Loading...

Sistem Regulasi Saraf Otak Neuron Kelenjar Impuls Tubuh Hormon Fungsi

gambar bab 8 gambar 8 7a

Daftar Isi

Beasiswa China – Pada bab sebelumnya, Anda telah mempelajari materi mengenai sistem ekskresi. Ekskresi merupakan proses pengeluaran sisa metabolisme yang tidak digunakan oleh tubuh, baik itu berupa gas maupun cairan. Sisa metabolisme dalam bentuk cairan dikeluarkan oleh tubuh berupa urine. Tahukah Anda bahwa pengeluaran urine dipengaruhi oleh hormon? Hormon merupakan salah satu penyusun sistem hormon (endokrin).

Hormon dapat memengaruhi aktivitas suatu sel yang ditujunya. Oleh karena itu, sistem hormon termasuk ke dalam sistem regulasi. Sistem regulasi berfungsi mengatur kerja seluruh sistem organ yang ada pada tubuh manusia. Misalnya, jika tangan Anda menyentuh benda yang panas, Anda akan secara cepat menarik tangan Anda. Peristiwa tersebut melibatkan beberapa organ tubuh yang diatur oleh sistem regulasi.

Pada bab ini, Anda akan mempelajari materi mengenai sistem regulasi. Sistem apa sajakah yang termasuk ke dalam sistem regulasi? Bagaimana mekanisme kerja sistem regulasi? Bagaimana jika sistem regulasi mengalami gangguan? Dengan mempelajari sistem regulasi, Anda akan mengetahui cara kerja seluruh tubuh Anda yang begitu kompleks. Anda akan menyadari bahwa tubuh kita yang begitu kompleks ini merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Selamat belajar.

 

kuliahkechina

PROGRAM KULIAH DI TIONGKOK DENGAN BEASISWA (BEBAS SPP & ASRAMA) UNTUK MAHASISWA D3, S1, dan S2, PENYELENGGARA VIVA COLLEGE

Klik : https://goo.gl/forms/tygYQqTbn0wf3cQV2

Sistem Saraf

Mungkin secara tidak sengaja Anda pernah menginjak suatu benda tajam. Apa yang akan terjadi? Secara cepat, Anda akan menarik kaki Anda ke atas. Proses tersebut dinamakan gerak refleks. Gerak refleks merupakan salah satu mekanisme dalam sistem saraf.

Peristiwa ketika kaki Anda menginjak benda tajam merupakan contoh penyampaian informasi dari lingkungan menuju tubuh. Contoh lainnya adalah ketika Anda sedang berjalan, kemudian ada suara yang memanggil, Anda akan menoleh dan mencari sumber datangnya suara. Informasi dari lingkungan, misalnya suara, akan diterima oleh reseptor tubuh atau indra dan akan diolah untuk menghasilkan suatu gerakan atau aktivitas. Hal itu merupakan gambaran dari mekanisme kerja sistem saraf.

Sistem saraf memiliki tiga fungsi yang saling berhubungan, yaitu

Input sensoris

Integrasi

Output motoris

Input sensoris merupakan penghantar impuls atau sinyal dari reseptor, misalnya mata. Integrasi merupakan proses pengolahan impuls atau sinyal untuk menghasilkan respons. Adapun output motoris adalah penghantar impuls dari pusat pengolahan (otak) ke sel-sel efektor, misalnya sel-sel otot yang akan menghasilkan respons tubuh. Perhatikan Gambar 8.1.

Organisasi sistem saraf

Gambar 8.1 Organisasi sistem saraf

Proses penyampaian informasi, memerlukan suatu media, yaitu sel saraf (neuron). Informasi yang disampaikan berupa impuls saraf. Bagaimana mekanisme kerja sel saraf dalam menghantarkan impuls saraf? Simaklah penjelasan berikut.

Sel Saraf (Neuron)

Neuron berfungsi menghantarkan impuls atau sinyal dari reseptor ke pusat saraf dan meneruskannya ke efektor. Neuron tersusun atas

Badan sel saraf

Dendrit

Akson (neurit)

Badan sel saraf mengandung inti sel (nukleus) dan sitoplasma (neuroplasma). Dendrit merupakan serabut saraf yang bercabang-cabang.

Fungsi dendrit

Dendrit berfungsi menghantarkan impuls (rangsang) dari ujung akson neuron lain menuju badan sel saraf. Akson merupakan serabut saraf yang panjang, namun tidak bercabang.

Fungsi akson

Akson berfungsi menghantarkan impuls dari badan sel saraf menuju neuron lain.

Akson merupakan serabut saraf yang memiliki selaput. Pada akson terdapat selubung mielin yang terdiri atas sel-sel Schwann.

Fungsi selubung mielin

Selubung mielin berfungsi meningkatkan kecepatan pengiriman impuls. Di antara selubung mielin terdapat bagian akson yang tidak memiliki selubung yang disebut nodus Ranvier.

Fungsi nodus Ranvier

Sama seperti selubung mielin, nodus Ranvier berfungsi mempercepat jalannya impuls. Perhatikan Gambar 8.2.

Struktur neuron

Gambar 8.2 Struktur neuron

Macam-macam neuron berdasarkan struktur dan fungsinya

Berdasarkan struktur dan fungsinya, neuron dapat dibagi menjadi tiga, yaitu

Neuron sensoris

Neuron intermediet (asosiasi)

Neuron motoris

Neuron sensoris memiliki akson yang pendek dan dendrit yang panjang. Neuron sensoris berfungsi membawa impuls menuju sistem saraf pusat. Neuron intermediet berfungsi menghubungkan neuron sensoris dengan neuron motoris. Neuron motoris memiliki dendrit yang pendek dan akson yang panjang. Adapun fungsinya yaitu membawa impuls dari sistem saraf pusat ke efektor.

Berdasarkan struktur dan  fungsinya, neuron dibagi menjadi neuron sensoris, neuron intermediet, dan neuron motoris

Gambar 8.3 Berdasarkan struktur dan  fungsinya, neuron dibagi menjadi neuron sensoris, neuron intermediet, dan neuron motoris

Proses Penghantaran Impuls

Agar impuls dapat disampaikan ke pusat sistem saraf dan efektor, sel-sel saraf akan saling berhubungan melalui sinapsis. Arah perambatan impuls pada sinapsis hanya terjadi dalam satu arah. Sinapsis dapat terjadi antarneuron, antara neuron dan sel otot (neuromuscular), serta antara neuron dan kelenjar (neuroglandular).

Mekanisme penghantaran impuls melalui sinapsis sangat khas. Di antara hubungan antarneuron terdapat sebuah celah sempit yang disebut celah sinapsis. Melalui celah sinapsis inilah impuls dihantarkan dari satu neuron ke neuron lainnya melalui sebuah perantara yang disebut neurotransmiter, perhatikan Gambar 8.4.

Neurotransmiter

Neurotransmiter merupakan sinyal dalam bentuk cairan senyawa kimia.

Contoh neurotransmiter

Beberapa contoh neurotransmiter antara lain asetilkolin, serotonin, noradrenalin, dopamin, dan asam aspartat.

Struktur sinapsis

Gambar 8.4 Struktur sinapsis

Ujung sinapsis membentuk tonjolan yang disebut tonjolan sinapsis (synaptic bulb). Neuron yang merupakan tempat datangnya impuls disebut neuron prasinapsis. Adapun neuron atau sel lain yang menerima impuls disebut neuron postsinapsis. Seperti halnya sel-sel lain, neuron memiliki membran sel yang selektif permeabel. Masih ingatkah Anda yang dimaksud dengan selektif permeabel? Sifat membran yang selektif permeabel ini mengakibatkan perbedaaan konsentrasi ion di dalam membran dan di luar membran. Pada saat tidak ada rangsangan (neuron istirahat), terdapat lebih banyak ion bermuatan positif di luar membran sel. Adapun di dalam membran sel memiliki banyak ion bermuatan negatif. Keadaan ketika neuron beristirahat tersebut dinamakan potensial istirahat (polarisasi).

Polaritas membran pada sel saraf

Gambar 8.5 Polaritas membran pada sel saraf

Apabila neuron menerima rangsangan, permeabilitas membran akan berubah. Beberapa ion positif akan masuk ke dalam sel. Akibatnya, polaritas membran akan berubah sehingga lebih banyak ion positif di dalam sel dan banyak ion negatif di luar sel. Peristiwa tersebut merupakan awal terjadinya perjalanan impuls (rangsang) sepanjang neuron.

Potensial aksi

Perubahan polaritas pada membran sel disebut juga potensial aksi. Apabila impuls telah lewat, membran sel neuron akan kembali ke keadaan semula (Gambar 8.5)

Mekanisme pelepasan neurotransmiter oleh sinapsis.

Gambar 8.7 Mekanisme pelepasan neurotransmiter oleh sinapsis.

Bagaimanakah proses pelepasan neurotransmiter oleh tonjolan sinapsis? Ketika potensial aksi datang di ujung sinapsis (tonjolan sinapsis), potensial aksi tersebut akan memicu gelembung sinapsis yang berisi neurotransmiter untuk menempel pada membran sel. Pada saat gelembung sinapsis bersatu dengan membran, neurotransmiter akan dilepaskan ke celah sinapsis. Proses pelepasan neurotransmiter dilakukan dengan proses eksositosis. Perhatikan Gambar 8.6.

Neurotransmiter yang dilepaskan oleh sinapsis, akan melekat pada molekul reseptor yang berada pada membran sel target. Pelekatan neurotransmiter pada reseptor akan membuka lubang ion pada membran sel target. Akibatnya, ion-ion akan masuk ke sel target dan memicu untuk terjadinya potensial aksi yang selanjutnya.

Neurotransmiter yang melekat pada reseptor akan dipecah oleh enzim atau akan dikembalikan ke sel pengirimnya. Pelepasan neurotransmiter menyebabkan lubang ion menutup.

Susunan Sistem Saraf

Ketika Anda belajar, Anda menggunakan otak untuk menghapal materi pelajaran. Ketika bermain gitar, Anda menggunakan otak untuk mengingat sebuah lagu. Otak merupakan tempat pengolahan seluruh informasi yang diperoleh dari lingkungan. Otak merupakan salah satu penyusun sistem saraf pada tubuh manusia.

Pada manusia, sistem saraf dikelompokkan menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Apa sajakah penyusun sistem saraf tepi? Apakah perbedaan antara kedua sistem saraf tersebut? Sebelumnya, perhatikanlah bagan susunan sistem saraf pada manusia berikut ini.

sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi

Sistem saraf dikelompokkan menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.

Gambar 8.7 Sistem saraf dikelompokkan menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.

Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat tersusun atas otak dan sumsum tulang belakang.

Otak dan sumsum tulang belakang sama-sama dilindungi oleh suatu membran yang melindungi keduanya. Membran pelindung tersebut dinamakan meninges.

Meninges

Meninges dari dalam keluar terdiri atas tiga bagian, yaitu

Piameter
Arachnoid
Durameter

Piameter merupakan lapisan membran yang paling dalam. Lapisan ini berhubungan langsung dengan otak atau sumsum tulang belakang. Pada piameter banyak terkandung pembuluh darah. Arachnoid merupakan lapisan yang berada di antara piameter dan durameter. Adapun durameter adalah lapisan membran yang paling luar. Durameter berhubungan langsung dengan tulang. Pada daerah di antara piameter dan arachnoid, terdapat rongga yang berisi cairan serebrospinal.

Cairan serebrospinal

Cairan ini berfungsi melindungi otak atau sumsum tulang belakang dari goncangan dan benturan.

Struktur meninges pada otak

Gambar 8.8 Struktur meninges pada otak

Otak

Sistem saraf pada manusia seluruhnya dikendalikan oleh otak. Pada orang dewasa, otak memiliki berat sekitar 2% dari total berat badannya. Otak memiliki sekitar 12 miliar neuron. Otak memiliki permukaan yang tidak rata akibat adanya lekukanlekukan. Terdapat dua macam lekukan pada otak, yaitu sulkus dan girus. Sulkus merupakan lekukan otak yang mengarah ke dalam (lembah). Adapun girus adalah lekukan otak yang mengarah ke atas (gunungan).

Bagian-bagian otak manusia

Otak manusia terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu otak depan, otak tengah,  dan otak belakang (Gambar 8.9). Bagaimana struktur dari ketiga bagian otak tersebut? Bagaimana pula masing-masing fungsinya?

Otak-manusia terbagi menjadi tiga bagian, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang.

Gambar 8.9 Otak-manusia terbagi menjadi tiga bagian, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang.

Otak depan

Perkembangan otak pada masa embrio menghasilkan perkembangan otak depan yang membentuk cerebrum (otak besar).

Cerebrum

Cerebrum merupakan bagian terbesar dari otak. Selain itu, pada otak depan terdapat

Talamus
Hipotalamus
Otak-manusia terbagi menjadi dua belahan, yaitu otak kanan dan otak kiri

Gambar 8.10 Otak-manusia terbagi menjadi dua belahan, yaitu otak kanan dan otak kiri

Cerebrum dibagi menjadi dua bagian (hemisfer), yaitu

Otak kanan
Otak kiri

Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Corpus callosum

Otak kanan dan otak kiri terhubung oleh corpus callosum, yaitu jaringan saraf penghubung. Otak kanan mengatur kerja organ tubuh sebelah kiri, dan sebaliknya, otak kiri mengatur kerja organ tubuh sebelah kanan. Selain itu, otak kanan berpengaruh terhadap kemampuan kreativitas dan seni seseorang. Adapun otak kiri berpengaruh terhadap kemampuan analisis, logika, dan komunikasi.

Bagian-bagian dari cerebrum memiliki fungsi yang berbeda-beda terhadap informasi yang masuk. Bagian-bagian tersebut adalah

Lobus frontalis
Lobus parietalis
Lobus temporalis
Lobus oksipitalis

Lobus frontalis berperan dalam ingatan, emosi, berbicara, dan gerakan yang terlatih. Lobus parietalis berperan dalam pengaturan impuls dari kulit (sentuhan dan tekanan), serta pengenalan posisi tubuh. Lobus temporalis berperan dalam pengenalan suara dan memori. Adapun lobus oksipitalis berperan dalam mendeteksi dan mengolah cahaya dari penglihatan. Perhatikan Gambar 8.11.

Di cerebrum terdapat empat bagian yang memiliki fungsi berbeda-beda.

Gambar 8.11 Di cerebrum terdapat empat bagian yang memiliki fungsi berbeda-beda.

Pada otak depan terdapat pula talamus dan hipotalamus.

Fungsi talamus

Talamus adalah bagian yang berperan sebagai pusat pengolahan (interpretasi) impuls sebelum disampaikan ke bagian lain di otak. Beberapa impuls yang dapat diolah oleh talamus, antara lain rasa sakit, sentuhan, tekanan, dan cahaya.

Fungsi hipotalamus

Hipotalamus berfungsi mengatur suhu tubuh, tekanan darah, rasa lapar, haus, kontraksi otot, dan ritme tidur. Selain itu, hipotalamus merupakan tempat pengaturan kelenjar hipofisis yang menghasilkan hormon.

Otak tengah

Otak tengah terletak di permukaan bawah otak besar (cerebrum). Pada otak tengah terdapat lobus opticus yang berfungsi sebagai pengatur gerak bola mata. Otak tengah mengandung  sekelompok sel-sel saraf yang berfungsi mengatur gerak tubuh, kedudukan tubuh, dan kesadaran.

Otak belakang

Otak belakang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu

Otak kecil (cerebellum)
Pons varoli
Medula oblongata

Ketiga bagian ini berperan mengontrol aliran impuls saraf antara otak dan bagian tubuh lainnya.

Fungsi Otak kecil (cerebellum)

Otak kecil berperan dalam keseimbangan tubuh dan koordinasi gerakan otot.

Fungsi Pons varoli

Pons varoli berperan menghantarkan impuls otot tubuh bagian kiri dan kanan. Selain itu, pons varoli merupakan penghubung antara otak besar dan otak kecil.

Fungsi Medula oblongata

Adapun medula oblongata berfungsi menghubungkan antara otak dengan sumsum tulang belakang. Batas antara medula oblongata dan sumsum tulang belakang tidak jelas sehingga medula oblongata sering disebut sumsum lanjutan.

Medula oblongata berperan pula dalam mengatur pernapasan, denyut jantung, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, gerak menelan, dan batuk. Otak tengah bersama pons varoli dan medula oblongata membentuk unit fungsional yang disebut batang otak (brain stem).

Sumsum tulang belakang

Sumsum tulang belakang merupakan penghubung antara sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.

Fungsi sumsum tulang belakang

Sumsum tulang belakang berfungsi menghantarkan impuls menuju otak dan berperan dalam proses gerak refleks.

Struktur sumsum tulang belakang

Gambar 8.12 Struktur sumsum tulang belakang

Dari Gambar 8.12 terlihat bahwa pada bagian tengah sumsum tulang belakang terdapat materi abu-abu (grey matter) dan materi putih (white matter). Pada bagian substansi abu-abu terdapat akar ventral dan akar dorsal. Akar ventral tersusun atas badan neuron motoris yang akarnya menuju efektor. Adapun akar dorsal tersusun atas neuron sensoris yang akarnya menuju reseptor.

Sistem Saraf Tepi

Berdasarkan fungsinya, sistem saraf tepi dibagi menjadi dua, yaitu

Sistem saraf aferen (sistem saraf sensoris)
Sistem saraf eferen (sistem saraf motoris)

Sistem saraf aferen tersusun atas neuron yang membawa implus dari reseptor menuju sistem saraf pusat. Adapun sistem saraf eferen tersusun atas neuron yang membawa impuls dari sistem saraf pusat menuju efektor.

Sistem saraf tepi mengandung 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf spinal.

Saraf kranial

Saraf kranial berasal dari otak dan berhubungan dengan organ-organ di kepala dan anggota tubuh bagian atas.

Saraf spinal

Adapun saraf spinal berasal dari sumsum tulang belakang dan berhubungan dengan seluruh tubuh. Perhatikan Tabel 8.1.

12 pasang saraf kranial

Dua belas saraf kranial

Gambar 8.13 Dua belas saraf kranial

Sistem saraf eferen dibedakan menjadi dua, yaitu sistem

Saraf somatis
Sistem saraf otonom

Sistem saraf somatis membawa impuls menuju otot rangka sebagai respons dari rangsang yang berasal dari luar. Sistem saraf somatis bekerja secara sadar. Adapun sistem saraf otonom membawa impuls untuk mengatur kerja otot polos, otot jantung, sistem peredaran darah, sistem ekskresi, dan sistem endoksin. Saraf otonom bekerja secara tidak sadar.

Sistem saraf otonom dibedakan menjadi dua, yaitu

Saraf simpatetis
Saraf parasimpatetis

Ketika saraf tersebut bekerja pada organ yang sama, keduanya bekerja secara berlawanan (antagonistik). Secara umum, saraf parasimpatetis membawa impuls yang berhubungan dengan pembentukan energi, misalnya pencernaan. Sebaliknya, saraf simpatetis akan membawa impuls yang berhubungan dengan penggunaan energi atau peningkatan laju metabolisme.

Saraf otonom dibagi menjadi dua, yaitu saraf parasimpatetis dan saraf simpatetis

Gambar 8.14 Saraf otonom dibagi menjadi dua, yaitu saraf parasimpatetis dan saraf simpatetis

Gerak Refleks

Sebelumnya telah diterangkan bahwa apabila kaki Anda menginjak benda tajam, maka Anda akan segera mengangkat kaki Anda. Peristiwa tersebut merupakan  gerak refleks. Bagaimanakah mekanisme gerak refleks?

Mekanisme gerak refleks

Gambar 8.15 Mekanisme gerak refleks

Gerak refleks merupakan respons neuron motoris, neuron sensoris, neuron intermediet efektor, dan organ-organ sensoris secara bersamaan. Respons tersebut berlangsung secara cepat. Perhatikan Gambar 8.15 Ketika lutut dipukul, reseptor akan mendeteksi adanya perubahan pada tendon. Kemudian, neuron sensoris akan meneruskan informasi tersebut ke sistem saraf pusat (sumsum tulang belakang) dan neuron intermediet (interneuron). Dari sumsum tulang belakang, impuls akan diteruskan melalui neuron motoris ke efektor berupa satu sel otot (quadriceps). Respons quadriceps akan membuat kaki terangkat. Pada saat yang bersamaan, neuron motoris lainnya merespons impuls dari interneuron. Akibatnya, otot paha bawah (otot fleksi) akan terhambat sehingga relaksasi dan tidak menahan gerak dari otot paha atas (quadriceps).

Percobaan Biologi Gerak Refleks

Tujuan

Mempelajari gerak refleks pada kaki

Alat dan Bahan

1. Palu kejut

2. Kayu

3. Alat tulis

Langkah Kerja

1. Suruhlah teman Anda untuk duduk di atas meja dan biarkan salah satu kakinya bebas menggantung.

2. Pukullah secara perlahan ligamentum patelanya di bawah tempurung lutut dengan palu kayu atau pemukul lainnya. Di manakah letak patelanya?

3. Amatilah gerakan kaki teman Anda setelah lututnya dipukul.

Pertanyaan

1. Apakah gerakan yang ditunjukkan merupakan gerak refleks? Mengapa demikian?

2. Buatlah jalur refleksnya jika gerakan yang Anda amati adalah gerak refleks.

Gangguan dan Penyakit pada Sistem Saraf Manusia

Sistem saraf pada manusia dapat pula mengalami gangguan dan penyakit. Salah satu penyakit yang paling sering diderita adalah sakit kepala. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa faktor contohnya adalah stres. Apakah terdapat gangguan dan penyakit lain pada sistem saraf manusia?

Parkinson

Parkinson disebabkan oleh berkurangnya neurotransmiter dopamin. Penyakit ini ditandai dengan tangan gemetar, sulit bergerak, dan kekakuan otot. Penyakit ini biasanya menyerang orang-orang yang berusia 40 tahun ke atas.

Stroke

Penyakit ini disebut juga penyakit kematian pada sel-sel otak. Stroke dapat disebabkan oleh terganggunya aliran darah. Tekanan darah tinggi merupakan faktor yang paling sering menyebabkan stroke. Stroke dapat menyebabkan reaksi motoris terganggu sehingga muncul kelumpuhan sebagian anggota tubuh.

Epilepsi

Epilepsi merupakan suatu penyakit akibat dilepaskannya letusanletusan listrik (impuls) pada neuron-neuron di otak. Gejala penderita penyakit ini yaitu kejang-kejang, kehilangan kesadaran, dan gangguan mental. Penyakit ini dapat disebabkan oleh gangguan metabolisme atau adanya bekas luka pada otak sewaktu kelahiran, infeksi, dan tumor.

Poliomielitis

Poliomielitis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus pada neuron-neuron motoris sistem saraf pusat. Penderita penyakit ini memiliki gejala-gejala seperti sakit kepala, panas, sakit otot, dan kelumpuhan.

Sistem Endokrin

Selain sistem saraf, tubuh manusia memiliki sistem lain yang berfungsi mengontrol dan mengatur aktivitas organ-organ tubuh. Sistem lain tersebut adalah sistem endokrin.

Cara kerja sistem endokrin

Cara kerja sistem endokrin berbeda dengan sistem saraf. Pada sistem saraf, informasi yang disampaikan berupa sinyal-sinyal listrik untuk membuat sel-sel merespons. Adapun pada sistem endokrin, informasi yang disampaikan berupa senyawa kimia. Sistem endokrin bekerja dengan cara menghasilkan hormon.

Hormon

Hormon adalah sinyal berupa senyawa kimia yang disekresikan ke dalam peredaran darah.

Kelenjar endokrin

Hormon dihasilkan oleh suatu kelenjar yang disebut kelenjar endokrin. Akan tetapi, terdapat suatu sel khusus yang menghasilkan hormon sekaligus menyampaikan impuls saraf. Sel khusus tersebut dinamakan sel neurosekretori. Perhatikan Gambar 8.16.

Sel endokrin dan (b) sel neurosekretori

Gambar 8.16 (a) Sel endokrin dan (b) sel neurosekretori

Selain kelenjar endokrin, terdapat kelenjar lain yang berfungsi menyekresikan senyawa kimia.

Kelenjar eksokrin

Kelenjar tersebut adalah kelenjar eksokrin (Gambar 8.17). Kelenjar eksokrin menyekresikan senyawa kimia yang akan dikeluarkan melalui suatu saluran menuju rongga tubuh atau kulit. Contoh kelenjar eksokrin yaitu kelenjar keringat.

Perbedaan antara (a) kelenjar endokrin dan (b) kelenjar eksokrin, terletak pada jalur sekret yang dikeluarkan.

Gambar 8.17 Perbedaan antara (a) kelenjar endokrin dan (b) kelenjar eksokrin, terletak pada jalur sekret yang dikeluarkan.

Fungsi Sistem endokrin

Sistem endokrin memiliki beberapa fungsi bagi tubuh. Fungsi tersebut antara lain berperan dalam homeostatis, reproduksi, dan perkembangan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan Tabel 8.2 berikut.

Fungsi Sistem endokrin

Terdapat perbedaan kecepatan penyampaian pesan pada sistem saraf dan sistem endokrin. Pada sistem saraf, impuls yang diterima akan direspon dalam waktu yang cepat. Adapun pada sistem endokrin, sinyal berupa hormon akan direspons dalam waktu yang lambat. Hal tersebut dikarenakan media atau jalur perambatan rangsang yang berbeda antara sistem saraf dan sistem endokrin.

Macam-Macam Kelenjar Endokrin

Pada tubuh manusia, terdapat beberapa kelenjar endokrin yang berbeda-beda (Gambar 8.18). Kelenjar-kelenjar tersebut memiliki letak, struktur, fungsi dan hormon yang berbeda-beda. Apa sajakah kelenjar endokrin pada manusia?

Kelenjar endokrin pada tubuh manusia

Gambar 8.18 Kelenjar endokrin pada tubuh manusia

Hipotalamus
Fungsi hipotalamus

Hipotalamus berperan dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan manusia. Hipotalamus terletak di bawah otak besar (cerebrum). Hipotalamus bekerja dengan cara mengeluarkan hormon yang mengontrol kerja kelenjar hipofisis (pituitari). Selain dengan hormon, hipotalamus bekerja sama melalui impuls saraf karena hipotalamus tersusun atas sel-sel neurosekretori.

Hipotalamus mengeluarkan

Releasing hormone
Inhibiting hormone

Releasing hormone berfungsi merangsang kelenjar hipofisis menyekresikan hormon tertentu. Adapun inhibiting hormone berfungsi menekan atau menghambat kelenjar hipofisis menyekresikan hormon tertentu.

Kelenjar Hipofisis (Pituitari)

Kelenjar hipofisis disebut juga “master of gland” karena menyekresikan hormon yang akan memengaruhi kerja hormon lain. Kelenjar hipofisis terletak di bawah hipotalamus. Kelenjar hipofisis terdiri atas

Hipofisis posterior
Hipofisis anterior
Hormon-hormon yang dihasilkan oleh (a) hipofisis posterior dan (b) hipofisis anterior

Gambar 8.19 Hormon-hormon yang dihasilkan oleh (a) hipofisis posterior dan (b) hipofisis anterior

Hipofisis anterior menghasilkan beberapa hormon seperti

Growth hormone (GH)
Prolaktin (PRL)
Follicle stimulating hormone (FSH)
Luteinizing hormone (LH)
Thyroid stimulating hormone (TSH)
Adrencarticotropic hormone (ACTH)
Melanocyte stimulating hormone (MSH)
Endorfin

Untuk mengetahui fungsi dari hormon-hormon tersebut, perhatikanlah tabel berikut ini.

fungsi hormon kelenjar endokrin

gambar bab 8 tabel 8 3b

Kelenjar Tiroid dan Paratiroid

Kelenjar tiroid memiliki bentuk seperti huruf H dan berlokasi di leher. Tiroid berada di atas trakea. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroksin. Kelebihan hormon tiroksin akan menyebabkan hipertiroidisme. Seseorang yang menderita hipertiroidisme akan memiliki detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh meningkat.

Adapun kekurangan hormon tiroksin menyebabkan hipotiroidisme. Apabila hal ini terjadi sejak masa kanak-kanak, akan menyebabkan penyakit kekerdilan (kretinisme).

Kelenjar paratiroid merupakan empat kelenjar pada bagian belakang kelenjar tiroid. Kelenjar paratiroid merupakan kelenjar endokrin terkecil di dalam tubuh. Kelenjar ini menghasilkan parathyroid hormone (PTH).

Kelenjar Pankreas

Sel-sel endokrin dapat ditemukan pula pada pankreas. Sel-sel tersebut terdapat pada pulau-pulau Langerhans. Dua tipe sel ( α dan β ) pada pulau-pulau Langerhans memproduksi hormon glukagon dan hormon insulin. Pada seseorang yang tubuhnya tidak dapat memproduksi insulin akan menimbulkan penyakit diabetes mellitus. Diabetes mellitus memiliki ciri-ciri glukosa dalam urine tinggi, mudah haus, dan mudah lelah.

Kelenjar Adrenal

Kelenjar adrenal terletak di atas setiap ginjal. Setiap kelenjar tersusun atas dua bagian, yaitu korteks dan medula. Korteks menghasilkan hormon jenis kortikoid, sedangkan medula menghasilkan hormon jenis adrenalin. Ketakutan, marah, sakit, dan dingin dapat merangsang medula untuk menghasilkan adrenalin dalam jumlah banyak. Adrenalin merangsang perubahan glikogen menjadi glukosa sehingga banyak energi yang terbentuk. Respons tubuh terhadap adrenalin membuat seseorang dapat menghadapi bahaya atau meninggalkannya. Perhatikan Gambar 8.20, hormon apakah yang sedang bekerja di dalam tubuh pemadam kebakaran?

Para petugas pemadam kebakaran sedang berusaha memadamkan api.

Gambar 8.20 Para petugas pemadam kebakaran sedang berusaha memadamkan api.

Kelenjar Kelamin

Kelenjar kelamin (gonad) menghasilkan hormon kelamin. Pada wanita, gonad terletak pada ovarium, sedangkan pada pria terletak pada testis. Produksi hormon estrogen oleh gonad dipengaruhi oleh follicle stimulating hormone (FSH). Adapun produksi hormon progesteron dipengaruhi oleh luteinizing hormone (LH).

Kelenjar Pineal

Kelenjar pineal terletak di tengah-tengah otak. Kelenjar ini menghasilkan hormon melatonin yang berfungsi mengatur ritme biologis, misalnya tidur. Pada saat malam hari, konsentrasi melatonin akan tinggi sehingga membuat seseorang tidur. Adapun pada siang hari, konsentrasi melatonin rendah sehingga membuat seseorang terjaga.

Kelenjar Timus

Kelenjar timus terletak di atas rongga dada. Kelenjar ini menghasilkan hormon timosin yang berfungsi dalam pematangan limfosit T. Limfosit T merupakan jenis sel darah putih yang berperan dalam kekebalan tubuh.

Gangguan dan Penyakit pada Sistem Endokrin

Bagaimana jika produksi hormon pada tubuh manusia berlebihan atau bahkan kekurangan? Bagaimana pula jika kelenjar-kelenjar endokrin mengalami gangguan? Berikut akan dijelaskan beberapa contoh gangguan dan penyakit yang dapat terjadi pada sistem endokrin.

Akromegali dan Dwarfisme

Akromegali merupakan kelainan akibat kelebihan growth hormone (GH) pada saat dewasa. Kelebihan GH setelah dewasa mengakibatkan pertumbuhan tulang-tulang tangan dan wajah terus berlanjut sehingga perbandingan dengan tulang-tulang lainnya tidak seimbang. Pada wanita yang mengidap akromegali, tulang-tulang wajahnya berubah sehingga menyerupai wajah pria. Apabila kelebihan GH terjadi pada masa kanakkanak akan menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme).

Jika kekurangan GH pada masa anak-anak, pertumbuhan tubuh menjadi terhambat. Hal ini menyebabkan dwarfisme (kekerdilan).

Perubahan kondisi fisik pada penderita akromegali (a) ketika berusia 9 tahun, (b) 16 tahun, (c) 33 tahun, (d) 52 tahun.

Gambar 8.21 Perubahan kondisi fisik pada penderita akromegali (a) ketika berusia 9 tahun, (b) 16 tahun, (c) 33 tahun, (d) 52 tahun.

Diabetes Melitus (DM)

Penyakit ini disebabkan oleh kurangnya sekresi hormon insulin oleh pankreas. Penyakit ini disebut juga penyakit kencing manis. Penderita DM memiliki ciri-ciri kandungan glukosa pada urine tinggi, mudah haus, dan mudah lelah.

Feokromositoma

Penyakit ini disebabkan adanya tumor pada bagian medula adrenal. Hal ini menyebabkan sekresi yang berlebihan dari hormon adrenalin. Penderita Feokromositoma memiliki ciri-ciri yaitu metabolisme meningkat, glukosa dalam darah tinggi, jantung berbedar, tekanan darah tinggi, dan berkeringat pada telapak tangan.

Penyait Addison

Penyakit ini disebabkan oleh berlebihnya sekresi glukokortikoid. Gejala penyakit ini antara lain berkurangnya volume darah dan tekanan darah, daya tahan tubuh menurun, mudah haus, mudah lelah, dan gangguan mental.

Sistem Indera

Anda dapat membaca buku karena adanya mata. Anda dapat menonton film kesayangan Anda karena adanya mata. Suara dari televisi dapat Anda dengar karena adanya telinga. Mata dan telinga merupakan organ yang termasuk ke dalam sistem indra.

Sistem saraf berfungsi merespons segala sesuatu atau peristiwa yang berada di lingkungan (luar tubuh). Untuk melakukan hal ini, sistem saraf harus memiliki informasi yang didapat dari lingkungan. Informasi dari lingkungan akan diterima oleh reseptor berupa indra. Apa sajakah alat indra pada manusia? Apakah yang terjadi jika alat indra mengalami gangguan?

Alat-Alat Indera

Informasi berupa impuls yang diterima indra dapat berupa cahaya, tekanan, panas, gelombang suara, bau, maupun wangi. Semua informasi tersebut dapat diterima secara khusus oleh indra tertentu. Tubuh manusia, memiliki lima alat indra, yaitu mata, hidung, telinga, lidah, dan kulit.

Mata

Fungsi mata

Mata berfungsi dalam penglihatan. Mata merupakan alat indra yang menerima rangsang berupa cahaya. Mata mampu membedakan warna, melihat objek dari jarak jauh, dan merespons cahaya. Perhatikan Gambar 8.22.

Struktur bola mata

Gambar 8.22 Struktur bola mata

Bola mata

Bola mata pada manusia terdiri atas beberapa bagian.

Sklera

Bagian paling luar dari bola mata tersusun atas lapisan jaringan ikat yang disebut sklera.

Koroid

Adapun lapisan dalam berupa jaringan ikat yang banyak mengandung pigmen dan pembuluh darah yang disebut koroid.

Kornea

Pada bagian depan terdapat sklera yang transparan disebut kornea.

Membran mukus (konjungtiva)

Sklera dilindungi oleh membran mukus (konjungtiva) yang berfungsi membuat mata selalu basah atau lembap. Sklera yang transparan (kornea) memungkinkan cahaya masuk ke bola mata. Kornea tidak dilindungi oleh konjungtiva.

Iris

Bagian depan koroid membentuk suatu badan bulat yang disebut iris. Iris adalah bagian berwarna pada mata. Iris berfungsi mengatur cahaya yang masuk melalui pupil.

Pupil

Pupil adalah suatu lubang di tengah-tengah iris. Jika intensitas cahaya tinggi, pupil akan mengecil, dan sebaliknya.

Retina

Di dalam koroid terdapat retina yang membentuk lapisan dalam bola mata.

Fotoreseptor

Retina mengandung sel-sel fotoreseptor. Retina pada manusia mengandung sekitar 125 juta sel-sel batang dan 6 juta sel-sel kerucut. Kedua sel fotoreseptor tersebut diberi nama sesuai dengan bentuknya.

Sel-sel fotoreseptor banyak terletak pada pusat retina (fokus) yang disebut fovea. Sel-sel fotoreseptor tidak terdapat di bagian retina.

Bintik buta (blind spot)

Pada retina terdapat suatu bagian yang tidak dapat mendeteksi cahaya, yaitu bintik buta (blind spot). Sel batang dan sel kerucut memiliki fungsi yang berbeda dalam proses penglihatan.

Sel batang

Sel batang lebih sensitif terhadap cahaya, namun tidak dapat membedakan warna.

Sel kerucut dan sel batang

Gambar 8.23 Sel kerucut dan sel batang

Sel batang tidak bekerja pada malam hari. Hal ini berbeda dengan sel kerucut yang dapat membedakan warna pada siang hari. Sel batang dan sel kerucut mengandung pigmen penglihatan retinal yang terikat pada membran yang disebut opsin. Sel batang memiliki tipe opsin yang bergabung bersama retinal yang membentuk pigmen rhodopsin. Rhodopsin adalah pigmen yang sensitif terhadap cahaya redup.

Sel kerucut

Sel kerucut mengandung pigmen fotopsin.

Fotopsin

Fotopsin dapat menyerap cahaya terang dan berwarna.

Macam-macam sel kerucut

Terdapat tiga jenis sel kerucut, yaitu

Sel kerucut biru
Sel kerucut hijau
Sel kerucut merah

Gambar 8.24 menunjukkan jalur masuk cahaya ke mata melalui retina. Ujung sel batang dan sel kerucut menempel pada retina bagian belakang. Cahaya akan masuk melewati lapisan sel-sel saraf yang transparan sebelum mencapai sel batang dan sel kerucut. Retina menyerap cahaya, rhodopsin dan fotopsin akan berubah pada permeabilitas membran selnya. Hal ini merupakan awal pelepasan neurotransmiter. Kemudian, informasi visual oleh sel batang dan sel kerucut akan menuju jaringan neuron melalui sel-sel fotoreseptor. Pontensial aksi membawa informasi yang telah diolah menuju otak melalui saraf optik. Penglihatan tiga dimensi yang biasa kita lihat merupakan hasil pengolahan dari dua mata.

Jalur cahaya dari sumber cahaya menuju saraf optik

Gambar 8.24 Jalur cahaya dari sumber cahaya menuju saraf optik

Lensa (bikonveks)

Di belakang pupil terdapat sebuah lensa (bikonveks) yang berfungsi memfokuskan cahaya yang masuk.

Otot mata (otot siliaris)

Lensa tersebut melekat pada suatu otot mata (otot siliaris). Bentuk lensa diatur oleh otot mata tersebut. Ketika mata melihat objek yang dekat, otot siliaris akan berkontraksi menarik koroid mendekati lensa. Akibatnya, lensa menjadi tebal dan berbentuk bulat. Sebaliknya, ketika melihat objek yang jauh, otot siliaris akan berelaksasi sehingga koroid menjauhi lensa. Hal ini menyebabkan lensa menjadi tipis. Kemampuan lensa untuk menebal dan menipis disebut akomodasi.

Bentuk lensa pada (a) penglihatan jarak dekat dan (b) penglihatan jarak jauh

Gambar 8.25 Bentuk lensa pada (a) penglihatan jarak dekat dan (b) penglihatan jarak jauh

Bola mata terbagi menjadi dua ruang.

Vitreous humor

Ruang yang besar di belakang lensa berisi (vitreous humor).

Aqueous humor

Adapun ruang yang kecil di depan lensa berisi aqueous humor.

Hidung

Kemoreseptor

Pada hidung terdapat kemoreseptor, yaitu sel-sel sensoris yang sensitif terhadap senyawa kimia.

Olfaktori

Reseptor pada hidung terletak di dalam epitel olfaktori. Reseptor tersebut adalah sel-sel olfaktori. Epitel olfaktori terletak di atas rongga hidung. Sel-sel olfaktori tersebut akan mengirimkan impuls melewati akson menuju bulbus olfaktori pada otak.

Ketika suatu substansi masuk ke rongga hidung, substansi tersebut akan menempel pada protein reseptor spesifik pada silia. Menempelnya substansi tersebut memicu adanya potensial aksi. Di otak, sinyal dari potensial aksi akan diolah. Manusia dapat membedakan ribuan bau yang berbeda. Perhatikan Gambar 8.26.

Mekanisme penciuman oleh hidung

Gambar 8.26 Mekanisme penciuman oleh hidung

Telinga

Fungsi telinga

Telinga berfungsi untuk mendengar, karena memiliki reseptor yang sensitif terhadap getaran. Selain itu, telinga berperan dalam keseimbangan tubuh. Telinga dibagi menjadi telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

Telinga terbagi menjadi telinga luar, telinga dalam, telinga tengah, dan telinga dalam.

Gambar 8.27 Telinga terbagi menjadi telinga luar, telinga dalam, telinga tengah, dan telinga dalam.

Telinga luar

Telinga luar terdiri atas

Daun telinga
Saluran pendengaran (lubang telinga)
Fungsi daun telinga

Daun telinga berfungsi memusatkan suara yang masuk ke lubang telinga. Suara akan dikumpulkan oleh daun telinga dan kemudian masuk ke lubang telinga menggetarkan gendang telinga (membran timpani). Gendang telinga merupakan jaringan yang membatasi antara telinga luar dan telinga tengah.

Di dalam telinga tengah terdapat tiga tulang pendengaran, yaitu

Tulang martil (maleus)
Tulang landasan (incus)
Tulang sanggurdi (stapes)

Ketika suara menggetarkan gendang telinga, ketiga tulang pendengaran akan menangkap getaran tersebut.

Saluran Eustachius

Pada telinga tengah terdapat saluran Eustachius yang menghubungkan ruang telinga dengan faring.

Fungsi saluran Eustachius

Saluran tersebut berfungsi menyeimbangkan tekanan udara di telinga tengah dan lubang telinga.

Tulang sanggurdi

Tulang sanggurdi melekat pada tingkap oval, yaitu suatu membran tipis di dalam telinga. Perhatikan Gambar 8.27.

Telinga dalam

Telinga dalam terdiri atas rumah siput (koklea).

Rumah siput (koklea)

Di dalam koklea terdapat tiga ruangan (kanal), yaitu kanal atas, kanal tengah, dan kanal dalam.

Organ korti

Di kanal tengah terdapat organ pendengaran, yaitu organ korti. Pada organ korti terdapat sel yang memiliki rambut-rambut. Sel berambut tersebut peka terhadap getaran. Sel tersebut melekat pada membran basilar.

Sekarang kita akan mempelajari mekanisme pendengaran oleh telinga. Suara akan dikumpulkan oleh daun telinga ke lubang telinga pada telinga luar. Getaran suara yang masuk akan menggetarkan gendang telinga. Dari gendang telinga, getaran akan disalurkan ke tulang-tulang pendengaran dan kemudian ke tingkap oval. Getaran pada tingkap oval akan menggetarkan cairan di dalam koklea. Getaran akan merambat ke ujung koklea melalui kanal atas. Kemudian, getaran akan masuk ke kanal bawah dan menghilang.

Pada saat getaran masuk ke kanal atas, getaran tersebut akan menekan kanal tengah. Hal ini mengakibatkan membran basilar bergetar. Secara otomatis, sel-sel berambut ikut bergetar menyapu membran tektorial. Ketika sel berambut bergetar, lubang ion pada membrannya membuka. Hasilnya, sel berambut melepaskan neurotransmiter menuju neuron sensoris. Neuron sensoris ini akan meneruskan impuls ke otak melalui saraf pendengaran. Otak besar menerima impuls ini dan kemudian menerjemahkannya.

Lidah

Lidah merupakan indra pengecap. Pada lidah terdapat banyak kemoreseptor berupa kuncup pengecap. Di dalam kuncup pengecap terdapat sel-sel reseptor rasa. Ketika makanan masuk ke dalam kuncup pengecap, sel-sel reseptor rasa akan aktif dan mengirimkan impuls saraf. Impuls saraf tersebut akan dikirim ke otak melalui neuron. Otak akan mengolah impuls tersebut sebagai rasa.

Terdapat bermacam-macam reseptor rasa yang dapat membedakan rasa. Lidah dapat merasakan empat macam rasa, yaitu, manis, asin, asam, dan pahit. Setiap makanan yang masuk akan merangsang beberapa tipe reseptor.

Lidah dapat merasakan rasa yang berbeda-beda

Gambar 8.28 Lidah dapat merasakan rasa yang berbeda-beda

Percobaan Biologi Indera Pengecap

Tujuan

Membuktikan daerah pengecap rasa pada lidah

Alat dan Bahan

1. Lidi yang diberi kapas/cotton bud 4. Larutan gula

2. Air                                                         5. Larutan vitamin C

3. Larutan garam                                    6. Larutan kina

Cara Kerja

1. Sebelum percobaan dimulai, berkumurlah sampai bersih.

2. Sediakanlah satu cotton bud untuk masing-masing larutan.

3. Celupkanlah cotton bud pada salah satu larutan yang telah Anda siapkan. Kemudian, sentuhkan ujung cotton bud tersebut pada daerah ujung lidah, pinggir lidah, dan pangkal lidah teman Anda.

4. Ulangilah langkah 3 dengan larutan yang berbeda. Setiap akan melakukan uji dengan larutan lain, kumur-kumurlah mulut Anda atau teman Anda. Masukkan hasil pengamatan Anda ke dalam tabel berikut.

gambar bab 8 aktivitas biologi 8 2

Pertanyaan

1. Tentukan daerah pengecap untuk rasa manis, asin, asam, dan pahit.

2. Indra pengecap termasuk kemoreseptor. Apakah sebabnya?

3. Di manakah terdapatnya ujung-ujung saraf pengecap?

Kulit

Kulit mengandung reseptor yang paling banyak dibanding dengan organ-organ lain di dalam tubuh.

Mekanoreseptor

Reseptor tersebut berupa mekanoreseptor, yaitu suatu reseptor yang akan aktif jika terkena rangsangan berupa tekanan atau sentuhan. Setiap reseptor akan merespons rangsangan yang berbeda-beda.

Macam-macam reseptor pada kulit

Terdapat empat macam reseptor pada kulit, yaitu

Meissner
Merkel
Paccini
Ruffini

Meissner peka terhadap sentuhan ringan. Merkel peka terhadap sentuhan dan tekanan. Merkel dapat menunjukkan secara cepat sumber rangsangan. Paccini peka terhadap getaran dan tekanan yang kuat. Ruffini peka terhadap sentuhan yang berulang-ulang.

gambar bab 8 gambar 8 29

Gambar 8.29 Kulit memiliki empat macam reseptor.

Gangguan dan Penyakit pada Alat-Alat Indera

Sama seperti halnya sistem saraf dan sistem endokrin, sistem indra pada manusia dapat mengalami gangguan dan penyakit. Berikut akan dijelaskan beberapa gangguan dan penyakit pada alat-alat indra.

Miopi

Gangguan pada daya akomodasi lensa akibat lensa terlalu cembung atau bola mata terlalu panjang. Penderita miopi tidak dapat memfokuskan bayangan tepat di bintik kuning. Akibatnya, jika melihat objek yang jauh, bayangan jatuh di depan bintik kuning. Penderita miopi dapat dibantu dengan menggunakan lensa cekung.

Hipermetropi

Gangguan pada daya akomodasi lensa akibat lensa terlalu pipih atau bola mata terlalu pendek. Pada penderita hipermetropi, bayangan jatuh di belakang bintik kuning. Penderita hipermetropi tidak bisa melihat objek dari jarak dekat. Penderita dapat dibantu dengan menggunakan lensa cembung.

Presbiopi

Gangguan akibat menurunnya daya akomodasi akibat pertambahan usia.

Anosmia

Kehilangan rasa bau akibat penyumbatan rongga hidung, rusaknya sel-sel reseptor dan gangguan saraf.

Otitis media (radang telinga tengah)

Disebabkan oleh infeksi atau virus. Gejala penyakit ini adalah sakit telinga, gangguan pendengaran, dan demam. Otitis media paling sering menyerang anak-anak.

Mabuk perjalanan (motion sicknesss)

Gangguan pada keseimbangan akibat gerakan atau getaran secara terus-menerus selama perjalanan. Gejala gangguan ini antara lain, mual, muntah, berkeringat, dan pusing.

Rangkuman

  1. Sistem saraf berfungsi menerima informasi dari dalam tubuh maupun dari luar tubuh untuk diinterpretasikan menjadi sebuah respons atau tanggapan. Proses penyampaian informasi melalui suatu media, yaitu sel saraf (neuron).
  2. Sel saraf (neuron) berfungsi menghantarkan impuls atau rangsang dari reseptor ke pusat saraf dan meneruskannya ke efektor. Neuron tersusun atas badan sel saraf, dendrit, dan akson. Berdasarkan struktur dan fungsinya, neuron dapat dibagi menjadi tiga, yaitu neuron sensoris, neuron intermediet, dan neuron motoris..
  3. Sistem saraf dikelompokkan menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat tersusun atas otak dan sumsum tulang belakang. Otak merupakan pusat dari seluruh sistem saraf. Otak manusia terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang.
  4. Sumsum tulang belakang merupakan penghubung antara sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sumsum tulang belakang berfungsi menghantarkan impuls menuju otak dan berperan dalam proses gerak refleks.
  5. Berdasarkan fungsinya, sistem saraf tepi dibagi menjadi dua, yaitu sistem saraf aferen dan sistem saraf eferen. Sistem saraf aferen berfungsi membawa impuls dari reseptor menuju sistem saraf pusat. Sistem saraf eferen berfungsi membawa impuls dari sistem saraf pusat menuju efektor.
  6. Sistem saraf eferen dibedakan lagi menjadi sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom terdiri atas saraf simpatetis dan saraf parasimpatetis. Saraf simpatetis dan saraf parasimpatetis bekerja berlawanan.
  7. Sistem endokrin berfungsi meyampaikan informasi berupa senyawa kimia. Sistem endokrin bekerja dengan cara menghasilkan hormon. Kelenjar hormon pada tubuh manusia, yaitu hipotalamus, hipofisis, tiroid, paratiroid, pankreas, adrenal, kelamin (gonad), pineal, dan timus.
  8. Sistem saraf mendapat bantuan dari alat-alat indra untuk menangkap informasi dan lingkungan. Tubuh manusia memiliki lima alat indra, yaitu indra penglihat (mata), indra pencium (hidung), indra pendengar (telinga), indra pengecap (lidah), dan indra peraba (kulit).

Peta Konsep

peta konsep bab 8

Refleksi

Bagaimana pendapat Anda setelah mempelajari materiSistem Regulasi ini? Menarik, bukan? Banyak hal yang bisa Anda dapatkan setelah mempelajari bab ini. Misalnya, Anda memahami penyakit dan gangguan yang dapat terjadi pada alat-alat indera. Oleh karen itu, sangatlah penting untuk menjaga kesehatan alat-alat indera tersebut. Apakah Anda dapat menyebutkan manfaat yang lainnya?

Tujuan Anda mempelajari bab ini adalah agar Anda mampu menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan atau penyakit pada sistem regulasi manusia. Apakah Anda dapat mencapai tujuan tersebut?

Apabila Anda mengalami kesulitan dalam mempelajari materi tertentu pada bab ini, diskusikanlah bersama teman-teman Anda. Kemudian, bertanyalah kepada guru Anda untuk memecahkan permasalahanpermasalahan berkenaan dengan materi pada bab ini. Agar Anda mampu memahami materi pada bab ini dengan lebih baik, pastikanlah Anda menguasai materi bab ini dengan belajar lebih giat.

Evaluasi Kompetensi Bab 8

A. Pilihan Ganda

1.Sistem regulasi memiliki fungsi …

a. mengatur kerja seluruh sistem organ pada tubuh manusia. d. mengambil desigen ke dalam tubuh
b. mengeluarkan sisa-sisa metabolisme sel e. menjaga keseimbangan cairan tubuh
c. mengedarkan darah ke seluruh tubuh

Untuk soal nomor 2-4, perhatikan gambar berikut.

gambar bab 8 soal ganda no 2

2.  Bagian yang ditunjukan oleh nomor 2 adalah ….

a. dendrit d. badan sel saraf
b. akson e. neuron
c. sel Schwann

3.  Bagian sel yang berfungsi menghantarkan impuls dari badan sel saraf menuju neuron lain adalah …

a. 1 d. 4
b. 2 e. 1 dan 2
c. 3

4.  Sel Schwann terdapat pada bagian yang ditunjukkan oleh nomor ….

a. 1 d. 4
b. 2 e. 1 dan 3
c. 3

5. Sel-sel saraf akan saling berhubungan melalui ….

a. neuron d. dendrit
b. sinapsis e. sel Schwann
c. akson

6.  Prinsip dasar perambatan impuls pada sel saraf adalah karena ….

a. perbedaan tekanan parsial d. neurotransmiter dari sel saraf
b. perbedaan konsentrasi oksigen e. hubungan antar sel saraf
c. perbedaan konsentrasi ion pada membran sel

7. Bagian dan otak besar yang berperan dalam ingatan dan emosi adalah ….

a. lobus temporalis d. lobus anterior
b. lobus parietalis e. lobus frontalis
c. lobus oksipitalis

8. Otak kanan dan otak kiri dihubungkan oleh suatu jaringan saraf yang disebut ….

a. corpus callosum d. neurotransmiter
b. corpus luteum e. jaringan epitel
c. sinapsis

9.  Bagian pada otak yang dihubungkan oleh pons varoli adalah ….

a. otak kanan dan otak kiri d. otak kecil dan sumsum lanjutan
b. otak besar dan otak kecil e. otak kanan dan sumsum lanjutan
c. otak besar dan sumsum lanjutan

10.  Selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang disebut ….

a. cerebrum d. medula oblongata
b. pons varoli e. girus
c. meninges

Untuk soal nomor 11 dan 12, perhatikan gambar berikut.

gambar bab 8 soal ganda no 11

11. Pusat pengatur keseimbangan tubuh ditunjukkan oleh nomor ….

a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3

12.  Bagian otak yang berfungsi dalam mengatur pernapasan adalah ….

a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3

13.  Pernyataan yang benar tentang saraf parasimpatetis adalah ….

a. mempercepat denyut jantung d. menghasilkan kolinesterase untuk merangsang kontraksi otot
b. merangsang aktivitas kelenjar hormon e. tersusun atas ganglion sejajar
c. bekerja berlawanan dengan saraf simpatesis

14.  Urutan perjalanan impuls pada gerak refleks adalah ….

a. reseptor→sensoris→ motoris→ intermediet→ efektor d. sensoris → efektor → reseptor → motoris → intermediet
b.  sensoris →resptor → intermediet → motoris → efektor e. reseptor → sensoris → intermediet → motoris → efektor
c.  reseptor → sensoris → efektor → motoris → intermediet

15.  Berkurangnya neurotransmiter dopamin mengakibatkan penyakit ….

a. kelumpuhan d. parkinson
b. poliomelitis e. stroke
c. epilepsi

16.  Organ tubuh yang tidak berhubungan dengan hormon adalah ….

a. usus d. ginjal
b. ovarium e. otak
c. testis

17.  Fungsi hormon yang diproduksi di dalam pankreas adalah ….

a. mengatur perkembangan organ kelamin d. mengatur metabolisme senyawa fosfat
b. mengatur kadar kalsium dalam jaringan e. merangsang pembentukan limfosit T
c. mengatur kadar gula dalam darah

Untuk soal nomor 18-20, perhatikan gambar berikut.

gambar bab 8 soal ganda no 18

18. Bagian yang berfungsi menghasilkan hormon tiroksin ditunjukan oleh nomor ….

a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3

19. Hormon yang berfungsi dalam pembentukan sperma dibentuk pada bagian dengan nomor ….

a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3

20.  Kelenjar yang disebut “master of gland” ditunjukan oleh nomor ….

a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3

21.  Diabetes mellitus merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh kekurangan hormon ….

a. tiroksin d. melatonin
b. glukagon e. insulin
c. kalsitonin

22. Sel penerima rangsang cahaya pada mata adalah ….

a. . kornea dan lensa d. lensa dan bintik kuning
b. pupil dan lensa e. sel konus dan sel korti
c. sel kerucut dan sel batang

23.  Bagian yang memberi warna pada bola mata adalah ….

a. kornea d. sklera
b. retina e. koroid
c. iris

24.  Penerima rangsang (reseptor) pada hidung adalah ….

a. sel olfaktor d. sel korti
b. sel kerucut sel saraf
c. sel batang

25. Organ korti yang berfungsi sebagai organ pendengaran terdapat pada bagian ….

a. cerebrum d. tulang pendengaran
b. membran timpani e. koklea
c. daun telinga

B. Soal Uraian

1.Tuliskan bagian-bagian dari otak besar beserta fungsinya.

2. Jelaskan urutan rangsang pada gerak refleks.

3. Jelaskan perbedaan antara sistem saraf dan sistem endokrin.

4. Perhatikan gambar sistem endokrin pada manusia berikut ini.

gambar bab 8 soal uraian no 4

a. Tuliskan hormon yang dihasilkan oleh bagian yang diberi nomor.

b. Jelaskan fungsi hormon yang dihasilkan oleh bagian dengan nomor 2, 3, dan 4.

5.  Perhatikan gambar mata berikut ini

gambar bab 8 soal uraian no 5

a. Tuliskan bagian-bagian yang diberi nomor.

b. Lanjutkanlah cahaya yang masuk ke dalam mata untuk menunjukan objek yang fokus pada retina.

C. Soal Tantangan

  1. Pada suatu malam, Anda merasa sangat lapar. Kemudian Anda teringat bahwa Anda menyimpan sepotong roti di lemari makanan. Selanjutnya, Anda membuka lemari tersebut, mengambil rotinya, dan makan roti tersebut. Jelaskanbagian-bagian otak yang berperan dalam seluruh peristiwa tersebut, termasuk merasa lapar, mengingat letak roti, dan mengambil roti di lemari.
  2. Mengonsumsi minuman beralkohol dapat menurunkan kerja sistem saraf atau bahkan merusaknya. Alkohol pun merupakan penyebab utama pada kecelakaan berkendaraan bermotor. Menurut Anda, apakah kerugian lain dari mengonsumsi alkohol bagi kesehatan?