Loading...

Sistem Peredaran Darah pada Manusia Jantung Tubuh Arteri Penyakit Sel Pembuluh

gambar bab 4 gambar 4 10

Daftar Isi

Sistem Peredaran Darah pada Manusia Jantung Tubuh Arteri Penyakit Sel Pembuluh. KuliahkeChina.com – Pada bab sebelumnya, Anda telah mempelajari materi mengenai sistem gerak pada manusia. Komponen utama penyusun sistem gerak adalah tulang dan otot. Tulang dan otot akan bekerja sama melakukan gerak tubuh. Tulang memiliki struktur dan bentuk yang bermacam-macam. Di dalam tulang keras terdapat suatu sistem yang disebut sistem Havers. Di dalam sistem Havers terdapat pembuluh darah yang berfungsi mengalirkan nutrisi untuk tulang. Tulang juga merupakan tempat pembentukan sel-sel darah. Pada bab ini, Ada akan mempelajari sistem peredaran darah pada manusia. Salah satu organ dalam sistem peredaran darah yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah jantung. Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Selain jantung, terdapat pembuluh darah sebagai pendukung sistem peredaran darah. Apakah fungsi pembuluh darah? Bagaimana mekanisme peredaran darah manusia? Apa sajakah golongan darah pada manusia? Semua pertanyaan tersebut dapat Anda jawab setelah mempelajari materi pada bab ini. Pelajarilah bab ini dengan saksama.

Formulir Pendaftaran Beasiswa China Jenjang D3 Tahun 2018

kuliahkechina

PROGRAM KULIAH DI TIONGKOK DENGAN BEASISWA (BEBAS SPP & ASRAMA) UNTUK MAHASISWA D3, S1, dan S2, PENYELENGGARA VIVA COLLEGE

Klik : https://goo.gl/forms/tygYQqTbn0wf3cQV2

Darah

Apakah Anda pernah melihat orang yang sedang melakukan donor darah? Atau Anda sendiri pernah melakukannya? Donor darah adalah proses pengambilan darah dari tubuh dengan jumlah tertentu untuk dipindahkan pada tubuh orang lain dengan golongan darah yang sama.

Fungi darah

Darah merupakan salah satu komponen sistem sirkulasi (peredaran darah) yang sangat penting. Darah dan sistem peredaran darah memiliki fungsi sebagai berikut.

  1. Mengedarkan sari makanan (nutrisi) dari sistem pencernaan makanan ke seluruh sel-sel tubuh
  2. Transportasi oksigen dari paru-paru ke sel-sel seluruh tubuh, dan transportasi karbon dioksida dari sel-sel seluruh tubuh ke paru-paru
  3. Pengangkutan sisa metabolisme dari sel-sel tubuh ke organ ekskresi (pengeluaran)
  4. Pengangkutan hormon dari kelenjar endokrin ke sel-sel atau jaringan target
  5. Membantu keseimbangan cairan tubuh
  6. Membantu dalam mengatur suhu tubuh

Komposisi Darah

Komposisi darah setelah disentrifugasi

Gambar 4.1 Komposisi darah setelah disentrifugasi

Anda pasti pernah melihat darah. Tahukah Anda komposisi darah tersebut? Komposisi darah dapat diperoleh dengan cara memutar darah dalam suatu tabung dengan kecepatan tinggi. Proses pemutaran darah tersebut dinamakan sentrifugasi. Dari hasil sentrifugasi, darah akan terpisah menjadi dua bagian, yaitu bagian bawah yang padat dan bagian atas berupa cairan. Cairan pada bagian atas adalah plasma darah (55%), sedangkan bagian bawah terdapat sel-sel darah (45%). Perhatikan Gambar 4.1.

Plasma Darah

Plasma darah mengisi sekitar 55% dari total volume darah. Salah satu fungsi plasma darah yaitu mengatur keseimbangan osmosis darah di dalam tubuh. Pada manusia, plasma darah tersusun atas air (90%) dan bahan-bahan terlarut (10%). Berikut ini komposisi plasma darah beserta fungsinya. Perhatikan Tabel 4.1.

No Kandungan Plasma Darah Fungsi
1 Air Pelarut zat-zat lain
2 Protein

a. Albumin

b. Globulin (alfa, beta, gama)

c.  Protein penggumpal darah (fibrinogen dan protrombin)

Mempertahankan keseimbangan air pada darah dan jaringan; mengatur volume darah

Membantu transportasi lemak, vitamin, dan hormon; pertahanan tubuh (antibodi)

Berperan dalam proses penggumpalan darah

3 Garam-garam (ion-ion), seperti natrium, kalium, kalsium, magnesium, klorida, dan bikarbonat. Penyeimbang tekanan osmosis, mempertahankan pH (buffer), fungsi saraf dan otot, dan mengatur permeabilitas membran sel
4 Nutrien, seperti glukosa, asam amino, dan asam lemah Digunakan oleh sel, makanan cadangan, atau diuraikan
5 Hormon Memengaruhi aktivitas organ yang dituju
6 Karbon dioksida Hasil respirasi sel yang dibawa ke paru-paru untuk dibuang
7 Sampah nitrogen Hasil metabolisme yang akan diekskresikan oleh ginjal

Sel-Sel Darah

Terdapat sekitar 45% sel-sel darah di dalam darah. Sel-sel darah tersusun atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Untuk lebih memahami komposisi selsel darah dalam tubuh manusia, perhatikanlah Tabel 4.2 berikut.

Sel-Sel Darah

Macam-macam sel darah
Sel darah merah (eritrosit)

Sel darah merah (eritrosit) berfungsi mengangkut atau mengedarkan oksigen dan karbon dioksida. Kemampuan mengikat oksigen dan karbon dioksida oleh sel darah merah adalah karena adanya hemoglobin. Hemoglobin adalah suatu protein yang memiliki daya ikat kuat terhadap O2 dan CO2.

Hemoglobin memiliki dua komponen penyusun, yaitu heme dan globin. Heme adalah suatu pigmen yang mengandung zat besi (Fe). Heme inilah yang menyebabkan darah berwarna merah. Adapun globin adalah sejenis protein yang tersusun atas dua pasang rantai (alfa dan beta). Rantai tersebut berikatan dengan heme yang mengandung zat besi. Hemoglobin yang berikatan dengan oksigen disebut oksihemoglobin, sedangkan hemoglobin yang berkaitan dengan karbon dioksida disebut karbomino hemoglobin. Perhatikan Gambar 4.2.

Bentuk sel darah merah dan (b) struktur hemoglobin

Gambar 4.2 (a) Bentuk sel darah merah dan (b) struktur hemoglobin

Eritrosit memiliki bentuk bulat pipih dengan cekungan di kedua permukaannya (bikonkaf). Eritrosit memiliki diameter 7–8 P m dengan tebal 1–2 P m. Jumlah eritrosit dalam setiap milimeter kubik darah adalah 5–6 juta eritrosit. Hal ini berarti, pada tubuh manusia, terdapat sekitar 30 miliar eritrosit. Jumlah eritrosit di dalam tubuh manusia bervariasi, sesuai dengan jenis kelamin, usia, dan ketinggian tempat orang tersebut tinggal.

Eritrosit diproduksi pada bagian sumsum tulang. Pembentukan eritrosit disebut eritropoesis. Di dalam peredaran darah, eritrosit dapat hidup sekitar empat bulan (120 hari). Eritrosit yang sudah tua atau rusak akan diuraikan di dalam hati. Hemoglobinnya dipecah menjadi zat besi, bilirubin, dan globin. Zat besi dan globin dapat digunakan kembali oleh tubuh, sedangkan bilirubin dikeluarkan menjadi cairan empedu.

Sel darah putih (leukosit)

Sel darah putih (leukosit) berfungsi dalam pertahanan dan kekebalan tubuh. Leukosit akan mempertahankan tubuh dari serangan penyakit. Fungsi tersebut didukung oleh kemampuan leukosit untuk bergerak amoeboid (seperti Amoeba) dan sifat fagositosis (memangsa atau memakan).

Macam-macam sel darah putih (leukosit)

Berdasarkan ada atau tidaknya granula di dalam sitoplasmanya, leukosit dibagi menjadi leukosit tidak bergranula (agranulosit) dan leukosit bergranula (granulosit).

Agtanulosit

Agranulosit merupakan leukosit yang tidak memiliki granula pada sitoplasmanya. Terdapat dua jenis agranulosit, yaitu limfosit dan monosit. Limfosit adalah leukosit yang tidak dapat bergerak dan memiliki satu inti sel. Limfosit berfungsi dalam membentuk antibodi. Limfosit berukuran antara 8–14 P m. Monosit berukuran lebih besar daripada limfosit, yaitu 14–19 P m. Monosit memiliki inti berbentuk menyerupai ginjal.

Granulosit

Granulosit merupakan leukosit yang memiliki granula pada sitoplasmanya. Berdasarkan sifat-sifat granul yang dimilikinya, granulosit dibedakan menjadi tiga, yaitu neutrofil, basofil, eosinofil. Perhatikan Gambar 4.3.

Neutrofil memiliki granul-granul yang dapat menyerap zat warna netral. Basofil memiliki granul-granul yang dapat menyerap zat warna bersifat basa. Adapun granul-granul pada eosinofil dapat menyerap zat warna yang bersifat asam.

Macam-macam sel darah putih, yaitu (a) limfosit, (b) monosit, (c) neutrofil, (d) basofil, dan (e) eosinofil

Gambar 4.3 Macam-macam sel darah putih, yaitu (a) limfosit, (b) monosit, (c) neutrofil, (d) basofil, dan (e) eosinofil

Jumlah leukosit pada manusia sekitar 5.000–10.000 dalam setiap milimeter kubik darah. Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan jumlah eritrosit. Limfosit biasa diproduksi di jaringan limfa dan di sumsum tulang. Leukosit hanya berumur beberapa hari saja, bahkan beberapa jam.

Keping Darah (Trombosit)

Keping darah disebut juga dengan trombosit. Trombosit berbentuk bulat, lonjong, bahkan berbentuk tidak beraturan. Trombosit tidak memiliki inti dan berukuran lebih kecil dibandingkan eritrosit.

Trombosit berperan dalam penggumpalan darah.

Gambar 4.4 Trombosit berperan dalam penggumpalan darah.

Jumlah trombosit sekitar 250.000–400.000 dalam setiap milimeter kubik darah. Trombosit dapat hidup selama delapan hari. Trombosit berfungsi dalam proses penggumpalan darah. Mengenai peran trombosit dalam penggumpalan darah, akan dibahas pada materi selanjutnya.

Mekanisme Penggumpalan Darah

Pernahkan Anda terjatuh dari sepeda dan lutut Anda terluka? Luka tersebut akan mengeluarkan darah. Akan tetapi, apa yang terjadi pada luka tersebut setelah beberapa hari? Luka tersebut akan menutup dan kering.

Apabila pembuluh darah rusak atau terpotong karena luka, darah akan mengalir keluar dari pembuluh darah. Akan tetapi, darah tersebut akan berhenti mengalir keluar karena terjadi proses penggumpalan darah. Bagaimanakah mekanisme penggumpalan darah tersebut?

Di dalam plasma darah terdapat trombosit yang akan pecah apabila menyentuh permukaan yang kasar. Jika trombosit pecah, enzim tromboplastin yang dikandungnya akan keluar bercampur dengan plasma darah. Selain trombosit, di plasma darah terdapat protombin. Protombin akan diubah menjadi trombin oleh enzim tromboplastin. Perubahan protombin menjadi trombin dipicu oleh ion kalsium (Ca2+). Protombin adalah suatu protein plasma yang pembentukannya memerlukan vitamin K.

Trombin akan berfungsi sebagai enzim yang dapat mengubah fibrinogen menjadi fibrin. Fibrinogen adalah suatu protein yang terdapat dalam plasma. Adapun fibrin adalah protein berupa benang-benang yang tidak larut dalam plasma. Benang-benang fibrin yang terbentuk akan saling bertautan sehingga sel-sel darah merah beserta plasma akan terjaring dan membentuk gumpalan. Jaringan baru akan terbentuk menggantikan gumpalan tersebut dan luka akan menutup. Perhatikan Gambar 4.5.

Mekanisme penggumpalan darah pada luka

Gambar 4.5 Mekanisme penggumpalan darah pada luka

Golongan Darah dan Transfusi Darah

Apakah golongan darah Anda? Apakah sama dengan kakak atau adik Anda? Golongan darah pada setiap orang belum tentu sama. Hal ini disebabkan adanya beberapa golongan darah pada manusia. Apa sajakah golongan darah pada manusia tersebut?

Berdasarkan komposisi aglutinogen dan aglutininnya, golongan darah manusia dibedakan menjadi golongan darah A, B, AB, dan O. Penggolongan darah ABO ditemukan oleh seorang ahli imunologi Austria, Karl Landsteiner (1868–1943). Penggolongan darah ini berdasarkan atas terdapatnya dua jenis aglutinogen, yaitu aglutinogen A dan aglutinogen B. Aglutinogen dan aglutinin adalah kandungan protein di dalam darah.

Aglutinogen merupakan protein berupa antigen, sedangkan aglutinin merupakan protein berupa antibodi. Aglutinogen terdapat pada eritrosit, sedangkan aglutinin terdapat pada plasma darah (Tabel 4.3)

Golongan Darah dan Transfusi Darah

Selain sistem ABO, terdapat penggolongan daerah lainnya, yaitu sistem rhesus (rh). Sistem ini didasarkan atas ada atau tidaknya aglutinogen rhesus di dalam darah. Landsteiner menemukan sistem rh ini pada percobaannya terhadap kera Macaca rhesus. Pada sistem rh, apabila darah seseorang mengandung aglutinogen rhesus maka orang tersebut termasuk rhesus positif (rh+). Adapun jika tidak mengandung aglutinogen rhesus, orang tersebut termasuk rhesus negatif (rh–).

Penggolongan darah ABO berperan dalam transfusi darah. Transfusi darah adalah proses pemindahan darah dari tubuh seseorang ke dalam tubuh orang lain. Orang yang menerima darah disebut penerima atau resipien. Adapun orang yang memberikan darahnya disebut pemberi atau donor.

Hal yang harus diperhatikan dalam tranfusi darah adalah jenis aglutinogen donor dan aglutinin resipien. Aglutinin memiliki kemampuan untuk menggumpalkan eritrosit. Jadi, apabila aglutinogen donor bercampur dengan aglutinin resipien, darah resipien akan menggumpal. Darah donor yang bercampur dalam tubuh resipien akan dianggap sebagai antigen oleh tubuh. Agar Anda lebih memahami transfusi darah perhatikan Tabel 4.4 berikut.

Penggolongan darah ABO

Seseorang dengan golongan darah O disebut donor universal karena dapat ditransfusikan kepada semua golongan darah (sistem ABO). Adapun golongan AB disebut sebagai resipien universal karena dapat menerima semua golongan darah (sistem ABO). Akan tetapi, pada praktiknya, hal tersebut jarang dilakukan karena kemungkinan adanya ketidakcocokkan darah di luar sistem ABO.

Gangguan dan Penyakit yang Berkaitan dengan Darah

Terdapat beberapa gangguan dan penyakit yang berkaitan dengan darah. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh faktor fisiologis maupun faktor genetik.

Anemia

Anemia merupakan penyakit berupa kurangnya kadar hemoglobin, Fe, dan eritrosit di dalam tubuh. Dalam keadaan normal, kadar Hb dalam darah yaitu 12–16 gram%. Adapun jumlah eritrosit normal yaitu 5,3 juta/ mm3 darah. Seorang yang menderita anemia memiliki gejala muka pucat, lesu, sakit kepala, dan gangguan menstruasi.

Leukemia

Bentuk sel darah merah pada sickle cell anemia

Gambar 4.6 Bentuk sel darah merah pada sickle cell anemia

Pada leukemia, produksi sel darah putih melebihi batas normal. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan abnormal pada jaringan yang memproduksi sel-sel darah. Leukemia dapat disebabkan oleh infeksi virus, terkena sinar radio aktif, terkena zat-zat kimia, serta faktor keturunan (genetik). Penderita leukimia memiliki ciri-ciri pucat, lesu, demam, dan pendarahan.

Thalasemia

Thalasemia adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh gangguan produksi hemoglobin dan eritrosit. Thalasemia merupakan penyakit genetik atau keturunan. Gejala penyakit thalasemia sangat bervariasi, di antaranya anemia, pembesaran limfa, bentuk tulang abnormal, dan gangguan pertumbuhan.

Sickle Cell Anemia

Sickle cell anemia adalah suatu penyakit yang ditandai dengan bentuk sel darah merah menyerupai bulan sabit. Sel darah merah yang berbentuk bulan sabit tersebut mudah untuk saling tindih pada pembuluh darah. Akibatnya, sel darah tersebut menyumbat pembuluh darah dan terjadi hemolisis (pecah). Selain itu, bentuk bulan sabit berakibat kurangnya daya ikat terhadap oksigen. Perhatikan Gambar 4.6.

Organ-Organ Peredaran Darah

Peganglah dada kiri Anda sebelah atas. Apakah yang Anda rasakan? Apabila dipegang, dada kiri Anda akan berdetak karena di dalamnya terdapat jantung. Jantung merupakan salah satu organ dalam sistem peredaran darah. Tahukah Anda struktur dan fungsi jantung? Dapatkah Anda menyebutkan organ sistem peredaran darah lainnya?

Jantung

Jantung merupakan pusat dari sistem peredaran darah manusia. Jantung terletak di dalam rongga dada sebelah kiri. Jantung memiliki kemampuan untuk berkontraksi memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Hal inilah yang membuat jantung selalu berdetak selama manusia tersebut hidup. Pada orang dewasa, jantung memiliki berat sekitar 335 gram. Jantung berdetak sekitar 100.000 kali per hari.

Detak jantung dikontrol oleh pacemaker. Pacemaker (pacu jantung) adalah sekelompok sel yang terletak di atrium kanan. Pacemaker ini mengirimkan pesan-pesan elektrik ke otot jantung. Pesan-pesan ini merangsang otot jantung untuk berkontraksi. Pacemaker juga menerima informasi dari otak. Beberapa sel saraf yang merangsang jantung bergerak pelan, sebagian lagi merangsang bergerak cepat. Jadi, otak dapat pula mengatur detak jantung, sesuai kebutuhan tubuh.

Jantung dibungkus oleh suatu membran yang disebut perikardium. Di dalam perikardium ini terdapat rongga perikardium yang berisi cairan perikardium. Cairan perikardium berfungsi mengurangi gesekan pada saat jantung berdenyut.

Macam-macam jaringan penyusun jantung

Jantung tersusun atas tiga lapisan jaringan, yaitu

Epikardium (lapisan terluar jantung)
Miokardium (otot jantung)
Endokardium (lapisan pembatas ruang jantung)

Bagian jantung

Bagian dalam jantung terbagi atas empat ruang. Dua rongga yang terletak di atas disebut atrium (serambi) dan dua rongga di bawahnya disebut ventrikel (bilik).

Katub jantung

Jantung memiliki tiga jenis katup, yaitu :

Katup bikuspidalis
Katup trikuspidalis
Katup semilunaris

Katup-katup tersebut berfungsi agar aliran darah tetap searah dan darah di dalam jantung tidak bercampur. Katup bikuspidalis membatasi antara atrium kiri dan ventrikel kiri. Katup trikuspidalis membatasi atrium kanan dan ventrikel kanan. Perhatikan Gambar 4.7.

Bagian-bagian katup semilunaris

Adapun katup semilunaris terbagi menjadi dua, yaitu

Katup semilunaris aorta
Katup semilunaris pulmonalis

Katup semilunaris aorta membatasi ventrikel kiri dan aorta, sedangkan katup semilunaris pulmonalis membatasi ventrikel kanan dan arteri pulmonalis.

Struktur utuh jantung manusia dan (b) ruang-ruang pada jantung

Gambar 4.7 (a) Struktur utuh jantung manusia dan (b) ruang-ruang pada jantung

Pembuluh Darah

Cobalah Anda pegang pergelangan tangan Anda. Anda akan merasakan denyutan di pergelangan tangan Anda. Denyutan tersebut merupakan pembuluh darah yang sedang mengalirkan darah. Selain jantung, organ peredaran darah adalah pembuluh darah. Pembuluh darah berfungsi mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh ataupun sebaliknya.

Macam-macam pembuluh darah

Pembuluh darah dibagi menjadi arteri, arteriol, kapiler, venula, dan vena.

 Macam-macam pembuluh darah

Gambar 4.8 Macam-macam pembuluh darah

Arteri

Arteri (pembuluh nadi) merupakan hasil percabangan dari aorta. Aorta adalah pembuluh darah yang berasal dari bilik kiri. Arteri memiliki dinding yang tebal dan elastis, sesuai dengan fungsinya mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Lapisan jaringan penyusun arteri

Arteri tersusun atas tiga lapisan jaringan, yaitu :

Jaringan ikat (lapisan pertama)
Otot polos (lapisan tengah)
Endotelium (lapisan dalam)
Macam-macam arteri

Terdapat empat jenis arteri, yaitu

Arteri pulmonalis

dan tiga arteri hasil percabangan aorta. Arteri pulmonalis adalah pembuluh yang dilewati darah dari ventrikel kanan menuju paru-paru.

Tiga arteri hasil percabangan aorta, yaitu

Arteri koronaria
Arteri anterior
Arteri posterior

Arteri koronaria adalah arteri yang membawa darah dari ventrikel kiri menuju jantung bagian atrium kanan. Arteri anterior adalah arteri yang membawa darah menuju bagian anterior (atas) tubuh. Adapun arteri posterior adalah arteri yang membawa darah menuju bagian posterior (bawah) tubuh.

Arteriol

Arteriol adalah pembuluh darah yang berasal dari percabangan arteri. Arteriol memiliki ukuran yang lebih kecil daripada arteri. Meskipun demikian, lapisan jaringan penyusun arteriol serupa dengan arteri.

Kapiler

Arteriol akan bercabang-cabang lagi menjadi kapiler-kapiler. Kapiler merupakan pembuluh yang sangat halus dan tersusun atas satu lapis jaringan endotelium. Di kapiler terjadi pertukaran gas, bahan makanan, air, garam mineral, dan bahan organik lainnya. Kapiler akan saling bertautan dan membentuk percabangan yang rumit.

Secara anatomis, arteri dan vena terdiri atas tiga lapis. Salah satu perbedaannya adalah arteri memiliki dinding tebal dan elastis, sedangkan vena memiliki dinding tipis dan kurang elastis

Gambar 4.9 Secara anatomis, arteri dan vena terdiri atas tiga lapis. Salah satu perbedaannya adalah arteri memiliki dinding tebal dan elastis, sedangkan vena memiliki dinding tipis dan kurang elastis

Venula

Kapiler-kapiler hasil percabangan arteriol akan berhubungan dengan venula. Venula merupakan pembuluh balik hasil percabangan dari vena.

Vena

Darah setelah melewati venula akan mengalir menuju vena (pembuluh balik). Vena akan mengalirkan darah menuju jantung dan berhubungan langsung dengan jantung. Seperti halnya arteri, vena tersusun atas tiga lapisan jaringan yang sama. Di sepanjang vena terdapat katup yang menjaga agar darah tidak berbalik arah.

Terdapat tiga jenis vena yang masuk ke jantung, yaitu vena cava pulmonalis, vena cava superior, dan vena cava inferior. Vena cava pulmonalis adalah vena yang berasal dari paru-paru dan masuk ke jantung melalui atrium kiri. Vena cava superior adalah vena yang membawa darah yang kaya CO2 dari bagian anterior (atas) tubuh ke atrium kanan. Adapun vena cava inferior adalah vena yang membawa darah kaya CO2 dari bagian posterior (bawah) tubuh.

Percobaan Biologi Mengukur Denyut Nadi

Tujuan

Mengukur denyut nadi normal dan denyut nadi setelah beraktivitas

Alat dan Bahan

Stopwatch atau jam tangan

Langkah Kerja

  1. Hitunglah denyut nadi Anda dan teman sekelompok Anda. Hitung denyut nadi pada pergelangan tangan kiri dengan menggunakan ibu jari tangan kanan Anda. Hitunglah denyut nadi Anda selama satu menit.
  2. Lakukanlah perhitungan sebanyak tiga kali untuk mengambil rata-ratanya selama satu menit.
  3. Untuk perhitungan selanjutnya, berlari-larilah terlebih dahulu selama kurang lebih tiga menit. Ulangilah langkah 1 dan 2 kepada semua teman kelompok Anda.
  4. Masukkan hasil pengukuran Anda ke dalam tabel berikut.
No Nama Siswa Jenis Kelamin Denyut Nadi Rata-Rata/Menit Denyut Nadi Rata-Rata/Menit
Normal Setelah Aktivitas
1
2
3
4
5

Pertanyaan

  1. Bandingkan denyut nadi pada keadaan normal dan setelah beraktivitas. Apakah terdapat perbedaan?
  2. Bandingkan pula denyut nadi laki-laki dan perempuan. Apakah berbeda? Mengapa demikian?
  3. Menurut percobaan tersebut, faktor apa sajakah yang memengaruhi denyut jantung seseorang? Diskusikan dengan guru Anda.

Mekanisme Peredaran Darah Manusia

Jantung merupakan organ sistem peredaran darah yang utama. Jantung akan memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Bagaimana mekanisme peredaran darah pada manusia? Bagaimana mekanisme jantung memompa darah ke seluruh tubuh?

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, jantung memiliki empat ruang, yaitu atrium (kiri dan kanan) dan ventrikel (kiri dan kanan). Darah yang berada di atrium kanan merupakan darah yang banyak mengandung CO2. Hal ini disebabkan darah yang masuk ke atrium kanan berasal dari seluruh tubuh. Adapun darah yang mengalir di atrium kiri merupakan darah yang banyak mengandung O2 karena berasal dari paru-paru.

Manusia memiliki dua macam peredaran darah. Oleh karena itu, manusia dikatakan memiliki peredaran darah ganda. Peredaran darah ganda terdiri atas peredaran darah kecil (pulmonalis) dan peredaran darah besar (sistemik). Peredaran darah kecil dimulai dari jantung menuju paru-paru dan kembali ke jantung. Adapun peredaran darah besar, dimulai dari jantung menuju ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung.

Peredaran darah pada manusia

Gambar 4.10 Peredaran darah pada manusia

Sekarang, perhatikan aliran darah melalui seluruh sistem peredarannya. Ventrikel kanan akan memompa darah menuju paru-paru. Aliran darah tersebut akan melewati arteri pulmonalis. Ketika darah masuk ke dalam paru-paru melewati kapiler, terjadi pertukaran antara O2 dan CO2 di dalam darah. Hal ini akan membuat darah yang masuk ke atrium kiri kaya akan O2. Aliran darah dari paru-paru ke atrium kiri melalui vena pulmonalis. Selanjutnya, darah kaya O2 akan masuk ke ventrikel kiri.

Pada Gambar 4.10, terlihat bahwa dinding ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikel kanan. Hal ini sesuai dengan fungsi ventrikel kiri untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Darah yang kaya O2 akan meninggalkan ventrikel kiri melalui aorta. Aorta adalah pembuluh darah terbesar yang bercabang tiga. Cabang pertama adalah arteri koronaria yang akan membawa suplai darah menuju otot-otot jantung itu sendiri. Peredaran darah tersebut dinamakan peredaran darah kecil (pulmonalis).

Cabang kedua dari aorta akan menuju ke anggota tubuh bagian atas (kepala, dada, dan lengan). Adapun cabang ketiga dari aorta akan menuju ke anggota tubuh bagian bawah (perut dan kaki). Pada setiap organ tubuh, kapiler-kapiler berhubungan dengan venula yang akan mengembalikan darah menuju jantung melalui vena.

Darah yang kaya CO2 yang berasal dari anggota tubuh bagian atas akan masuk ke jantung melalui vena cava superior. Adapun darah kaya CO2 yang berasal dari anggota tubuh bagian bawah akan masuk ke jantung melalui vena cava inferior. Kedua vena cava tersebut mengalirkan darah menuju atrium kanan. Dari atrium kanan, darah akan kembali ke ventrikel kanan. Peredaran darah tersebut dinamakan peredaran darah besar (sistemik).

Tekanan Darah

Tekanan darah adalah tekanan yang disebabkan oleh darah yang mengalir terhadap dinding pembuluh darah. Ketika ventrikel berkontraksi, darah akan mengalir lebih cepat menuju arteri. Hal ini menyebabkan dinding arteri menjadi tertekan. Anda dapat merasakan hal tersebut dengan memegang pembuluh nadi pada pergelangan tangan. Denyut nadi dapat digunakan untuk mengukur tekanan darah. Tekanan darah pada arteri terdiri atas tekanan sistol dan tekanan diastol. Tekanan sistol adalah tekanan darah pada saat ventrikel kiri berkontraksi. Adapun tekanan diastol adalah tekanan darah pada saat ventrikel kiri berelaksasi.

Tekanan darah sistol dan diastol dapat diukur dengan menggunakan alat yang disebut tensimeter (sphygmomanometer). Pada orang dewasa normal, tekanan sistol dan diastolnya sekitar 120 mmHg dan 80 mmHg (120/80 mmHg).

Pengukuran tekanan darah

Gambar 4.11 Pengukuran tekanan darah

Gangguan dan Penyakit pada Sistem Darah

Terdapat beberapa gangguan dan penyakit pada sistem peredaran darah. Gangguan dan penyakit tersebut dapat disebabkan oleh faktor fisik, aktivitas, maupun makanan yang dikonsumsi.

Macam-macam Gangguan dan Penyakit pada Sistem Darah

Hipertensi

Hipertensi disebut pula sebagai penyakit tekanan darah tinggi. Orang yang mengidap hipertensi memiliki nilai sistol dan diastol melebihi batas normal (>140/90 mmHg). Kebalikan dari hipertensi adalah hipotensi. Hipotensi merupakan penyakit tekanan darah rendah. Penderita hipotensi memiliki nilai sistol di bawah 100 mmHg. Hipotensi memiliki gejala, seperti lesu, pusing, gangguan penglihatan, dan sering pingsan.

Arteriosklerosis

Arteriosklerosis merupakan penyakit berupa pengapuran pembuluh darah karena endapan lemak. Apabila pembuluh darah tersumbat oleh endapan zat kapur, penyakit tersebut dinamakan arteriosklerosis. Kedua penyakit tersebut dapat mengakibatkan darah tidak dapat mengalir

 Arteri normal dan (b) arteri yang tersumbat akibat endapan lemak

Gambar 4.12 (a) Arteri normal dan (b) arteri yang tersumbat akibat endapan lemak

Gagal Jantung

Gagal jantung adalah penyakit akibat penurunan kekuatan kontraksi otot jantung. Hal tersebut akan mengakibatkan volume peredaran darah ke seluruh tubuh berkurang. Gejala gagal jantung berupa cepat lelah, sesak napas, dan jantung membengkak.

Rangkuman

  1. Darah dan sistem peredaran darah manusia memiliki beberapa fungsi, seperti mengedarkan sari makanan dari sistem pencernaan makanan; mengedarkan oksigen dari sistem respirasi; mengangkut sisa metabolisme; mengangkut hormon dari kelenjar endokrin; membantu keseimbangan cairan tubuh; serta membantu dalam pengaturan suhu tubuh.
  2. Sistem peredaran darah pada manusia tersusun atas darah dan organ-organ peredaran darah (jantung dan pembuluh darah).
  3. Darah tersusun atas dua komponen utama, yaitu plasma darah dan sel-sel darah.
  4. Plasma darah tersusun atas air dan bahan-bahan terlarut, seperti protein, garam-garam, nutrien, hormon, dan karbon dioksida.
  5. Sel-sel darah tersusun atas sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
  6. Berdasarkan komposisi aglutinogen dan aglutininnya, golongan darah manusia dibedakan menjadi golongan darah A, B, AB, dan O. Penggolongan darah ABO ini berperan dalam transfusi darah. Transfusi darah adalah proses pemindahan darah dari tubuh seseorang kepada tubuh orang lain.
  7. Sistem peredaran darah pada manusia memiliki organ pendukung, yaitu jantung dan pembuluh darah.
  8. Jantung merupakan pusat dari sistem peredaran darah manusia. Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Jantung terbagi menjadi empat ruang, yaitu dua atrium (serambi) dan dua ventrikel (bilik).
  9. Pembuluh darah berfungsi mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh ataupun sebaliknya. Pembuluh darah dibagi menjadi arteri, arteriol, kapiler, venula, dan vena.
  10. Manusia memiliki dua macam peredaran darah, yaitu peredaran darah kecil (pulmonalis) dan peredaran darah besar (sistemik). Peredaran darah pulmonalis dimulai dari jantung menuju paru-paru dan kembali ke jantung. Adapun peredaran darah sistemik dimulai dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung.

Peta Konsep

peta konsep bab 4

Refleksi

Bagaimana pendapat Anda setelah mempelajari materi Sistem Peredaran Darah pada Manusia ini? Menarik, bukan? Banyak hal yang bisa Anda dapatkan setelah mempelajari bab ini. Misalnya, Anda dapat menjaga jantung dengan cara memakan makanan sehat dan berpola hidup sehat.

Apabila Anda mengalami kesulitan dalam mempelajari materi tertentu pada bab ini, diskusikanlah bersama teman-teman Anda. Kemudian, bertanyalah kepada guru Anda untuk memecahkan permasalahanpermasalahan berkenaan dengan materi pada bab ini. Agar Anda mampu memahami materi pada bab ini dengan lebih baik, pastikanlah Anda menguasai materi bab ini dengan belajar lebih giat.

Tujuan Anda mempelajari bab ini adalah agar Anda mampu menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan atau penyakit pada sistem peredaran darah. Apakah Anda dapat mencapai tujuan tersebut?

Evaluasi Kompetensi Bab 4

A. Pilihan Ganda

1.Pernyataan berikut yang tidak termasuk fungsi sistem peredaran darah adalah ….

a. . mengedarkan sari makanan d. keseimbangan cairan tubuh
b. mengedarkan oksigen e. penghantaran impuls
c. pengangkutan sisa metabolisme

2. Cairan pada darah disebut ….

a. plasma darah d. sampah nitrogen
b. hormon e. eritrosit
c. trombosit

3. Pernyataan berikut yang termasuk ke dalam fungsi plasma darah adalah ….

a. pembentuk sel darah merah d. . penggumpalan darah
b. mengatur keseimbangan osmosis darah di dalam tubuh e. mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.
c. pertahanan tubuh

Untuk soal nomor 4 dan 5, perhatikan gambar berikut.

gambar bab 4 soal ganda no 4

4.  Apabila darah disentrifugasi, sel-sel darah merah akan berada pada nomor ….

a. 1 d. 1 dan 2
b. 2 e. 2 dan 3
c. 4

5. Protein albumin, garam-garam, dan hormon berada pada bagian bernomor ….

a. 1 d. 1 dan
b. 2 e. 2 dan 3
c. 3

Untuk soal nomor 6-8, perhatkan gambar berikut.

gambar bab 4 soal ganda no 6a

6. Bagian yang ditunjukkan oleh nomor adalah ….

gambar bab 4 soal ganda no 6b

7. Nomor 1 dan 2 berfungsi ….

gambar bab 4 soal ganda no 7

8. Hemoglobin terdapat pada nomor ….

a. 1 d. 1 dan 2
b. 2 e. 2 dan 3
c. 3

9.  Pada proses penggumpalan darah, perubahan protrombin menjadi trombin dipicu oleh ion ….

a. Na+ d. K+
b. Fe e. C
c. Ca2+

10. Golongan darah A, B, O, dan AB merupakan sistem pengelompokan darah berdasarkan ….

a. sel-sel darah d. usia
b. trombosit e. aglutinogen darah dan aglutinin
c. plasma darah

11. Produksi sel darah putih melebihi batas normal merupakan ciri penyakit ….

a. anemia d. jantung
b. leukemia e. sickle cell anemia
c. thalasemia

Untuk soal nomor 12-14, perhatikan gambar berikut.

gambar bab 4 soal ganda no 12

12. Ruang jantung berfungsi menerima darah dari seluruh tubuh adalah nomor ….

a. 1 d. 4
b. 2 e. 1 dan 4
c. 3

13.  Kemampuan memompa darah yang paling kuat dimiliki oleh ruang jantung dengan nomor ….

a. 1 d. 4
b. 2 e. 2 dan 3
c. 3

14. Katup-katup pada jantung berfungsi ….

a. memompa darah menuju pembuluh darah d. kontraksi otot jantung
b. menyaring darah e. mengatur aliran darah agar tidak bercampur
c. mengurangi gesekan saat jantung berdenyut

15. Perhatikan gambar berikut.gambar bab 4 soal ganda no 15

Ketika darah keluar dari Z, katup X dan katup Y akan

gambar bab 4 soal ganda no 15b

16. Cairan perikardium pada jantung berfungsi ….

a. memompa darah d. kontraksi jantung
b. menyaring darah e. membasahi jantung
c. mengurangi gesekan saat jantung berdenyut

17. Fungsi pembuluh darah adalah ….

a. memompa darah d. membuang darah
b. mengalirkan darah e. memberi nutrisi pada darah
c. menyaring darah

Untuk soal nomor 18 dan 19, perhatikan gambar berikut.

gambar bab 4 soal ganda no 18a

18. Ketiga jenis pembuluh darah tersebut adalah ….

gambar bab 4 soal ganda no 18b

19. Pembuluh darah P memiliki dinding yang tebal untuk ….

a. mencegah kebocoran sel darah putih d. menahan tekanan darah yang tinggi
b. mencegah masuknya bakteri e. menahan tekanan darah yang rendah
c. mencegah darah mengalir

20. Pernyataan yang benar mengenai seluruh arteri di tubuh manusia adalah ….

a. membawa darah yang kaya O2 d. membawa darah yang kaya CO2
b. memiliki katup e. membawa darah dari jantung
c. memiliki dinding

21. Vena cava superior adalah vena yang membawa darah yang kaya CO2 menuju …

a. atrium kiri d. ventrikel kanan
b. atrium kanan e. aorta
c. ventrikel kiri

Untuk soal nomor 22-24, perhatikan skema peredaran darah manusia berikut.

gambar bab 4 soal ganda no 22

22. Ventrikel kiri ditunjukkan oleh nomor ….

a. 6 d. 3
b. 5 e. 2
c. 4

23. Darah yang kaya oksigen akan masuk ke ruang jantung dengan nomor ….

a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3

24.  Peredaran darah pulmonalis ditunjukkan oleh nomor ….

25. Penyakit akibat penurunan kekuatan kontraksi otot jantung adalah ….

a. thalasemia d. hipertensi
b. anemia e. arterosklerosis
c. gagal jantung

B. Soal Uraian

  1. Tuliskan fungsi sistem peredaran darah.
  2. Jelaskan komposisi darah.
  3. gambar bab 4 soal uraian no 3

a. Tuliskan organ dengan nomor 1 sampai dengan nomor 4.

b. Mengapa organ 3 memiliki peran penting dalam sistem peredaran darah?

4. Tuliskan komponen sel-sel darah beserta fungsinya.

5. Tuliskan tiga penyakit pada sistem peredaran darah manusia.

C. Soal Tantangan

  1. Tono memiliki plasma darah yang tidak mengandung bahan yang diperlukan dalam perubahan protombin menjadi trombin. Apa yang akan terjadi, apabila Tono mengalami luka?
  2. Biasanya, laju pembentukan sel darah merah sebanding dengan laju penghancurannya. Menurut Anda, apa yang terjadi jika seseorang mendonorkan darahnya? Bagaimana perbandingan keduanya?
  3. Tekanan darah dapat diukur dengan menggunakan tensimeter. Grafik berikut menunjukkan tekanan darah pada berbagai jenis pembuluh darah.

gambar bab 4 soal tantangan no 3

          Berdasarkan gambar tersebut, jawablah pertanyaan berikut.

          a. Berapakah tekanan diastol tertinggi?

          b. Di manakah tekanan darah tertinggi?

          c. Mengapa tekanan darah di kapiler lebih tinggi daripada tekanan darah di vena?

Proyek Semester 1

Kelainan, Gangguan, dan Penyakit Sistem Organ

Setelah mempelajari tentang sistem organ manusia, Anda tentunya dapat memahami bahwa tubuh manusia bekerja menurut suatu mekanisme yang teratur dan tertata sempurna. Walaupun begitu, mekanisme organ-organ tubuh tersebut dapat terganggu akibat penyakit. Penyakit tersebut dapat terjadi pada sistem pernapasan, sistem pencernaan, sistem saraf, atau sistem organ lainnya. Agar Anda dapat memahami materi sistem organ dengan lebih baik, lakukan observasi di salah satu rumah sakit di kota Anda. Sebelum melakukan observasi tersebut, mintalah surat pengantar dari sekolah Anda sebagai perizinan ke pihak rumah sakit. Hal-hal yang akan Anda lakukan dalam observasi tersebut terbagi atas dua, yaitu:

  1. Observasi penyakit. Dalam observasi ini, Anda harus dapat mengindentifikasi jenis penyakit, gejala-gejala penyakit tersebut, penyebab penyakit dan cara penanggulangannya, serta menggolongkan penyakit tersebut berdasarkan sistem organ yang diserangnya.
  2. Observasi peralatan kedokteran. Dalam observasi ini, Anda diminta untuk mengamati berbagai alat-alat kedokteran yang digunakan di rumah sakit tersebut. Jangan lupa untuk mencatat nama, cara penggunaannya, serta manfaat alat kedokteran tersebut.

Setelah data-data observasi Anda terkumpul, buatlah sebuah laporan yang dapat menyajikan data-data tersebut dengan baik. Anda dapat berkonsultasi dengan guru Anda, jika Anda menemukan kesulitan dalam penyusunan laporan tersebut. Kemudian, presentasikanlah laporan observasi Anda tersebut di depan kelas.

Kelainan, Gangguan dan Penyakit Sistem Organ

Setelah mempelajari tentang sistem organ manusia, Anda tentunya dapat memahami bahwa tubuh manusia bekerja menurut suatu mekanisme yang teratur dan tertata sempurna. Walaupun begitu, mekanisme organ-organ tubuh tersebut dapat terganggu akibat penyakit. Penyakit tersebut dapat terjadi pada sistem pernapasan, sistem pencernaan, sistem saraf, atau sistem organ lainnya.

Agar Anda dapat memahami materi sistem organ dengan lebih baik, lakukan observasi di salah satu rumah sakit di kota Anda. Sebelum melakukan observasi tersebut, mintalah surat pengantar dari sekolah Anda sebagai perizinan ke pihak rumah sakit. Hal-hal yang akan Anda lakukan dalam observasi tersebut terbagi atas dua, yaitu:

  1. Observasi penyakit. Dalam observasi ini, Anda harus dapat mengindentifikasi jenis penyakit, gejala-gejala penyakit tersebut, penyebab penyakit dan cara penanggulangannya, serta menggolongkan penyakit tersebut berdasarkan sistem organ yang diserangnya.
  2. Observasi peralatan kedokteran. Dalam observasi ini, Anda diminta untuk mengamati berbagai alat-alat kedokteran yang digunakan di rumah sakit tersebut. Jangan lupa untuk mencatat nama, cara penggunaannya, serta manfaat alat kedokteran tersebut.

Setelah data-data observasi Anda terkumpul, buatlah sebuah laporan yang dapat menyajikan data-data tersebut dengan baik. Anda dapat berkonsultasi dengan guru Anda, jika Anda menemukan kesulitan dalam penyusunan laporan tersebut. Kemudian, presentasikanlah laporan observasi Anda tersebut di depan kelas.

Evaluasi Kompetensi Biologi Semester 1

A. Pilihan Ganda

1.Membran sel merupakan bagian yang penting dalam sel. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi membran sel adalah ….

a. pelindung d. pembatas antara isi sel dan lingkungan
b. reseptor dari luar e. mengendalikan pertukaran zat
c. efektor

2. Respirasi sel terjadi pada ….

a. lisosom d. ribosom
b. mitokondria e. badan Golgi
c. nukleus

3.  Mitokondria banyak terdapat sel-sel otot dan sel-sel saraf karena ….

a. memerlukan banyak energi d. memerlukan banyak air
b. terjadi oksidasi lemak e. memerlukan banyak oksigen
c. terjadi oksidasi glukosa

4. Nukleus mengandung substansi genetik dalam bentuk ….

a. nukleoplasma d. kromatin
b. nukleolus e. selaput inti
c. ribosom

5. Perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan, antara lain ….

gambar bab 4 soal semester 1 no 5

6. Oksigen di dalam paru-paru masuk ke dalam sel darah merah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Masuknya oksigen ke dalam darah terjadi melalui proses ….

a. endositosis d. difusi
b. eksositosis e. transpor aktif
c. osmosis

7. Jaringan epitel transisi terdapat pada ….

a. kandung kemih d. tuba Fallopi
b. saluran pernapasan e. kelenjar keringat
c. lensa mata

8. Jaringan yang berguna melindungi bagian tubuh tumbuhan adalah ….

a. parenkim d. kambium
b. sklerenkim e. epidermis
c. kolenkim

9. Jaringan di bawah ini termasuk jaringan ikat, kecuali ….

a. jaringan darah d. jaringan ikat longgar
b. jaringan tulang e. jaringan ikat padat
c. jaringan saraf

10. Perhatikan gambar ujung akar tumbuhan berikut.

gambar bab 4 soal semester 1 no 10

Bagian X disusun oleh sel-sel yang selalu aktif membelah, yaitu jaringan ….

a. epidermis d. sklerenkim
b. meristem e. xilem
c. kolenkim

11. Saluran pencernaan, misalnya lambung dan usus, tersusun atas jaringan epitel ….

a. kubus selapis d. silindris berlapis
b. pipih berlapis e. kubus berlapis
c. silindris selapis

12. Manusia berkeringat karena dalam kulitnya mengandung jaringan epitel ….

a. transisi d. pipih
b. endokrin e. kelenjar
c. kubus

13. Tulang bersifat keras karena banyak mengandung senyawa ….

a. kapur dan besi d. kapur dan fosfat
b. kapur dan nitrat e. nitrat dan besi
c.  fosfat dan nitrat

14. Tulang lengan bawah terdiri atas tulang ….

a. radius dan ulna d. ulna dan humerus
b. radius dan humerus e. karpal dan metakarpal
c.  radius dan metakarpal

15. Persendian antara tulang-tulang yang menyusun tengkorak disebut sendi ….

a.  sinfibrosis d. sinkondrosis
b.  sinartrosis e. endartrosis
c. diartrosis

16. Gerakan pada siku, lutut, dan ruas-ruas jari termasuk tipe ….

a. depresi d. rotasi
b. ekstensi e. elastisitas
c. abduksi

17. Gerakan otot berkontraksi membutuhkan energi yang berasal dari penguraian ….

a. glukosa d. ATP
b. glikogen e. asam piruvat
c. asam laktat

18. Setiap satuan sel-sel tulang melingkari suatu pembuluh darah dan saraf yang membentuk suatu sistem disebut ….

a. sistem endokrin d. sistem Havers
b. sistem saraf e. sistem kelenjar
c. sistem eksresi

19. Oksigen dan karbon dioksida akan diikat oleh eritrosit karena memiliki ….

a. hemosianin d. fibrinogen
b. hemoglobin e. trombosit
c. protrombin

20.  Ion kalsium dan vitamin K membantu dalam proses penggumpalan darah, yaitu untuk mengubah ….

a.  trombosit menjadi tromboplastin d. hemoglobin menjadi hemin
b. fibrinogen menjadi fibrin e.  eritrosit menjadi bilirubin
c.  protrombin menjadi trombin

21.  Komponen berikut yang tidak terdapat di dalam plasma darah yaitu ….

a. fibrinogen d. oksigen
b. trombinogen e. globulin
c. albuin

22. Sel-sel darah berikut ini yang menurun jumlahnya ketika seseorang menderita penyakit demam berdarah adalah ….

a. monosit d. eosinofil
b. trombosit e. leukosit
c. basofil

23. Sel darah putih yang termasuk granulosit adalah ….

a. neutrofil, basofil, monosit d. basofil, eosinofil, limfosit
b.neutrofil, basofil, eisinofil e. eosinofil, monosit, limfosit
c. basofil, eosinofil, monosit

24. Jantung yang terus-menerus bekerja memompa darah ke seluruh bagian tubuh, mendapat makanan dan oksigen dari darah yang diangkut oleh ….

a. vena pulmonalis d. arteri pulmonalis
b. vena cava anterior e. arteri koronaria
c. vena cava posterior

25.  Denyutan pembuluh arteri dapat dirasakan. Hal ini disebabkan oleh adanya ….

a. ventrikel berkontraksi d.  atrium berelaksasi
b. atrium berkontraksi e. jantung berelaksasi
c. ventrikel berelaksasi

B. Soal Uraian

  1. Berdasarkan fungsinya, apa yang terjadi apabila nukleus dihilangkan dari sel?
  2. Apakah perbedaan antara mekanisme osmosis, difusi, transpor aktif, endositosis, dan eksositosis? Buatlah dalam bentuk tabel.
  3. Sebutkan macam-macam jaringan ikat disertai fungsi dan contohnya.
  4. Jika terjadi luka pada kulit, luka tersebut dapat menutup dan kulit pulih kembali. Mengapa hal itu dapat terjadi? Jelaskan.
  5. Jelaskan proses pembentukan tulang.
  6. Sebutkan tulang-tulang penyusun rangka aksial.
  7. Sebutkan macam-macam hubungan antartulang beserta contohnya.
  8. Apakah perbedaan antara peredaran darah pulmonalis dan peredaran darah sistemik?
  9. Apakah fungsi darah?
  10. Jelaskan secara singkat mengenai proses penggumpalan darah.