Pengertian Kewirausahaan Karakteristik Peran Bidang Usaha Kegiatan Kinerja

eko gambar bab 6 gambar 6.1

Pengertian Kewirausahaan Karakteristik Peran Bidang Usaha Kegiatan Kinerja – Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong kemajuankemajuan di berbagai bidang termasuk bidang ekonomi. Saat ini banyak kita jumpai barang-barang yang berkualitas dan beragam. Fenomena baru menunjukkan bahwa banyak orang yang menghendaki kepraktisan dan kemudahan. Hal tersebut mendorong para wirausaha untuk memanfaatkan peluang dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju sehingga diperoleh keuntungan. Berbagai inovasi dan temuan produk yang kreatif untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia antara lain: handphone, mobil, sepeda motor, rice cooker, magic com, air conditioner, dan peralatan lain yang memberikan kemudahan, kepraktisan, dan kecanggihan.

kuliahkechina

PROGRAM KULIAH DI TIONGKOK DENGAN BEASISWA (BEBAS SPP & ASRAMA) UNTUK MAHASISWA D3, S1, dan S2, PENYELENGGARA VIVA COLLEGE

Klik : https://www.kuliahkechina.com

Berkat kemampuan wirausaha-wirausaha dalam menciptakan ide-ide kreatif dan inovatif maka masyarakat dapat menikmati barang dan jasa yang dihasilkan wirausaha untuk memenuhi kebutuhannya. Selain itu keberadaan wirausaha mempunyai arti penting bagi perekonomian nasional. Berikut ini akan dijelaskan mengenai ciri-ciri wirausaha dan arti pentingnya wirausaha bagi perekonomian.

Perkembangan ilmu teknologi dapat mendorong para wirausaha dalam memanfaatkan peluang.

Gambar 6.1 Perkembangan ilmu teknologi dapat mendorong para wirausaha dalam memanfaatkan peluang.

Pengertian Kewirausahaan

Secara harfiah wirausaha berasal dari kata wira dan usaha.Wira artinya utama, gagah, luhur, berani, teladan atau pejuang. Sedangkan usaha artinya kegiatan yang dilakukan terus menerus dalam mengelola sumber daya untuk mendapatkan keuntungan. Dengan demikian arti wirausaha adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk melakukan usaha dalam upaya memperoleh keuntungan.

Menurut Geoffrey G. Meredith, wirausaha adalah orangorang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumbersumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan kesuksesan. Seseorang yang melakukan wirausaha disebut wirausahawan. Wirausahawan berbeda dengan pekerja.

Keberhasilan wirausaha roti merupakan buah dari usaha mencoba membuat roti yang tidak kenal lelah.

Gambar 6.2 Keberhasilan wirausaha roti merupakan buah dari usaha mencoba membuat roti yang tidak kenal lelah.

Wirausahawan selalu berkeinginan untuk menciptakan hal-hal baru sedangkan pekerja selalu menginginkan pekerjaan dan bagaimana untuk mempertahankannya. Wirausaha juga berbeda dengan manajer. Wirausaha merintis usaha dari kecil hingga mengembangkannya sampai besar, memanfaatkan kesempatan yang ada, dan berani mengambil risiko. Adapun manajer memasuki organisasi setelah besar, mempunyai keterampilan manajerial yang lebih baik, dapat mengelola sumber daya dengan baik, dan berhati-hati terhadap risiko.

Seorang wirausaha harus belajar banyak tentang diri sendiri, kekuatan, dan kelemahan dari tindakan-tindakan yang dilakukan sendiri, kegagalan harus diterima sebagai pengalaman belajar. Beberapa wirausaha dapat berhasil setelah mengalami banyak kegagalan. Belajar dari pengalaman masa lampau dan pengalaman orang lain akan sangat membantu para wirausaha dalam menyalurkan kegiatan-kegiatannya untuk mencapai hasilhasil yang positif dan keberhasilan merupakan buah dari usaha yang tidak kenal lelah.

Thomas Alva Edison penemu bohlam lampu yang tidak takut gagal dalam usahanya.

Gambar 6.3 Thomas Alva Edison penemu bohlam lampu yang tidak takut gagal dalam usahanya.

Tahukah kalian bagaimana Thomas A. Edison dalam menemukan bohlam? Edison berhasil menemukan bohlam setelah 5.000 kali gagal membuatnya. Bahkan dia telah memikirkan organisasi yang mampu mengelola temuannya, sehingga berdirilah perusahaan raksasa GE Company. Bayangkan jika ia menyerah pada percobaan yang ke 4.999 kali! Mungkin bolam tidak akan ditemukannya.

Karakteristik Wirausaha

Wirausahawan merupakan pribadi yang mandiri dalam mengejar prestasi, ia berani mengambil risiko untuk mulai mengelola demi memperoleh keuntungan. Oleh karena itu, wirausaha lebih senang menjadi pemimpin daripada menjadi pengikut, sehingga ia mempunyai rasa percaya diri yang kuat dan mampu mempertahankan diri ketika menghadapi tantangan pada saat merintis usaha. Wirausaha dalam menghadapi berbagai permasalahan, senantiasa dituntut untuk kreatif. Dia mengetahui bagaimana mencapai tujuan yang telah direncanakan dan mampu berkonsentrasi serta berinisiatif memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman untuk mengatur langkah sesuai dengan rencana yang telah disusun. Dari uraian tersebut akan tampak ciri-ciri wirausaha. Berikut ini ciri-ciri seorang wirausaha.

  1. Percaya diri.
  2. Berorientasi tugas dan hasil.
  3. Berani mengambil risiko.
  4. Kepemimpinan
  5. Keorisinilan
  6. Berorientasi ke masa depan
Penjual es juga termasuk seorang wirausaha.

Gambar 6.4 Penjual es juga termasuk seorang wirausaha.

Bill Gates merupakan pengusaha terkaya di dunia dengan perusahaan Microsoftnya

Gambar 6.5 Bill Gates merupakan pengusaha terkaya di dunia dengan perusahaan Microsoftnya

Pada dasarnya ciri-ciri seorang wirausaha adalah rasa percaya diri dan mempunyai kemampuan yang lebih baik dibandingkan orang-orang pada umumnya. Para wirausaha memerlukan kebebasan untuk memilih dan bertindak menurut persepsinya tentang tindakan yang akan membuahkan kesuksesan. Ciri-ciri wirausaha tersebut ditunjukkan dengan karakter pribadinya. Karakter wirausaha yang berbeda dengan orang pada umumnya dapat dilihat di bawah ini.

Ciri-ciri wirausaha

Peran Kewirausahaan dalam Perekonomian

Pada dasarnya ciri-ciri seorang wirausaha adalah rasa percaya diri dan mempunyai kemampuan yang lebih baik dibandingkan orang-orang pada umumnya. Para wirausaha memerlukan kebebasan untuk memilih dan bertindak menurut persepsinya tentang tindakan yang akan membuahkan kesuksesan. Ciri-ciri wirausaha tersebut ditunjukkan dengan karakter pribadinya. Karakter wirausaha yang berbeda dengan orang pada umumnya dapat dilihat di bawah ini.

Salah satu faktor penting dalam mempersiapkan daya saing ekonomi nasional adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama yang aktif, kreatif, dan inovatif sebagai pelaku ekonomi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan untuk mengembangkan SDM sebagai wirausaha sekaligus sebagai insan dan sumber daya pembangunan. Untuk itu perlu menanamkan dan mengembangkan jiwa, semangat serta perilaku kewirausahaan seperti berikut ini.

  1. Kemauan dan kemampuan untuk bekerja dengan semangat kemandirian.
  2. Kemauan dan kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis, termasuk keberanian mengambil risiko usaha.
  3. Kemauan dan kemampuan berpikir dan bertindak secara kreatif dan inovatif.
  4. Kemauan dan kemampuan untuk bekerja dalam kebersamaan dengan berlandaskan etika bisnis yang sehat.

Adanya wirausaha-wirausaha nasional akan membawa manfaat baik untuk dirinya sendiri, masyarakat maupun bagi perekonomian nasional. Berikut ini peran wirausaha bagi perekonomian nasional.

Meningkatkan Produktivitas

Produktivitas merupakan kemampuan menghasilkan sesuatu yang baru. Seorang wirausaha mampu menciptakan sesuatu yang kreatif dan inovatif. Hal ini menunjukkan bahwa wirausaha termasuk orang yang produktif. Semakin banyak wirausahawan tentunya produktivitas semakin meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi

Menciptakan Lapangan Kerja

Dengan adanya wirausaha dapat menciptakan lapangan kerja baru sehingga memperkecil tingkat pengangguran

Gambar 6.6 Dengan adanya wirausaha dapat menciptakan lapangan kerja baru sehingga memperkecil tingkat pengangguran

Untuk mengembangkan hasil kreativitas, para wirausaha tentunya membutuhkan tenaga kerja. Kebutuhan akan tenaga kerja yang semakin meningkat menunjukkan terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat yang semakin besar. Dengan demikian, terbukanya lapangan kerja baru dapat mengurangi jumlah pengangguran yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Mendorong Inovasi Wirausaha

erat kaitannya dengan penciptaan sesuatu yang kreatif dan inovatif. Mereka mampu mengembangkan metode-metode baru yang inovatif. Misalnya produk kecantikan sebenarnya sudah ada sejak dahulu, oleh Moeryati Sudibyo produk kecantikan dikemas dan dikembangkan dengan berbagai inovasi. Seperti pembersih dan penyegar wajah dikemas dalam satu langkah (two in one). Sepeda motor juga demikian sudah ada sejak lama, namun akhir-akhir ini muncul sepeda motor yang didesain khusus wanita, sepeda motor yang tidak mengeluarkan banyak asap sehingga tidak menimbulkan  polusi. Komputer juga demikian, yang dahulu komputer tidak bisa dibawa bepergian, tetapi sekarang dengan adanya inovasi muncul komputer yang bisa dibawa bepergian seperti laptop.

Membantu Organisasi Bisnis Besar

Komputer dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan merupakan wujud inovasi dari para wirausaha.

Gambar 6.7 Komputer dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan merupakan wujud inovasi dari para wirausaha.

Bisnis yang sudah besar biasanya memperoleh komponenkomponen dari perusahaan kecil yang memproduksi komponen tersebut. Perusahaan besar tidak memproduksi komponen tersebut karena tidak efisien jika dilihat dari segi biaya, waktu, dan tenaga. Ini merupakan peluang bagi wirausaha dalam mengembangkan kegiatannya.

Bidang Usaha Wirausaha

Bidang Usaha Formal

Bidang usaha formal yaitu bidang usaha yang memiliki badan hukum. Bidang usaha formal bisa dalam bentuk PT, firma, CV, koperasi, dan sebagainya. Untuk mendirikan usaha ini membutuhkan modal yang besar. Sehingga untuk memasukinya perlu pertimbangan dan persiapan yang matang. Misalnya: industri pangan, biro perjalanan, restoran, koperasi simpan pinjam, penginapan, dan sebagainya.

Bidang Usaha Informal

Bidang usaha informal yaitu bidang usaha yang tidak harus memiliki badan hukum. Jenis usaha ini seperti tukang bakso, penjual asongan, penjual buku-buku bekas, dan sebagainya.

Karena keterbatasan daya serap industri di kota, sehingga timbul usaha informal seperti pedagang asongan.

Gambar 6.8 Karena keterbatasan daya serap industri di kota, sehingga timbul usaha informal seperti pedagang asongan.

Timbulnya usaha informal berhubungan dengan urbanisasi atau migrasi dari desa ke kota. Keterbatasan daya serap industri di kota, rendahnya tingkat pendidikan, dan keterampilan kerja sehingga tidak tertampung dalam sektor formal. Berikut ini ciri-ciri usaha informal.

  1. Membutuhkan modal yang relatif.
  2. Tidak membutuhkan keahlian khusus.
  3. Tidak perlu ada izin usaha.
  4. Umumnya tidak mempunyai tempat usaha yang permanen.
  5. Pola kegiatannya tidak teratur.

Kegiatan Bagi Calon Wirausaha

Untuk menjadi wirausahawan bukanlah hal yang mudah. Memiliki gagasan cemerlang saja tidak cukup untuk menjalankan usahanya. Gagasan tersebut harus ditunjang dengan persiapan yang matang agar keberhasilan yang memuaskan dapat tercapai.

Sebelum melakukan usaha banyak hal yang perlu direncanakan dengan baik. Banyak pertanyaan yang harus dijawab terlebih dahulu sebelum memulai usaha, seperti apa tujuan kita, apa saja yang perlu dipersiapkan, dan bagaimana cara menjalankannya.

Menentukan Ide Usaha

Ide untuk membuka warung es buah di depan sebuah kantor merupakan contoh kegiatan calon wirausaha.

Gambar 6.9 Ide untuk membuka warung es buah di depan sebuah kantor merupakan contoh kegiatan calon wirausaha.

Ide usaha adalah segala konsep atau rencana dari kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan untuk mencari laba. Banyak hal yang bisa digunakan untuk sumber ide. Pada dasarnya untuk menangkap suatu ide dibutuhkan kepekaan dan kejadian. Misalnya ketika dibangunnya perkantoran baru. Maka muncul ide untuk membuka warung makan, toko kelontong, foto kopi, dan sebagainya. Setelah ide ditentukan, maka langkah selanjutnya yaitu mengembangkan ide tersebut.

Perencanaan Usaha

Sebelum memulai suatu usaha, langkah terpenting yang harus dilakukan adalah merencanakan usaha tersebut berdasarkan ide yang telah ditentukan. Perencanaan usaha sangat dibutuhkan dalam upaya menjawab dan menguji kesiapan seorang wirausaha sebelum usaha dimulai. Perencanaan usaha menjadi alat pembantu dalam memikirkan produk dan jasa akan ditawarkan, menentukan lokasi usaha, memahami tingkat persaingan usaha, mengetahui besarnya pembiayaan usaha, menggambarkan mekanisme keorganisasian usaha sebelum investasi ditanamkan baik dalam bentuk gedung, peralatan maupun tenaga kerja.

Perencanaan usaha pada dasarnya dapat dibagi dalam empat bagian.

Gambaran Usaha Pada umumnya

gambaran usaha terdiri atas bagian-bagian berikut ini.

1) Nama perusahaan.

2) Bentuk perusahaan. Tipe perusahaan ini dapat berupa PT, CV, firma, koperasi atau merupakan usaha baru.

3) Tanggal berdirinya perusahaan.

4) Nama pemilik, partner atau pemegang saham utama. Bagaimana latar belakang pemilik dan pengelola.

5) Gambaran umum usaha dan bidang usaha yang dikembangkan beserta prospek dan pengembangannya.

6) Jenis produk atau jasa yang ditawarkan.

7) Menentukan lokasi usaha.

Rencana Manajemen

Merencanakan manajemen yang akan dilakukan merupakan salah satu hal terpenting dalam memulai sebuah usaha secara umum, rencana manajemen yang dibuat harus dapat memberikan jawaban atas pertanyaanpertanyaan berikut ini.

1) Bagaimana pengalaman dan kemampuan yang dimiliki dapat membantu usaha yang sedang dilaksanakan?

2) Siapa yang menjadi tim manajemenmu?

3) Bagaimana rincian tugas jabatan mereka?

4) Apa kekuatan dan kelemahan mereka?

Rencana Pemasaran

Pemasaran mempunyai peran yang sangat penting bagi kesuksesan suatu usaha. Dalam pemasaran yang terpenting adalah memahami kebutuhan atau keinginan pelanggan.

Penyusunan rencana pemasaran harus memberikan jawaban atas pertanyaan berikut ini.

1) Siapa pelanggan yang akan dituju?

2) Apa saja yang pelanggan harapkan terhadap produk anda?

3) Bagaimana strategi untuk menarik pelanggan dan mempertahankan pelanggan?

4) Bagaimana pasar yang dihadapi?

5) Bagaimana strategi meningkatkan pangsa pasar?

6) Berapa harga produknya?

Rencana Keuangan

Untuk memulai usaha seorang wirausaha harus menentukan berapa besar modal dan dari mana modal tersebut diperoleh.

Gambar 6.10 Untuk memulai usaha seorang wirausaha harus menentukan berapa besar modal dan dari mana modal tersebut diperoleh.

Merencanakan keuangan sebelum memulai usaha merupakan faktor penting untuk menentukan berapa modal yang akan dibutuhkan dan menentukan jumlah dana yang diperlukan untuk menjalankan usaha dan jumlah yang diperlukan untuk mempertahankan agar usaha tersebut tetap berjalan. Bagian keuangan dari perencanaan usaha yang dibuat harus mencantumkan dana-dana luar yang dipergunakan, peralatan yang dimiliki, daftar pelanggan, ramalan laba-rugi, neraca, dan cash flow usaha.

Memulai Usaha

Apabila semua rencana di atas telah disusun dengan mempertimbangkan peluang, ancaman, kelemahan, dan kekuatan usaha tersebut, maka langkah selanjutnya yaitu memulai bisnis dengan penuh keyakinan.

Kinerja Wirausaha

Pada umumnya kisah tentang wirausaha sering menceritakan alasan-alasan yang menyebabkan keberhasilan dan kesuksesan mereka, namun jarang mereka menceritakan alasan-alasan kegagalan mereka. Pada kenyataannya terdapat juga wirausaha yang gagal. Berikut ini penyebab kegagalan wirausaha.

Kurangnya Pengalaman Manajemen

Banyak wirausaha yang tidak sepenuhnya memahami sulitnya mengoperasikan sebuah perusahaan. Ada beberapa wirausaha yang akan memasuki dunia bisnis, tetapi mereka tidak tahu cara mengelolanya.

Pada waktu persoalan bisnis muncul mereka tidak mampu mengatasinya. Misalnya seorang wirausaha dengan latar belakang pendidikan teknik mungkin mempunyai kecakapan dalam desain produk, tetapi dia tidak memahami akuntansi, keuangan, pemasaran, penjualan, dan manajemen sumber daya manusia. Apabila disiplin bisnis ini diabaikan maka dapat menyebabkan kegagalan bisnis.

Kurang Mampu Membuat Perencanaan Keuangan

Wirausaha yang berpikir bahwa mereka akan mendapat modal yang cukup pada tahun-tahun pertama usaha mereka akan kehabisan modal sebelum akhir tahun pertama. Penyusunan anggaran yang kurang seimbang akan mengakibatkan defisit keuangan. Sehingga dalam menggunakan modal harus memerhatikan penggunaan untuk masa sekarang dan masa depan.

Kurang Mampu Menganalisa Lokasi

Di antara para wirausaha berusaha menghemat biaya dengan menempati lokasi yang kurang menguntungkan. Penempatan lokasi seperti itu akan merugikan wirausaha itu sendiri, karena pelanggan tidak tertarik untuk datang ke lokasi tersebut. Pemilihan lokasi yang benar merupakan salah satu faktor penting dalam mendirikan sebuah usaha.

Bersifat Boros

Ada beberapa wirausaha yang lebih mengutamakan modal tetap daripada modal lancar. Misalnya mereka lebih memilih membeli mebel dan perlengkapan kantor baru daripada yang bekas. Ini menyebabkan modal kerja yang sedianya untuk mengoperasikan perusahaan menjadi terbatas, sehingga akan menyebabkan timbulnya persoalan lain. Contoh: seorang wirausaha memperoleh pesanan dari pelanggan dua kali lipat dari sebelumnya. Namun karena wirausaha tidak mempunyai uang tunai untuk menambah persediaan barang maka pesanan dari pelanggan tidak dapat terpenuhi. Akibatnya pelanggan bisa kecewa dan pada akhirnya menyebabkan kegagalan usaha.

Kurang Bersedia untuk Berkorban

Wirausaha harus berani berkorban dengan bekerja keras, terutama pada tahun-tahun yang merupakan masa pertumbuhan bisnis mereka. Mereka bersedia bekerja dengan jam kerja melebihi jam kerja rata-rata yang dilakukan oleh orang lain. Mereka harus menghadapi kesulitan hingga perusahaan menjadi kuat. Jika wirausaha tersebut tidak mau berkorban maka akan

Untuk menghindari kegagalan usaha maka seorang wirausaha harus mampu melihat suatu peluang dan memanfaatkannya untuk mencapai keuntungan atau manfaat bagi dirinya dan dunia sekelilingnya serta kelanjutan usahanya. Selain itu mereka harus berani mengambil risiko dengan mengadakan pembaruan (inovation). Wirausaha harus pandai melihat kedepan dengan mengambil pelajaran dari pengalaman di waktu yang lampau, ditambah dengan kemampuan menerima serta memanfaatkan realitas atau kenyataan yang ada disekelilingnya. Realitas tersebut bukan saja dibidang ekonomi, namun mencakup juga bidang sosial, pendidikan bahkan bidang agama. Dia harus mampu mengoordinasi dan mendayagunakan kekuatan modal, teknologi, dan tenaga ahli untuk mencapai tujuan secara harmonis. Dengan demikian ia adalah manajer dan menggunakan manajemen dalam usaha mencapai tujuan.

Analisisku

Bisnis Tahu Sumedang Haji Tamim, dari Pedagang Kaki Lima

Menjadi Pengusaha Sukses Siapa tak kenal dengan tahu sumedang.

Makanan khas Indonesia yang berasal dari Sumedang, di daerah Jawa Barat ini tidak hanya gurih rasanya tapi juga kaya akan protein dan berbagai zat yang diperlukan oleh tubuh. Bagi Haji Tamim (58), tahu sumedang telah mengubah hidupnya.

Bagaimana tidak, berawal dari seorang pedagang kaki lima di pasar, ia lalu berdikari menjadi salah seorang pengusaha tahu yang sukses. Dari usahanya itu kini ia telah berhasil menghidupi keluarganya, naik haji, memiliki pabrik dan menghidupi keenam belas karyawannya. Ayah dari sembilan orang anak ini telah memulai usahanya sejak tahun 1985. Berawal dari pembuatan satu gilingan tahu atau kira-kira seratus buah tahu/hari, menjadi dua puluh lima gilingan dan sekarang mencapai seratus gilingan atau sekitar sepuluh ribu buah tahu/hari. Jumlah yang cukup untuk memberi makan sekampung.

Usaha yang dianggap kebanyakan orang sebagai hal yang sepele ini, ternyata mampu mendatangkan omset lebih dari Rp100 juta/bulan. Belum lagi jika ada hari-hari khusus yang menyebabkan permintaan bertambah maka omzetnya bisa mencapai dua kali lipat dari omzet biasa. Ketika berbincangbincang dengan Haji Tamim, senyumnya selalu dikulum, tanda bisnisnya lancar. Bahan baku utama tahu sumedang ini, menurut Tamim yang tidak lulus SMP itu, adalah kacang kedelai yang disuplai dari Bandung. Untuk keperluan produksinya, secara rutin dikirim empat ton kacang kedelai/minggu. Harga kacang kedelai yang digunakan berkisar antara Rp 2.700 sampai Rp3.000/kilogram.

Proses pembuatan tahu sumedang ini tentu saja tidak semudah yang kita bayangkan. Pembuatan tahu sumedang dilakukan di dalam ruangan yang hanya berukuran kurang lebih 10 x 12 m.

Dalam mengelola usahanya, H. Tamim yang asli berasal dari Sumedang ini masih menggunakan sistem yang tradisional. Mulai dari pengawasan produksi sampai dengan sistem administrasi, semuanya dipegang oleh pria berusia 58 tahun ini. Para pegawai yang bekerja di pabrik tahu itu digaji sekitar sembilan ratus ribu rupiah/bulan. Karena sistemnya yang menggunakan shift, maka per sepuluh hari mereka mendapatkan upah tiga ratus ribu rupiah.

Menurut Tamim, kegiatan pembuatan tahu paling pas dilakukan pukul delapan malam sampai pukul delapan pagi. Uniknya pada hari-hari khusus, kegiatan di pabrik tidak libur. Mereka yang merelakan hari liburnya untuk bekerja tentu saja mendapatkan imbalan yang sesuai. “Pak Haji selalu memerhatikan pegawainya seperti anaknya sendiri”, tutur Asep yang juga menjadi tangan kanan Tamim.

Biaya yang perlu dikeluarkan Tamim tentu saja tidak seberapa dibanding pendapatannya per bulan. Untuk biaya listrik di pabrik yang terletak di kampung Andir, Desa Cileunyi Wetan ini saja misalnya, ia hanya mengeluarkan delapan ratus ribu rupiah/bulan. Dari modal kurang lebih Rp 22 juta untuk membeli alat-alat dan mesin-mesin, Tamim kini telah mengembangkan usahanya mulai dari pinggir tol Cileunyi sampai ke daerah Bandung. Impiannya ke depan, dia ingin merambah Jakarta.

Menurutnya, tahu sumedang yang ada di Jakarta, bentuknya mirip tahu sumedang, tapi rasanya tak karuan. Makanya, kalau saja ada yang ingin bekerja sama, dia mau memasok tahu sampai ke Jakarta. “Yang pernah cobain tahu saya, kalau kembali ke Bandung atau mau balik ke Jakarta, pasti membeli sebagai oleh-oleh untuk orang rumah,” ujarnya bangga.

Sumber: Sinar Harapan, 2003

Berdasarkan artikel di atas, jawablah pertanyaan di bawah ini!

  • Identifikasikanlah apakah karakter-karakter wirausaha ada pada diri Pak H. Tamim?
  • Termasuk bidang usaha apa bisnis yang digeluti Pak H. Tamim?

Rangkuman

  1. Wirausaha adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk melakukan usaha dalam upaya memperoleh keuntungan.
  2. Ciri-ciri wirausaha adalah percaya diri, berorientasi tugas dan hasil, berani mengambil risiko, kepemimpinan, keorisinilan, berorientasi ke masa depan.
  3. Karakter wirausaha terdiri atas pengendalian diri, tidak suka berpangku tangan, motivasi, mampu menganalisa kesempatan, kreatif, percaya diri, mampu memecahkan masalah, dan objektif.
  4. Peranan wirausaha bagi perekonomian nasional: a. meningkatkan produktivitas b. menciptakan lapangan kerja c. mendorong inovasi d. membantu organisasi bisnis yang besar
  5. Kewirausahaan dapat dilakukan di berbagai bidang, baik bidang usaha formal dan bidang usaha informal.
  6. Cara memulai sebuah usaha yaitu menentukan ide usaha, perencanaan usaha, dan memulai usaha.
  7. Penyebab kegagalan wirausaha antara lain: kurang pengalaman dalam menjalankan kegiatan usaha, kurang mampu membuat perencanaan keuangan, kurang mampu menganalisa lokasi, bersifat boros dan kurang bersedia untuk berkorban.

Uji Kompetensi

A. Pilihan Ganda

1.Kegiatan yang didirikan secara terus menerus dalam mengelola sumberdaya untuk mendapatkan keuntungan disebut ….

a. kewirausahaan d. pengusaha
b. wiraswasta e. usaha
c. wirausaha

2. Kemampuan yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah ….

a. melihat peluang usaha d. memperoleh kredit dari bank
b. memanfaatkan kegagalan e. meniru hasil kreatifitas orang lain
c. menanggapi kritik dan saran

3. Seorang wirausaha harus memiliki sikap di bawah ini, kecuali ….

a. dinamis dan tidak mudah menyerah d. memiliki tanggung jawab
b. mau menerima saran dari orang lain e. kreatif dan inovatif
c. selalu ingin menang sendiri

4. Karakter wirausaha yang menunjukkan sifat selalu mencari cara yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu adalah ….

a. motivasi d. inovatif
b. objektif e. percaya diri
c. kreatif

5. Salah satu penyebab kegagalan wirausaha adalah ketidakmampuan mengelola sumberdaya dalam usahanya. Hal ini merupakan kegagalan yang disebabkan ….

a. kurangnya modal dalam usaha d. kurang mampu menganalisa SWOT
b. kurang mampu menganalisa pasar e. kurang mampu mengendalikan keuangan
c. kurangnya pengalaman manajemen

6. Berikut ini bentuk kewirausahaan di bidang usaha informal, kecuali ….

a. kehutanan d. penjual asongan
b. penjual bakso e. penjual buku-buku bekas
c. toko kelontong

7. Wirausaha yang mempunyai kepercayaan diri yang tinggi akan terlihat pada sifat ….

a. menganalisa alternatif-alternatif yang akan dipilih untuk mengembangkan usaha
b. menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri
c. tidak takut mengakui jika melakukan kesalahan
d. selalu mencari cara yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu
e. selalu terdorong oleh hasrat mencapai kesuksesan

8. Semangat dan perilaku kewirausahaan ditandai dengan kemampuan dan kemauan seperti di bawah ini, kecuali ….

a. bertindak inovatif d. bekerja dengan semangat kemandirian
b. memecahkan masalah e. menggunakan berbagai cara untuk melakukan monopoli
c. berani mengambil risiko

9. Adanya wirausaha akan membawa dampak positif bagi para angkatan kerja yaitu ….

a. menemukan metode-metode baru dalam berproduksi
b. menciptakan barang dan jasa baru
c. membantu usaha-usaha yang lain
d. menciptakan lapangan kerja
e. menciptakan teknologi baru

10. Hal-hal di bawah ini merupakan faktor-faktor yang perlu diperhatikan wirausaha untuk memulai usahanya, kecuali ….

a. lokasi d. keuntungan
b. keuangan e. sumber daya manusia
c. manajemen

11. Jiwa dari perencanaan disebut ….

a. perencanaan d. ide usaha
b. kreativitas e. inovasi
c. wirausaha

12. Menentukan harga produk termasuk perencanaan ….

a. produksi d. manajemen
b. keuangan e. gambaran usaha
c. pemasaran

13. Perhatikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

1) Siapa yang menjadi tim manajemen?

2) Bagaimana pasar yang dihadapi?

3) Apa nama perusahaannya?

4) Bagaimana pengalaman dan kemampuan bisnisnya?

Yang termasuk rencana manajemen adalah ….

a. 1 dan 2 d. 2 dan 3
b. 1 dan 3 e. 2 dan 4
c. 1 dan 4

14. Berikut ini faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan wirausaha, kecuali ….

a. anggapan bahwa modal merupakan faktor penting untuk melakukan usaha
b. kurang menyadari pengorbanan dengan bekerja keras
c. kurang mengetahui tentang pokok-pokok disiplin
d. terlalu boros pada saat membuka usaha
e. kurang tepat dalam memilih lokasi

15. Manajemen suatu ide usaha dapat diperoleh dari ….

a. kamar mandi d. di sekolah
b. di tepi pantai e. melamun
c. di mana saja

B. Soal Uraian

  1. Menurut pendapat kalian apa yang dimaksud kewirausahaan?
  2. “Kegagalan adalah kunci keberhasilan” Bagaimana pendapatmu tentang ungkapan tersebut?
  3. Mengapa keberadaan wirausaha mempunyai arti penting bagi perekonomian Indonesia?
  4. Sebutkan sikap-sikap yang perlu kalian kembangkan untuk membentuk pribadi yang mandiri, kreatif, dan inovatif!
  5. Jelaskan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi keberhasilan seorang wirausaha!