Permintaan dan Penawaran Harga Keseimbangan Elastisitas Faktor Hukum Kurva

eko10 gambar bab 3 gambar 3 4

Permintaan (Demand)

Keinginan Anda untuk mendapatkan sejumlah barang/jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan disebut sebagai permintaan. Permintaan dapat dibedakan menjadi beberapa definisi. Pertama, permintaan efektif (berdaya beli), yaitu permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang disertai dengan daya beli (kemampuan membayar). Kedua, permintaan absolut, yaitu permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang tidak disertai dengan daya beli (hanya didasarkan pada kebutuhan saja). Ketiga, permintaan potensial, yaitu permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang disertai daya beli tetapi belum melaksanakan pembelian.

Dari ketiga jenis permintaan tersebut, yang dapat dianalisis dalam ilmu ekonomi adalah permintaan yang berdaya beli atau permintaan efektif. Sebab, permintaan terhadap jumlah barang/jasa akan memiliki arti jika didukung oleh daya beli dari konsumen. Dapat diartikan bahwa permintaan adalah berbagai jumlah barang tertentu yang diminta konsumen pada berbagai tingkat harga tertentu, dalam jangka waktu tertentu.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Ketika melakukan permintaan terhadap suatu barang, faktor-faktor apakah yang Anda pertimbangkan? Seberapa butuh, bagaimana bentuknya, atau harganya? Dalam bab yang sedang Anda pelajari ini, ditampilkan lima faktor yang dapat memengaruhi permintaan terhadap suatu barang, antara lain:

Harga Barang Itu Sendiri

Harga jajanan di sekolah mempengaruhi permintaannya.

Gambar 4.1 Harga jajanan di sekolah mempengaruhi permintaannya.

Dalam keadaan normal, harga es campur yang biasa Anda beli di kantin adalah Rp2.000,00 per porsi. Ketika harga tersebut naik menjadi Rp3.000,00 per porsi sedangkan uang saku Anda tidak bertambah, apa yang akan Anda lakukan? Mungkin Anda akan mengganti dengan jenis minuman lain yang lebih murah atau setidaknya Anda mengurangi pembelian es campur karena takut uang saku Anda tidak mencukupi. Ini menunjukkan bahwa kenaikan harga akan menurunkan jumlah barang yang diminta.

Harga Barang Substitusi dan Barang Komplementer

Suatu barang dinamakan barang substitusi terhadap barang lain apabila dapat menggantikan fungsi dari barang lain tersebut. Harga barang substitusi dapat memengaruhi permintaan barang yang dapat digantikannya. Jika harga barang pengganti bertambah murah, maka barang yang diganti akan mengalami pengurangan permintaan. Misalnya, daging ayam adalah barang substitusi bagi daging sapi, bila harga barang daging sapi naik, maka daging ayam akan relatif lebih murah dibandingkan daging sapi. Akibatnya, permintaan terhadap daging ayam meningkat.

Kenaikan harga bensin menurunkan permintaan terhadap motor.

Gambar 4.2 Kenaikan harga bensin menurunkan permintaan terhadap motor.

Jenis barang lain yang berhubungan erat adalah barang komplementer atau barang pelengkap. Contoh barang komplementer adalah motor dan bensin. Motor tidak dapat dijalankan tanpa bensin, kenaikan harga bensin pertamatama akan menurunkan jumlah bensin yang diminta dan selanjutnya akan mengurangi permintaan terhadap motor.

Pendapatan Konsumen

Kecenderungan orang, bila pendapatannya bertambah, permintaannya akan bertambah pula, entah itu barang yang sering dibelinya atau jenis barang baru. Hal ini berlaku untuk barang normal, bahwa terjadi korelasi positif antara pendapatan dengan permintaan barang. Saat pendapatan seseorang meningkat, permintaan terhadap barang umumnya akan naik. Barang dan jasa yang semula belum bisa terbeli menjadi terbeli, misalnya untuk barang sekunder dan barang mewah. Pada tingkat pendapatan yang lebih tinggi orang membeli beras dan menggunakan uangnya untuk menambah lauk-pauk (baik jumlah, kualitas, maupun variasinya). Kenyang dalam konsepsi masyarakat yang berpenghasilan tinggi sudah tidak lagi kenyang secara kuantitas, tetapi dalam arti ”kenyang secara gizi”.

Pertambahan penduduk melalui kelahiran dapat meningkatkan permintaan.

Gambar 4.3 Pertambahan penduduk melalui kelahiran dapat meningkatkan permintaan.

Selera Konsumen

Selera atau cita rasa masyarakat dapat memengaruhi tinggi rendahnya permintaan terhadap suatu barang. Misalnya, ketika seseorang lebih menyukai barang bermerek maka permintaan terhadap barang bermerek tetap tinggi walaupun harganya mengalami kenaikan.

Pertambahan Penduduk

Pertambahan penduduk terjadi sebagai akibat dari tingkat kelahiran yang lebih besar dibandingkan dengan tingkat kematian. Ada pula pertambahan jumlah penduduk karena terjadi perpindahan dari daerah lain (migrasi). Dengan adanya pertambahan jumlah penduduk, maka dapat menambah permintaan terutama kebutuhan sehari-hari. Sebagai contoh adalah kebutuhan makanan pokok. Misalnya, makanan pokok mayoritas penduduk Indonesia adalah beras. Apabila jumlah penduduk naik, otomatis permintaan terhadap beras juga meningkat.

Asumsi terhadap Perubahan Harga

Apabila konsumen menganggap harga suatu barang terus naik, maka jumlah barang yang diminta akan naik. Sebaliknya apabila harga suatu barang dianggap terus turun, maka konsumen akan menunda pembelian sampai harga mencapai tingkat terendah.

Hukum Pemintaan

Anda telah mempelajari berbagai faktor yang memengaruhi permintaan. Di antara faktor-faktor tersebut, harga memberi pengaruh yang paling signifikan. Hubungan yang erat antara harga dan permintaan ini merupakan hubungan fungsional atau saling ketergantungan (interdependen). Coba Anda perhatikan apabila ada penjual yang melakukan ”banting harga”. Apa yang Anda lihat? Banyak atau sedikitkah pembelinya? Anda bisa lihat reaksi pembeli yang lewat di sekitarnya. Kecenderungan konsumen untuk melihat-lihat dan membeli barang yang ditawarkan dengan harga yang rendah akan lebih besar.

Untuk mendapatkan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan hidup diperlukan pengorbanan. Dalam kegiatan ekonomi, salah satu wujud pengorbanan adalah uang yang dipakai untuk membeli. Dalam hal ini jumlah barang/jasa yang akan Anda beli berkaitan dengan tinggi rendahnya harga barang/jasa yang bersangkutan.

Kebanyakan orang akan lebih suka membeli barang yang murah atau yang harganya turun dari harga semula. Potongan harga memang cara yang sangat efektif untuk menarik pembeli terutama bagi orangorang yang hasrat konsumsinya tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan harga akan menambah minat konsumen untuk lebih banyak membeli. Apabila harga suatu barang turun, orang cenderung membeli dalam jumlah yang lebih banyak. Apabila harga suatu barang naik, apa yang akan terjadi pada minat beli masyarakat?

Secara eksplisit, hukum permintaan berbunyi: semakin rendah harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut yang ingin diminta. Sebaliknya, semakin tinggi harganya, semakin sedikit jumlah barang yang ingin diminta (ceteris paribus). Ceteris paribus adalah suatu asumsi atau anggapan bahwa semua faktor lain yang turut memengaruhi permintaan dianggap konstan atau tidak berubah.

Hal lain yang diasumsikan tetap adalah:

  1. Penghasilan seseorang tetap. Jika penghasilan bertambah, maka kenaikan harga tidak banyak memengaruhi permintaan. Mungkin saja, walaupun harga barang naik, permintaan suatu barang tetap, karena penghasilan masyarakat bertambah.
  2. Selera konsumen atau kesenangan orang akan barang itu tetap. Jika orang tidak lagi menyukai suatu barang, maka walaupun harga barang tersebut turun, permintaannya tetap turun.
  3. Tidak adanya barang substitusi baru. Jika ada barang substitusi baru, maka kenaikan harga sedikit saja akan menyebabkan permintaan turun karena orang-orang akan beralih pada barang substitusi baru.
  4. Jumlah penduduk tetap, artinya, tidak ada pertambahan kebutuhan penduduk terhadap suatu barang. Jika jumlah penduduk bertambah, maka permintaan barang tetap meningkat meskipun harganya naik. Barang-barang yang dimaksud adalah untuk kebutuhan pokok.
  5. Orang tidak menganggap kenaikan harga itu merupakan suatu tanda bahwa harga barang itu akan terus naik. Jika demikian, orang tetap akan membeli barang yang harganya naik karena takut tidak mampu membeli di masa yang akan datang.

Bursa Info

Mengapa Jumlah yang Dibeli Cenderung Turun Saat Harganya Naik?

Hukum permintaan menyatakan jumlah barang yang diminta akan turun pada saat harganya naik. Ada dua alasan yang dapat menjelaskannya, yaitu:

Efek Substitusi

Apabila harga suatu barang naik, orang akan menggantinya dengan barang serupa yang harganya lebih rendah. Contohnya apabila harga daging sapi naik, sedangkan harga daging lainnya tidak berubah maka secara relatif harga daging sapi menjadi lebih mahal. Dengan naiknya harga daging sapi, beberapa orang akan menggantikan daging sapi dengan daging yang lain, misalnya daging kambing atau daging ayam.

Efek Pendapatan

Apabila harga suatu barang naik (misalnya daging sapi tadi), dengan pendapatan yang terbatas, seseorang menjadi relatif lebih miskin dari sebelumnya. Istilahnya, pendapatan riil orang tersebut turun dan dampaknya ia akan mengurangi konsumsi pembelian daging sapi tadi.

Kurva Permintaan

Anda telah mempelajari hukum permintaan yang menyatakan jumlah diminta akan turun apabila harganya turun. Gejala ini dapat digambarkan secara jelas dalam kurva penawaran. Kurva permintaan merupakan kurva yang menghubungkan antara harga dan jumlah barang yang diminta.

Untuk membuat kurva permintaan, perhatikan data pada tabel 4.1 berikut ini.

Tabel 4.1 Daftar Permintaan Suatu Barang

P Qd
0 15
1 13
2 11
3 9
4 7
5 5
6 3
7 1
Kurva permintaan.

Gambar 4.4 Kurva permintaan.

Daftar permintaan pada tabel 4.1, dapat digambarkan dalam kurva di sampingnya. Kurva tersebut menunjukkan lereng atau kemiringan yang negatif, di mana semakin tinggi harga, semakin sedikit jumlah barang yang ingin diminta.

Dari daftar permintaan barang di atas, Anda dapat membuat fungsi permintaan secara sederhana, yaitu dengan mengambil dua titik ordinat, misalnya pada tingkat P = 1 dan pada tingkat P = 2.

P1= 1 Q1 = 13
P2 = 2 Q2 = 11
    Dimasukkan dalam persamaan,
    P-P1/p2-p1 = Q-Q1/Q2-Q1
    P-1/2-1 = Q-13/11-13
    P-1/1 = Q-13/-2
    2P + 2 = Q – 13
    15 = Q – 2P
    Q = 15 – 2P
    Jadi fungsi permintaannya adalah Qd = 15 – 2P
    Tugas Individu

    1. Diketahui harga barang X adalah Rp200,00 dan jumlah barang yang diminta pada harga tersebut adalah 500 unit. Apabila harga naik sebesar Rp50,00 menjadi Rp250,00, jumlah barang yang diminta juga berkurang sebesar 100 unit, sehingga menjadi 400 unit barang. Dari data yang ada, lakukan hal-hal di bawah ini.
      a. Tentukan persamaan fungsi permintaannya!
      b. Gambarkan kurva permintaannya!

Gerakan Sepanjang Kurva Permintaan dan Pergeseran Kurva Permintaan

Coba perhatikan gambar berikut.

Gerakan sepanjang kurva permintaan.

Gambar 4.5 Gerakan sepanjang kurva permintaan.

Kurva 4.5 menggunakan contoh harga minyak goreng per liter. Harga minyak goreng turun dari Rp6.000,00 menjadi Rp4.000,00, sehingga jumlah minyak goreng yang diminta bertambah dari dua liter menjadi empat liter. Jadi, pada kurva gambar 4.5 terjadi perubahan permintaan dari a ke b. Kurva di samping menunjukkan penurunan harga minyak goreng yang menyebabkan kenaikan jumlah minyak goreng yang diminta konsumen (2 ke 4). Dengan anggapan faktor-faktor lain yang memengaruhi seperti perubahan harga barang lain, tingkat pendapatan, intensitas kebutuhan, selera konsumen, perkiraan harga masa depan, dan jumlah penduduk adalah konstan (ceteris paribus).

Pergeseran kurva permintaan.

Gambar 4.6 Pergeseran kurva permintaan.

Namun, apabila salah satu atau semua faktor tersebut berubah, kurva permintaan akan berubah. Kurva permintaan akan bergeser sejajar ke kanan atas atau ke kiri. Perhatikan kurva 4.6!

Pada kurva di samping terlihat bahwa kurva bergeser ke kanan (D0 ke D1). Hal ini berarti jumlah barang yang terjual lebih banyak, meskipun harga barang tetap. Dengan harga Rp4.000,00 per liter, minyak goreng yang terjual sebanyak enam liter. Apabila kurva bergeser ke kiri (D0 ke D2), maka hanya dua liter minyak goreng yang terjual pada harga Rp4.000,00.

Permintaan Individu dan Permintaan Pasar

Permintaan atas suatu barang dapat dilihat dari dua sudut, yaitu permintaan yang dilakukan oleh seseorang atau individu tertentu dan permintaan yang dilakukan oleh semua orang di dalam pasar. Oleh karena itu, di dalam analisis perlu dibedakan antara kurva permintaan pasar atau kolektif dan kurva permintaan individu.

Untuk mendapatkan permintaan pasar, kurva-kurva permintaan perseorangan atau individu dalam pasar harus dijumlahkan.

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa untuk mendapatkan permintaan pasar dilakukan dengan menjumlahkan permintaan-permintaan individu (Pak Alam dan Pak Raya). Selanjutnya, berdasarkan data dalam tabel, dibuatlah kurva permintaan pasar minyak goreng antara Pak Alam dan Pak Raya seperti berikut ini.

Perhatikan tabel permintaan minyak goreng dari keluarga Pak Alam dan Pak Raya.

Tabel 4.2 Daftar Permintaan Perseorangan dan Permintaan Pasar dan Minyak Goreng

Harga (Rp) Jumlah yang DIminta (Liter)
Permintaan Pak Alam Permintaan Pak Raya Permintaan Pasar
6.000 10 + 15 = 25
5.000 15 + 20 = 35
4.000 20 + 25 = 45
3.000 30 + 30 = 60
2.000 40 + 40 = 80
1.000 50 + 60 = 110

 

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa untuk mendapatkan permintaan pasar dilakukan dengan menjumlahkan permintaan-permintaan individu (Pak Alam dan Pak Raya). Selanjutnya, berdasarkan data dalam tabel, dibuatlah kurva permintaan pasar minyak goreng antara Pak Alam dan Pak Raya seperti berikut ini.

Kurva permintaan Pak Alam.

Gambar 4.7 Kurva permintaan Pak Alam.

Kurva permintaan Pak Raya.

Gambar 4.8 Kurva permintaan Pak Raya.

Kurva permintaan pasar

Gambar 4.9 Kurva permintaan pasar

Kurva DA merupakan kurva permintaan Pak Alam, sedangkan DR merupakan kurva permintaan Pak Raya. Apabila dijumlahkan secara horizontal akan didapat kurva permintaan pasar Dp seperti gambar di samping. Dengan demikian, dalam kasus permintaan minyak goreng di atas, apabila harga Rp6.000,00 per liter, jumlah yang diminta seluruh konsumen di pasar sebanyak 25 liter. Jumlah yang diminta oleh semua konsumen di pasar ini juga mengikuti hukum permintaan, yaitu semakin rendah harga, semakin banyak jumlah barang yang diminta (ceteris paribus).

Penawaran (Supply)

Dalam kegiatan ekonomi, produsen memproduksi barang/jasa namun tidak digunakan untuk keperluan sendiri melainkan untuk dijual kepada konsumen dengan tujuan memperoleh laba atau atau keuntungan. Inilah yang dinamakan dengan penawaran. Penawaran menunjukkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan produsen kepada konsumen pada berbagai tingkat harga dan waktu tertentu.

Suatu penawaran yang dilakukan oleh seorang produsen/pengusaha disebut penawaran individual, sedangkan keseluruhan penawaran yang dilakukan oleh beberapa produsen atau pengusaha di pasar dinamakan penawaran pasar (kolektif).

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran

Untuk melakukan penawaran, seorang produsen atau penjual perlu mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut.

Harga Barang Itu Sendiri

Dalam hukum penawaran dikatakan, jumlah barang yang ditawarkan dipengaruhi oleh perubahan harga barang itu sendiri. Hubungan ini bersifat positif, yaitu jika harga barang naik, jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen bertambah. Tujuannya adalah untuk meraih keuntungan yang lebih besar.

Kemajuan Teknologi

Kemajuan teknologi dapat meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini akan memengaruhi besarnya jumlah barang yang ditawarkan di pasar. Contohnya sebelum memiliki mesin jahit listrik, perusahaan konveksi hanya mampu memproduksi dua puluh potong celana per bulan. Namun, setelah memiliki mesin jahit listrik, produksi celana dapat meningkat menjadi tiga puluh potong celana per bulan.

Harga Input (Faktor Produksi)

Harga sewa tanah dan bangunan mempengaruhi biaya produksi.

Gambar 4.10 Harga sewa tanah dan bangunan mempengaruhi biaya produksi.

Para produsen menawarkan dan menjual produk dengan tujuan memperoleh keuntungan maksimal. Keuntungan merupakan selisih antara harga jual produk dan biaya produksi. Apabila harga jual tetap dan biaya produksi turun, maka keuntungan semakin besar. Semakin besar keuntungannya maka semakin banyak barang yang ditawarkan. Dengan demikian, penurunan biaya produksi akan meningkatkan penawaran. Biaya produksi ini dipengaruhi oleh harga-harga input, yaitu upah tenaga kerja, bunga modal, sewa tanah, dan keuntungan yang ingin diperoleh oleh wirausaha.

Jumlah Perusahaan dalam Industri

Pada jangka pendek, jumlah perusahaan dalam industri relatif konstan. Namun, dalam jangka panjang mungkin ada perusahaan baru yang memasuki pasar. Apabila jumlah perusahaan meningkat, maka jumlah barang yang ditawarkan meningkat. Sebaliknya, apabila perusahaan berkurang, maka jumlah barang yang ditawarkan akan menurun.

Perubahan Harga Barang Substitusi dan Komplementer

Apabila harga barang substitusi meningkat, maka penawaran harga barang yang diamati akan turun. Hal ini karena harga barang yang diamati menjadi relatif lebih murah dibandingkan harga barang substitusinya. Demikian sebaliknya. Sedangkan jika harga suatu barang komplementer meningkat, maka penawaran terhadap barang yang diamati meningkat.

Prakiraan Harga Masa Depan

Bagi penjual yang memiliki modal besar, mereka akan menunda penjualan barangnya jika mereka memprakirakan bahwa besok harga akan lebih tinggi daripada harga sekarang. Misalnya, harga telur dalam satu bulan terakhir terus mengalami kenaikan. Para penjual yang memperkirakan harga terus naik akan mengurangi penawaran karena mengharapkan keuntungan yang lebih besar di masa datang.

Hukum Penawaran

Dalam kasus permintaan, harga suatu barang berkorelasi negatif dengan jumlah barang yang diminta. Artinya, apabila harga naik, jumlah barang yang diminta turun. Dalam kasus penawaran, berlaku hal yang sebaliknya. Bagaimanakah yang sebaliknya itu?

Coba perhatikan, bila harga kacang goreng naik, dari Rp500,00 per bungkus menjadi Rp700,00 per bungkus, maka si pengusaha kacang goreng akan menambah jumlah barang yang dihasilkan dan ditawarkan. Tujuannya jelas yaitu menambah keuntungan. Saat jumlah pembeli sama dengan sebelum harga naik, keuntungan per unit sudah mencapai Rp200,00. Sebaliknya, bila harga kacang goreng turun dari Rp500,00 menjadi Rp400,00, maka pengusaha cenderung mengurangi produksi kacang gorengnya. Ini juga sudah sangat jelas tujuannya, yaitu mengurangi kerugian yang diderita oleh si pengusaha.

Secara eksplisit, hukum penawaran menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh pengusaha (ceteris paribus).

Bursa Info

Penawaran dapat dibedakan seperti di bawah ini.

a. Dilihat dari Realitas Penawaran

1) Persediaan Yaitu jumlah seluruh barang yang dimiliki produsen dan siap ditawarkan pada berbagai pasar.

2) Penawaran Riil Yaitu jumlah barang yang benar-benar ditawarkan untuk dijual di pasar dengan berbagai tingkat harga.

b. Dilihat dari Jumlah Penyedia (Supplier)

1) Penawaran Individual Yaitu penawaran yang datang dari seorang pengusaha atau produsen.

2) Penawaran Pasar (Kolektif) Yaitu penawaran yang datang dari beberapa pengusaha atau produsen di pasar.

c. Dilihat dari Jenis yang Ditawarkan

1) Faktor Produksi Yaitu penawaran berupa tenaga, alat produksi, modal, dan tanah yang datang dari masyarakat untuk perusahaan.

2) Barang Konsumsi Yaitu hasil produksi perusahaan yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kurva Penawaran

Hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga dapat digambarkan dalam bentuk kurva. Untuk menggambar kurva penawaran, terlebih dahulu Anda harus menyusun daftar atau tabel penawaran seperti berikut ini.

Tabel 4.3 Daftar Penawaran Suatu Barang

P Qs
0 0
1 3
2 6
3 9
4 12
5 15
6 18
7 21
Harga sewa tanah dan bangunan mempengaruhi biaya produksi.

Gambar 4.11 Kurva penawaran.

Dari tabel, selanjutnya digambarkan kurva penawaran seperti di sampingnya. Anda dapat melihat bahwa kurva penawaran memiliki lereng atau kemiringan positif. Artinya, semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah yang ingin ditawarkan.

Berdasarkan kurva di atas, Anda pun dapat membuat fungsi penawaran yang sederhana, yaitu dengan mengambil dua titik ordinat. Misalnya pada tingkat P = 1 dan P = 2.

P1 = 1 Q1 = 3
P2 = 2 Q2 = 6
    dimasukkan dalam persamaan
    P-P1/P2-P1 = Q-Q1/Q2-Q1
    P-1/2-1 = Q-3/6-3
    P-1/1 = Q-3/3
    3P – 3 = Q – 3
    QS = 3P
    Jadi fungsi permintaannya adalah Qs = 3P
    Tugas Individu
    1. Apabila Anda dihadapkan pada sebuah keadaan, di mana ketika harga sabun Rp100,00, maka jumlah sabun yang ditawarkan adalah 80 unit, sedangkan saat harga naik menjadi Rp120,00 barang yang ditawarkan menjadi 100 unit. Coba lakukan hal-hal di bawah ini.
      a. Tentukan persamaan fungsi penawarannya!
      b. Gambarkan kurvanya! Tuliskan jawaban Anda pada selembar kertas dan kumpulkan kepada guru.

Gerakan Sepanjang Kurva Penawaran dan Pergeseran

Gerakan sepanjang kurva penawaran.

Gambar 4.12 Gerakan sepanjang kurva penawaran.

Kurva Penawaran Peningkatan jumlah barang yang ditawarkan sebagai respon atas kenaikan harga apabila dinyatakan pada kurva penawaran akan menunjukkan pergerakan di sepanjang kurva penawaran. Hal ini berbeda dengan kenaikan penawaran pada setiap harga atau kenaikan penawaran pada harga yang sama. Ini berarti kenaikan penawaran tidak disebabkan oleh kenaikan harga barang bersangkutan tetapi oleh faktor lain yang memengaruhi penawaran. Agar Anda dapat membedakannya, coba perhatikan kurva di 4.12 dan 4.13.

Pergeseran kurva penawaran.

Gambar 4.13 Pergeseran kurva penawaran.

Contoh penawaran barang yang sesuai dengan kurva 4.13 adalah produk ”kaus plesetan”. Awalnya, hanya ada beberapa produsen, utamanya dari Yogyakarta yang memproduksi kaus plesetan tersebut, akibatnya harga kaus plesetan menjadi mahal. Kemudian harga kaus tersebut turun seiring merebaknya produsen kaus sejenis. Kurva 4.13 menunjukkan pada tingkat harga Rp90.000,00 kaus yang ditawarkan enam buah. Turunnya harga menjadi Rp40.000,00 mengakibatkan turunnya penawaran menjadi empat buah.

Perpindahan dari titik c ke d menunjukkan bahwa penurunan harga kaus menyebabkan jumlah kaus yang ditawarkan oleh produsen akan berkurang. Ketika terjadi gerakan penawaran sepanjang kurva, selalu dianggap ceteris paribus, yaitu faktor-faktor lain yang ikut memengaruhi dianggap konstan atau tetap. Apabila salah satu atau semua faktor yang dianggap memengaruhi berubah, kurva penawaran akan bergeser sejajar ke kanan atau kiri. Anda dapat melihatnya pada gambar 4.13.

Kurva penawaran akan bergeser ke kanan, jika jumlah yang ditawarkan lebih banyak pada saat harga tetap. Hal ini bisa terjadi jika harga barang lain turun, biaya produksi turun dan teknologi bertambah maju. Gambar 4.13 menjelaskan bahwa enam kaus ditawarkan dengan harga Rp90.000,00. Setelah kurva bergeser ke kanan, pengusaha menawarkan sebanyak tujuh kaus dengan harga yang sama. Apabila kurva bergeser ke kiri, hanya lima kaus yang ditawarkan pada harga Rp90.000,00.

Harga Keseimbangan

Suatu harga dikatakan mencapai harga keseimbangan jika jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan pada waktu tertentu dan harga tertentu. Jadi, secara grafik harga keseimbangan ini terjadi pada titik potong antara kurva permintaan dengan kurva penawaran.

Harga keseimbangan mempertemukan jumlah yang akan dibeli dan jumlah yang akan dijual, sehingga terjadi jual beli pada harga tertentu. Selanjutnya, harga tersebut menjadi harga pasar dan dapat bertahan lama. Hal ini terjadi karena tidak ada alasan untuk mengubah lagi.

Pada harga keseimbangan, baik produsen maupun konsumen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi dan dijual. Jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.

Fungsi permintaan dan penawaran suatu jenis barang adalah:

Qd = 15 – 2P
Qd = 15 – 2P
P Qd
0 15
1 13
2 11
3 9
4 7
5 5
6 3
7 1

 

Qs = 3P
Qs = 3P
P Qs
0 0
1 3
2 6
3 9
4 12
5 15
6 18
7 21
Harga keseimbangan.

Gambar 4.14 Harga keseimbangan.

Dari grafik, terlihat harga dan kuantitas output keseimbangan. Harga akan seimbang pada tingkat Rp3,00 dengan output keseimbangan sebesar 9 unit.

Selain dengan tabel dan grafik, harga keseimbangan dapat diselesaikan secara matematis. Secara matematis, harga keseimbangan dapat dicari dengan cara sebagai berikut.

Syarat keseimbangan adalah permintaan sama dengan penawaran.

Permintaan Penawaran
Qd = Qs
15 – 2P = 3P
15 = 5P
P= 3
Qd = 15 – 2P
Bila P = 3
Maka Q = 15 – 2(3)
= 15 – 6
= 9

Dari perhitungan matematis, didapat harga keseimbangan sebesar Rp3,00 dan output keseimbangan sebanyak 9 unit barang. Untuk menguji pemahaman Anda tentang penyelesaian fungsi permintaan dan penawaran, cobalah mengerjakan kegiatan berikut.

Tugas Individu

Dalam pasar A, pada harga 75, jumlah barang yang diminta 400 sedangkan jumlah yang ditawarkan 200. Apabila harga naik menjadi 100, jumlah barang yang diminta berkurang menjadi 350, sedangkan jumlah yang ditawarkan menjadi 250.

a. Tentukan fungsi permintaan dan penawarannya!

b. Tentukan harga dan output keseimbangan!

c. Gambar kurvanya!

Pada uraian sebelumnya, Anda telah memahami bagaimana mendapatkan titik keseimbangan (equilibrium), yang diperoleh dari fungsi permintaan dan penawaran. Pada titik keseimbangan, harga dan kuantitas cenderung tetap. Apa yang terjadi apabila pada harga tertentu, jumlah barang yang akan dijual (Qs) lebih banyak daripada jumlah yang akan dibeli (Qd) atau dengan kata lain, apabila penawaran lebih besar daripada permintaan?

Ketika Qs > Qd, maka yang terjadi adalah kelebihan penawaran (excess supply). Pada gambar 4.14 dapat dilihat bahwa garis S merupakan kurva penawaran, D merupakan kurva permintaan, dan E merupakan titik keseimbangan harga.

Excess demand dan excess supply.

Gambar 4.15 Excess demand dan excess supply.

Perhatikan gambar 4.15, apabila terjadi kenaikan harga dari Rp3,00 menjadi Rp4,00, jumlah barang yang ditawarkan bertambah menjadi 12 unit, sedangkan jumlah yang diminta berkurang menjadi 7 unit. Dengan demikian, terjadi kelebihan penawaran atau excess supply sebanyak 5 unit (garis AB). Dengan kelebihan penawaran terhadap permintaan tersebut, akan berakibat banyak barang yang tidak terjual. Agar barang tersebut dapat terjual, penjual harus menurunkan harga sampai Rp3,00. Akibatnya, barang yang ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta.

Apabila terjadi penurunan harga dari Rp3,00 menjadi Rp2,00, mengakibatkan barang yang ditawarkan turun menjadi 6 unit, sedangkan jumlah barang yang diminta bertambah menjadi 11 unit, sehingga terjadi kelebihan permintaan atau excess demand sebanyak 5 unit (garis VW). Karena terjadi kelebihan permintaan terhadap penawaran, penjual menjadi kekurangan barang. Akibatnya, pembeli saling memperebutkan barang yang diperlukan dan terjadi kenaikan harga.

Kenaikan harga berlangsung terus sampai kelebihan permintaan hilang, yaitu sampai harga mencapai Rp3,00 kembali. Akibatnya, jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta. Kenaikan dan penurunan harga akan mencapai titik harga equilibrium, yaitu harga yang memuaskan pembeli dan penjual. Akibatnya, jumlah barang yang dibeli sama dengan jumlah barang yang ditawarkan.

Tugas Kelompok

Anda telah mempelajari bagaimana terbentuknya harga dan output keseimbangan, serta perubahan jumlah yang diminta akibat perubahan harga. Setiap perubahan itu, titik-titiknya masih berada di sepanjang kurva permintaan dan penawaran. Tugas Anda kali ini adalah secara berkelompok menunjukkan pergeseran harga keseimbangan akibat pergeseran kurva permintaan dan penawaran. Jelaskan dengan grafik beberapa kondisi berikut.

a. Pergeseran harga keseimbangan akibat kenaikan permintaan (penawaran tetap).

b. Pergeseran harga keseimbangan akibat penurunan permintaan (penawaran tetap).

c. Pergeseran harga keseimbangan akibat kenaikan penawaran (permintaan tetap).

d. Pergeseran harga keseimbangan akibat penurunan penawaran (permintaan tetap).

Elastisitas

Anda telah mengetahui bahwa kuantitas dan harga keseimbangan ditentukan oleh kekuatan pasar yang merupakan pertemuan antara kurva permintaan dan penawaran. Peranan masing-masing kurva tergantung pada seberapa jauh respons harga terhadap jumlah yang diminta dan jumlah yang ditawarkan. Hukum permintaan menyatakan hubungan terbalik antara harga dan jumlah yang diminta sedangkan hukum penawaran menunjukkan hubungan sejalan antara harga dengan jumlah yang ditawarkan. Nah, respons jumlah yang diminta dan ditawarkan terhadap perubahan harga disebut elastisitas. Elastisitas dapat kita bagi menjadi:

Ed = Persentase perubahan jumlah barang yang diminta/persentase perubahan harga

 

Untuk memudahkan perbandingan di atas dapat dijabarkan sebagai berikut

Ed = ΔQ/Q / ΔP/P  = ΔQ/Q : ΔP/P = ΔQ/ΔP x P/Q

Keterangan:

Ed = Elastisitas permintaan.

Q = Kuantitas sebelum perubahan harga.

P = Harga awal.

‘Q = Perubahan jumlah yang diminta.

‘P = Perubahan harga.

Misalnya, harga turun dari Rp10.000,00 menjadi Rp8.000,00 dan jumlah yang diminta berubah dari 5 unit menjadi 8 unit, maka besarnya koefisien (angka) elastisitas harga sebagai berikut.

Ed = 8 – 5/8 : 8.000 – 10.000/10.000
      = 3/8 x 10.000/-2.000
      = – 15/8 = 1.875 (berarti Ed > 1)

Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan sering disebut elastisitas harga (price elasticity of demand). Elastisitas permintaan mengukur persentase perubahan jumlah barang yang diminta terhadap persentase perubahan harga barang itu sendiri. Dengan kata lain elastisitas harga merupakan proporsi perubahan jumlah barang yang diminta dibagi proporsi perubahan harga barang itu sendiri.

Untuk memudahkan perbandingan di atas dapat dijabarkan sebagai berikut.

Misalnya, harga turun dari Rp10.000,00 menjadi Rp8.000,00 dan jumlah yang diminta berubah dari 5 unit menjadi 8 unit, maka besarnya koefisien (angka) elastisitas harga sebagai berikut.

Angka ini disebut koefisien elastisitas. Koefisien elastisitas yang diperoleh adalah negatif sebagai akibat dari korelasi negatif antara perubahan harga dengan perubahan jumlah barang yang diminta. Akan tetapi, tanda negatif ini umumnya dapat diabaikan, dan kita cukup menyebutkan besarnya koefisien elastisitasnya saja (tanpa menyatakan minus).

Dari hasil perhitungan tersebut didapat angka -1.875 dan karena

tanda minus diabaikan maka menjadi 1.875. Angka ini lebih besar daripada 1 atau Ep > 1, artinya permintaan terhadap barang tersebut elastis.

Perhitungan elastisitas permintaan mempunyai beberapa kemungkinan.

Permintaan Elastis

Kurva permintaan yang elastis (Ed > 1).

Gambar 4.16 Kurva permintaan yang elastis (Ed > 1).

Permintaan elastis menunjukkan bahwa persentase perubahan jumlah yang diminta lebih besar dari persentase perubahan harga. Dengan kata lain, jumlah yang minta sangat responsif terhadap perubahan harga.

Kurva permintaan yang inelastis (Ed < 1).

Gambar 4.17 Kurva permintaan yang inelastis (Ed < 1).

Contoh: Harga kaus di suatu toko turun dari Rp20.000,00 menjadi Rp19.000,00 dan jumlah yang diminta meningkat dari 200 buah menjadi 300 buah. Maka koefisien elastisitasnya:

Ed = ΔQ/P x P/Q
      = 100/(-1.000) x 20.000/200
      = – 10 (landai minus diabaikan)
maka Ed >1

Permintaan Inelastis

Permintaan inelastis menunjukkan bahwa persentase perubahan jumlah barang yang diminta lebih kecil dari persentase perubahan harga.

Contohnya harga beras turun dari Rp4.000,00 menjadi Rp3.750,00 dan jumlah yang diminta naik dari 5.000 kg menjadi 5.100 kg. Maka koefisien elastisitasnya adalah:

Ed = ΔQ/P x P/Q
      = 100/(-250) x 4.000/5.000
      = 0.32
maka Ed < 1 (inelastis)

Jika Anda perhatikan, bentuk kurva permintaan inelastis ini cenderung curam.

Semakin curam bentuk kurva permintaan suatu barang menunjukkan semakin inelastis permintaan barang itu (respons perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang yang diminta semakin kecil). Barang yang permintaannya inelastis adalah barang kebutuhan pokok, misalnya beras. Perubahan harga beras tidak berpengaruh besar terhadap perubahan permintaan terhadap beras, karena barang ini dikonsumsi setiap hari dalam jumlah dan batas tertentu.

Permintaan Elastis Satuan (Unitary)

Kurva permintaan dengan elastisitas satuan (Ed = 1).

Gambar 4.18 Kurva permintaan dengan elastisitas satuan (Ed = 1).

Keadaan ini terjadi bila kurva permintaan membentuk sudut 45° dengan sumbu horizontal maupun dengan sumbu vertikal (sering disebut juga sebagai elastisitas tunggal).

Contohnya harga televisi turun dari Rp3.000.000,00 menjadi Rp2.400.000,00 dan permintaan naik dari 6.000 menjadi 7.200. Maka perhitungan koefisien elastisitasnya adalah:

Ed = ΔQ/P x P/Q
      = 1.200/(-600.000) x 3.000.000/600
      = -1 (minus diabaikan)
maka Ed = 1

Permintaan Elastis Tak Terhingga

Kurva permintaan yang elastis tak terhingga (Ed = ~).

Gambar 4.19 Kurva permintaan yang elastis tak terhingga (Ed = ~).

Keadaan yang ekstrem adalah di mana koefisien elastisitas harga tak terhingga. Bentuk kurva permintaannya horizontal, artinya apabila harga naik sedikit saja dari P0, maka jumlah yang diminta menjadi nol, sedangkan kalau harga turun sedikit saja dari P0, maka jumlah yang diminta berubah secara tak terhingga. Contoh permintaan elastis tidak terhingga adalah permintaan terhadap minyak bumi. Jika harga minyak bumi diturunkan maka permintaannya akan bertambah menjadi tak terhingga.

Contoh perhitungan

Jika ΔQ = –
         ΔP = 0
Maka Ed = ΔQ/ΔP x P/Q
                 = – / 0 x P/Q (tidak terhingga)

Permintaan Inelastis Sempurna

Kurva permintaan yang inelastis sempurna (Ed = 0).

Gambar 4.20 Kurva permintaan yang inelastis sempurna (Ed = 0).

Keadaan ekstrem lainnya adalah kurva permintaan yang inelastis sempurna, yaitu kurva permintaan yang berbentuk lurus vertikal. Dalam hal ini permintaan sama sekali tidak peka terhadap perubahan harga. Perubahan harga sebesar berapa pun tidak akan menyebabkan perubahan kuantitas yang diminta. Di sini besarnya elastisitas adalah nol; jumlah yang sama (Q0) akan diminta berapa pun harganya.

Jika ΔQ = –
         ΔP = 0
Maka Ed = ΔQ/ΔP x P/Q
           Ed  = 0 (inelastis sempurna)

Contoh permintaan yang inelastis sempurna adalah permintaan terhadap garam.

Bursa Info

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Elastisitas Permintaan
Beberapa faktor yang memengaruhi elastisitas permintaan antara lain:

a. Ada Tidaknya Barang Pengganti (Barang Substitusi) Tingkat substitusi suatu barang memengaruhi elastisitas permintaannya, semakin sulit mencari substitusi suatu barang, permintaannya semakin tidak elastis.

b. Pokok atau Tidaknya Suatu Barang sebagai Pemenuhan Kebutuhan Manusia Suatu barang disebut kebutuhan pokok apabila dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat. Semakin pokok suatu barang, maka permintaannya semakin tidak elastis.

c. Persentase Kenaikan Harga Barang terhadap Pendapatan Faktor utama lainnya yang memengaruhi elastisitas harga adalah proporsi (bagian) kenaikan harga barang terhadap pendapatan konsumen. Apabila proporsi tersebut besar, maka permintaan cenderung lebih elastis. Akan tetapi, bila proporsi atau bagian pendapatan itu kecil, permintaan cenderung lebih inelastis.

d. Waktu yang Diperlukan untuk Penyesuaian terhadap Harga Baru Makin panjang waktu yang diperlukan untuk menyesuaikan, akan semakin elastis permintaan suatu barang. Apabila harga suatu barang berubah, untuk jangka waktu yang lebih lama jumlah yang diminta akan barang itu menjadi semakin banyak.

Tugas Individu

Suatu produk kosmetik mula-mula dijual dengan harga Rp45.000,00, kemudian harganya dinaikkan menjadi Rp48.000,00. Permintaan konsumen pun turun dari 1.000 menjadi 800. Hitunglah koefisien elastisitasnya dan tentukan jenis elastisitasnya!

Elastisitas Penawaran

Elastisitas penawaran mengukur respons (kepekaan) jumlah barang yang ditawarkan akibat perubahan harga.

Elastisitas penawaran dapat dirumuskan:

Es = Persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan/ persentase perubahan harga

Rumus di atas dapat diuraikan sebagai berikut.

Es = ΔQ/ΔP x P/Q

Keterangan:

Es = Elastisitas penawaran.

Q = Jumlah penawaran awal.

P = Harga mula-mula

‘Q = Perubahan jumlah yang ditawarkan.

‘P = Perubahan harga.

Sebagaimana elastisitas permintaan, elastisitas penawaran pun memiliki beberapa kemungkinan, yaitu:

Penawaran Elastis

Kurva penawaran yang elastis (Es > 1).

Gambar 4.21 Kurva penawaran yang elastis (Es > 1).

Penawaran elastis menunjukkan bahwa persentase perubahan jumlah yang ditawarkan lebih besar daripada persentase perubahan harga.

Contohnya harga kue di suatu toko meningkat dari Rp300,00 per potong menjadi Rp350,00 per potong. Penawaran pun meningkat dari 10.000 potong menjadi 15.000 potong. Maka elastisitas penawarannya adalah:

Es = ΔQ/ΔP x P/Q
      = 5.000/50 x 300/10.000
      = 3

maka Es >1 (elastis)

Penawaran Inelastis

Kurva penawaran yang inelastis (Es < 1).

Gambar 4.22 Kurva penawaran yang inelastis (Es < 1).

Penawaran inelastis menunjukkan bahwa persentase perubahan jumlah yang ditawarkan lebih kecil daripada persentase perubahan harga.

Contohnya harga kaus kaki mula-mula Rp7.000,00 kemudian naik menjadi Rp7.500,00 sedangkan penawarannya naik dari 10.000 menjadi 10.500, maka elastisitas penawarannya adalah:

Es = ΔQ/ΔP x P/Q
      = 500/500 x 7.000/10.000
      = 0.7

maka Es  < 1 (inelastis)

Penawaran Elastis Satuan

Keadaan ini terjadi bila kurva penawaran membentuk sudut 45° dengan sumbu horizontal maupun dengan sumbu vertikal.

Kurva penawaran dengan elastisitas satuan (Es = 1).

Gambar 4.23 Kurva penawaran dengan elastisitas satuan (Es = 1).

Pada keadaan ini persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan benar-benar sama dengan persentase perubahan harganya. Besarnya koefisien elastisitas dengan demikian sebesar 1.

Harga sebuah radio tape mula-mula Rp300.000,00 kemudian naik menjadi Rp350.000,00. Kondisi ini diikuti oleh kenaikan permintaan dari 6.000 unit menjadi 7.000 unit. Maka elastisitas penawarannya adalah:

Es = ΔQ/ΔP x P/Q
      = 1.000/50.000 x 300.000/6.000
      = 1

Elastis Tak Terhingga (Es = ~)

Kurva penawaran yang elastis tak terhingga (Es = ~).

Gambar 4.24 Kurva penawaran yang elastis tak terhingga (Es = ~).

Penawaran yang elastis tak terhingga berarti penawaran berubah dengan jumlah yang tak terhingga karena perubahan harga yang sangat kecil saja. Ini memang kasus yang ekstrem dan tidak ada dalam kenyataan. Bentuk kurva penawarannya merupakan garis lurus horizontal.

Jika ΔQ = –

ΔP = 0

Es = ΔQ/ΔP x P/Q
      = Q0 xQ1/0 x P/Q
      = –

Inelastis Sempurna (Es = 0)

Kurva penawaran yang inelastis sempurna (Es = 0).

Gambar 4.25 Kurva penawaran yang inelastis sempurna (Es = 0).

Kurva penawaran yang inelastis sempurna berbentuk vertikal. Kurva ini menunjukkan jumlah yang sama (Q0) akan ditawarkan berapa pun harganya. Misalnya penawaran atas ikan segar; tidak dapat dilakukan penambahan penawaran ikan segar berapa pun harganya pada hari itu, karena tidak ada simpanan/stok ikan segar.

Contoh:

Jika ΔQ = –

ΔP = 0

Es = ΔQ/ΔP x P/Q = 0/P1 x P/Q
      = 0 (inelastis sempurna)

Uji Kompetensi

A. Pilihan Ganda

1.Faktor paling utama yang menentukan tinggi rendahnya permintaan adalah

a. jumlah penduduk d. selera konsumen
b. pendapatan e. harga
c. barang substitusi

2. Tinta merupakan barang pelengkap untuk pena, apabila harga tinta naik maka permintaan terhadap pena akan

a. naik d. mengikuti kenaikan harga tinta
b. turun e. tidak bisa diperkirakan
c. tetap

3. Menjelang perayaan tahun baru, harga terompet naik karena

a. persediaan barang berkurang
b. masyarakat terbiasa merayakan tahun baru
c. permintaan akan terompet meningkat
d. pendapatan masyarakat naik
e. harga bahan baku terompet naik

4. Ketika harga tepung terigu dan telur untuk membuat roti naik, maka jumlah roti yang ditawarkan akan

a. naik d. mengikuti kenaikan harga tinta
b. turun e. tidak bisa diperkirakan
c. tetap

5. Hukum penawaran menunjukkan hubungan antara harga dengan

a. jumlah barang yang diminta
b. jumlah barang yang ditawarkan
c. jumlah barang yang tersedia di pasar
d. kebutuhan masyarakat
e. jumlah output yang dihasilkan

6. Pergeseran titik-titik di sepanjang kurva penawaran menunjukkan adanya perubahan

a. biaya produksi
b. harga barang lain
c. harga barang yang bersangkutan
d. pajak dan subsidi
e. teknik produksi yang digunakan

7. Dengan asumsi permintaan tetap, pengaruh kenaikan penawaran terhadap keseimbangan pasar adalah

a. harga keseimbangan akan naik dan kuantitas keseimbangan akan naik
b. harga keseimbangan turun dan kuantitas keseimbangan naik
c. harga keseimbangan turun dan kuantitas keseimbangan turun
d. harga keseimbangan naik dan kuantitas keseimbangan turun
e. tidak ada jawaban yang benar

8. Mekipun harga garam turun tajam, namun orang tidak akan membeli garam dalam jumlah besar-besaran.  Hal ini menunjukkan bahwa permintaan garam mempunyai sifat

a. elastis d. inelastis
b. elastis sempurna e. elastis satuan
c. inelastis sempurna

9. Koefisien elastisitas permintaan sebesar ½ berarti kenaikan harga 10% menyebabkan jumlah yang diminta menjadi

a. berkurang 20% d. bertambah 15%
b. berkurang 15% e. bertambah 5%
c. berkurang 5%

10. Permintaan terhadap barang-barang mewah sangat peka terhadap perubahan harga. Oleh karena itu, permintaan terhadap barang mewah bersifat

a. elastis d. inelastis sempurna
b. inelastis e. elastis sempurna
c. elastis uniter

B. Soal Uraian

  1. Jelaskan hukum permintaan dan penawaran serta asumsi yang memengaruhinya!
  2. Jelaskan sifat kurva penawaran!
  3. Jawablah soal berikut dengan mengamati lebih dahulu grafik di samping!

eko10 gambar bab 4 soal uraiana) Titik E menyangkut tentang keseimbangan harga setinggi . . . dan banyaknya barang yang diperdagangkan sebanyak . . . .

b) Kurva S bergeser ke kanan menjadi S1 setelah harga turun dari 0P menjadi . . . .

c) Dengan kurva S bergeser ke kanan menjadi S1 dan posisi kurva D tetap, maka keseimbangan yang baru di . . . .

4. Jelaskan terbentuknya harga keseimbangan!

     5. Jika harga jeruk sebesar Rp8.000,00, Pak Amat menjual telur sebanyak 16 kg. Jika harga jeruk turun menjadi Rp6.000,00 per kg, Pak Amat menjual telurnya sebanyak 12 kg. Hitunglah besarnya elastisitas penawaran jeruk oleh Pak Amat!

C. Soal Tantangan (Mari Belajar dari Masalah!)

Pupuk Langka karena Permintaan Meningkat

Kelangkaan pupuk di Jawa Timur (Jatim) diakibatkan meningkatnya permintaan petani yang melebihi kapasitas produksi PT Petrokimia. Ada banyak faktor yang menyebabkan kelangkaan pupuk. Di antaranya, cuaca, program pemerintah, intensifikasi pertanian, dan Juli lalu presiden telah mencanangkan revitalisasi pertanian.

Hal itu dikemukakan Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik, Ir. Bambang Cahyono, di Surabaya, Sabtu (17/12). Ia mengatakan, dari sisi cuaca yang saat ini musim penghujan petani berbondongbondong melakukan tanam secara bersamaan, sehingga kebutuhan real petani akan pupuk sangat tinggi.

Tentang kelangkaan pupuk, kata dia, Pemprov Jatim telah mengajukan kebutuhannya langsung ke menteri pertanian. Namun, kebutuhan tersebut tidak seluruhnya disetujui karena menyangkut alokasi subsidi. Seperti diketahui, kebutuhan pupuk urea 2005 sebesar 1,1 juta ton, disetujui 925 ribu ton, sehingga kurang 175 ribu ton.

Dikutip dari: www.balipost.co.id

Menurut Anda, apakah ada hubungan antara kelangkaan pupuk terhadap penawaran hasil-hasil pertanian seperti beras? Bagaimana cara mengatasi kelangkaan pupuk tersebut apabila dilihat dari sisi permintaan?

D. Meraih Kompetensi Dasar

Buatlah ringkasan materi tentang harga dan output keseimbangan dengan tahap-tahap: 1.  Membuat daftar permintaan dan penawaran.

  1. Membuat fungsi permintaan dan penawaran dari daftar yang dibuat sebelumnya.
  2. Menghitung harga dan output keseimbangan.
  3. Menggambar kurva harga dan output keseimbangan.

Presentasikan ringkasan tersebut kepada teman-teman Anda di kelas!