Loading...

Sistem Pertahanan Tubuh Sel Kekebalan Antibodi Darah Antigen Protein

Sistem Pertahanan Tubuh Sel Kekebalan Antibodi Darah Antigen Protein

Beasiswa China – Pernahkan Anda terserang flu? Apakah Anda pernah bersin karena debu atau kotoran? Flu, demam, dan bersin merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh. Tubuh kita dapat terserang penyakit akibat masuknya penyakit, baik itu melalui kulit, makanan, ataupun udara. Pada bab sebelumnya, Anda telah mempelajari struktur kulit. Kulit merupakan lapisan penutup seluruh tubuh makhluk hidup. Salah satu fungsi kulit yaitu melindungi tubuh dari faktor luar, seperti benturan, tekanan, bahkan bibit penyakit. Oleh karena itu, kulit termasuk ke dalam salah satu sistem pertahanan tubuh. Pada bab ini, Anda akan mempelajari sistem pertahanan tubuh dari benda asing. Bagaimana mekanisme pertahanan tubuh manusia? Dapatkan sistem pertahanan tubuh mengalami gangguan? Setelah mempelajari bab ini, Anda akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat belajar.

 

kuliahkechina

PROGRAM KULIAH DI TIONGKOK DENGAN BEASISWA (BEBAS SPP & ASRAMA) UNTUK MAHASISWA D3, S1, dan S2, PENYELENGGARA VIVA COLLEGE

Klik : https://goo.gl/forms/tygYQqTbn0wf3cQV2

Sistem Pertahanan Tubuh

Tahukah Anda, apa yang dilakukan sebuah negara ketika para penyelundup menyerang dan membuat kacau? Semua daerah di negara tersebut akan bersatu membuat sistem pertahanan diri terhadap serangan para penyelundup.

Keterangan di atas merupakan suatu analogi mengenai  kondisi tubuh kita apabila mendapat serangan dari luar. Apa sajakah serangan dari luar terhadap tubuh kita? Perlu Anda ketahui, setiap hari jutaan bakteri, mikroba, virus, dan parasit berusaha masuk ke dalam tubuh. Untuk mengatasinya, tubuh kita memiliki pertahanan yang berlapis-lapis. Sistem pertahanan yang berlapis-lapis ini penting untuk menghadapi serangan virus atau bakteri secara bertahap. Akan tetapi, adakalanya sistem pertahanan ini masih dapat ditembus oleh bibit penyakit sehingga muncul kondisi sakit.

Pada umumnya, sistem pertahanan tubuh digolongkan menjadi dua, yaitu sistem pertahanan tubuh nonspesifik dan sistem pertahanan tubuh spesifik (Tabel 10.1). Apakah perbedaan keduanya?

sistem pertahanan tubuh nonspesifik dan sistem pertahanan tubuh spesifik

Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik

Adakalanya benda asing ataupun mikroba yang tidak dikehendaki memasuki tubuh kita. Jika hal tersebut terjadi, tubuh akan menganggap benda yang masuk itu sebagai benda asing atau antigen. Benda asing tersebut dapat berupa patogen, yaitu mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit. Sistem pertahanan tubuh nonspesifik merupakan sistem pertahanan tubuh yang tidak membedakan mikroorganisme patogen satu dengan yang lainnya.

Kulit dan Membran Mukosa

Sebelum masuk ke dalam tubuh, patogen harus menembus tubuh manusia. Kulit merupakan garis pertahanan pertama tubuh terhadap patogen. Kulit yang utuh terdiri atas epidermis yang tersusun atas sel-sel epitel yang sangat rapat. Kondisi ini menyulitkan mikroorganisme untuk masuk ke dalam tubuh. Akan tetapi, jika kulit mengalami kerusakan sedikit  saja, akan menyebabkan masuknya patogen seperti bakteri atau virus. Selain kulit, membran mukosa yang melapisi saluran pencernaan, saluran pernapasan, dan saluran kelamin dapat menghalangi masuknya mikroba yang berbahaya.

Kulit merupakan sistem pertahanan nonspesifik yang pertama.

Gambar 10.1 Kulit merupakan sistem pertahanan nonspesifik yang pertama.

Selain pertahanan fisik, kulit dan membran mukosa dapat berfungsi sebagai pertahanan kimiawi. Sekresi dari kelenjar minyak dan kelenjar keringat akan memberikan suasana pH kulit antara 3–5. Kisaran pH tersebut mencegah kolonisasi mikroorganisme di kulit. Koloni mikroorganisme ini dapat pula dihambat oleh aktivitas air liur, air mata, dan sekresi mukosa yang membasahi permukaan epitelium. Sekresi tersebut mengandung salah satu protein pelindung, yaitu lisozim.

Lisozim

Lisozim merupakan enzim yang dapat mencerna dinding sel dari banyak jenis bakteri atau dengan kata lain enzim pembunuh bakteri.

Sel-Sel Fagosit

Adakalanya garis pertahanan pertama dapat ditembus oleh patogen. Hal ini dapat terjadi karena adanya luka pada kulit. Jika hal ini terjadi, patogen yang masuk akan menghadapi  garis pertahanan kedua. Garis pertahanan kedua ini bergantung pada fagositosis. Fagositosis merupakan peristiwa sel yang memakan sel atau benda lain, ini dilakukan oleh jenis sel darah putih tertentu. Perhatikan Gambar 10.2.

Fagositosis bakteri oleh makrofag.

Gambar 10.2 Fagositosis bakteri oleh makrofag.

Sel darah putih (leukosit) terdiri atas

Neutrofil
Monosit
Eousinofil

Neutrofil merupakan sel darah terbanyak dalam leukosit, yaitu sekitar 70%. Neutrofil bekerja dengan cara memasuki jaringan yang terinfeksi, kemudian memakan dan merusak mikroba yang terdapat di sana. Sel-sel yang terinfeksi oleh mikroba akan mengeluarkan sinyal kimiawi sehingga menarik neutrofil untuk datang. Proses ini disebut dengan kemotaksis.

Monosit hanya menyusun sekitar 5% dari leukosit. Cara kerja monosit hampir sama dengan cara kerja neutrofil. Perbedaannya, monosit akan berkembang menjadi makrofag setelah masuk ke dalam jaringan. Makrofag merupakan sel fagosit yang terbesar. Sel makrofag ini memiliki kaki semu (pseudopodia) yang panjang.

Pseudopadia

Pseudopadia ini berfungsi melekatkan diri pada mikroba. Mikroba yang menempel pada pseudopodia ini akan ditelan oleh makrofag dan kemudian dirusak oleh enzim-enzim lisosom makrofag.

Mekanisme sel darah putih dalam melawan bakteri yang masuk.

Gambar 10.3 Mekanisme sel darah putih dalam melawan bakteri yang masuk.

Eosinofil bekerja dengan melawan parasit yang berukuran lebih besar, seperti cacing darah. Eosinofil dapat melepaskan enzim-enzim untuk merusak dinding eksternal dari parasit.

Protein Antimikroba

Salah satu cara pertahanan tubuh nonspesifik adalah protein antimikroba. Protein antimikroba disebut juga dengan sistem komplemen. Sistem komplemen ini terdiri atas 20 jenis protein. Protein tersebut normalnya dalam keadaan nonaktif. Akan tetapi, apabila ada mikroba yang masuk ke dalam tubuh, glikoprotein dari permukaan sel mikroba tersebut akan mengaktifkan sistem komplemen ini.

Fungsi sistem komplemen

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari sistem komplemen yang telah aktif.

  1. Menghasilkan opsonin, yaitu suatu zat yang dapat melekatkan mikroba dengan leukosit sehingga memudahkan fagositosis.
  2. Menyebabkan pelepasan histamin oleh mastosit. Histamin menimbulkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan meningkatkan permeabilitas kapiler terhadap protein.
  3. Menimbulkan suatu reaksi pada membran sel mikroba berupa munculnya lubang pada membran. Peristiwa ini dapat mematikan bagi mikroba.

Selain sistem komplemen, terdapat kumpulan protein sebagai pertahanan nonspesifik yang disebut interferon.

Interferon

Interferon ini diproduksi oleh sel-sel yang terinfeksi oleh virus. Kemudian, interferon tersebut akan berikatan dengan reseptor membran plasma pada sel-sel yang sehat. Selsel sehat yang telah terikat dengan interferon tersebut akan membentuk suatu protein antivirus. Interferon tertentu untuk langsung membunuh dan menghancurkan sel-sel yang terinfeksi virus.

Respon Peradangan (Inflamasi)

Demam merupakan salah satu bentuk tanggapan tubuh terhadap peradangan

Gambar 10.4 Demam merupakan salah satu bentuk tanggapan tubuh terhadap peradangan

Respons peradangan terjadi ketika sel-sel pada jaringan rusak atau mati karena infeksi patogen. Reaksi atau respons tubuh terhadap kerusakan sel-sel tubuh yang disebabkan oleh infeksi dan gangguan lainnya disebut radang. Beberapa gejala dari radang adalah panas, bengkak, sakit, kulit merah, dan gangguan fungsi pada daerah tertentu.

Apakah Anda pernah merasakan gatal pada kulit? Gatal merupakan salah satu bentuk dari peradangan. Apakah Anda pernah mengalami demam? Demam merupakan suatu kondisi di mana suhu tubuh melebihi normal. Demam merupakan salah satu bentuk tanggapan tubuh terhadap radang. Racun yang dihasilkan oleh patogen dapat memicu terjadinya demam. Selain itu, leukosit tertentu dapat memproduksi molekul yang disebut pirogen.

Pirogen

Pirogen ini dapat menyebabkan suhu tubuh menjadi tinggi. Suhu tubuh yang tinggi dapat membantu pertahanan tubuh dengan cara menghambat pertumbuhan beberapa mikroba. Selain itu, demam dapat memudahkan fagositosis dan mempercepat perbaikan jaringan.

Sistem Pertahanan Tubuh Spesifik

Sistem pertahanan tubuh spesifik merupakan pertahanan tubuh terhadap patogen tertentu yang masuk ke dalam tubuh. Sistem ini bekerja apabila patogen telah berhasil melewati sistem pertahanan tubuh nonspesifik. Sistem pertahanan tubuh spesifik ini biasa disebut dengan sistem kekebalan tubuh yang merupakan garis pertahanan ketiga dari tubuh.

Sistem kekebalan terdiri atas sel-sel yang tersebar di seluruh tubuh dan beberapa terkonsentrasi di sistem limfa. Sistem limfa ini mencakup timus, limfa, nodus limfa, sumsum tulang, dan tonsil. Untuk memahami sistem limfa, perhatikan Gambar 10.5.

Sel-sel yang paling utama di dalam sistem kekebalan adalah limfosit yang beredar di seluruh tubuh dan sistem limfa. Limfosit akan dibantu oleh makrofag yaitu sel fagosit terbesar yang berasal dari monosit. Limfosit dan makrofag akan beredar di seluruh tubuh untuk mengatasi benda asing yang masuk. Hal ini merupakan awal dari respons kekebalan.

Sistem limfa manusia

Gambar 10.5 Sistem limfa manusia

Limfosit

Sistem kekebalan tubuh “dipersenjatai” oleh dua tipe sel limfosit, yaitu limfosit B (sel B) dan limfosit T (sel T). Kedua tipe limfosit ini akan bekerja sama satu sama lain dan dengan makrofag. Akan tetapi, keduanya akan memberikan respons kekebalan tubuh yang berbeda.

Limfosit B

Ketika Anda sakit demam atau radang tenggorokan, sistem kekebalan tubuh akan merespons dengan menghasilkan molekul antibodi spesifik. Antibodi merupakan suatu protein yang dapat berikatan dengan antigen yang spesifik. Antibodi ini terlarut dalam darah dan beredar di seluruh tubuh untuk menghadapi patogen. Molekul antibodi tersebut merupakan protein yang disekresikan oleh sel plasma. Sel plasma ini dibentuk oleh limfosit B yang berada pada sumsum tulang.

Untuk memahami pembentukan antibodi oleh sel plasma, perhatikan Gambar 10.6. Secara umum, sel B akan mengenali benda asing (antigen) yang masuk ke dalam tubuh dan meresponsnya dengan cara menyekresikan molekul antibodi. Molekul antibodi tersebut akan menetralkan molekul-molekul antigen.

Setelah sel B menetralkan antigen, sebagian sel akan tetap berada di dalam tubuh. Sel-sel tersebut dinamakan sel memori. Sel memori ini berfungsi mengeluarkan antibodi apabila antigen dengan jenis yang sama masuk ke dalam tubuh lagi.

Diferensiasi sel plasma penghasil antibodi dari sel B.

Gambar 10.6 Diferensiasi sel plasma penghasil antibodi dari sel B.

Limfosit T

Berbeda halnya dengan sel B yang berfungsi membuat antibodi, sel T bekerja dengan cara berinteraksi langsung dengan sel-sel lainnya. Sel T mampu mengenali sel yang terinfeksi oleh antigen yang masuk.

Sel T

Sel T dapat dibedakan menurut fungsinya menjadi tiga bagian, yaitu:

Sel T sitotoksik

Sel T sitotoksik bekerja dengan cara membunuh sel yang terinfeksi. Sel T sitotoksik dapat membunuh virus, bakteri, dan parasit lainnya bahkan setelah masuk ke dalam sel inang. Sel T sitotoksik dapat berperan juga dalam penghancuran sel kanker.

Sel T pembantu

Sel T pembantu berperan sebagai pengatur, bukan pembunuh. Sel ini mengatur respons, kekebalan tubuh dengan cara mengenali dan mengaktifkan limfosit yang lain, termasuk sel B dan sel T sitotoksik.

Sel T supressor

Fungsi sel T supressor adalah mengurangi produksi antibodi oleh selsel plasma dengan cara menghambat aktivitas sel T pembantu dan mengurangi keaktifan dari sel T pembunuh. Dalam keadaan normal, sel ini berfungsi setelah infeksi mereda. Peran sel T supressor sangat penting karena antibodi dan sel T pembunuh yang terlalu aktif kemungkinan besar dapat merusak sel-sel tubuh yang sehat.

Sel T sitotoksik dan (b) sel T sitotoksik sedang melawan sel kanker

Gambar 10.7 (a) Sel T sitotoksik dan (b) sel T sitotoksik sedang melawan sel kanker

2.2 Antibodi

Antibodi merupakan protein. Antibodi berikatan dengan protein yang lainnya (antigen) yang ditemukan di dalam tubuh. Molekul protein pada permukaan bakteri atau virus berperan sebagai antigen. Antibodi merupakan bagian yang berperan di dalam pertahanan tubuh.

Gambar 10.8 menunjukkan struktur dan fungsi dari antibodi. Perhatikan bahwa setiap antibodi memiliki dua tempat yang dapat bereaksi dengan antigen.

Fungsi antibodi

Fungsi antibodi, yaitu berikatan dengan molekul antigen membentuk rangkaian seperti jaring.

(a) Molekul antibodi yang digambarkan oleh grafik komputer, (b) struktur antibodi, dan (c) binding antibodi pada antigen determinan

Gambar 10.8 (a) Molekul antibodi yang digambarkan oleh grafik komputer, (b) struktur antibodi, dan (c) binding antibodi pada antigen determinan

Antibodi dapat menghambat partikel-partikel virus. Untuk menginfeksi saluran sel, virus pertama-tama harus bisa mengenali sel inangnya. Protein dari virus mencocokkan bentuknya dengan molekul pada membran sel dari sel inang. Antibodi dapat menutupi protein dari virus agar virus tersebut tidak bisa menginfeksi sel.

Protein yang disebut interferon juga bekerja melawan virus. Interferon diproduksi oleh sel yang telah terinfeksi oleh virus. Interferon membuat sel-sel yang tidak terinfeksi menjadi resisten terhadap serangan virus. Antibodi tersusun atas dua tipe rantai polipeptida yaitu rantai ringan (light chain) dan rantai berat (heavy chain). Struktur gabungan kedua rantai tersebut membentuk huruf Y. Di tengah-tengah ikatan rantai tersebut terdapat daerah Hinge (Hinge Region) yang memungkinkan rantai-rantai polipeptida untuk bergerak. Setiap lengan dari antibodi memiliki daerah pengikat antigen (antigen-binding site).

Antibodi dapat dibedakan berdasarkan susunan proteinnya menjadi lima kelas utama. Setiap antibodi berinteraksi dengan molekul dan sel yang berbeda-beda dan memiliki karakteristik yang berbeda pula.

Masing-masing antibodi memiliki daerah variabel (variable region) yang dapat mengenali antigen khusus dan daerah konstan (constant region) yang mengontrol bagaimana molekulnya berinteraksi dengan bagian lain dari sistem kekebalan tubuh. Untuk lebih jelasnya mengenai tipe-tipe antibodi, perhatikan Tabel 10.2 berikut.

No  Antibodi Karakteristik
1
 IgM
Tipe pertama antibodi yang dihasilkan pada awal suatu infeksi; secara umum dilepaskan ke aliran darah
2
IgG
Tipe antibodi paling banyak di peredaran darah; dapat masuk ke jaringan lain dengan mudah; diproduksi ketika terjadi infeksi serius
3
IgA
Ditemukan di dalam tubuh, termasuk keringat, air mata, air ludah; membantu dalam membentuk kekebalan pasif pada bayi
4
IgD
Ditemukan di permukaan limfosit B; berperan dalam respons kekebalan tubuh
5
IgE
Bekerja sama dengan reaksi alergi dan asma; ditemukan di permukaan histamin

 

 

 

 

 

 

Respon Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan dapat menghasilkan dua jenis respons terhadap antigen, yaitu respons humoral dan respons selular. Respons humoral atau kekebalan humoral melibatkan aktivitas sel B dan produksi antibodi yang beredar di dalam plasma darah dan limfa. Kekebalan humoral efektif melawan bakteri atau virus yang mencoba masuk ke dalam cairan tubuh. Adapun respons selular atau kekebalan selular melibatkan sel-sel yang bereaksi langsung terhadap sel-sel asing atau jaringan yang terinfeksi. Jenis kekebalan ini dapat secara langsung melawan sel-sel tubuh yang terinfeksi oleh bakteri atau virus. Akan tetapi, kekebalan selular ini berperan pula dalam pengenalan jaringan asing dan penolakan atas jaringan hasil transplantasi.

Fungsi kekebalan humoral dan selular

Secara umum, kekebalan humoral dan selular memberikan tiga fungsi utama sebagai berikut.

  1. Pengenalan Sistem kekebalan dapat mengenali benda asing (antigen) yang masuk ke dalam tubuh. Meskipun jenis patogen sangat beraneka ragam, sistem kekebalan dapat mengenali dan menyusun respon melawan semua jenis organisme secara spesifik.
  2. Reaksi Setelah mengenali antigen yang masuk, sistem kekebalan bereaksi dengan mempersiapkan respons humoral dan selular.
  3. Pembuang Sistem kekebalan dapat menghancurkan antigen yang masuk ke dalam tubuh. Penghancuran ini dapat dilakukan secara humoral melalui antibodi maupun secara selular, oleh limfosit T. Ketika sistem kekebalan bekerja secara efektif, antigen akan hancur dan dibuang.

Bagaimana mekanisme dari respons humoral maupun respons selular? Apakah perbedaannya? Simaklah penjelasan berikut.

Kekebalan Humoral

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, kekebalan humoral melibatkan aktivasi sel B dan produksi antibodi yang beredar di dalam plasma darah dan limfa. Antibodi yang beredar sebagai respons humoral, bekerja melawan bakteri, virus, dan toksin yang ada di dalam cairan tubuh. Untuk melawan antigen, limfosit B dengan antibodi tertentu akan membelah dan berdiferensiasi menjadi dua bagian, yaitu sel plasma dan sel B memori. Sel plasma dapat memproduksi antibodi dengan kecepatan ± 120.000 molekul/menit, dengan umur sel plasma sekitar 5 hari.

Antibodi memiliki dua sisi ikatan (binding site) yang berbeda. Oleh karena itu, antibodi dapat membentuk suatu formasi ikatan (crosslink) terhadap antigen sehingga membentuk suatu ikatan kompleks. Antigen yang telah berikatan dengan antibodi, tidak dapat menginfeksi sel. Selain itu, antigen tersebut menjadi sasaran yang mudah bagi sel-sel fagosit untuk ditelan dan dihancurkan.

Untuk membuat respons ini lebih efektif, antibodi memberikan “instruksi” kepada molekul dan sel-sel lain di dalam tubuh untuk mengetahui adanya serangan. Apabila antigen tersebut berupa protein bebas, antibodi akan berikatan dengan antigen tersebut dan diekskresikan oleh ginjal. Adapun antigen yang berupa bakteri dan virus, antibodi akan memberi sinyal kimiawi untuk menarik sel-sel fagosit agar menghancurkannya.

Kemudian, beberapa antibodi akan mengaktifkan sejumlah protein dalam darah atau protein komplemen. Ketika protein komplemen ini bertemu dengan antibodi yang menempel pada permukaan sel, protein tersebut akan menempel pada membran sel dan membentuk pori-pori. Pori-pori ini akan membuat sel menjadi lisis (pecah).

Antibodi yang membentuk ikatan, (b) fagosit untuk menghancurkan antigen, dan (c) protein komplemen menempel dan membentuk pori-pori.

Gambar 10.9 (a) Antibodi yang membentuk ikatan, (b) fagosit untuk menghancurkan antigen, dan (c) protein komplemen menempel dan membentuk pori-pori.

Kontak pertama antara sel-sel B dengan antigen beserta reaksi dari sel-sel tersebut terhadap antigen yang masuk ke dalam tubuh disebut respons kekebalan primer. Pada respons kekebalan primer, dibutuhkan sekitar 10–17 hari bagi limfosit untuk membentuk respons yang maksimum. Pada waktu tersebut, sel-sel B akan berdiferensiasi menjadi sel plasma dan sel B memori. Kondisi ini dapat menyebabkan suatu individu menjadi sakit (contohnya demam). Akan tetapi, gejala penyakit tersebut akan hilang ketika antigen yang masuk ke dalam tubuh telah dibersihkan oleh antibodi dan sel T.

Apabila suatu individu terpapar lagi oleh antigen yang sama beberapa waktu kemudian, respons akan menjadi lebih cepat (2–7 hari) dengan respons yang lebih besar dan lama. Proses ini dinamakan dengan respons kekebalan sekunder. Konsep kekebalan ini sangat kita kenali di dalam kehidupan sehari-hari, contohnya apabila kita pernah terserang cacar air, kita tidak mungkin terkena penyakit itu lagi.

Respons kekebalan primer dan kekebalan sekunder

Gambar 10.10 Respons kekebalan primer dan kekebalan sekunder

Kekebalan Selular

Kekebalan selular melibatkan sel-sel yang bereaksi langsung terhadap sel-sel asing atau jaringan yang terinfeksi. Kekebalan ini merupakan kekebalan yang ditunjang oleh sel T. Berbeda dengan sel B, sel T tidak memproduksi molekul antibodi. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, terdapat tiga jenis sel T yang berperan dalam kekebalan selular. Tiga jenis sel T tersebut yaitu sitotoksik, sel T pembantu, dan sel T supressor.

Ketika sel T sitotoksik kontak dengan antigen pada permukaan sel asing, sel T sitotoksik akan aktif untuk menyerang dan menghancurkannya dengan cara merusak membran sel asing. Adapun fungsi sel T supressor yaitu untuk menekan respons kekebalan dengan memperlambat laju pembelahan sel dan membatasi produksi antibodi. Proses ini berlangsung apabila infeksi telah berhasil ditangani.

Selain itu, sel T lain yang berperan adalah sel T pembantu. Sel T pembantu ini berfungsi untuk menghasilkan sekret yang dapat merangsang sel B dan juga menghasilkan senyawa lain yang berfungsi dalam respons kekebalan. Perhatikan Gambar 10.11.

Mekanisme kekebalan yang dilakukan oleh (a) sel T sitotoksik, (b) sel T pembantu, dan (c) sel T supressor.

Gambar 10.11 Mekanisme kekebalan yang dilakukan oleh (a) sel T sitotoksik, (b) sel T pembantu, dan (c) sel T supressor.

Kekebalan selular sangat penting dalam menghadapi infeksi oleh virus. Meskipun antibodi dapat menangkap partikel-partikel virus, antibodi tidak dapat menyerang virus yang telah masuk ke dalam sel. Sel T sitotoksik dapat mendeteksi protein virus pada permukaan sel yang terinfeksi dan menghancurkannya sebelum virus tersebut bereplikasi dan menginfeksi sel-sel yang lain.

Kekebalan Tubuh dan Kesehatan

Imunisasi merupakan suatu keadaan tubuh yang kebal terhadap suatu penyakit. Imunisasi adalah suatu perlakuan yang menyebabkan seseorang menjadi kebal (imun) terhadap suatu penyakit. Imunisasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

Imunisasi Aktif

Imunisasi aktif merupakan kondisi pada saat tubuh dapat membentuk imunitas sendiri terhadap bibit penyakit dengan cara memasukkan vaksin ke dalam tubuh seseorang dengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri. Contohnya adalah imunisasi polio atau campak.

Imunisasi Pasif

Imunisasi pasif merupakan imunisasi yang terjadi pada saat tubuh memperoleh imunitas dengan cara menyuntikkan serum yang mengandung antibodi terhadap suatu penyakit ke dalam tubuh. Imunisasi pasif sering dilakukan dalam keadaan darurat yang diperkirakan tidak ada waktu untuk pembentukan antibodi yang cukup untuk melawan antigen yang masuk. Contoh imunisasi pasif yaitu pemberian serum antibisa ular pada orang yang terkena gigitan ular berbisa.

Walaupun sistem imun berfungsi melindungi tubuh, tetapi saat sistem ini bereaksi pada molekul asing dalam lingkungan secara berlebihan akan timbul alergi. Alergi merupakan respons sistem kekebalan tubuh yang hipersensitif untuk melawan antigen. Alergi dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya debu, bulu kucing, benang sari, dan makanan. Penyebab alergi disebut dengan alergen.

Proses alergi dimulai ketika alergen masuk ke dalam tubuh. Ketika alergen masuk, antibodi IgE akan dibentuk seperti halnya sel memori B dan T. Antibodi yang dihasilkan akan berikatan dengan mastosit. Saat lgE mengikat alergen, mastosit akan melepaskan butir-butir halus yang disebut histamin. Efek dari pelepasan histamin tersebut dapat berupa bersin, hidung basah, dan mata berair. Perhatikan Gambar 10.12.

Mekanisme alergi. (a) Alergen masuk ke aliran darah, (b) sel-sel B membentuk antibodi, (c) antibodi menempel pada mastosit, (d) antibodi berikatan dengan antibodi dan mastosit, dan (e) histamin dilepaskan menyebabkan gejala alergi.

Gambar 10.12 Mekanisme alergi. (a) Alergen masuk ke aliran darah, (b) sel-sel B membentuk antibodi, (c) antibodi menempel pada mastosit, (d) antibodi berikatan dengan antibodi dan mastosit, dan (e) histamin dilepaskan menyebabkan gejala alergi.

Autoimunitas

Autoimunitas yaitu suatu keadaan tubuh yang memproduksi antibodi terhadap sel tubuh yang serupa atau mirip dengan antigen yang berasal dari luar tubuh. Hal ini disebabkan oleh kesalahan limfosit T dalam mengingat antigen.

Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)

Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah kelainan sistem kekebalan tubuh secara meluas. Penyakit ini ditemukan pada tahun 1981. Hampir 40% dari jumlah seluruh penderita atau 75% yang didiagnosis mengalami kematian. Persentase kasus terbanyak timbul pada laki-laki homoseksual, penyalahgunaan obat secara intravena, pada laki-laki biseksual, heteroseksual, dan penderita hemofilia yang mengalami kesalahan pengobatan.

Sel T yang terinfeksi oleh HIV.

Gambar 10.13 Sel T yang terinfeksi oleh HIV.

Gejala yang timbul pada penderita AIDS didahului dengan kelelahan, lemah, penurunan berat badan, demam, diare kronik, napas pendek, dan kelainan sel limfosit. AIDS disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). HIV menghancurkan kemampuan tubuh terhadap infeksi dan sel kanker. Seseorang yang terinfeksi HIV dinyatakan menderita AIDS jika sistem imunnya menurun akibat infeksi HIV. Hal tersebut diindikasikan dengan menurunnya jumlah sel T dari normal (600–1.500 sel/mm3 darah) mejadi 200 sel/mm3 darah. Indikasi lainnya yaitu infeksi jamur Pneumocystis carinii penyebab pneumonia yang sangat jarang terjadi pada individu sehat.

Virus HIV dapat ditularkan melalui transfusi darah, antara ibu penderita dan bayi yang dikandungnya, penggunaan jarum suntik, dan ditularkan secara seksual. Di Indonesia hingga akhir Maret 2006 tercatat 10.156 kasus HIV/AIDS. Pengetahuan mengenai HIV/AIDS serta penularannya merupakan cara terbaik mencegah meluasnya HIV/AIDS.

Rangkuman

  1. Kekebalan tubuh yaitu keadaan tubuh yang resisten terhadap suatu penyebab infeksi tertentu. Fungsi dari sistem kekebalan tubuh adalah mengenali setiap benda asing yang masuk ke dalam tubuh dan menghancurkannya.
  2. Kekebalan tubuh dibagi menjadi dua, yaitu kekebalan alami atau kekebalan pasif dan kekebalan buatan atau kekebalan pasif. Kekebalan alami adalah kekebalan terhadap suatu penyakit yang dimiliki tubuh tanpa perlakuan dari luar, sedangkan kekebalan buatan adalah kekebalan yang dibuat oleh tubuh dengan cara pemberian vaksin.
  3. Pertahanan tubuh dimulai dengan adanya kulit dan membran mukosa sebagai pertahanan pertama. Selain menghalangi patogen yang masuk secara fisik, kulit dan membran mukosa mampu menghalangi atau mengeluarkan sekret, seperti minyak, keringat, air ludah, air mata, dan sekret membran mukosa.
  4. Sel-sel darah putih (leukosit) berperan pula dalam sistem kekebalan tubuh. Leukosit mampu memproduksi antibodi yang dapat menghancurkan antigen yang masuk. Antibodi merupakan suatu protein globulin yang diproduksi oleh limfosit B. Antibodi tersusun atas dua tipe rantai polipeptida yaitu rantai ringan (light chain) dan rantai berat (heavy chain).
  5. Alergi, autoimunitas, dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan beberapa kegagalan sistem kekebalan tubuh.

Peta Konsep

peta konsep bab 10

Refleksi

Bagaimana pendapat Anda setelah mempelajari materi Pertahanan Tubuh ini? Menarik, bukan? Banyak hal yang bisa Anda dapatkan setelah mempelajari bab ini. Misalnya, Anda dapat memahami pentingnya sistem pertahanan tubuh. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh merupakan hal yang sangat penting. Dapatkah Anda menyebutkan manfaat yang lainnya?

Tujuan Anda mempelajari bab ini adalah agar Anda mampu menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing berupa antigen dan bibit penyakit. Apakah Anda dapat mencapai tujuan tersebut?

Apabila Anda mengalami kesulitan dalam mempelajari materi tertentu pada bab ini, diskusikanlah bersama teman-teman Anda. Kemudian, bertanyalah kepada guru Anda untuk memecahkan permasalahanpermasalahan berkenaan dengan materi pada bab ini. Agar Anda mampu memahami materi pada bab ini dengan lebih baik, pastikanlah Anda menguasai materi bab ini dengan belajar lebih giat.

Evaluasi Kompetensi Bab 10

A. Pilihan Ganda

1.Benda asing yang masuk ke dalam tubuh disebut ….

a. patogen d. limfosit
b. antibodi e. antigen
c. histamin

2. Berikut yang menunjukkan perbedaan cara sel B dan sel T sitotoksik dalam menangani benda asing adalah ….

a. sel B membentuk kekebalan aktif; sel T membentuk kekebalan pasif d. sel B berperan dalam kekebalan sel; sel T berperan dalam kekebalan humoral
b. sel B membentuk antibodi; sel T sendiri yang menyerang antigen e. sel B menyerang pertama kali benda asing yang masuk; kemudian sel T
c. sel T menangani respons kekebalan primer; sel B menangani respons kekebalan sekunder

3. Sel T sitotoksik mampu mengenali dan menyerang sel kanker karena ….

a. kanker mengubah permukaan dari sel kanker
b. adanya bantuan sel B
c. kanker merupakan infeksi bakteri
d. sel kanker melepaskan antibodi ke dalam darah
e. kanker merupakan penyakit autoimunitas

4. Leukosit mampu keluar dari pembuluh darah jika di luar pembuluh darah terdapat benda asing. Peristiwa tersebut dinamakan ….

a. diapedesis d. leukositosis
b. amoebosis e. leukopenia
c. fagositosis

5. Sel darah yang aktif bekerja dalam reaksi imunitas adalah ….

a. eosinofil d. limfosit
b. basofil e. monosit
c. neutrofil

6. Cairan getah bening berbeda dengan darah karena keadaan cairan getah bening sebagai berikut, kecuali ….

a. tidak terdapat eritrosist
b. tidak memiliki trombosit
c. mengalir menuju jantung
d. tidak memiliki leukosit
e. mengalir keluar dari jantung

7. Kekebalan yang didapatkan setelah terkena penyakit atau setelah vaksinasi disebut

a. kekebalan aktif
b. imunitas pasif
c. kekebalan alami
d. autoimunitas
e. kegagalan imunitas

8. Di antara pernyataan berikut yang bukan merupakan fungsi limfa adalah ….

a. menghancurkan sumsum tulang
b. membentuk limfotik
c. merusak eritrosit
d. menyediakan cadangan darah
e. pertahanan organisme terhadap kuman-kuman

9. Jika seseorang disuntik vaksin DPT (difteria, pertusis, dan tetanus), di dalam tubuh orang tersebut akan terbentuk antibodi penghancur DPT hingga orang tersebut kebal terhadap penyakit DPT. Kekebalan pada orang ini termasuk ….

a. kekebalan pasif d. kekebalan sementara
b. kekebalan aktif e. kekebalan berjangka
c. kekebalan tetap

10.  Nanah pada luka sebenarnya adalah ….

a. otot busuk yang larut ke dalam darah putih d. keping darah yang membeku
b. sel darah putih dan limfa yang rusak e. keping darah yang rusak
c. sel darah putih dan kuman-kuman yang mati

11. Limfa dapat membeku seperti halnya darah sebab di dalam limfa tersebut terdapat ….

a. plasma darah d. trombosit
b. leukosit e. antigen
c. eritrosit

12. Peredaran getah bening disebut peredaran darah terbuka sebab ….

a. mengalir tanpa melalui pembuluh d. alirannya dipompa jantung
b. ujung pembuluh kapilernya terbuka e. alirannya tidak dipompa oleh jantung
c. ujung pembuluh kapiler bersambung dengan pembuluh balik

13. Berikut ini yang berfungsi sebagai tempat menimbun darah adalah ….

a. kelenjar getah bening d. hati
b. tonsil e. jantung
c. limfa

14. Peredaran limfa di tubuh bersifat terbuka sehingga aliran limfa di pembuluh terjadi karena adanya ….

a. denyut nadi d. pengaruh gravitasi
b. tekanan jantung e. energi pengaktif
c. tekanan otot

15. Awal pertahanan tubuh secara fisik dilakukan oleh ….

a. rambut d. keringat
b. air e. limfosit
c. kulit

16. Berikut ini merupakan pertahanan secara kimiawi oleh tubuh, kecuali ….

a. kelenjar minyak d. air mata
b. keringat e. antibodi
c. air ludah

17. Tipe antibodi yang paling banyak ditemukan di peredaran darah adalah ….

a. IgM d. IgD
b. IgA e. IgE
c. IgG

18. Suatu sistem yang berhubungan dengan kekebalan tubuh adalah ….

a. sistem otot d. sistem limfa
b. sistem rangka e. sistem ekskresi
. sistem integumen

19. Penyebab alergi disebut ….

a. antigen d. patogan
b. alergen e. limfosit
c. antibodi

20. Suatu keadaan yang memproduksi antibodi terhadap sel tubuh sendiri adalah ….

a. autoimunitas d. demam
b. imunisasi e. alergi
c. AIDS

B. Soal Uraian

  1. Jelaskan perbedaan sistem kekebalan alami dan sistem kekebalan buatan.
  2. Jelaskan tipe-tipe sel yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.
  3. Jelaskan fungsi timus, sumsum tulang, dan limfa.
  4. Apakah yang dimaksud dengan antibodi?
  5. Jelaskan contoh penyakit akibat kegagalan sistem kekebalan tubuh.

C. Soal Tantangan

  1. Penyakit AIDS akibat HIV merupakan penyakit yang mendapat perhatian khusus karena telah memakan korban yang tidak sedikit. Jelaskan bagaimana AIDS ditularkan dan bagaimana suatu sistem kekebalan pada orang yang terinfeksi dapat dipengaruhi HIV. Mengapa AIDS lebih mematikan dibandingkan dengan penyakit lainnya? Bagaimana pencegahan penularan HIV yang paling efektif?
  2. Diagram berikut menunjukkan respons kekebalan tubuh dengan adanya antigen.

gambar bab10 soal tantangan no 2

a. Tuliskan tipe limfosit B pada X.

b. Tuliskan hasil sekresi pada Y.

c. Tuliskan tipe pembelahan sel pada Z.

Proyek Semester 2

Karya Tulis Bahaya Merokok

Anda tentunya telah mengetahui atau pernah mendengar pengaruh buruk yang ditimbulkan oleh kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, serta penggunaan narkoba dan zat psikotropika. Hal ini disebabkan oleh zat-zat yang terdapat di dalam rokok, minuman beralkohol, narkoba, dan zat psikotropika tersebut mengganggu sistem organ tubuh.

Agar Anda mendapatkan pemahaman dan wawasan yang lebih luas mengenai pengaruh buruk rokok, minuman beralkohol, narkoba, dan zat psikotropika, buatlah suatu karya tulis mengenai hal tersebut secara individu atau berkelompok.

Dalam membuat karya tulis, Anda harus menggunakan sumber rujukan yang tepat serta mengacu pada cara penulisan ilmiah. Jika Anda menemukan kesulitan dalam penulisan karya tulis tersebut, mintalah bimbingan dari guru Anda. Kemudian, presentasikan dan diskusikan karya tulis Anda tersebut di depan kelas.

Evaluasi Kompetensi Biologi Semester 2

A. Pilihan Ganda

1.Ludah atau saliva mengandung enzim pencernaan ….

a. ptialin d. lipase
b. tripsin e. renin
c. pepsin

2. Struktur usus halus sesuai untuk menyerap makanan yang sudah dicerna karena memiliki ….

a. otot-otot polos d. vili
b. kelenjar lemak e. jaringan epitel
c. kelenjar pencernaan

3. Pencernaan lemak menghasilkan ….

a. glukosa d. vitamin
b. asam lemak e. mineral
c. asam amino

4. Makanan didorong dari esofagus menuju lambung dengan bantuan ….

a. flagela d. bakteri
b. mukus e. gerak peristaltik
c. silia

5. Fungsi lemak antara lain sebagai pembawa zat-zat makanan yang esensial dan sebagai pelarut vitamin ….

a. A, D, C, dan E d. A, D, E, dan K
b. A, C, D, dan K e. C, D, E, dan K
c. A, C, E, dan K

6. Pada saat otot antartulang rusuk berkontraksi, volume rongga dada membesar mengakibatkan penurunan tekanan udara di dalam paru-paru sehingga ….

a. udara dari atmosfer masuk d. udara dalam paru-paru masuk ke darah
b. udara dari atmosfer tidak dapat masuk e. udara dalam paru-paru masuk ke kapiler
c. udara dalam paru-paru keluar

7. Faktor-faktor yang tidak berpengaruh terhadap kecepatan pernapasan adalah ….

a. usia d. jenis kelamin
b. tinggi badan e. aktivitas
c. suhu tubuh

8. Apabila kita mengeluarkan udara sedalam-dalamnya maka di dalam paru-paru masih terdapat udara ….

a. komplemen d. tidal
b. suplemen e. residu
c. vital

9. Pengangkutan karbon dioksida di dalam tubuh dalam bentuk ….

a. H3CO2 d. H CO3
b. Hb CO2 e. H2 CO3
c. CO2

10. Organ pernapasan manusia di bawah ini yang berfungsi sebagai tempat difusi oksigen ke dalam pembuluh darah adalah ….

a. alveolus d. trakea
b. rongga hidung e. bronkus
c. laring

11. Alat eksresi pada cacing tanah dan sebagian besar invertebrata adalah ….

a. ginjal d. kloaka
b. paru-paru e. nefridia
c. uretra

12. Perhatikan gambar berikut.

gambar bab 10 soal evaluasi semester 2 ganda no 12

Sebelum dikeluarkan, urine akan ditampung pada bagian ….

a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3

13. Proses pembentukan urine dimulai dengan proses filtrasi yang terjadi di ….

a. medula d. pelvis
b. korteks e. ureter
c. glomerulus

14. Bagian terluar dari ginjal disebut ….

a. korteks d. glomerulus
b. medula e. tubula
c. pelvis

15. Karbon dioksida dan air yang dihasilkan pada setiap metabolisme karbohidrat dan lemak dikeluarkan melalui ….

a. ginjal d. hati
b. kulit e. pankreas
c. paru-paru

16. Denyut jantung dikendalikan oleh sistem saraf ….

a. tepi d. otonom
b. kranial e. pusat
c. spinal

17. Sistem saraf pusat, baik otak maupun sumsum tulang belakang, dilindungi oleh suatu selaput yang terdiri atas jaringan pengikat yang disebut ….

a. meninges d. piameter
b. durameter e. serebrospinal
c. arachnoid

18. Keseimbangan dan posisi tubuh diatur oleh ….

a. otak besar d. otak depan
b. otak samping e. otak kecil
c. otak tengah

19. Hormon insulin memegang peranan penting dalam menurunkan kadar gula darah. Hormon ini dihasilkan di ….

a. kelenjar pankreas d. kelenjar paratiroid
b. kelenjar adrenal e. kelenjar hipofisis
c. kelenjar tiroid

20. Bagian dari mata yang kerjanya mirip dengan diagfragma sebuah kamera adalah

a. kornea d. lensa
b. pupil e. retina
c. iris

21. Spermatogenesis pada manusia terjadi pada ….

a. penis d. kelenjar prosta
b. tubulus seminiferus e. vas deferens
c. skrotum

22. Proses implantasi terjadi pada tahapan ….

a. zigot d. gastrula
b. monula e. neurola
c. blastula

23. Oogenesis pada wanita terjadi pada ….

a. uterus d. tuba Fallopi
b. vagina e. ovarium
c. serviks

24. Pendewasaan sperma pada manusia berlangsung di ….

a. testis d. epididimis
b. vas deferens e. vesika seminalis
c. tubulus seminiferus

25. Dari proses oogenesis akan dihasilkan ….

a. satu ovum dan satu badan polar
b. satu ovum dan dua badan polar
c. satu ovum dan tiga badan polar
d. dua ovum dan dua badan polar
e. tiga ovum dan satu badan polar

26. Tempat pertemuan antara sel sperma dan sel telur adalah ….

a. tuba Fallopi d. ureter
b. ovarium e. vagina
c. uterus

27. Penyakit akibat adanya jaringan endometrium di luar rahim adalah ….

a. impotensi d. kanker serviks
b. infertilitas e. prostalitis
c. endometriosis

28. Pertahanan tubuh yang pertama dari penyakit adalah ….

a. rambut d. keringat
b. sel darah e. kulit
c. plasma darah

29. Pada saat demam, suhu tubuh menjadi tinggi karena adanya ….

a. patogen d. bakteri
b. pirogen e. antibodi
c. enzim

30. Antibodi dihasilkan oleh ….

a. limfosit T d. antigen
b. limfosit B e. patogen
c. entrosit

B. Soal Uraian

  1. Jelaskan perbedaan proses pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi.
  2. Bagaimana adaptasi sel-sel epitel usus agar penyerapan makanan berlangsung maksimal?
  3. Apa yang dimaksud dengan pernapasan internal dan pernapasan eksternal?
  4. Jelaskan mengenai kontrol pernapasan pada manusia?
  5. Apa fungsi kulit bagi tubuh manusia?
  6. Apakah yang dengan urine primer dan urine sekunder?
  7. Jelaskan fungsi sumsum tulang belakang.
  8. Sebutkan beberapa gangguan pada sistem endokrin beserta penyebabnya.
  9. Apa yang dimaksud dengan menstruasi? Hormon apa saja yang mempengaruhinya?
  10. Mengapa jika kita pernah terserang penyakit cacar maka selama seumur hidup kita tidak akan terkena cacar lagi?

Evaluasi Kompetensi Biologi Akhir Tahun

A. Pilihan Ganda

1.Sel prokariot dan eukariot memiliki perbedaan dalam hal ….

a. sitoplasma d. dinding sel
b. membran sel e. inti sel
c. materi genetik

2. Retikulum endoplasma berperan dalam ….

a. respirasi sel d. transportasi zat
b. pencernaan makanan e. selurasi
c. reproduksi sel

3. Berikut ini yang bukanmerupakan fungsi membran sel adalah ….

a. sebagai batas antara isi dan luar sel d. tempat terjadinya osmosis
b. membungkus dan melindungi isi sel e. mengatur keseluruhan kerja sel
c. menyeleksi zat yang keluar dan masuk

4. Organel sel yang memiliki dua lapisan membran dalam yang membentuk lipatan-lipatan disebut krista, serta membran luar yang membatasinya adalah ….

a. ribosom d. badan golasi
b. mitokondria e. lisosom
c. retikulum endoplasma

5. Jaringan yang memiliki ciri selalu aktif membelah, berada didaerah-daerah tumbuh seperti ujung akar, ujung batang dan pucuk adalah ….

a. epidermis d. kolenkim
b. meristem e. sklerenkim
c. parenkim

6. ilem merupakan jaringan komple yang tersusun atas beberapa tipe sel. Tipe sel yang tidak termasuk penyusun ilem adalah ….

a. serabut ilem d. perenkim ilem
b. kolenkim ilem e. trakea
c. trakeid

7. Perhatikan gambar berikut

gambar bab 10 soal kompetensi akhir tahun ganda no 7
Gambar tersebut menunjukan jaringan epitel ….

a. kubus selapis d. kubus berlapis banyak
b. silindris selapis e. transisi
c. pipih berlapis banyak

8. Jaringan ikat longgar berfungsi sebagai ….

a. melindungi tubuh baik di permukaan luar maupun permukaan dalam tubuh
b. sebagai makanan cadangan dan menjaga hilangnya panas yang berlebihan
c. menyangga dan memberikan bentuk pada tubuh
d. sebagai alat gerak aktif
e. menyokong dan menghubungkan komponen jaringan lain

9. Matriks tulang akan mengeras karena adanya ….

a. CaPO2 dan CaCO2 d. CaCO3 dan Ca2PO4
b. CaCO2 dan PO4 e. CaCO3 dan Ca3 (PO4)
c. CaCO3 dan (Ca3 (PO4))

10. Berikut ini yang tidak termasuk tulang tungkai atas adalah ….

a. fibula d. radius
b. ulna e. humerus
c. metakarpal

11. Otot polos memiliki ciri ….

a. berbentuk memanjang dan setiap sel memiliki banyak inti
b. bekerja secara disadari
c. membentuk daerah gelap terang dan bercabang
d. menempel pada tulang dan bergerak secara volunter
e. bergerak secara otonom dan involuter

12. Berikut ini pernyataan yang benar tentang gerak berlawanan pada otot adalah ….

a. otot fleksor berlawanan dengan otot pronator
b. otot depresor berlawanan dengan otot elevator
c. otot supinator berlawanan dengan otot abduktor
d. otot adduktor berlawanan dengan otot ekstonsor
e. otot fleksor berlawanan dengan otot depresor

13. Berikut ini pernyataan yang tidakbenar tentang fungsi darah adalah ….

a. mengangkut sisa metabolisme sel-sel tubuh ke organ eksleres
b. transportasi oksigen dari sistem respirasi
c. mengedarkan nutrisi dari sistem pencernaan ke seluruh tubuh
d. menyerap nutrisi yang sudah dicerna di lambung
e. membantu mengatur temperatur tubuh

14. Fungsi albumin di dalam plasma darah adalah ….

a. berperan sebagai penggumpalan darah
b. membentuk transfortasi lemak
c. mempertahankan keseimbangan pada darah dan jaringan
d. memengaruhi aktivitas organ yang dituju
e. penyeimbang tekanan osmosis

15. Sel darah yang berfungsi dalam proses penggumpalan darah adalah ….

a. trombosit d. limfosit
b. leukosit e. granulosit
c. eritrosit

16. Golongan darah AB berarti ….

a. memiliki aglutinogen A dan aglutinin b
b. memiliki aglutinogen B dan aglutinin a
c. memiliki aglutinin α dan β dan tidak memiliki aglutinogen A dan B
d. memiliki aglutinogen B dan aglutinin β
e. memiliki aglutinogen A dan B dan tidak memiliki aglutinin α dan β

17. Berikut ini yang bukanmerupakan fungsi zat makanan adalah ….

a. sebagai sumber energi
b. perkembangan dan pertumbuhan tubuh
c. mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh
d. berperan dalam metabolisme tubuh
e. membantu pertumbuhan sel-sel yang rusak atau tua.

18. Berikut adalah organ yang berperan dalam sistem pencernaan manusia.

1. Esofagus

2. Ventrikel

3. Anus

4. Colon

5. Intestinum

6. Mulut
Urutan sistem pencernaan pada manusia adalah ….

a. 6 1 2 5 4 3 d. 6 5 1 4 2 3
b. 6 2 1 4 5 3 e. 6 4 1 2 5 3
c. 6 2 4 1 5 3

19. Kelenjar sub mandibularis terletak di ….

a. pangkal lidah d. di langit-langit mulut
b. bagian bawah rahang bawah e. dekat daun telinga
c. dibawah lidah

20. Enzim lipase dihasilkan oleh ….

a. kelenjar ludah d. pankreas
b. lambang e. usus halus
c. hati

21. Perhatikan gambar berikut.

gambar bab 10 soal kompetensi akhir tahun ganda no 21
Epiglotis ditunjukan oleh nomor ….

a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3

22. Tempat bertukarnya gas O2 dan CO2 di paru-paru adalah ….

a. laring d. alveolus
b. bronkiolus e. bronkus
c. trakea

23. Perhatikan gambar berikut.
gambar bab 10 soal kompetensi akhir tahun ganda no 23
Pada gambar tersebut, pernyataan yang tidaktepat pada saat ekspirasi adalah ….

a. otot diafragma bereaksi ke bentuk semula
b. otot-otot antar tulang rusuk berelaksasi
c. volume rongga dada mengecil
d. tekanan udara di dalam paru-paru naik
e. volume paru-paru akan membesar

24. Volume residu pada paru-paru adalah ….

a. volume udara yang dihirup dan dikeluarkan pada keadaan istirahat
b. volume udara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi biasa
c. volume udara yang masih dapat dikeluarkan setelah ekspirasi biasa
d. jumlah volume total di paru-paru
e. volume udara yang tersisa setelah melakukan ekspirasi maksimal

25. Fungsi dari sistem ekskresi adalah ….

a. membuang sampah sisa metabolisme
b. menjaga tekanan osmosis
c. mengaluarkan zat yang berperan dalam metabolisme
d. merangsang pengeluaran hormon
e. merombak zat-zat yang tidak diperlukan tubuh

26. Dalam keadaan normal, ginjal berfungsi sebagai ….

a. mengatur kadar gula dalam darah d. menyerap kembali semua zat yang diperlukan tubuh
b. mengatur nilai osmosis darah dan cairan dalam jaringan e. menahan zat-zat yang diperlukan tubuh agar tidak terbawa keluar
c. mengatur protein

27. Bilirubin merupakan hasil perombakan hemoglobin darah yang berlangsung di ….

a. ginjal d. pankreas
b. kulit e. kelenjar limfa
c. hati

28. Berikut ini pernyataan yang benar tentang vrolitiasis adalah ….

a. kelainan pada ginjal sehingga tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai organ ekskresi
b. gangguan fungsi ginjal akibat adanya pembentukan batu pada saluran urine
c. perdangan ginjal pada bagian korteks dan medula
d. peradangan ginjal khususnya pada bagian glomerulus
e. gangguan pada ginjal dalam mereabsorsi gula dalam darah

29. Fungsi berikut tidakberkaitan dengan cerebrum (otak besar) adalah ….

a. pendengaran d. keseimbangan
b. bicara e. bau
c. penglihatan

30. Hubungan antarneutron disebut ….

a. dendrit d. sinapsis
b. neuro humor e. neurotransmitter
c. akson

31. Buta warna parsial diakibatkan terdapat kerusakan pada ….

a. kornea d. sel batang
b. lensa mata e. koroid
c. sel kerucut

32. PTH merupakan hormon yang berperan dalam ….

a. reabsorpsi kalsium pada tubulus ginjal
b. mengatur glukosa darah
c. merangsang pertumbuhan dan perkembangan
d. merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroksin
e. meningkatkan reabsorsi Na+ dan ekskresi K+ di dalam ginjal

33. Kelenjar yang menghasilkan cairan yang berfungsi menetralkan urine yang mengandung asam didalam uretra adalah ….

a. kelenjar prostat d. kelenjar bulbouretral
b. vesika seminalis e. ves deferens
c. tubulus seminiferus

34. Pertemuan sperma dan ovum (fertilisasi) terjadi di ….

a. tuba fallopi d. serviks
b. uterus e. vagina
c. ovarium

35. Tahapan yang benar tentang proses spermatogenesis adalah ….

a. spermatosit spermatogonium spermatid sperma
b. spermatogonium spermatosit spermatid sperma
c. spermatid spermatosit spermatogonium sperma
d. spermatogonium spermatid spermatosit sperma
e. spermatosit spermatid spermatogonium sperma

36. Berikut yang merupakan pengertian ovulasi adalah ….

a. keluarnya sel telur dari ovarium d. pembentukan sel telur di ovarium
b. pertumbuhan folikel di ovarium e. perjalanan sel telur dalam saluran reproduksi
c. pertemuan antara sel gamet jantan dan betina

37. Berikut ini sistem pertahanan tubuh yang bersifat spesifik adalah ….

a. kulit d. sel darah putih fagositik
b. membran mukosa e. limfosit
c. protein antimikroba

38. Berikut ini yang merupakan karakteristik antibodi tipe IgG ….

a. ditemukan di dalam tubuh, termasuk keringat, air mata, air ludah, membantu dalam membentuk kekebalan pasif pada bayi
b. bekerja sama dengan reaksi alergi dan asma, ditemukan di permukaan histamin
c. ditemukan di permukaan limfosit B berperan dalam respon kekebalan tubuh
d. tipe pertama antibodi yang dihasilkan pada awal suatu injeksi secara umum dilepaskan ke aliran darah
 e. tipe antibodi paling banyak di peredaran darah, dapat masuk ke jaringan lain dengan mudah, diproduksi ketika terjadi injeksi serius

39. Sel darah putih yang bekerja melawan parasit yang berukuran besar darah adalah

a. neurosit d. bosofil
b. monosit e. limfosit
c. eosinofil

40. Berikut ini contoh imunisasi aktif adalah ….

a. serum d. histamin
b. vaksin e. mastosit
c. alergen

B. Soal Uraian

1.Sebutkan fungsi mitokondria, ribosom dan retikukum endoplasma pada sel.

2. Jelaskan pengertian dari totipotensi

3.

gambar bab 10 soal kompetensi akhir tahun uraian no 3

Berdasarkan gambar di atas, jelaskan proses terjadinya kontraksi otot.

4.  Buatlah tabel yang menggambarkan tentang pengaruh darah pendonor terhadap darah resipien pada sistem tranfusi darah

5. Sebutkan 3 macam kelenjar ludah dan letaknya.

6.

gambar bab 10 soal kompetensi akhir tahun uraian no 6

Dari gambar berikut, jelaskan mengenai proses inspirasi dan ekspirasi.

7.  Jelaskan proses pembentukan urine dengan singkat dan jelas.

8. Jelaskan mekanisme penghantaran impuls melalui sinapsis.

9. Jelaskan pengaruh HCG dalam proses kehamilan.

10. Perhatikan gambar berikut

gambar bab 10 soal kompetensi akhir tahun uraian no 10

Jelaskan proses yang terjadi pada gambar tersebut dengan singkat dan jelas.