelah amendemen 2002.

1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan.

2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

Koperasi merupakan badan usaha berdasar asas kekeluargaan.

Gambar 2.12 Koperasi merupakan badan usaha berdasar asas kekeluargaan.

3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesarbesarnya kemakmuran rakyat.

4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. Keadilan merupakan sebuah titik tolak, proses, sekaligus tujuan yang ingin dicapai.

Kelengkapan lain dapat Anda cermati dalam pasal-pasal 18, 23, 27 (ayat 2), dan 34. Landasan-landasan perekonomian ini menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan ekonomi, bukan negara atau perorangan (kelompok). Hal tersebut telah sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia yang dirumuskan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar. Citacita tersebut adalah mewujudkan masyarakat yang adil makmur. Dengan usaha-usaha pembangunan dan pemerataan serta dengan makin meluasnya modernisasi dan pendidikan diharapkan terciptalah masyarakat adil dan makmur yang merupakan cita-cita bangsa dan negara kita. Adil menyangkut pembagian-pembagian hasil produksi, pendapatan dan kesempatan di antara para warga masyarakat.

Adil memang tidak sama dengan ”sama rata”, melainkan cukup untuk semua sesuai dengan kebutuhannya, tanpa perbedaan kekayaan yang terlampau mencolok dan tanpa diskriminasi antarindividu, jenis kelamin, keluarga, suku, agama, ras, pulau, dan provinsi. Makmur dipandang dari segi ekonomi, mengandung unsurunsur berikut.

1) Paling sedikit kebutuhan hidup pokok terpenuhi, yang memungkinkan setiap warga masyarakat untuk hidup layak dan dihargai sebagai manusia.

2) Tercapainya suatu keseimbangan yang wajar antara kebutuhan dasar dan barang atau jasa yang tersedia. Jadi, makmur belum tentu sama dengan kaya, tetapi juga tidak berarti tidak ada kekurangan lain.

3) Terpenuhinya kebutuhan pokok lahiriah maupun kebutuhan pokok rohani.

Uji Kompetensi

A. Pilihan Ganda

1.Masalah ekonomi timbul karena

a. kebutuhan manusia yang tidak terbatas
b. kebutuhan manusia yang mendesak
c. kebutuhan manusia yang terbatas
d. barang dan jasa yang terbatas
e. kebutuhan manusia tidak terbatas, sedangkan jumlah barang dan jasa terbatas

 

2.

Masyarakat Bawah
Masyarakat Tengah
Masyarakat Atas

Masalah di atas diperinci melalui pertanyaan

a. how d. for who
b. when e. for whom
c. what

 

3. Berikut ini merupakan contoh pemecahan masalah what, yaitu

a. Pak Hardi mengekspor barang ke luar negeri
b. seorang pengusaha garmen memproduksi seragam karena banyak penduduk usia sekolah
c. seorang petani memilih menggunakan cangkul daripada traktor untuk membajak sawah
d. sebuah pabrik lebih banyak menggunakan tenaga kerja manusia daripada mesin
e. pemasaran produk makanan ditujukan bagi anak balita.

 

4. Masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan, sedangkan pemerintah bertindak sebagai

a. penentu d. penyandang dana
b. penguasa e. pembimbing dan pengarah
c. pemberi informasi

 

5. Sistem Ekonomi

Berlaku di sebuah negara yang dipengaruhi oleh

a. sejarah
b. cita-cita penduduknya
c. sumber daya alam yang dimilikinya
d. watak dan kepribadian pemimpinnya
e. ideologi yang dianut oleh sebagian besar penduduknya

 

6. Kelebihan sistem ekonomi komando, antara lain

a. hak milik perseorangan tidak ada
b. inisiatif, potensi, dan kreasi rakyat tidak ada
c. pemerintah selalu benar, sehingga rakyat wajib patuh
d. pemerintah dapat menentukan jenis-jenis industri atau produksi
e. setiap orang diberi kebebasan dalam memakai barang dan jasa

 

7. Perhatikan kelemahan sistem ekonomi berikut.

1) Sulit melakukan pemerataan pendapatan.

2) Bersifat paternalistis.

3) Menimbulkan eksploitasi terhadap golongan pekerja oleh pemilik modal.

4) Masyarakat tidak mempunyai kebebasan untuk memiliki alat dan sumber daya ekonomi.

5) Pola pikir masyarakat tidak berkembang.

6) Tidak memperhitungkan efisiensi dan penggunaan sumber daya.

Yang merupakan kelemahan sistem ekonomi komando adalah

a. 1) dan 2) d. 4) dan 5)
b. 2) dan 3) e. 1) dan 3)
c. 2) dan 4)

 

8.

Pembagian Kelas
Kelas Pekerja Kelas Pemilik Modal

Skema di samping menunjukkan ciri dalam sistem ekonomi

a. pasar d. pancasila
b. campuran e. tradisional
c. terpusat

 

9. Dalam perekonomian pasar bebas, masalah what, how, dan for whom diselesaikan oleh

a. mekanisme harga d. keikutsertaan pemerintah
b. wakil-wakil pilihan rakyat e. kepala negara
c. suatu komisi perencanaan

 

10. Ciri yang paling menonjol dari sistem ekonomi campuran adalah

a. dominasi pemerintah dalam kegiatan ekonomi
b. kebebasan masyarakat dalam menentukan jenis produksi
c. kebijakan pemerintah dalam menentukan jenis-jenis industr
d. intervensi pemerintah dalam perekonomian yang terintegrasi di pasa
e. kebebasan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat dalam menentukan kegiatan ekonomi

B. Soal Uraian

  1. Masalah apakah yang ingin dipecahkan oleh pertanyaan what?
  2. Apakah yang dimaksud dengan biaya peluang?
  3. Apakah yang dimaksud sistem ekonomi?
  4. Bagaimana sistem ekonomi pasar bebas menyelesaikan masalah ekonominya?
  5. Sebutkan contoh campur tangan pemerintah dalam sistem ekonomi campuran!

C. Soal Tantangan (Mari Belajar dari Masalah)

Pernahkah Anda mengamati aktivitas petani di daerah Anda? Bagaimana cara mereka mengolah sawah, bagaimana mereka merawat tanaman dan melakukan panen sampai proses penjualannya. Mungkin Anda menyimpulkan bahwa cara kerja petani saat ini masih belum berubah dari cara kerja petani zaman dahulu. Mereka masih mengandalkan alat-alat sederhana seperti cangkul, bajak, bahkan merontokkan padi dengan cara memukulkannya pada batu atau kayu. Sistem pengolahan secara tradisional ini tidak hanya terjadi pada produksi padi, tetapi juga jenis tanaman lain.

Melihat kenyataan ini, Anda tidak perlu heran jika dunia pertanian kita jauh tertinggal dari negara maju atau negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Untuk mengatasinya, dibutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang pertanian dan penerapan mekanisasi pertanian. Coba carilah beberapa artikel atau opini dari internet. Kunjungilah alamat situs www.indomedia.com atau www.deptan.go.id untuk bisa menjawab pertanyaan berikut.

  1. Apa yang Anda ketahui tentang mekanisme pertanian? Mengapa pertanian perlu menerapkan mekanisasi?
  2. Apakah dampak positif (manfaat) mekanisasi pertanian bagi petani?
  3. Apakah dampak negatif mekanisme pertanian terutama terhadap penggunaan tenaga kerja?

D. Meraih Kompetensi Dasar

Sistem ekonomi merupakan cara suatu masyarakat untuk menyelesaikan berbagai masalah pokok ekonominya, yaitu apa, bagaimana, dan untuk siapa. Untuk mendiskusikan bagaimana masing-masing sistem ekonomi menjawab pertanyaan tersebut, bagilah kelas Anda menjadi empat kelompok. Tugas masing-masing kelompok adalah membahas penyelesaian masalah pokok ekonomi untuk satu sistem ekonomi yang baru kita pelajari. Presentasikan hasil diskusi untuk saling memberi tanggapan dan melengkapi informasi.